Apakah bulan Januari waktu yang tepat untuk membeli saham?

A currency exchange shop in Pakistan. Hak atas foto Getty Images
Image caption Tergantung lokasi Anda di dunia, bulan yang berbeda akan memiliki dampak yang berbeda ke kepercayaan investor.

Ketika Anda melihat tahun baru dengan pandangan segar, haruskah Anda melakukan pendekatan yang sama terhadap pasar saham?

"Jual (saham) di bulan Mei dan lupakan" adalah pepatah investasi kuno, merujuk pada kepercayaan tradisional bahwa saham menunjukkan kinerja yang lebih lemah di musim panas, dari Mei hingga Oktober, dan kinerja yang lebih kuat di musim dingin, dari November hingga April.

Menurut pepatah itu, Anda harus menjual saham di musim semi, tepat sebelum jeda musim panas, dan membelinya di musim gugur, tepat sebelum nilainya naik lagi. Kadang-kadang disebut juga dengan "indikator Halloween".

Ada banyak kebenaran dalam hal ini. Temuan dari studi tahun 2002 menunjukkan bahwa pola ini berlaku di 36 dari 37 pasar maju dan berkembang yang dipelajari secara global, dan sangat kuat di Eropa.

Studi itu mencatat bukti-bukti bahwa temuan ini berlaku di Inggris, dan dapat ditelusuri ke belakang hingga 1694.

Efeknya mungkin disebabkan oleh fluktuasi musiman dalam optimisme di kalangan investor.

Tapi ada pepatah lain yang menyarankan untuk berinvestasi di waktu lain dalam satu tahun, seperti "efek Januari" —kenaikan harga saham selama bulan pertama tahun ini— atau "reli Santa Claus" pada bulan Desember, dorongan serupa yang dikaitkan dengan optimisme musim liburan (dan bonus Natal).

Jadi, apa yang menyebabkannya? Apakah suatu waktu dalam setahun lebih baik daripada waktu lainnya untuk berinvestasi?

Hak atas foto Getty Images
Image caption "Reli Santa Claus" adalah salah satu dari banyak tren musiman di pasar saham.

Penyesuaian musiman

Menjual saham pada bulan Mei bukanlah apa yang sebenarnya dilakukan orang-orang.

Peneliti AS dan Kanada menemukan bahwa investor lebih bullish (harga menguat) di musim semi dan berhati-hati di musim gugur.

Para penulis penelitian ini melihat bagaimana uang mengalir di antara berbagai kategori reksa dana. Mereka menemukan bahwa orang lebih cenderung membeli aset berisiko di bulan-bulan yang lebih hangat, tetapi lebih tidak mau mengambil risiko di akhir tahun, dan kemungkinan akan menjual aset berisiko lebih tinggi untuk membeli yang lebih aman.

Kenaikan harga di musim semi ini bahkan meluas ke media keuangan.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014, dua peneliti Jepang menggunakan teknik penambangan teks (text-mining) untuk menganalisis nuansa artikel surat kabar antara tahun 1986 hingga 2010.

Mereka menemukan optimisme yang meningkat pada paruh pertama tahun kalender, menghasilkan pesimisme di babak kedua.

Asal usul siklus suasana musiman ini mungkin terletak pada musim itu sendiri.

Beberapa ekonom berpendapat bahwa suhu yang berfluktuasi, panjang hari dan tingkat sinar matahari sepanjang tahun dapat mempengaruhi perilaku investor sehingga menggerakkan pasar.

Lisa Kramer adalah seorang profesor keuangan di University of Toronto yang mempelajari perilaku manusia dan investasi. Dia menemukan bahwa memang ada bukti efek musiman pada kebiasaan orang berinvestasi.

Dia menunjuk ke gangguan afektif musiman (Seasonal Affective Disorder, SAD) dan bagaimana musim dingin yang panjang, dingin dan gelap dapat membuat orang kurang optimistis akan berinvestasi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pepatah lain mengatakan Anda harus menjual saham di musim semi, tepat sebelum jeda musim panas, dan membelinya di musim gugur, tepat sebelum nilainya naik lagi atau yang disebut juga dengan "indikator Halloween".

"Orang-orang tidak sering menyadari bahwa suasana hati mereka dapat berperan dalam hal ini, tetapi bukti terus mengalir," katanya.

Sebuah studi sebelumnya pada 2003 oleh penulis AS dan Kanada yang sama yang mengidentifikasi perilaku investasi musiman juga menghubungkan preferensi musiman untuk berbagai jenis investasi dengan SAD.

Setelah membandingkan data indeks pasar saham dari negara-negara di berbagai koordinat lintang, para peneliti menemukan apa yang disebut "efek SAD" dalam siklus musiman pengembalian saham yang "signifikan dan substansial".

Tingkat pengembalian berada pada titik terendah pada bulan September, naik sepanjang musim gugur dan memuncak tepat setelah titik balik matahari musim dingin (akhir Desember) sebelum jatuh lagi dan mendatar selama musim semi dan musim panas.

Hasil di belahan bumi selatan (Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan) menunjukkan enam bulan keluar dari fase belahan bumi utara, mencerminkan musim-musim yang ada.

Yang terpenting, semakin dekat negara ke kutub dan semakin pendek hari-hari musim dingin mereka, semakin jelas efek SAD musim dingin.

