Kenapa tanda baca tetap penting di era digital

Literatur, tanda baca Hak atas foto Getty Images
Image caption Seiring perkembangan digital, teknik penulisan baku semakin ditinggalkan.

Dengan menguasai teknik ini, tulisan Anda akan menarik perhatian dan otoritatif.

Tanda titik pada mesin tik lawas berbentuk titik hitam besar selebar ukuran huruf. Ketika komputer muncul, teknologi ini juga membawa jenis huruf ini dengan jarak proporsional dan tanda baca yang disusutkan menjadi sebuauh titik kecil.

Bagi saya, seorang bekas pengguna mesin tik, dampaknya adalah membuat tanda titik semakin tak berarti. Bagian paling penting dalam sebuah kalimat menjadi sekedar bintik: dapat otomatis dimasukkan, tapi mudah pula terlupakan.

Lalu munculah ancaman lainnya: pesan pendek dan pertukaran pesan secara daring.

Bahasa visual dialogis gelembung pesan pendek dan siulan di seluruh penjuru ponsel anda menyediakan peran yang kecil untuk tanda baca. Satu baris kalimat tak membutuhkan tanda baca untuk menunjukkan kalimat itu telah berakhir. Sebagai ganti tanda baca, kita menekan tanda 'kirim'.

Akhir kalimat kini kerap ditandai sebuah kecupan atau emoji, bukan sebuah tanda baca. Sejumlah kajian menunjukkan, orang-orang cenderung membaca sebuah pesan yang diakhiri tanda baca sebagai hal kurang sopan atau agresif-pasif.

Kita hidup di era digital yang kerap menganggap bahwa tulisan sama dengan percakapan langsung. Kita mengirim surat elektronik, pesan pendek, dan memperbarui profil di media sosial di kereta yang sesak, kafe, jalan raya. Pada saat yang sama, kita juga berbicara.

Kita menulis seolah-olah kita sedang bertutur. Penulisan digital semacam ini sering dilakukan secara kilat dengan harapan mendapatkan respon yang cepat pula. Ini adalah cara berbincang yang agak terpotong-potong.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Gaya penulisan baku di gawai dianggap otoritatif.

Namun menulis sebenarnya bukanlah perbicangan. Salah satu tujuan menulis efektif adalah menyimpan dan menyebarkan informasi tanpa perlu kehadiran fisik orang lain saat tulisan itu dibuat.

Sepotong tulisan berada di ruang logikanya sendiri, dari tempat sang penulis diterbangkan, di tempat tak seorang lain dibutuhkan.

Jadi dengan berbagai jenis tulisan formal atau semi-formal yang kita rangkai dalam pekerjaan, bahkan dalam surel, tanda baca dan posisi kita meletakkannya sangatlah vital.

Sebuah kalimat seharusnya mengasumsikan keberadaan pembaca, tapi seperti gelembung pesan singkat, tak dapat mengharapkan respon. Dengan tanda baca, kalimat anda memiliki daya dukung.

Tanda baca menawarkan bantuan pada para pembaca, memungkinkan mereka menutup lingkaran arti dan mengambil jeda psikis.

Tanda baca juga memberikan ritme pada tulisan. Tanda baca berada dalam posisi yang berbeda-beda, memotong kelompok kalimat yang pendek dan panjang.

Tanda baca juga menyela irama, nada yang turun di akhir kalimat yang menandakan kalimat, dan sentimen yang diwakilinya, selesai.

Kalimat yang baik bergerak dengan mulus menuju titik. Cara terbaik memastikan hal itu terjadi adalah meletakkan pesan atau gagasan terpenting di akhir. Sebuah kalimat yang tersusun seperti itu tidak terasa tergesa-gesa dan lebih lama membekas dalam benak. Sama seperti ketika Anda berhenti berbicara, yang menempel dalam ingatan pendengar adalah hal terakhir yang anda katakan.

Hak atas foto AFP
Image caption Penggunaan tanda baca yang dapat memberi ritme dan memenggal kalimat secara tepat.

Sebuah penekanan terkuat kalimat berada pada suku kata terakhir, sebelum tanda baca. Kalimat lebih menggigit jika suku kata terakhirnya ditekan: Saya membuang buku bodoh itu.

Sebuah kalimat dengan penegakan akhir yang kuat menyatakan bahwa sang penulis peduli betapa kata-katanya jatuh pada telinga para pembaca.

Jika Anda ingin menulis secara mumpuni, belajarlah mencintai tanda baca. Lihatlah itu sebagai tujuan ke arah mana kata-kata anda akan berakhir.

Tanda baca adalah sebuah ketukan kecil yang memuaskan, yang mengubah tulisan anda sehingga kalimat berikutnya meneruskan apa yang telah diakhiri.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di BBC Capital dengan judul The goal towards which your words adamantly move.

Berita terkait