Bagaimana 'memberikan arti' pada karir Anda, menurut Stephen Hawking?

Stephen Hawking Hak atas foto Bryan Bedder/Getty Images for Breakthrough Prize

Ilmuwan legendaris menasihati anak-anaknya untuk mencari pekerjaan yang menetapkan tujuan. Apa pendapat para ahli karir dan kepemimpinan?

Stephen Hawking meninggalkan warisan yang melampaui akademisi - itu dapat ditemukan dalam film, buku yang laris dan seterusnya.

Gairahnya pada sains dan membuka rahasia alam semesta menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk lebih ingin mengetahui tentang alam semesta.

Dalam sebuah wawancera dengan wartawan Amerika Diane Sawyer di ABC World News pada 2001, Sawyer bertanya pada Hawking apa nasihat yang dia berikan pada anak-anaknya. Salah satu nasihatnya : "Pekerjaan memberikan Anda makna dan tujuan, dan hidup tanpanya terasa kosong."

Apakah filosofinya mengenai pekerjaan dapat diterapkan pada kita? Apakah hidup benar-benar kosong tanpa sebuah pekerjaan yang tidak hanya untuk mencari uang, namun juga menjadi pemenuhan pribadi untuk aktualisasi diri?

"Jika Anda melakukan apa yang Anda sukai, kemudian masalah kecil yang muncul tidak akan menganggu Anda dan membuat Anda ingin berhenti. Itu bagus untuk individu dan organisasi," jelas Sally Maitlis, seorang profesor perilaku organisasi dan kepemimpinan di Universitas Oxford. "Namun ketika Anda mencintainnya pada titik yang benar-benar penting bagi Anda untuk memahami diri sendiri dan apa kontribusi Anda pada dunia, itu dapat merusak."

Maitlis mengeksplorasi gagasan tersebut pada tahun lalu bersama dengan Kira Schabram, seorang profesor manajemen di Universitas Washington, dengan mempelajari 50 tempat penampungan hewan di Amerika Utara: banyak tertarik dengan pekerjaan tersebut karena di masa kecil mencintai hewan, atau sebuah keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan yang tepat untuk membuat perbedaan.

Hasilnya, para pekerja mencurahkan waktu tambahan, secara sukarela menyediakan diri untuk kerja di waktu yang sulit, dan secara teratur membagikan gagasan mereka. Namun banyak yang kemudian menjadi frustasi. Mereka seringkali berhadapan dengan euthanasia terhadap hewan, atau harus berurusan dengan realitas sumber daya yang sedikit dan buruknya manajemen yang dialami banyak tempat penampungan. Beberapa akhirnya berhenti bekerja.

Tentu saja, Maitlis dan para pakar lainnya semuanya sepakat bahwa memilih karir memberikan Anda sebuah kompas batin yang memiliki tujuan mutlak yang memiliki efek positif pada kehidupan Anda. Sejak lama penelitian mendukungnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Karir Stephen Hawking melampaui batas akademik, dalam film dan lainnya- dia berforo bersama dengan Nelson Mandela (Kredit: Getty Images)

Bulan lalu, Asosiasi Psikologi Amerika mempublikasikan sebuah artikel yang menyatukan penemuan pada topik yang membentang sepanjang 1993. Penelitian dari profesor Harvard Teresa Amabile menemukan bahwa "tidak peduli seberapa besar sebuah tujuan- apakah menyembuhkan kanker atau membantu seorang rekan - memiliki makna dan perasaan bahwa perkembangan dapat berkontribusi pada kebahagiaan di tempat kerja."

Namun, bagi banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan yang memiliki makna sangatlah berat.

Anat Lechner, seorang profesor manajemen di Universitas New York, mengatakan sebuah masalah yang sederhana untuk mengetahui apa yang Anda sukai untuk melakukannya. Ketika Anda sangat terpikat dengan apa yang Anda lakukan, sulit untuk memisahkan hobi dari pekerjaan sebenarnya. "Anda tidak dapat memisahkan Elon Musk dari semua yang dia bangun," kata dia.

Sementara banyak orang benar-benar dapat mengindentifikasikan minat ini - sesuatu yang secara natural mereka cenderung ke arah tersebut dan mungkin dilakukan untuk bersenang-senang sepanjang waktu mereka tidak selalu melakukan sesuatu terhadapnya, dalam artian menciptakan sebuah karir.

"Mereka akan lebih suka bekerja di JP Morgans karena berpikir itu merupakan taruhan yang aman," jelas Lechner. "Mereka menghentikan sesuatu yang jika tidak dapat sejahtera dan berkembang serta memiliki nilai tambah, dan akan mendapatkan balasan yang baik."

Seni untuk berkreasi

Amy Wrzesniewski, profesor bidang perilaku di Universitas Yale, menyarankan untuk mengatasi masalah ini dengan "memodifikasi pekerjaan agar lebih efektif": Melakukan sesuatu dari bagian-bagian pekerjaan yang Anda sukai saat ini, dan kemudian beralih ke sesuatu yang bermanfaat secara keseluruhan.

Ini dapat diterapkan pada tipe pekerja yang diteliti oleh Schabram dan Maitlis: mereka yang mendapatkan pekerjaan impian mereka, namun tidak seperti yang mereka harapkan.

"Apakah ada cara bertahan dengan melibatkan musik, atau apapun yang memungkinkan, yang mengizinkan Anda terhubung dengan elemen (dari pekerjaan) yang paling berarti?" tanya Wrzesniewski. "Daripada didukung ke sebuah definisi peran?"

Sejumlah pekerja dalam studi Schabram dan Maitlis melakukan hal ini dengan berputar menjauh dari tempat penampungan dan beralih ke pekerjaan lain yang masih berorientasi pada hewan seperti perawatan dan pelatihan.

Wrzesniewski juga menunjukkan sebuah sabotase diri sendiri terhadap pandangan dunia yang melarang orang untuk menemukan sesuatu yang mereka sukai.

Beberapa orang berpikir "Anda harus menemukannya - hampir seperti itu merupakan identitas obyektif yang hidup di dunia, dan Anda harus membalikkan batu untuk menemukannya," kata Wrzesniewski. "Itu dapat menciptakan berton-ton kecemasan."Sebaliknya, proses itu dapat lebih seperti eksperimen percobaan.

Menemukan apa yang Anda sukai dapat memberikan Anda energi yang dapat dipadukan dengan karir dan identitas; yang memberikan pekerjaan Anda menjadi lebih bermakna dan tujuan yang lebih besar selain mengejar promosi atau membayar tagihan.

"Ketika Anda begitu terbenam dengan pekerjaan Anda, Anda menjadi satu," kata "Saya pikir Hawking memilikinya."

Anda bisa membaca artikel ini dalam versi Bahasa Inggris : Stephen Hawking advice for a fulfilling career atau artikel lain dalam BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait