Bagaimana rasanya menjadi 'pelayan pribadi' orang-orang super kaya

Koki pribadi Hak atas foto Getty Images

Bagi Catherine Richey, menjadi koki pribadi tidak berarti terkurung di dapur seseorang, dan bekerja keras membuat makanan gourmet setiap kali diminta.

Terkadang, pekerjaan itu berarti jalan-jalan gratis untuk dirinya dan seluruh keluarga sebagai bagian dari rombongan eksklusif bosnya.

"Klien saya ingin saya memasak untuk mereka di peternakan pribadi mereka pada suatu hari Natal. Dan saya bilang bahwa saya tidak bisa pergi tanpa keluarga saya.

"Jadi mereka menerbangkan suami saya saat itu, ketiga anak kami, dan semua belanjaan dengan jet pribadi. Anak-anak saya dapat liburan selama lima hari. "

Richey adalah seorang koki dan pendiri Lavish Cuisine. Ia bekerja sebagai koki pribadi bagi keluarga pengusaha minyak dan gas dari Texas selama tiga tahun. Sebagai koki pribadi, Richey bekerja di salah satu dari sedikit profesi yang membuatnya mengenal kehidupan pribadi para klien ultra-kaya.

Bagi orang-orang kaya yang menghabiskan banyak waktu mereka di jalan, bukan hal aneh untuk membawa rombongan orang terpercaya dalam perjalanan penting – baik untuk menjaga keamanan, menjalankan program kebugaran, atau sekadar menikmati kenyamanan rumah selama perjalanan.

Tapi bagaimana rasanya bekerja di dekat orang-orang kaya dan terkenal?

Hak atas foto Catherine Richey
Image caption Koki pribadi Catherine Richey berkata bahwa ketika bepergian dengan bos yang kaya, kerahasiaan adalah bagian terpenting dalam pekerjaannya.

Lingkaran kepercayaan

Pekerjaan koki pribadi itu tuntutannya besar dan ada masa-masa stres tingkat tinggi, kata Richey, yang menemani bosnya di beberapa tempat tinggal di AS, atau pergi bersama mereka saat liburan ke tempat yang lebih jauh lagi.

Digabung dengan pekerjaan yang dilakukannya untuk klien lain, Richey mendapat bayaran sekitar $65.000 (Rp878 juta) per tahun, dan jam kerjanya bervariasi tergantung apakah ia diajak bepergian atau tidak.

"Klien saya bisa tiba-tiba menelepon dan berkata 'Saya butuh makan malam untuk 16 orang', padahal awalnya mereka berencana makan di restoran," tuturnya.

"Atau kami bisa terbang ke suatu lokasi terpencil yang tidak punya toko bahan makanan yang layak di dekatnya. Jadi saya harus membawa semua bahan makanan dan alat masak lalu menemui mereka di bandara dalam beberapa jam saja."

Akan tetapi yang lebih penting daripada bantuan untuk pesta makan malam ialah kebutuhan akan kerahasiaan.

"Salah satu komponen terbesar dalam kerelaan menghabiskan duit ekstra untuk menerbangkan seseorang bersama Anda ialah bahwa mereka percaya kepada Anda," kata Richey.

"Mengetahui bahwa saya akan berada di balik layar ketika mereka sedang bersama keluarga atau rekan kerja atau teman, klien perlu yakin bahwa apapun yang terjadi di villa pribadi akhir pekan itu tidak akan bocor ke mana-mana."

"Kerahasiaan jelas adalah kuncinya," kata Evan Barbier, pendiri Barbier Security Group, yang menawarkan jasa keamanan bagi selebritas, anggota pemerintahan, dan kandidat politik. Ia telah sering terbang bersama klien ke luar negeri.

"Anda mungkin berada di mobil, mendengarkan percakapan strategis dan strategi politik, lalu keesokan harinya atau beberapa jam kemudian Anda mendengarkan lawannya (dari klien).

"Percakapan ini berdampak nyata pada masyarakat dan Anda tidak bisa membagikannya dengan siapapun. Semua orang harus bisa memercayai Anda."

Hak atas foto Stuart Lirette
Image caption Evan Barbier telah mengawal selebritas, diplomat, dan politisi seperti mantan Wakil Presiden AS Al Gore.

Fleksibilitas dan kerahasiaan mahal harganya - Barbier berkata ongkos untuk pengawal pribadi bisa mencapai $1.000-$2.000 (Rp13,5-Rp27 juta) per orang.

Demikian pula, demi menerbangkan asisten kebugaran pribadi untuk satu sesi latihan, Anda harus membayar sampai 20 kali lebih mahal dari sesi biasa.

Debrae Baren adalah asisten kebugaran pribadi di negara bagian Ohio, AS, yang kliennya meliputi pebisnis, dokter, dan bahkan pemilik maskapai penerbangan. Upah harian Baren, belum termasuk ongkos perjalanan, adalah $900 (Rp12 juta).

