Pentingnya mencurangi tekad tahun baru Anda

Pose kemenangan

Sumber gambar, Getty Images

Pada bulan Februari, banyak tekad atau resolusi Tahun Baru yang dianggap gagal. Semangat yang membara untuk berubah di awal tahun pun padam—kira-kira sepertiga sampai setengah dari kita sudah menyerah di bulan kedua.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa meskipun di atas 40% dari kita menetapkan tekad di awal tahun, kurang dari setengah bertahan dengannya sepanjang tahun. Satu survey menemukan bahwa hanya 8% dari responden yang mencapai tujuan mereka dalam periode waktu apapun.

Meskipun resolusi-resolusi ini luar biasa sulit dicapai, orang tidak berhenti berusaha mencapainya. Jadi inilah taktik segar untuk menetapkan – dan bertahan dengan – tujuan Anda.

'Sedikit curang' dapat membantu Anda mencapai tujuan. Demikian pendapat Marissa Sharif, seorang asisten profesor pemasaran di The Wharton School di Universitas Pennsylvania.

Cara kerjanya: Pendekatan totalitas semuanya-atau-tidak sama sekali terhadap tujuan itu salah, menurut penelitian Sharif. Ia berkata bahwa daripada itu, kita sebaiknya melibatkan hal yang disebutnya 'cadangan darurat' dalam proses menetapkan tujuan.

Maksudnya, sesuatu yang fleksibel tapi terstruktur, misalnya 'hari curang', bisa membantu kita menjaga motivasi.

Tentu saja, siapapun yang mengikuti program kebugaran dan menabung mungkin sudah akrab dengan strategi ini—membuat semacam 'katup pelepas' untuk mengurangi tekanan terhadap diri sendiri.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Sekalipun demikian, banyak orang terlalu kaku dalam menetapkan tujuan. Dengan bersikap terlalu ketat, kita membuat tujuan kita semakin sulit tercapai, kata Sharif.

Contohnya, dalam salah satu studi, 273 orang menggunakan aplikasi ponsel pintar untuk menghitung langkah kaki mereka selama satu bulan. Kelompok pertama diminta mencapai tujuan yang personal dan spesifik, misalnya 7.000 atau 10.000 langkah per hari, tujuh hari sepekan.

Kelompok kedua harus mencapai tujuan mereka dalam lima hari atau lebih. Kelompok ketiga menargetkan jumlah langkah mereka untuk tujuh hari, tapi dengan dua 'hari istirahat' per minggu (yang tidak bisa diakumulasikan). Sedangkan kelompok keempat menetapkan hari istirahat yang tersebar dalam satu bulan.

Para peserta studi yang diizinkan mengambil 'hari curang' rata-rata lebih sering mencapai target harian mereka dalam sepekan dibandingkan yang tidak. Mereka juga mengambil lebih banyak langkah (rata-rata).

Sharif berkata cara curang seperti ini bekerja dalam dua cara.

Pertama, seseorang menolak menggunakan cadangan darurat mereka, kalau-kalau mereka membutuhkannya di lain kali. Mereka juga merasa buruk jika menghabiskannya bukan dalam situasi darurat.

Kedua, jika Anda benar-benar butuh curang, Anda tidak merasa begitu bersalah karena sempat kembali ke kebiasaan lama dan cenderung bertahan dengan tujuan besar Anda.

Pola pikir 'curang' ini membantu kita mempertahankan fokus pada visi jangka panjang, kata Leena Rinne, pakar produktivitas di lembaga konsultan FranklinCovey.

"Meskipun tujuan diprakarsai dengan membuat pilihan untuk mencapai sesuatu, pilihan-pilihan pada saat inilah yang membantu Anda sampai ke sana. Dan, salah satu pilihan tersebut ialah membolehkan diri Anda sendiri untuk menyimpan beberapa 'cadangan darurat'," kata Rinne.

Tapi teknik ini ada batasnya. Jika seseorang punya terlalu banyak pilihan untuk curang (misalnya, tujuan pergi ke sasana kebugaran tujuh hari seminggu dengan empat hari istirahat), ia bisa menyalahgunakannya, yang bisa merusak performa, kata Sharif. Atau, ia tetap bisa kehilangan motivasinya jika melampaui jumlah 'kecurangan' yang ia rencanakan.

Dan, kata Rinne, setiap orang punya motivasi yang berbeda dalam mencapai tujuan mereka. Fleksibilitas yang terstruktur mungkin ampuh untuk sebagian orang, tapi malah bisa memadamkan motivasi bagi mereka yang lebih memilih untuk 100% disiplin.

--

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris artikel ini, How cheating can help you reach your goals, di BBC Capital.