Debat cawapres 2019: Lima hal yang menjadi pembahasan warganet

Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Hak atas foto ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Image caption Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Debat pemilihan presiden putaran ketiga yang berlangsung pada Minggu (17/3) menampilkan hanya kedua cawapres yang membahas soal tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial dan kebudayaan. Dalam debat kali ini, ada beberapa istilah yang menjadi sorotan di kalangan warganet.

Jika pada debat sebelumnya yang melibatkan kandidat capres kita mendengar istilah seperti Palapa Ring, B20, dan unicorn, maka berikut beberapa istilah unik dari debat yang menjadi pertanyaan dan pembahasan warganet:

1. 10 years challenge

Beberapa kali cawapres Ma'ruf Amin menyebut soal 10 years challenge, dan ini menjadi pembahasan di kalangan warganet.

Ma'ruf menggunakan istilah ini saat menjawab pertanyaan terkait soal komitmen pemerintah soal dana riset. Menurutnya, selain menyediakan dana riset abadi, namun pemerintah juga akan menyatukan semua dana riset yang kini terbagi di kementerian dan lembaga-lembaga di bawah Badan Riset Nasional serta akan memaksimalkan rencana induk riset nasional yang sudah ada.

"Dengan berbagai upaya itu, kami yakin riset kita akan berhasil memajukan negara menuju 10 years challenge," kata Ma'ruf Amin.

Selain itu, Ma'ruf Amin juga menyebut soal kebutuhan untuk menyiapkan tenaga kerja agar "lebih siap menghadapi tantangan ke depan untuk menghadapi 10 years challenge".

Warganet pun mempertanyakan apa sebenarnya yang dimaksud oleh cawapres 01 tersebut soal tantangan 10 tahun, karena sebelumnya istilah tersebut adalah meme yang pada dasarnya membandingkan foto-foto pribadi dari para warganet antara sepuluh tahun lalu dan sekarang.

2. Infrastruktur langit

Istilah 'infrastruktur langit' disampaikan sedikitnya dua kali oleh kandidat cawapres Ma'ruf Amin.

Pertama, istilah itu dia sebutkan saat menjawab pertanyaan soal strategi memperkuat kualitas sumber daya tenaga kerja yang mumpuni dan humanis, selain itu 'infrastruktur langit' juga muncul lagi saat Ma'ruf Amin menjawab soal isu perbandingan jumlah antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal.

Dia kemudian menyebut bahwa 'infrastruktur langit' yang dimaksud sebenarnya adalah Palapa Ring, program infrastruktur internet yang pembangunannya dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan pihak ketiga.

Proyek pembangunan serat optik sepanjang 36.000 kilometer ini dimulai tendernya pada 2015 dan nantinya akan menjangkau 440 kota/kabupaten di Indonesia.

Namun warganet sudah lebih dulu menggunakan imajinasi mereka saat mendengar istilah itu. Berikut beberapa 'infrastruktur langit' versi warganet.

3. DUDI

Ma'ruf Amin kembali mengenalkan istilah yang menjadi pembahasan warganet dalam debat antara kandidat cawapres lewat 'DUDI'.

Yang dimaksud di sini sebenarnya adalah singkatan dari 'dunia usaha dan dunia industri', istilah yang disampaikan oleh Ma'ruf Amin terkait pembahasan soal pembukaan lapangan kerja serta pemanfaatan riset yang harus melibatkan dua aspek sektor bisnis tersebut.

Lagi-lagi, bagi warganet, istilah itu kemudian jadi punya makna tersendiri bagi warganet.

4. Ibu Lis dari Sragen

Siapa sebenarnya 'ibu Lis dari Sragen' yang sering disebut oleh kandidat cawapres Sandiaga Uno dalam debat pada Minggu (17/3)? Itu juga yang menjadi pertanyaan beberapa warganet yang menonton debat.

Sosok 'ibu Lis dari Sragen' muncul dari cerita Sandiaga untuk merujuk soal layanan BPJS Kesehatan yang menurut Sandiaga tidak lagi menanggung biaya kesehatan ibu Lis sehingga harus berhenti berobat.

Nama Lis bukan satu-satunya yang disebut oleh Sandiaga, ada juga 'Salsabilah di Pamekasan' yang, menurut Sandiaga, mengeluhkan soal kurikulum yang terlalu berat karena mata pelajaran yang tidak ia minati dan mempelajari subjek yang nantinya tidak digunakan lagi.

Penyebutan nama-nama konstituen ini pernah sebelumnya dilakukan oleh Sandiaga dalam debat pertama, saat tampil bersama dengan capres Prabowo Subianto, selain juga dilakukan dalam debat terkait pemilihan gubernur dan wagub DKI Jakarta 2017 lalu.

5. Penghapusan Ujian Nasional

Dalam mengenalkan visi dan misinya, cawapres Sandiaga Uno menjanjikan untuk menghapus Ujian Nasional (UN) di sekolah dan menggantinya dengan penelusuran minat dan bakat, sementara cawapres Ma'ruf Amin kembali mengenalkan tiga kartu sosial yang sudah digulirkan pemerintah.

Sandi menyebut bahwa ujian nasional adalah sistem yang "sangat tidak berkeadilan" sementara sistem penelusuran minat dan bakat diklaim "sangat aplikatif pada peserta didik". Warganet ada yang setuju dengan usulan Sandiaga tersebut, namun ada juga yang menyebut bahwa ide penghapusan Ujian Nasional itu sudah sejak lama diajukan, namun tak kunjung terwujud.

Berita terkait