10 kesalahpahaman terbesar tentang kepemimpinan

Ricky Gervais di The Office UK

Tanpa persiapan atau arahan, banyak manajer baru langsung menerapkan cara klise dalam menjalankan tugasnya - tapi bukannya membantu mereka memimpin tim, cara itu bisa menjadi kontra produktif.

Anda akhirnya mendapat promosi. Setelah bertahun-tahun bekerja keras dan menjilat, akhirnya usaha Anda diakui. Masalahnya cuma satu: Anda sama sekali tidak memiliki pelatihan manajemen.

Sensasi kenaikan gaji dapat dengan cepat menguap jika perusahaan menempatkan Anda dalam peran baru yang sulit dan mengirim Anda begitu saja ke pekerjaan baru anda.

Sepertinya mereka mengharapkan Anda dengan sendirinya mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya. Lagipula Anda sudah bekerja cukup lama - tentunya Anda tahu apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang manajer? Langsung sajalah.

Tidak mengherankan, tanpa persiapan atau arahan, kebanyakan orang akan gagal dengan cara-cara klise dalam menjalankan berbagai hal. Beginilah cara manajer seharusnya berperilaku, pikir mereka. Pada akhirnya, pola pikir itu kerap menyebabkan mereka terjerumus pada beberapa kesalahpahaman umum yang, bukannya membantu memimpin tim mereka, malah menjadi kontra produktif.

Ada banyak mitos yang bisa diurai di sini, tapi berikut ini ialah 10 besarnya.

Susahnya jadi atasan

Atasan memiliki lebih banyak otonomi, gaji lebih baik, supir, asisten pribadi, perjalanan kelas bisnis, akomodasi di hotel yang bagus, dan rasa hormat dari rekan kerja. Ini bukan hidup orang susah. Jauh lebih susah bagi mereka yang di bawah, dan atasan seharusnya tidak pernah melupakan itu.

Jadi diri sendiri

Saat Anda naik ke jenjang baru, hanya dengan menjadi diri sendiri mungkin tidak cukup. Anda harus tumbuh dan berkembang. Jadi diri sendiri dapat menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Jangan menjadi palsu tapi juga jangan membatasi diri Anda dengan satu cara bekerja. Anda mungkin harus bereksperimen dengan cara-cara baru demi menemukan cara yang tepat untuk sukses sebagai atasan.

Orang benci perubahan

Orang bisa mengatasi perubahan. Mereka mungkin bahkan menyukainya. Apa yang tidak disukai orang adalah perubahan yang tidak perlu atau bodoh, yang dipaksakan dari atas. Libatkan orang dalam proses dan mereka mungkin akan menyukainya. Perubahan bisa menjadi hal baik bila itu berarti perbaikan nyata.

Ada satu cara yang benar untuk memimpin

Jangan terjerumus pada retorika para 'visioner' yang mengklaim telah menemukan 'satu cara yang benar' untuk memimpin. Situasi berubah, dan semua bisnis itu berbeda. Anda harus menilai situasi dan menyesuaikan tingkah laku Anda dengan itu.

Kepemimpinan lebih penting daripada manajemen

Sering ada kecenderungan untuk menganggap kepemimpinan sebagai proyek besar dengan 'gambaran besar', seperti strategi dan visi, namun meremehkan manajemen sebagai hal sepele dan dangkal, yang hanya berkaitan dengan hal-hal kecil. Kenyataannya, kita membutuhkan atasan yang bisa memimpin juga mengelola.

Atasan dengan strategi terbaik menang

Ide besar itu bagus. Tapi seseorang harus mempraktikkannya. Bisnis dengan strategi biasa saja yang dijalankan dengan sangat baik akan mengalahkan kompetitor dengan strategi cerdas namun tidak dapat menjalankannya.

Kepemimpinan itu dilahirkan, tidak dibangun

Semua orang bisa menjadi lebih baik dalam memimpin. Hati-hati dengan pemimpin 'alami' yang berpikir mereka tidak butuh atau hanya butuh sedikit belajar. Kita semua dalam proses menuju lebih baik. Para pemimpin biasanya dibangun, dengan pengalaman, dan tidak terlahir siap.

Robot akan mengambil pekerjaan Anda

Sebenarnya tidak akan. Prediksinya terdengar menakutkan - 25% pekerjaan. Eh bukan, 45%. Tapi sebenarnya semua orang masih menebak-nebak. Kita selalu menyesuaikan diri dengan kedatangan teknologi baru dan akan terus begitu. Sebenarnya, kita membutuhkan lebih banyak robot, bukannya lebih sedikit. Kita akan bekerja dengan mereka, bukan dihajar oleh mereka.

Data akan memperbaiki semuanya

Angka tidak mengungkapkan cerita yang utuh. Penilaian juga dibutuhkan. Dan tidak ada atasan yang bisa mendapatkan "informasi sempurna" dengan cukup cepat. Jadi jangan bersembunyi dibalik data atau mencoba mengandalkannya saja. Jika Anda mengotak-atiknya cukup lama, data akan memberi tahu Anda apa saja.

Penilaian tahunan membantu anda mengelola kinerja

Manajemen harus menjadi percakapan yang terus berlanjut, bukan ajang tahunan untuk saling menuding. Jangan menyimpan kekesalan sepanjang tahun. Berikan penilaian dan bicaralah secara normal dengan satu sama lain. Semakin banyak bisnis yang meninggalkan "hukuman" boros dan kontraproduktif ini.


Anda bisa membaca artikel ini dalam Bahasa Inggris dengan judul The 10 biggest misconceptions about being a leader di BBC Capital

Berita terkait