'Kekecewaan' warganet atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama soal peran istri

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama keluarga dan kerabatnya mengikuti kebaktian ucapan syukur di Jakarta, Kamis (24/1/2019). Ahok berkumpul dengan keluarga dan kerabatnya pascabebas dari penjara. Hak atas foto ANTARA FOTO/HO/Tim BTP
Image caption Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama keluarga dan kerabatnya mengikuti kebaktian ucapan syukur di Jakarta, Kamis (24/1/2019). Ahok berkumpul dengan keluarga dan kerabatnya pascabebas dari penjara.

Setelah pembebasannya dari penjara ramai dibahas oleh warganet, kini giliran komentar Basuki Tjahaja Purnama atau BTP soal kehidupan pribadinya yang kembali menjadi perdebatan.

Komentar BTP yang kemudian ramai diperdebatkan oleh warganet itu muncul lewat akun OSOTV Channel yang videonya sampai sekarang sudah ditonton lebih dari 1,5 juta kali.

Dalam video sepanjang hampir 15 menit itu, BTP ditanya soal rencana pernikahannya oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Kutipan yang kemudian ramai di kalangan warganet adalah ketika BTP mengulang pernyataan yang, menurutnya, disampaikan ibunya. "Istri kamu itu harusnya pengganti saya, soal masak-memasak, bikin kue, dan ngurusin kamu. Yang dulu kan nggak mau," kata BTP menirukan ibunya.

BTP juga kemudian mengulang pernyataan orang yang disebut sebagai temannya, "Istrimu yang dulu itu nggak punya nasib ndampingin. Karena orang Chinese itu percaya, nggak bisa terima itu hoki. Makanya kamu harus cari yang bisa hokinya sama dengan kamu."

Pernyataan BTP soal peran istri itu yang kemudian 'digugat' oleh warganet, sebagian di antaranya langsung menuding Ahok menjelek-jelekkan mantan istrinya.

Namun ada juga yang lebih menyoroti bahwa perdebatan soal BTP kini beralih dari soal politik menjadi masuk ke ranah pribadi.

Sementara itu, pembelaan terhadap Ahok di media sosial soal komentarnya itu datang dari akun-akun partisan, dan ada yang mengaitkan kritik tersebut dengan ajakan untuk golput.

Setelah bebas dari penjara, BTP lebih banyak muncul lewat vlog dan media sosial.

Vlog pertamanya di akun Panggil Saya BTP yang diunggah pada Kamis (24/1) lalu soal penjemputannya dari Mako Brimob oleh anak sulungnya sudah ditonton lebih dari empat juta kali.

Sebelumnya, dari penjara, Ahok menulis surat meminta pendukungnya untuk tidak golput pada pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Meski dinanti-nanti oleh para pendukungnya, belum ada pernyataan soal rencana Ahok untuk ikut dalam kegiatan politik apa pun dalam waktu dekat.

BTP dipenjara selama dua tahun setelah divonis bersalah atas kasus penistaan agama.

Oleh hakim, dia dinilai melanggar Pasal 156a huruf a KUHP, yaitu secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa, yakni hukuman penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Ahok resmi bercerai dengan istrinya, Veronica Tan, dan ia mendapat hak pengasuhan anak mereka. Hal itu itu ditetapkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, April 2018 lalu.

Topik terkait

Berita terkait