Bagaimana Duta Besar Jepang Ishii Masafumi menggunakan Instagram untuk berdiplomasi

Dubes Ishii Masafumi
Image caption Dubes Ishii Masafumi di kantornya.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi, mencuri perhatian di Instagram dengan caranya yang tidak biasa untuk meraih perhatian warganet.

Dubes Ishii mengunggah fotonya menikmati makanan Indonesia di Instagram secara berkala.

Namum yang membuatnya menarik adalah tak hanya makan, Dubes Ishii juga kerap berpose dengan gaya lucu sehingga menarik perhatian para pengguna media sosial.

Foto dan video #makansiangdubes mendapat sambutan meriah oleh warganet.

Fotonya menyantap nasi kucing ikan bandeng dengan sayur lodeh pada 14 Mei misalnya, disukai 12.000 kali dengan ratusan komentar.

Dubes Ishii menjelaskan bahwa #makansiangdubes adalah salah satu upayanya untuk terhubung dengan generasi muda Indonesia.

"Menjangkau generasi yang lebih muda adalah kunci untuk memastikan bahwa hubungan antara kedua negara akan berlanjut hingga generasi selanjutnya. Saya berasal dari generasi yang sudah lewat, mereka generasi sekarang yang akan menjadi generasi masa depan," kata Dubes Ishii ketika ditemui BBC Indonesia di ruang kerjanya di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Pusat.

"Mereka yang akan pegang kendali nanti tahun 2045, pada ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 100," katanya.

Sejauh ini, makan siang yang diunggahnya selalu makanan Indonesia yang selalu berbeda. Dia tak takut kehabisan pilihan karena Indonesia sangat besar dengan berbagai suku yang punya makanan berbeda-beda.

"Sejauh ini, saya suka semua yang saya makan," kata Ishii. Jenis makanan kesukaannya adalah nasi atau mi dengan makanan berkuah.

Dengan makanan, Ishii ingin menunjukkan rasa sukanya pada makanan dan budaya Indonesia.

"Ini adalah satu cara untuk menunjukkan bahwa kami adalah teman baik Indonesia dan kami berharap orang Indonesia merasa Jepang dekat dengan hati mereka," kata dia.

BBC News Indonesia menyaksikan proses pengambilan foto untuk Instagram yang dilakukan oleh salah satu staf dubes. Saat difoto sebelum dan setelah makan, Dubes Ishii spontan melakukan gaya-gaya lucu.

Saat itu, karena memakai batik bergambar naga, dia pun berfoto dengan menjulurkan lidahnya.

Setiap unggahan #makansiangdubes di Instagram selalu memicu ratusan komentar warganet.

Ishii mengaku memantau komentar yang masuk, dan membaca komentar tersebut membuat dia dan stafnya semakin bersemangat untuk melanjutkan posting.

"Saya senang melakukannya, meskipun biasanya saya bukan orang yang lucu, saya sebenarnya orang yang serius," kata dia.

Ishii berusaha untuk tidak terlalu serius di media sosial. Ini adalah sesuatu yang baru untuknya. Setelah ditugaskan di Indonesia, barulah dia mengerti akan pentingnya media sosial.

"Berada di Indonesia, saya terpapar pada penggunaan media sosial secara positif. FB, Instagram dan Twitter berdampak besar pada banyak orang. Jadi kenapa tidak, tidak ada kata terlalu tua untuk menggunakan Instagram," kata dia.

Selain makanannya, warganet juga memperhatikan Ishii yang selalu memakai batik. Dia mengaku punya sekitar 30 kemeja batik.

"Saya sangat suka batik, sangat mudah dipakai dan resmi. Kalau tiba-tiba saya ditelepon dan diundang oleh Presiden, saya bisa langsung pergi dengan batik," kata Ishii.

Per 28 Mei, pengikut Instagramnya berjumlah lebih dari 34.000.

"Sebenarnya saya terkejut dengan semua perhatian di Instagram ini. Kami hanya ingin membuat orang senang, dan makin dekat pada kami. Kami selalu berusaha memperhatikan apa yang kami posting agar sesuai dengan budaya Indonesia," kata dia.

Hak atas foto AFP/Getty Images

Diplomasi tak lagi berjarak

Peneliti bidang politik luar negeri LIPI, Nanto Sriyanto, menilai bahwa kebijakan populer duta besar tersebut menguntungkan untuk kedua negara, karena membuat diplomasi menjadi tak lagi berjarak.

"Duta besar tampil seperti orang biasa di media sosial, itu memperpendek jarak dan membuka dialog. Meskipun pasti tetap ada upaya kontrol untuk komunikasi yang menguntungkan pihak komunikatornya," kata Sriyanto saat dihubungi BBC News Indonesia.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat diplomasi berubah mengikutinya. Menurutnya, sebelumya diplomasi bersifat sangat elit, dan berada di luar kepentingan banyak orang.

Pada era sebelumnya, diplomasi bersifat kultural dan propaganda. "Kini sudah menjadi misi dialogis, diplomasi publik dengan sosial media yang membuat munculnya percakapan dua arah," kata dia.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang dinilai sangat baik dan sudah berada pada level yang tinggi. Sriyanto menilai bahwa Jepang tengah berusaha meningkatkan pemasaran budaya populer Jepang ke Indonesia, baik melalui jpop maupun makanan.

"Jepang sedang berusaha keluar dari ekonomi yang stagnan, ingin maju. Jadi usaha Jepang untuk mengekspor small medium enterprise dan menguatkannya dengan dukungan dari Dubes Jepang yang kebijakannya populer itu bagian dari diplomasi yang baik," kata Sriyanto.

Dia berharap diplomat Indonesia juga semakin aktif menggunakan media sosial. Tujuannya, agar warga tahu apa yang dikerjakan oleh diplomat.

"Apa yang dikerjakan diplomat yang belakangan kita tahu ternyata tidak terlalu jauh berbeda dengan pelayan publik lainnya. Kita tahu diplomat berfungsi sebagai "sales" untuk memajukan negara di luar, entah menjual produk indonesia ke luar atau mencari investasi karena itu bagian dari diplomasi ekonomi," kata dia.

Topik terkait

Berita terkait