"Tapi saya tahu kebiasaan mereka. Saya juga membuat sesi latihan yang berbeda dan menantang bagi mereka, dan saya tahu apa yang mereka kerjakan," kata Baren.

"Setelah Anda menjalin hubungan dan mendapatkan kepercayaan klien, mereka tidak ingin mengganti pelatih atau jadwal, bahkan saat mereka bepergian."

Richey berkata ada kesamaan antara pekerjaan Baren dengan profesinya. Seorang koki akan tahu selera dan kebutuhan makanan klien, dan hal-hal detail seperti bagaimana pengaturan dapur dan peralatan makanannya.

"Koki pribadi bisa menghemat banyak tenaga. Makan sehat atau mengikuti kebutuhan pola diet tertentu sangat penting bagi kesehatan. Dan punya seseorang yang mengurus hal itu untuk Anda bisa sangat membantu."

Jangan kelewatan

Anggota rombongan, seperti pengawal keamanan pribadi, juga bisa dipandang sebagai semacam teman perjalanan, kata Barbier.

"Untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik, Anda harus menjadi gabungan pengawal dan asisten pribadi. [Ketika klien bepergian], saya yang mungkin akan memilih hotel atas pertimbangan keamanan.

"Kami juga berdiskusi dengan klien tentang seberapa nampakkah mereka menginginkan kami. Beberapa klien merasa malu jika terlihat bersama pengawal. Klien lainnya ingin kami benar-benar tampak, sebagai bagian dari citra mereka."

Barbier berkata bahwa penting bagi anggota rombongan untuk mengingat peran mereka. "Kesalahan yang umum dilakukan orang keamanan ialah mereka pikir mereka ikut menyandang status atau kekayaan klien mereka.

"Akan selalu mencederai citra klien, jika petugas keamanan Anda mencoba mendapat barang gratis atau mulai sok memerintah."

Meski jelas bahwa ekonomi jasa telah melebihi menufaktur di negara-negara industri, sulit dipastikan seberapa besar permintaan bagi para pelayan elit ini.

Tapi bukti anekdot juga mengisyaratkan naiknya permintaan: Barbier mengatakan ia merasakan adanya peningkatan permintaan untuk petugas keamanan pribadi, salah satunya untuk perjalanan liburan, yang ia hubungkan dengan kekerasan di media dan ketakutan akan terorisme.

Asisten pribadi cenderung disewa oleh biliuner, selebritas, atau keluarga kaya dan berpengaruh, kata Winston Chesterfield, direktur riset untuk perusahaan intelijen finansial yang berbasis di Singapura Wealth-X. Mereka dengan kekayaan bersih kurang dari $100 juta (Rp1,3 triliun), biasanya tidak membawa rombongan.

Di Wealth-X, Chesterfield menemukan peningkatan dalam penggunaan petugas keamanan pribadi, asisten kebugaran pribadi serta spesialis diet, dan spesialis kecantikan pribadi misalnya penata rambut. Ia mengatakan hal itu ada hubungannya dengan penggunaan pesawat pribadi yang lebih besar, yang memungkinkan untuk membawa rombongan yang lebih besar pula.

Ia juga berkata bahwa orang kaya kini menghabiskan lebih banyak waktu jauh dari rumah, yang menciptakan lebih banyak permintaan untuk 'kenyamanan rumah' serta wajah-wajah akrab ketika di perjalanan.

Walaupun menerbangkan koki pribadi bersama Anda ketika liburan masih merupakan mimpi di siang bolong bagi kebanyakan orang, Richey berkata bahwa di zaman sekarang, koki pribadi bukan hanya untuk orang-orang super kaya.

"Kami menemukan makin banyak keluarga dengan anak yang orang-tuanya bekerja dua-duanya, dan mereka kelelahan ketika sampai rumah. Mereka meminta koki pribadi untuk menyiapkan empat kali makan selama sepekan."

"Makanan itu harus sehat, rendah karbohidrat, atau disesuaikan dengan intoleransi makanan tertentu, dan si klien tidak punya keinginan atau kemampuan untuk memasaknya sendiri. Juga semakin banyak koki yang menjadi koki pribadi, jadi jasa kami lebih banyak tersedia."

Di zaman sekarang, gig economy (ekonomi yang bergantung pada pekerja dengan kontrak sementara) juga membawa sederetan model bisnis baru, dan membuat jasa yang dipersonalisasi jadi lebih terjangkau.

Contohnya, aplikasi seperti Soothe, Go-Massage, dan TroupeFit memudahkan Anda memanggil pemijat dan asisten kebugaran pribadi ke rumah Anda, dan MiumMium menghubungkan pengguna dengan koki pribadi.

Jadi meskipun kebanyakan dari kita mungkin tidak bisa bepergian dengan rombongan pelayan pribadi, mungkin, di rumah, kita bisa berpura-pura melakukannya.


Anda dapat membaca cerita ini dalam versi bahasa Inggris, The entourages of travel elite, di BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait