Cara menguasai seni dan teknik agar menjadi sosok karismatik

Bill dan Hillary Clinton Hak atas foto Getty Images
Image caption Siapa yang menurut Anda lebih karismatik, Bill atau Hillary Clinton?

Orang karismatik telah menguasai seperangkat keterampilan komunikasi yang memberi mereka keuntungan besar dalam dunia kerja dan kehidupan.

Apa kesamaan antara Bill Clinton, Steve Jobs dan Tony Blair? Anda bisa menyukai atau membenci mereka, tapi tak bisa disangkal bahwa mereka semua punya karisma.

Pemimpin karismatik mampu menginspirasi para pengikutnya untuk menjadi lebih loyal dan bekerja lebih keras. Tapi adakah berbagai cara untuk menjadi karismatik?

BBC Capital telah membahas bagaimana kepribadian yang menawan dapat membantu memengaruhi orang lain di tempat kerja, namun karisma melibatkan seperangkat keterampilan yang berbeda.

Para peneliti menunjukkan bahwa karisma meliputi kemampuan berkomunikasi (secara verbal maupun tertulis) dengan menggunakan perumpamaan yang kuat dan anekdot, menggunakan ekspresi dan bahasa tubuh yang menyampaikan emosi secara efektif sambil menunjukkan kepercayaan diri, dan karakteristik lainnya.

Pribadi yang menawan melakukan kontak mata dengan individu dan tersenyum kepada mereka, mengajak orang lain berbicara tentang diri mereka sendiri, menanyakan pertanyaan pribadi dan membuat pernyataan sarat empati, sedangkan pemimpin yang karismatik tidak selalu berinteraksi langsung dengan orang yang mereka pengaruhi - mereka bisa melakukannya dari jarak jauh.

Jadi, pemimpin karismatik tidak selalu merupakan orang yang populer.

"Anda bisa menjadi karismatik tanpa menjadi pribadi yang disukai," kata Olivia Fox Cabane, konsultan eksekutif dan penulis buku The Charisma Myth (Mitos tentang Karisma).

Ia mengangkat Steve Jobs sebagai contoh, seorang tokoh yang sungguh tidak disukai oleh beberapa pegawainya tapi tetap dianggap sangat karismatik.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Steve Jobs pada tahun 2010, menerapkan berbagai trik verbal dan gestur untuk menginspirasi para pengikutnya.

Fox Cabane membedakan beberapa jenis karisma: karisma seorang 'bintang' yang sulit didapat, contohnya Marilyn Monroe, yang suka sekali tampil di depan kamera; karisma 'fokus' yang meliputi kemampuan mendengarkan dengan tulus; dan karisma 'kebaikan', seperti ditunjukkan Dalai Lama, yang bisa dipelajari.

Efek karisma

Ternyata ada banyak manfaat dari perilaku karismatik. Misalnya, ketika nilai yang dijunjung seorang pemimpin cocok dengan orang yang ia coba pengaruhi, 'efek karismatik' bisa terjadi.

"Orang-orang akan lebih memahami Anda, mereka akan ingin menjadi lebih seperti Anda, mereka akan lebih bersedia mengikuti Anda," kata John Antonakis, profesor perilaku organisasi di Universitas Lausanne.

Pada studi di tahun 2015, Antonakis dan rekan menemukan bahwa pegawai lepas di suatu kampanye penggalangan dana menjadi 17% lebih produktif setelah menyaksikan pidato motivasi yang karismatik, dibandingkan pidato biasa.

"Terlepas dari seberapa menarik penampilan Anda, jika Anda lebih karismatik dalam video presentasi untuk modal usaha, Anda lebih berpeluang untuk mendapatkan sokongan," kata Antonakis.

"Bagi pembicara TED Talks, Anda akan mendapatkan lebih banyak penonton dan presentasi Anda akan dianggap lebih menginspirasi jika Anda membawakannya dengan gaya yang lebih karismatik."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mantan Presiden AS Bill Clinton dan Perdana Menteri Inggris Tony Blair pada 1997.

