Aktris yang kembali ke dunia hiburan tanpa hijab hebohkan Mesir

Hala Shiha pada 2005 Hak atas foto AFP
Image caption Foto Hala Shiha sebelum mengundurkan diri pada tahun 2005, beredar di media sosial.

Seorang aktris di Mesir memicu kehebohan setelah kembali ke dunia hiburan dengan menanggalkan jilbabnya.

Aktris Hala Shiha sempat memutuskan pensiun karena alasan agama dan mengenakan jilbab pada tahun 2005, namun baru-baru ini mengumumkan di media sosial bahwa dia kembali ke dunia hiburan, dengan tak lagi mengenakan penutup kepala.

Saat pensiun pada 2005, Hala Shiha, yang membintangi film-film seperti El-Selem We El-Teaban (Titian tangga dan Ular) dan Aris Min Geha Amneya (Seorang pengantin), berusia 26 tahun.

Hari Kamis (09/08) lalu Hala Shila membuat akun Twitter, dan langsung mendapatkan ribuan pengikut dalam beberapa jam pertama.

Dalam keterangan untuk profilnya di media sosial itu, ia menggambarkan dirinya sebagai "aktris Mesir, bersinar lagi," dan mencuit bahwa dia adalah "sedari awal adalah seorang perempuan independen yang kuat".

Shiha berbagi foto dirinya tanpa jilbab berbagi foto yang menampilkan dirinya tanpa jilbab di halaman Instagram-nya, yang juga dibuat pada hari Kamis yang sama.

Sejak unggahan pertamanya -yang hanya bertuliskan "Kembali"- di Instagram, ia telah mendapatkan lebih dari 38.000 pengikut di hari pertamanya saja.

Kembalinya Shiha ke media sosial kemudian mendorong banyak orang untuk berkomentar tentang pakaian bernuansa agama.

Tagar bahasa Arab dari namanya "Hala Shiha" menjadi tren di Mesir, menarik lebih dari 12.000 tweet, dengan reaksi yang sangat beragam.

Hak atas foto AFP
Image caption Shiha pensiun dari dunia hiburan dengan alasan agama.

Banyak yang memuji tindakan aktris itu.

Antara lain, seorang pengguna perempuan, Nada Ashraf, yang memberi selamat kepadanya untuk "kembali ke kehidupan" dan "dibangkitkan dari gua-gua kegelapan dan Abad Pertengahan".

Namun sebaliknya, sejumlah pengguna, seperti @Menna521990121 menganggap Shiha sekarang menjauhkan dirinya dari Tuhan.

Dalam pembelaan terhadap Shiha, seorang mahasiswa bidang media yang berbasis di London, Mohamed Magdeldin, menyerukan warganet untuk tidak menghakimi sang aktris.

Presenter TV Mekameleen Osama Gawish, yang juga berbasis di London, sepakat bahwa menanggalkan jilbab adalah urusan pribadi.

Namun, menurutnya, orang-orang yang menganggapnya sebagai isyarat melangkah keluar dari "gua kegelapan," atau memperlakukannya sebagai "tamparan di wajah Ikhwanul Muslimin," sebenarnya sedang mengekspresikan "rasisme kebencian terhadap semua perempuan berjilbab".

Berita terkait