Seventeen Band yang jadi korban tsunami: Basis dan manajer tewas, sebagian pemain dan kru masih belum ditemukan

Dylan Sahara, istri vokalis Seventeen Band, menjadi salah satu korban tsunami Banten yang masih belum ditemukan. Hak atas foto Instagram/Ifanseventeen
Image caption Dylan Sahara, istri vokalis Seventeen Band, menjadi salah satu korban tsunami Banten yang masih belum ditemukan.

Video band Seventeen di acara Perusahaan Listrik Negara di Tanjung Lesung yang diterjang tsunami saat tampil menjadi viral di media sosial.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan manajemen tersebut menyatakan bahwa pemain bass mereka, M Awal Purbani, dan road manager Oki Wijaya, meninggal dunia dalam bencana tersebut.

Salah satu cuitan yang mengunggah video itu sudah disebar lebih dari 4.000 kali. Namun dalam pernyataan resminya, Seventeen Band "meminta agar teman-teman tidak menyebarkan foto-foto dari lokasi."

"Pada 22 Desember sekitar pukul 21.30 WIB air pasang menyapu bersih panggung yang letaknya sangat berdekatan dengan laut," menurut pernyataan mereka.

"Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi. Sayangnya saat arusnya surut anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri sementara sebagian tidak menemukan tempat berpegangan. Posisi panggung tepat membelakangi laut," menurut pernyataan itu lagi.

Tim mereka yang selamat, menurut pernyataan itu, belum bisa kemana-mana karena minimnya transportasi.

Menurut tim manajemen Seventeen, sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukan gitaris Herman Sikumbang, drummer Andi Windu Darmawan, kru Ujang, serta istri dari vokalis Ifan atau Riefian Fajarsyah, Dylan Sahara.

Dalam akun media sosialnya, Ifan mengunggah pernyataan yang sampai berita ini ditulis, sudah ditonton lebih dari 750 ribu kali dan disukai hampir 6.000 kali.

Di media sosial, ada beberapa tagar yang digunakan untuk menyoroti tsunami di Banten ini, termasuk tagar #seventeen yang menjadi salah satu yang banyak digunakan. Tagar-tagar lain, ada #prayforanyer, #anyer, #banten, serta #selatsunda.

Tsunami menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, di antaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12) malam.

Hingga Minggu pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB) mencatat terdapat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan dua orang hilang. Sementara, kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

"Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya, Minggu (23/12) pagi.

Berita terkait