Tanpa disadari Anda mungkin pelaku perundungan dan pelecehan di tempat kerja

Microaggression Hak atas foto Getty Images

'Microaggression,' atau perundungan tak disadari, adalah cercaan dan hinaan kecil yang biasa terlontar —sementara pelakunya bahkan tidak sadar mereka melakukan hal itu.

Terkadang, kita mendengar percakapan semacam ini dalam keseharian kita di tempat kerja:

Kepada seorang CEO perempuan: "Bisakah saya berbicara dengan atasan Anda?"

Untuk seorang pria yang bekerja sebagai perawat: "Wow, tidak sering kita ketemu perawat laki-laki."

Untuk seorang LGBTQ yang sedang magang di kantor anda: "Wah, kamu tidak tampak seperti gay."

Untuk kolega yang tidak berkulit putih - di kantor (di Amerika, Australia, atau Eropa) yang kebanyakan karyawannya berkulit putih: "Jadi, dari mana asal Anda? … Maksud saya, dari mana Anda aslinya berasal? "

Kepada orang keturunan campuran: "Anda sebenarnya orang apa?"

Jadi, selamat datang di dunia microagression, atau perundungan tak disadari, atau tersamar atau terselubung: berupa pertanyaan singkat, komentar atau tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yang membuat orang lain - terutama mereka yang berada dalam kelompok terpinggirkan - merasa buruk tentang diri mereka sendiri.

Akumulasi yang lambat dari perundungan terselubung ini dapat menyebabkan rendahnya harga diri, perasaan teralienasi dan akhirnya bahkan gangguan kesehatan mental, seperti diperingatkan para peneliti.

Mereka juga dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menangani situasi rumit ini - baik Anda sebagai pihak penerima, atau yang tanpa sepengetahuan Anda, bertindak sebagai pelaku.

Dimana perundungan terselubung bisa terjadi

Berbeda seperti ujaran kebencian, perundungan terselubung tidak bermaksud jahat, meskipun dampaknya bisa jadi demikian.

Tapi perundungan terselubung tidak serta merta harus dilontarkan, bisa jadi dalam bentuk aksi-aksi kecil — yang mungkin tidak diperhatikan oleh sebagian besar orang, sehingga tak digambarkan sebagai ofensif.

Tidak mau duduk di sebelah seseorang di kereta, misalnya. Atau menginterupsi seseorang selama rapat, atau mengasumsikan seseorang berbicara bahasa yang sama dengan Anda karena berasal dari ras yang sama - atau menganggap mereka tidak bisa berbicara dalam bahasa Anda karena mereka bukan dari ras yang sama - atau melongo pada orang yang terlihat berbeda saat mereka berjalan melewati Anda.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Microaggression atau perundungan terselubung, adalah cercaan dan pelecehan kecil yang biasa ditemui orang-orang sepanjang waktu, tanpa disadari.

Itu membuat orang yang mengalami perundungan terselubung merasa berbeda, aneh, merasa patut dicurigai, atau bahkan ditakuti.

"Ketika seorang siswa berkata kepada saya, 'Dr Sue, saya sangat menyukai presentasi itu - oh dan omong-omong, bahasa Inggris Anda sangat bagus,' komentar saya adalah: 'terima kasih, saya harap begitu - saya lahir di sini,' kata Derald Wing Sue, seorang profesor psikologi dan pendidikan di Universitas Columbia di New York City.

Dia orang Asia-Amerika dan lahir di Portland, Oregon.

Kenapa hal itu menganggu?

Ada beberapa yang berpikir bahwa perundungan terselubung tak berarti apa-apa. Mereka mungkin mengatakan bahwa perundungan terselubung adalah produk dari kebenaran politik, atau bahwa itu menyebabkan orang bersikap ekstra hati-hati terhadap tindakan seseorang. Opini di media mengklaim bahwa perundungan terselubung menumbuhkan "budaya menjadi korban".

"Saya mengerti orang-orang yang berkata, 'jangan menjadi pengeluh,' 'masuklah ke dunia nyata.' Apa yang tidak mereka pahami adalah seperti apa dunia nyata bagi orang kulit berwarna [misalnya], "kata Sue.

Murid yang memuji Sue mungkin mengira mereka memberinya pujian - dan hanya itu.

Namun dalam kenyataannya, komentar itu mengirim pesan kepada Sue bahwa dia, meskipun orang Amerika, adalah orang luar. Dan karena ini telah terjadi berulang kali sepanjang hidupnya, dia mengatakan komentar ini membuatnya merasa seperti orang asing di negara kelahirannya sendiri.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Letak masalah dari perundungan terselubung: kerusakan secara perlahan yang menjadi sesuatu yang lebih besar ibarat bola salju.

Dan di sinilah letak masalah dari perundungan terselubung: kerusakan secara perlahan yang menjadi sesuatu yang lebih besar ibarat bola salju.

Uppala Chandrasekera adalah direktur kebijakan publik di Canadian Mental Health Association di Toronto. Dia mengatakan bahwa "untuk yang tidak menghadapi, [reaksi terhadap perundungan terselubung] mungkin tampak tidak proporsional. 'Mengapa orang itu sangat marah? Saya bersungguh-sungguh menganggapnya sebagai lelucon atau pujian.' Tetapi orang itu tidak hanya bereaksi terhadap apa yang terjadi hari ini."

