Lepas buaya di jalan rusak untuk menarik perhatian pemerintah, warga Gorontalo dilaporkan

Buaya sepanjang satu meter dilepaskan di kubangan jalan sebagai protes jalan rusak di Gorontalo. Hak atas foto Natha, Gorontalo Post
Image caption Buaya sepanjang satu meter dilepaskan di kubangan jalan sebagai protes jalan rusak di Gorontalo.

Seorang warga di Gorontalo yang melepas buaya peliharaannya di jalan rusak sebagai aksi protes kepada pemerintah akan dilaporkan ke balai konservasi oleh wali kota setempat karena aksinya tersebut.

Aksi warga bernama Romy Pakaya dengan melepas anak buaya berukuran satu meter pada akhir pekan lalu menjadi viral di media sosial dan mengundang banyak respon dari netizen sampai Selasa (16/04).

Walikota Gorontalo, Marten Taha, mengatakan merasa kecewa dengan bentuk protes itu karena buaya termasuk satwa yang dilindungi.

"Jalan Sulawesi itu sudah dianggarkan, makanya saya kecewa. Itu nanti kita laporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), buaya itu kan reptil yang dilindungi, terus dilepas di jalan yang airnya sedikit," kata Marten kepada Dwi Djuuna, wartawan Radio Selebes yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

"Saya minta masyarakat harus sadar bahwa, ini pekerjaan yang berproses, apalagi anggaran ini kita diawasi oleh KPK, tidak sembarang saja. Begitu ada anggaran langsung dikerjakan, kan ada prosesnya", kata Martin.

Sementara itu Romy Pakaya mengatakan langkahnya melepas anak buaya peliharaannya sebagai salah satu upaya meminta perhatian pemerintah untuk memperbaiki jalan yang telah lama rusak.

Mengancam akan melepas ular tiga meter

Hak atas foto Natha, Gorontalo Post
Image caption Buaya ini disebutkan akan dikembalikan ke habitatnya dalam waktu dekat.

Terkait rencana melaporkan ke BKSDA, Ronny mengatakan ia telah memberitahukan balai konservasi itu sebelum melepas anak buaya tersebut. Ia juga mengklaim akan mengembalikan anak buaya itu ke habitatnya dalam waktu dekat dengan bekerja sama dengan balai konservasi.

Romy mengatakan ide itu muncul secara spontan dan ia hanya meletakkan buaya itu selama 15 menit ke kubangan jalan, beserta beberapa rekan yang ia klaim secara profesional dapat menangani buaya.

"Belakangan hujan sering turun jadi sudah jadi kubangan dan ada beberapa pengendara terutama pengendara motor mengalami kecelakaan di jalan itu. Pada malam Sabtu setelah hujan deras kurang dari satu jam, akhirnya paginya saya lihat kubangan sudah banyak airnya.

"Nah timbul ide untuk menunjukkan sikap saya akan kekecewaan terhadap pemerintah terkait jalan yang tidak diperhatikan," papar Romy.

Ia juga mengancam akan melepas ular peliharannya bila jalan rusak di perumahannya tidak juga diperhatikan pemerintah.

"Substansinya ada pada perbaikan jalan itu - tuntutan kami masyarakat untuk jalannya diperbaiki - bukan pada buaya itu, apakah buaya itu dipelihara secara illegal atau tidak. Intinya jangan diseret-seret saya pelihara atau melanggar.

"Saya siap diskusi soal itu, kali lain kalau masih ada jalan seperti itu saya akan gunakan cara lain, bukan lagi dengan buaya , mungkin saya lepas ular saya yang tiga atau empat meter," tegasnya.

Di media sosial, salah satu akun yang menanggapi aksi ini di Instagram termasuk akun atas nama Itoyadimulya yang antara lain menyebutkan,"Sebenarnya cara-cara seperti ini bisa dibilang ekstrem dan berisiko (tapi keadaan membuat mungkin sudah tidak ada pilihan lain)..bisa jadi karena warga tidak punya media untuk menyampaikan usulan."

Berita terkait