Lion Air JT610: Cangkang ponsel yang jadi simbol duka di media sosial

lion air Hak atas foto Pertamina / BNPB
Image caption Sebuah sampul ponsel bergambar sepasang suami istri berada di antara sejumlah barang-barang pribadi yang ditemukan dalam upaya pencarian.

Sebuah foto cangkang ponsel yang tersebar di dunia maya, telah menjadi simbol kepedihan sekaligus kekuatan dalam tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Pesawat Lion Air jatuh di dekat fasilitas anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java di lepas pantai di utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) kemarin.

Tak berapa lama kemudian, petugas berhasil mengumpulkan sejumlah barang pribadi yang ditemukan di laut dan mendokumentasikannya.

Salah satu barang yang didapat adalah serpihan ponsel beserta cangkang luarnya - yang dihiasi dengan cetakan foto sepasang suami istri menyusuri sebuah jembatan.

Ponsel tersebut dimiliki oleh Wahjoe Noegrohantoro seorang penumpang Lion Air yang ikut dalam penerbangan. Boarding pass dan Kartu Sehat Kota Bekasi dengan namanya juga ditemukan dalam tumpukan barang pribadi tersebut.

Tak lama kemudian, ada warganet yang menemukan foto yang persis sama di Instagram yang diunggah oleh istrinya, Ine Yunita Savitri melalui akun @ineyunitasi.

"Setiap langkah selalu ada doa yang menyertai, dan berharap setiap langkah menjadikan kesuksesan dan setiap doa menjadikan berkah ...." tulis istrinya itu dalam keterangan foto.

Hak atas foto Pertamina / BNPB
Image caption Boarding pass dan kartu identitas yang muncul di media sosial membantu identifikasi.

Pengguna media sosial pun segera membanjiri akun itu dengan ungkapan bela sungkawa.

"Sungguh pilu," kata satu pengguna Twitter. "Selamat menempuh perjalanan baru menuju surga, gambar ini laksana pamitmu kepada dunia," tulis lainnya di Instagram.

Tahu takdir dari media sosial

Antariksa Hartono, keponakan yang dihubungi BBC Indonesia, mengatakan Wahjoe pergi ke Bangka dalam rangka tugas kantor, meninggalkan istri dan dua anaknya.

Dia mengatakan bahwa pihak keluarga justru tahu tentang keberadaan Wahjoe di pesawat itu dari foto yang beredar.

"Pertama lihat, saya tidak sadar, tapi ketika siang, dikabari ibu saya bahwa om saya ada di sana, saya langsung teringat dengan casing ponsel itu. Setelah dicek oleh tante saya, memang betul. Jadi kami tahu dari media sosial," katanya.

Kepergian Wahjoe mengejutkan keluarga karena mereka masih bertemu dan jalan-jalan sepekan sebelumnya. "Tidak ada yang menyangka satu minggu setelah itu dia sudah tidak ada," sambungnya.

Di Internet, berbagai ilustrasi yang terinspirasi dengan gambar itu bermunculan, menjadi ungkapan duka dan juga kekuatan. "Kita tidak tahu betapa kuatnya kata have a safe flight sampai (insiden) JT610," kata @ciacipogracia dalam kicauannya yang dibagikan lebih dari 8.000 kali.

"Terkirim doa untuk kebaikan para korban pesawat Lion Air," kata @YHYMHMN di Twitter disertai sketsa ilustrasi serupa.

"Sampai sekarang kalau lihat (foto) itu, saya kembali sedih lagi. Saya saja sedih apa lagi keluarga dekat," kata Antariksa.

"Harapan saya mungkin semoga bukan hanya om saya yang cepat ditemukan dan diidentifikasi, melainkan seluruh korban dapat segera ditemukan dan diidentifikasi."

Jatuhnya pesawat Lion Air yang mengangkut 189 orang ini adalah kecelakaan terparah kedua dalam sejarah penerbangan Indonesia, menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Hingga kini, upaya pencarian korban dan badan pesawat masih terus dilakukan walau diperkirakan tidak ada korban selamat.

Berita terkait