Karisma bahkan dapat meningkatkan kesediaan orang lain untuk bekerja sama.

Antonakis melakukan eksperimen yang di dalamnya partisipan ditunjukkan video seorang aktor yang berusaha membujuk mereka secara karismatik untuk bekerja sama dalam permainan yang aturan mainnya mirip seperti membuat keputusan finansial.

Para pemain cenderung berkontribusi pada keuntungan kolektif daripada menikmati 'tumpangan gratis'.

"Karisma dapat membantu seseorang tak hanya dengan memengaruhi preferensi mereka, tapi juga anggapan mereka tentang apa yang mereka pikir akan dilakukan orang lain," kata Antonakis.

Kenapa efek ini muncul? Riset menunjukkan penyebabnya ialah rasa percaya.

Studi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa bos yang karismatik cenderung dipercaya oleh para pegawai mereka, yang [kemudian berdampak] menjadi lebih bersedia membantu rekan kerjanya, menunjukkan kepedulian pada masa depan tim, atau memperlihatkan komitmen pada perusahaan yang melampaui kewajiban kotrak mereka dengan cara lain.

Bjorn Michaelis, profesor manajemen dan organisasi di Universitas Logistik Kuhne dan salah satu peneliti dalam studi tersebut, berkata bahwa bos yang karismatik menunjukkan kepada para pegawainya bahwa mereka punya kemampuan hebat dengan mencetuskan ide baru, dan menunjukkan integritas dengan menanggung risiko pribadi demi kebaikan organisasi.

Contohnya para CEO seperti Mark Zuckerberg, yang gajinya hanya 1$ dan Elon Musk, yang tidak pernah menerima gaji dari Tesla.

Dapatkah Anda melatih diri untuk menjadi lebih karismatik?

Bagi mereka yang ingin menjadi lebih karismatik, ada bukti bahwa kualitas ini bukanlah kualitas yang ajaib atau misterius seperti yang pernah disangka-sangka.

Sebagian besar karisma berasal dari cara kita menggunakan kata-kata dan menyampaikan maksud.

Contohnya, dalam salah satu studi, Antonakis melatih sekelompok manajer di sebuah perusahaan Jerman dan mahasiswa MBA supaya terlihat lebih karismatik dengan menggunakan apa yang disebutnya taktik kepemimpinan karismatik.

Ini terdiri dari sembilan taktik verbal, yang meliputi metafora, cerita dan anekdot, kontras, daftar, dan pertanyaan retoris.

Para pembicara perlu memperlihatkan keyakinan moral, merasakan sentimen audiens yang mereka sasar, menetapkan ekspektasi tinggi bagi diri mereka sendiri, dan menyampaikan rasa percaya diri.

Manajer yang terlatih menggunakan taktik ini dinilai sebagai lebih kompeten, lebih dipercaya, dan mampu memengaruhi orang lain.

Mahasiswa MBA yang menganalisis rekaman diri mereka sendiri saat memberikan pidato, dengan panduan taktik ini, akhirnya memberikan pidato baru yang dinilai lebih karismatik.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mantan Perdana Menteri Inggris Raya Margaret Thatcher menggunakan metafora, retoric, kontras, daftar, keyakinan moral, dan sentimen kolektif dalam pidatonya.

"Margaret Thatcher luar biasa karismatik karena retoriknya, dan ia menggunakan taktik ini," kata Antonakis.

Analisis pidato sang perdana menteri Inggris Raya yang disampaikan di Konferensi Partai Konservatif pada tahun 1980, dikenal sebagai 'The lady's not for turning', menyoroti penggunaan banyak trik verbal ini.

Pidatonya dipenuhi dengan metafora, pertanyaan retoris, cerita, kontras, daftar, dan acuan pada tujuan yang ambisius.