Mereka juga bereaksi terhadap sesuatu yang terjadi lima hari yang lalu, lima bulan yang lalu atau lima tahun yang lalu.

"Kita selalu ingat saat pertama kali itu terjadi," kata Chandrasekera, mengacu pada pertama kalinya kita mungkin mengalami diskriminasi dalam hidup kita. "Itu momen yang sangat menyakitkan. Karena sangat menyakitkannya, kita akhirnya menyimpannya dalam kotak. Tapi, tubuh mengingat trauma, sehingga pada saat itu terjadi, itu memicu [reaksi]."

Diskriminasi yang halus dari waktu ke waktu, tambah Chandrasekera, menyebabkan stres dan kecemasan atau yang paling buruk, kecanduan obat atau alkohol.

Bagaimana mengatasinya

Jadi apa yang Anda lakukan jika Anda melihat atau mendengar ini terjadi di tempat kerja?

"Hal terbaik yang harus dilakukan pada saat itu adalah mengakui bahwa itu terjadi," kata Chandrasekera.

"Orang itu merasa sangat kesepian. Mereka sangat "terpicu," karena ini bukan pertama kalinya terjadi, "katanya, mengacu pada sifat perundungan terselubung yang terjadi berulang kali.

Tanyakan apakah mereka baik-baik saja atau jika mereka ingin berbicara, tambahnya.

"Penting untuk mengecek mereka karena itu berpengaruh terhadap kesehatan mental, dalam hal inklusi sosial," katanya.

Jika Anda yang menerima perlakukan itu, Sue menyarankan melakukan intervensi mikro - respon yang secara bersamaan "melucuti perundungan terselubung tetapi juga mendidik pelaku," katanya.

Misalnya, ketika ia mengatakan kepada siswa yang menyebut dia berbicara bahasa Inggris yang baik bahwa ia sebenarnya lahir di Amerika Serikat.

Sue, yang mengkhususkan penelitiannya soal rasisme dan multikulturalisme, mengingatkan kita bahwa "tidak ada yang kebal dari mewarisi bias rasial, gender atau seksual dalam masyarakat kita."

Jika seseorang mengatakan Anda telah menyinggung perasaan mereka, jangan emosional atau defensif. Bersabarlah, dengarkan mereka, tanyakan apa yang Anda katakan atau lakukan agar Anda bisa lebih memahami apa yang dikatakan orang itu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Untuk melawan perundungan terselubung kepada orang marjinal, orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut didorong untuk memberi tahu mereka dan menawarkan bantuan.

"Sangat penting bagi kita untuk melakukan banyak kerja mandiri dan memahami bias apa yang kita miliki," katanya. "Membuat hal itu menjadi eksplisit memungkinkan kita mengatasi itu semua."

Menyediakan sebuah platform bagi mereka yang mengalami hal-hal kecil yang konstan ini juga dapat membantu memerangi diskriminasi. Situs Microaggression diluncurkan pada tahun 2010 untuk tujuan itu.

Pada hitungan terakhir, ada lebih dari 15.000 keluhan online, masing-masing mencatat perundungan terselubung yang berbeda.

"Mereka datang dari hampir setiap komunitas identitas terpinggirkan di masyarakat Barat, termasuk minoritas rasial, wanita, berbagai komunitas LGBT, kelas sosial ekonomi, komunitas migran, dan komunitas penyandang cacat," kata David Zhou, salah satu pendiri proyek, dalam sebuah email.

"Apa yang ingin kami lakukan lewat proyek ini adalah memperkuat suara mereka dan memberikan detail yang kaya pada pengalaman-pengalaman ini."

Mendorong perusahaan Anda menjadi lebih baik

Pekerja yang merasa diperlakukan tak baik atau dididiskriminasi cenderung tidak hadir dan tidak optimal bekerja 100% setiap hari, kata Chandrasekera.

Jadi penting bagi departemen SDM untuk menerima keluhan dari karyawan yang berkaitan dengan perundungan terselubung secara serius dan tidak menganggapnya sebagai reaksi dramatis berlebihan terhadap komentar yang tidak berbahaya.

Chandrasekera mengatakan bahwa di Kanada, 500.000 pekerja tidak hadir untuk bekerja setiap hari karena masalah kesehatan mental. Dia berpendapat bahwa merasa suntuk terus-terusan di tempat kerja adalah masalah kesehatan mental.

Zhou menambahkan bahwa perundungan terselubung mempengaruhi "setiap aspek kemajuan profesional, mulai dari perekrutan hingga promosi, dan di seluruh industri."

Tetapi bagi banyak orang, perundungan terselubung tidak terbatas pada kantor dan meskipun 'microagression' ditambahkan ke Oxford English Dictionary pada tahun 2015 , mereka tentu tidak baru juga.

"Saya pikir kesadaran akan pengalaman-pengalaman ini tidak pernah membutuhkan istilah yang cukup akademis agar ada dalam masyarakat yang mengalaminya sehari-hari," kata Zhou.

"Tetapi dalam proses mendefinisikan diri mereka, individu dalam komunitas yang terpinggirkan ini biasanya secara otomatis mengerti maknanya," tambahnya. "Itu adalah indikasi yang jelas bahwa apa yang kami definisikan adalah nyata."

Anda bisa membaca versi asli dari artikel ini the tiny ways prejudice seeps into the workplacediBBC Capital

Berita terkait