Indonesia gugur di Piala AFF, Edy Rahmayadi: Kalau wartawannya baik, timnasnya baik

antara Hak atas foto ANTARA
Image caption Selain menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Pengguna media sosial riuh berkomentar soal pernyataan ketua umum PSSI yang menghubungkan perilaku wartawan dengan prestasi timnas, setelah tim sepakbola Indonesia gugur di Piala AFF.

"Wartawannya yang harus baik, jika wartawannya baik maka timnasnya baik," katanya, seperti yang dikutip Kompas TV, Kamis (22/11) kemarin.

Pernyataan Edy Rahmayadi ini dilontarkan ketika wartawan bertanya tentang langkah PSSI ke depan, menuyusul kandasnya timnas Indonesia di Piala AFF 2018 di fase grup.

Di Twitter, pernyataan ini menuai kontroversi setelah dicuit oleh akun Fox Sports Asia. Banyak pengguna berkomentar bahwa pernyataan itu konyol dan tidak ada hubungannya.

"Bapak yang ngasih statement, seluruh warga Indonesia yang malu," begitu satu komentar pengguna Twitter. "Tolong Malaysia, klaim Edy, saya ikhlas," kata yang lain.

Hak atas foto Fox Sport Asia

Belum ada tanggapan dari Edy Rahmayadi terkait kontroversi ini. Di Facebook, potongan klip wawancara juga menuai beragam komentar.

Bukan kali ini saja Edy Rahmayadi menuai kontroversi. September lalu, di tengah duka sekaligus kemarahan atas pembunuhan terhadap suporter Persija Jakarta, Edy Rahmayadi justru memicu polemik saat menghardik wartawan yang mewawancarainya.

"Apa urusan Anda menanyakan itu?" tanya balik Edy ketika wartawan bertanya soal peran gandanya sebagai ketua umum PSSI dan gubernur Sumatera Utara.

Di media sosial, kalimat ini sangat ikonik karena banyak digunakan sebagai guyonan dan sindiran terhadapnya - dan kemudian bergulir menjadi meme-meme humor.

Seperti dilaporkan sejumlah media, Edy Rahmayadi sempat optimistis bahwa timnas Indonesia punya peluang untuk masuk semifinal Piala AFF 2018. Namun Indonesia kalah 0-1 dari Singapura dan kalah juga 2-4 dari Thailand dalam fase grup.

Menurut jadwal, Indonesia masih akan berhadapan dengan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11), namun seandainya menang, perhitungan skor tidak akan mampu membawa timnas ke babak selanjutnya.

Topik terkait

Berita terkait