Tapi bukan hanya cara Anda menggunakan kata-kata yang penting. Bahasa tubuh, gestur, ekspresi wajah, dan nada bicara juga faktor penting dalam mengisyaratkan emosi dan harus sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan.

"Anda perlu menyampaikan emosi yang pas dengan kata-kata Anda. Anda harus kelihatan kredibel sehingga orang lain akan mempercayai Anda," kata Antonakis.

Ini sepertinya salah satu faktor yang membuat Hillary Clinton tidak sekarismatik Bill, ia menambahkan.

"Dibandingkan Bill Clinton, Hillary terkesan sedikit dingin [selama kampanye presidennya]; perempuan itu tidak menunjukkan citra yang hangat dan bersahabat seperti sang suami."

Selain itu gestur, ekspresi wajah, dan nada bicaranya menunjukkan emosi yang mendukung pesannya, sehingga perkataannya terkesan "diatur oleh naskah".

Fox Cabane, yang melatih para eksekutif untuk menjadi karismatik, terutama ketika berhadapan dengan publik lewat pidato atau wawancara, mengatakan strategi yang Anda gunakan tergantung jenis karisma yang ingin Anda pancarkan.

"Karisma penguasa berguna ketika rumah sedang kebakaran dan Anda harus menyuruh semua orang keluar," kata Fox Cabane.

"Meski Anda tidak begitu peduli seberapa besar orang-orang menyukai Anda, Anda peduli pada kepatuhan mereka."

Fox Cabane berkata bahwa cara terbaik untuk meningkatkan karisma penguasa ialah meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Ia sering mengirim klien ke kursus bela diri dan menekankan pentingnya mengambil ruang fisik, mengacu pada riset Amy Cuddy tentang pose kekuatan.

"Berdiri seakan-akan Anda gorila besar yang mengintimidasi lawan agar keluar dari teritori ialah cara yang ampuh," tuturnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para pemimpin karismatik menunjukkan integritas dengan mengambil risiko pribadi demi kemaslahatan perusahaan; seperti Elon Musk, yang tak pernah menerima gaji dari Tesla.

Fox Cabane menyebut Steve Jobs sebagai contoh klasik seseorang yang mempelajari "karisma visioner" sepanjang karirnya. Ia telah menganalisis klip pidatonya selama bertahun-tahun.

"Pada presentasi pertamanya pada 1984, Anda dapat melihat kalau ia hanya seorang kutu buku," tuturnya.

"Ia mengandalkan si produk untuk menjual dirinya sendiri. Ia tidak memperlihatkan kekuatan atau kehadiran, dan jelas tanpa kehangatan."

"Tapi secara bertahap Anda menyaksikan bahwa pada awal 2000-an, Jobs mulai memiliki elemen karisma. Pertama-tama ia menguatkan kehadirannya - ia menatap para penontonnya dan berfokus pada mereka daripada ke produknya. Kemudian ia belajar tentang kekuatan, sedikit demi sedikit mengambil lebih banyak ruang di panggung, dan menonjolkan suaranya."

Ada cara lain yang telah teruji untuk mendapatkan karisma.

Penelitian menunjukkan bahwa kita sering mengagungkan seseorang setelah kematian mereka dan menganggapnya lebih karismatik.

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2016, para partisipan membaca cerita tentang karir seorang ilmuwan Amerika yang menciptakan vaksinasi untuk suatu bakteri.

Ketika artikel tersebut menekankan bahwa ilmuwan tersebut telah meninggal karena penyakit yang berasal dari bakteri yang ditelitinya, pembaca menilai sang ilmuwan lebih terhubung dengan Amerika, dan lebih karismatik.

Studi tersebut juga melihat referensi surat kabar kepada kepala negara waktu masih menjabat di antara tahun 2000 dan 2013, dan mendapati bahwa pemimpin lebih cenderung dianggap sebagai karismatik setelah mereka meninggal.

Cara terakhir ini mungkin efektif, tapi kami tidak menyarankannya.

--

Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel ini, The art and science of being charismatic, di BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait