Rumusan kita untuk kebahagiaan dan kesuksesan itu 'ternyata terbalik'

Sebastien Bras Hak atas foto Sebastien Bras

Saat menjadi orang sukses tidak seperti yang dikatakan orang.

Sebastien Bras berada di puncak karirnya: koki restoran di Prancis selatan, Le Suquet, menerima peringkat bintang tiga Michelin yang sangat dicari.

Tapi Bras menjadi berita utama pada tahun 2017 ketika dia meminta agar panduan makan bergengsi itu menghapus Le Suquet dari bintang-bintangnya, dengan alasan "tekanan besar" karena mengetahui bahwa hidangan yang tidak terlalu sempurna bisa membuat reputasi restorannya menjadi kacau.

"(Restoran) anda diperiksa dua atau tiga kali setahun, anda tidak pernah tahu kapan. Setiap makanan yang keluar dapat diperiksa. Itu berarti, setiap hari, satu dari 500 makanan yang meninggalkan dapur bisa dinilai, "katanya kepada kantor berita Agence France Presse.

"Hari ini... kami ingin menjadi roh yang bebas, untuk melanjutkan petualangan dengan tenang, tanpa ketegangan," kata Bras kepada penggemarnya dalam sebuah video yang di halaman Facebook-nya.

Michelin mengabulkan permintaan Bras untuk menghapus Le Suquet dari daftarnya minggu ini - yang pertama untuk panduan makan bergengsi itu. "Sulit bagi kami untuk memiliki restoran di dalam panduan yang tidak ingin berada di dalamnya," kata juru bicara Michelin Claire Dorland Clauzel kepada AFP.

Hak atas foto Getty Images

Cerita Bras mungkin unik di dunia restoran mewah, tapi dia bukan orang pertama yang naik ke puncak hanya untuk menemukan kebahagiaan dan kesuksesan tidak seperti hubungan seperti yang kita kira.

Ketahuilah musuhmu

Para ahli mengatakan bahwa sukses besar sering kali disertai komplikasi yang tak terduga, baik dalam hubungan pribadi dan dari persepsi diri anda sendiri.

Mary Lamia adalah seorang psikolog klinis dan penulis What Motivates Getting Things Done. Dia mengatakan bahwa orang-orang yang sangat sukses sering merasa seperti sedang berjalan-jalan dengan memakai target - dan seringkali, mereka tidak terlalu jauh dari sasaran.

"Bila anda mencapai tingkat keberhasilan tertentu, ada orang-orang yang menginginkan apa yang anda miliki. Mereka tidak lagi melihat anda seperti siapa anda - mereka melihat anda seperti yang mereka inginkan, "kata Lamia, menambahkan bahwa orang kadang-kadang mendapatkan kesenangan saat melihat orang-orang di puncak jatuh.

Dan jika schadenfreude (senang akan kesulitan orang lain) dan bentrokan dengan rekan kerja dan orang yang dicintai tidak cukup, Lamia mengatakan bahwa taruhan kesuksesan yang tinggi juga dapat mengaktifkan beberapa emosi negatif yang sangat kuat karena takut terpapar dinilai tidak memadai.

"Saya berbicara dengan orang-orang yang hancur karena kesuksesan - tidak semua orang bisa menikmati kesuksesan dengan cara yang membuat mereka merasa baik," kata Lamia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Prancis memiliki 27 restoran berperingkat bintang tiga Michelin pada 2017.

Banyak orang yang menjadi sukses dan tetap berada di puncak permainan mereka menggunakan ketakutan sebagai kekuatan pendorong untuk mendorong mereka dari satu prestasi ke prestasi berikutnya.

Tapi menurut Lamia, yang lain menjadi lumpuh karena ketakutan mereka akan kegagalan. Mereka mungkin menyalurkan frustrasi mereka kepada orang yang dicintai, beralih ke narkoba atau alkohol, atau menarik diri sama sekali dari hal yang pernah mereka sukai.

Bagi mereka yang berhasil menumbuhkan hubungan yang sehat dan bebas cemburu dan menggunakan rasa takut akan kegagalan untuk mendorong diri mereka menuju kehebatan lebih lanjut, tetap ada penghalang kesuksesan yang lebih jauh: Target yang selalu bergeser.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mengubah seluruh gaya hidup anda saat mencapai tingkat kesuksesan yang tinggi, bisa terasa seperti lompatan ke hal yang tidak diketahui.

Memindahkan tiang gawang

Dan White pernah sangat sukses. Menjelang akhir usia 20-an, dia adalah direktur perusahaan digital, mengendarai Porsche, memiliki rumah dengan tujuh kamar tidur dan mendapati dirinya di antara 1% orang dengan penghasilan teratas di Inggris.

