'Kamu cepat bangun', tangisan tunangan korban kerusuhan dekat pura Hindu di Malaysia

Unggahan Nurul Najihah di Facebook tentang tunangannya yang menjadi korban dalam kerusuhan di dekat pura di dekat Kuala Lumpur. Hak atas foto Nurul Najihah Facebook
Image caption Unggahan Nurul Najihah di Facebook tentang tunangannya yang menjadi korban dalam kerusuhan di dekat pura di dekat Kuala Lumpur.

"Cepat bangun kamu. Muhammad Adib. Doakan tunangan saya, tak kuat melihat kamu seperti ini."

Itulah unggahan di media sosial oleh Nurul Najihah, tunangan seorang petugas pemadam kebakaran yang dalam kondisi kritis sampai Selasa (27/11) setelah terluka dalam kerusuhan di Kuala Lumpur.

Mohammad Adib Mohammad Kasi ditarik keluar dari truk pemadam kebakaran oleh massa berjumlah lebih dari 1.000 orang saat ia tiba di tempat kerusuhan untuk memadamkan mobil yang terbakar.

Beberapa orang terluka dan belasan kendaraan terbakar setelah serangan terhadap pura Hindu di dekat Kuala Lumpur pada Senin (26/11) dini hari.

Menanggapi unggahan di Facebook, para pengguna menyatakan doa agar Mohammad cepat sembuh. Nurul rencananya akan menikah dengan Mohammad bulan depan.

Hak atas foto EPA
Image caption Mobil yang terbakar dalam kerusuhan di dekat pura di dekat Kuala Lumpur.

Luka-lukanya diperkirakan akibat diinjak massa dan menyebabkan tulang rusuk patah dan paru-parunya bocor.

Bukan kerusuhan etnik

Hak atas foto EPA
Image caption Kerusuhan di dekat Pura Sri Maha Mariamman, di dekat Kuala Lumpur.

Ketegangan juga meningkat di tempat terpisah setelah ada daging babi yang dilaporkan dilempar ke dua surau di Malaka, sekitar 150 kilometer dari Kuala Lumpur, lapor Sinar Harian.

Polisi mengawasi tempat-tempat peribadatan setelah insiden ini namun mengatakan kerusuhan di dekat Kuala Lumpur terkait dengan sengketa tanah dan bukan soal etnis atau agama.

Kekhawatiran sosal kerusuhan etnis ini sempat mencuat setelah sejumlah etnik Melayu Malaysia menyerang pura Hindhu pada Senin (26/11) dan menghancurkan patung dewa serta sempat menodong petugas tempat peribadatan Hindu itu, menurut laporan Malaysiakini.

Pemeluk Hindu di Malaysia yang sebagian besar etnik India terdiri dari enam persen dari sekitar 31,6 juta penduduk negara itu.

Menyusul kerusuhan pada Senin pagi, kekerasan berlanjut di dekat pura.

Laporan KiniTV menunjukkan massa menyerang truk pemadam kebakaran.

Jangan sampai orang Melayu mengamuk

Hak atas foto Nurul Najihah Facebook
Image caption Mohammad, petugas pemadam kebakaran yang menjadi korban.

Paling tidak 19 orang ditahan dan pemerintah Malaysia berjanji akan menindak "para provokator."

"Mereka yang bertanggung jawab, bila ada, tak akan lolos dari hukuman," kata Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Pemerintah juga meminta agar warga Malaysia berhati-hati dalam membuat pernyataan online yang dapat "menimbulkan ketegangan dan mempengaruhi hubungan antarkomunitas."

Insiden ini terjadi di tengah debat nasional tentang persamaan hak, yang menyebabkan ancaman kelompok mayoritas untuk melakukan protes.

Warga Melayu Malaysia menikmati subsidi dan kebijakan lain dan mendapatkan "posisi khusus" seperti tercantum dalam Konstitusi Federal.

Ahmad Zahid Hamidi, presiden Umno, partai politik terbesar Malaysia, sebelumnya pada bulan ini memperingatkan bahwa warga Malaysia bisa mengamuk dan mendesak pemerintah untuk secara serius menangani masalah ini.

"Jangan sampai orang Melayu mengamuk ... Jangan minta, ancaman bukan sekedar ancaman, kalau tak percaya, coba," kata Ahmad Zahid Hamidi seperti dikutip Utusan Malaysia.

Topik terkait

Berita terkait