"Ini membantu kita memahami mengapa pasar bisa begitu fluktuatif," kata Kramer. "Ini membantu kita untuk tidak mengambil keputusan [yang digerakkan oleh emosi] kita."

Tetap saja, menjadi berhati-hati tidak selalu merupakan hal yang baik ketika berinvestasi.

Investasi yang stabil seperti obligasi pemerintah biasanya menghasilkan pengembalian yang lebih rendah dalam jangka panjang daripada saham berisiko dengan potensi pengembalian yang lebih tinggi, dan terlalu berhati-hati sebenarnya dapat membuat orang mengambil risiko yang lebih besar untuk menghindari kerugian.

Jika banyak investor menjadi lebih berhati-hati ketika langit di luar gelap dan pengembalian umumnya lebih rendah untuk investasi yang berhati-hati, mengapa pengembalian secara keseluruhan kemudian naik di musim dingin?

Karena ketika investor yang berhati-hati menjual aset berisiko mereka di musim gugur, harganya turun, yang berarti investasi berkualitas dapat diambil dengan harga rendah oleh mereka yang bersedia mengambil risiko.

Karena investasi berkualitas ini dibeli dengan harga murah, pengembaliannya relatif tinggi ketika pasar akhirnya bangkit kembali pada akhir musim dingin, yang menurut penulis, meningkatkan pengembalian secara keseluruhan.

Tapi, yang pasti... ada beberapa peringatan.

Hak atas foto Getty Images

Mengambil jalan tak biasa

Kondisi musiman itu ada, tetapi itu hanya sepotong dari seluruh teka-teki investasi.

Pertama, efek 'jual di bulan Mei' hanya satu dari banyak siklus musiman yang mempengaruhi harga saham. Lainnya termasuk efek Januari, efek liburan dan efek pergantian bulan.

Efek-efek ini cenderung lebih kuat pada saham-saham berkapitalisasi kecil (saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah US$2 miliar).

Kedua, dan yang lebih penting, kondisi musiman hanya satu dari banyak (sangat banyak) faktor yang mempengaruhi pasar saham. Keuntungan dalam tahun tertentu dapat menyimpang secara substansial dari pola musiman.

Mereka yang mencari panduan investasi yang lebih baik mengabaikan termometer dan justru memanggil penasihat keuangan yang memenuhi syarat.

"Ada musim di pasar saham, tetapi ada beragam argumen atau bukti tentang mengapa itu terjadi," kata Mark Ma, seorang profesor akuntansi di American University di Washington, DC.

Dia mengakui efek SAD, tetapi menunjuk ke suatu tempat seperti "Singapura, di mana cuaca hampir sama sepanjang tahun —sekitar 32 derajat Celcius— masih mengalami efek ini."

"Saya pikir [sinar matahari dan suhu] memainkan peran besar di dalamnya, tetapi itu mungkin bukan satu-satunya alasan ada kondisi musiman."

Dia menyebutkan efek Januari, dan bagaimana pengembalian saham pada Januari cenderung lebih tinggi karena tahun pajak berakhir pada Desember.

Jadi, jika orang memiliki banyak keuntungan, mereka harus membayar tagihan pajak yang tinggi —tetapi tidak jika mereka menjual saham mereka sebelumnya. Total penghasilan kena pajak mereka turun.

Ma berpikir bahwa tidak ada jendela waktu yang tetap untuk berinvestasi dan mendapat untung, dan untuk tidak mengandalkan pola musiman yang terjadi setiap tahun.

Lagi pula, ada banyak faktor berbeda yang berperan, terutama dengan sesuatu yang tidak terduga seperti pasar saham.

Para ahli mengatakan...

Meskipun baik untuk memperhatikan musim, Anda harus lebih memperhatikan bukti konkret, seperti potensi pertumbuhan suatu perusahaan dan seberapa menguntungkannya perusahaan itu selama setahun terakhir, kata Haran Segram, asisten klinis profesor keuangan di New York University.

"Saya sangat percaya pada fundamental suatu saham —arus kas, risiko dan pertumbuhan, daripada bulan tertentu untuk berinvestasi," katanya.

Semua ahli yang diwawancarai untuk tulisan ini mengatakan harus memperhatikan musim—tetapi hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengambil risiko lebih sedikit.

Meskipun dalam jangka pendek Anda mungkin menghasilkan pengembalian lebih sedikit, pemikiran itu akan terbayar dalam jangka panjang: seperti perlahan-lahan membuang uang dan membiarkannya bertambah selama bertahun-tahun.

Segram setuju bahwa, bahkan di bulan-bulan musim dingin yang membuat depresi, misalnya, untuk tidak membiarkan keputusan investasi Anda dipandu oleh perasaan Anda.

"Orang memang memiliki hubungan emosional dengan uang," katanya. "Mereka melihat itu memiliki sarana untuk kenyamanan dan kehormatan mereka di masa depan. Tetapi orang-orang tidak membuat keputusan rasional jika menyangkut masalah uang. Saya memberi tahu siswa saya, itu permainan kesabaran."

Kramer pun setuju. "Ambil pandangan holistik," katanya. "Menabung secara sering dan teratur ke tabungan pensiun Anda. Itu pendekatan terbaik untuk sukses. Ketika kita mencoba mengakali pasar, kita sering berakhir merugikan diri sendiri."

Anda bisa membaca artikel aslinya Is there a best time of year to buy stocks? dan artikel lainnya di BBC Capital

Berita terkait