"Potensi uang, kekayaan dan pendapatan - pertumbuhan masa depan itu semua - sangat penting bagi saya dan mereka mendefinisikan saya. Identitas saya sangat terbungkus dalam hal-hal itu, dan saya secara internal akan mengukur diri saya terhadap orang lain dan menilai diri saya dengan hal itu. "

Tapi White mendapati bahwa tiang gawang terus bergerak. Setelah memiliki Porsche, tak lama dia mulai memikirkan untuk membeli Ferrari; setelah memiliki rumah, tak lama lagi dia mulai memikirkan berapa lama lagi hingga dis sanggup membeli rumah yang lebih besar.

Peneliti kebahagiaan dan penulis the Happiness Advantage Shawn Achor mengatakan bahwa jenis pemikiran ini sangat umum - dan merupakan gejala dari pendekatan yang salah terhadap kebahagiaan.

"Rumusan kita untuk kebahagiaan dan kesuksesan itu terbalik," kata Achor.

"Kita pikir jika kita mencapai sebuah tujuan dan memiliki tingkat keberhasilan tertentu, maka kita akan bahagia," kata Achor. Tapi dia menjelaskan bahwa setiap kali kita mencapai sebuah kesuksesan, otak kita mengubah patokan kesuksesan seperti apa.

"Sukses adalah sebuah tantangan karena otak menjadi kecanduan dengan rasanya," kata Achor. "Itu menginvestasikan lebih banyak sumber daya untuk meningkatkan kesuksesan itu, tapi terkadang dengan harga hal-hal lain yang mengarah pada kebahagiaan - hubungan sosial, ketenangan, refleksi dan kedamaian."

Hak atas foto Dan White
Image caption Dan White, pendiri perusahaan sosial Ninety.

Di salah satu momen kejelasan yang langka dan reflektif White menmukan apa yang digambarkannya sebagai "jalan menuju Damaskus". Saat itu Tahun Baru 2010, dan dia berada di pantai bersama keluarganya, merenungkan tahun yang baru saja berlalu.

White menyadari bahwa ia telah membiarkan simbol uang dan status untuk mendikte bukan hanya karya hidupnya, tapi juga harga dirinya sendiri.

Dalam beberapa tahun, White meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Ninety, sebuah perusahaan sosial yang mengalokasikan 90% dari semua keuntungan untuk amal. Ninety bertujuan untuk memberikan satu miliar poundsterling selama 30 tahun ke depan.

White mengatakan kesadaran yang diperlukannya untuk menemukan makna di balik beberapa ukuran keberhasilan tradisional telah memberikan dividen baginya.

"Sebelumnya, saya mencari orang untuk mengagumi saya atas apa yang telah saya capai. Saya ingin orang berpikir bahwa saya adalah seorang muda yang sangat sukses dan kaya raya. Saya tidak terlalu peduli dengan apa yang dipikirkan orang lagi. Sekarang saya termotivasi oleh rasa benar, dan itu sangat memotivasi, "kata White.

"Hidupku sekarang ada tujuannya."

Cara yang lebih baik untuk menangani kesuksesan

Para ahli mengatakan ada beberapa cara praktis untuk mengatasi perangkap kesuksesan.

Lamia mengatakan bahwa manusia memiliki kebiasaan buruk untuk segera memberi makna pada emosi, meskipun emosi hanya memberi kita informasi yang kabur untuk terus berjalan.

Sebaliknya, dia mengatakan bahwa orang harus belajar mengenali perasaan tidak nyaman mereka tentang kesuksesan mereka hanya sekedar itu - perasaan - bukan indikator bahwa seseorang benar-benar tidak memadai atau tidak layak.

"Jika anda bertanya 'mengapa saya merasa seperti ini?' setiap kali anda merasakan emosi di suatu saat, itu langsung mengakses seluruh gudang kenangan emosional," kata Lamia.

"Melakukan hal ini memungkinkan kita untuk belajar tentang mengapa kita merasakan hal yang kita lakukan. Kita bisa mengubah pola kebiasaan kita jika kita melihat seperti yang kita rasakan saat ini. "

Achor menyarankan bahwa jalan menuju kebahagiaan dan sukses terletak pada belajar untuk fokus pada hal-hal lain - aspek kehidupan yang tidak terkait dengan prestasi profesional.

"Jika anda memiliki semua kesenangan, perhatian dan energi anda dalam satu domain kehidupan anda, anda menjadi rapuh," kata Achor. Jadi jika satu area berjalan dengan baik, diversifikasi dan beri energi ke dalam hubungan sosial, olahraga dan altruisme.

Bila kesuksesan adalah 'semuanya tentang anda' itu menjadi kurang menyenangkan, maka bagilah kesuksesannya, "katanya. "Bawa orang-orang bersamamu dalam perjalananmu."

Anda bisa membaca artikel aslinya 'Our formula for happiness and success is backwards' atau artikel lainnya dalam BBC Capital

Berita terkait