Kajian psikologi: 'Rahasia' mencapai kreativitas tertinggi

pianis Hak atas foto Giorgio Perottino/Getty Images
Image caption Beberapa musisi mengaku ketika mereka mencapai flow, mereka merasakan ekstasi, dan permainan mereka "mengalir begitu saja".

Tumbuh di Eropa yang porak poranda karena Perang Dunia II, Mihaly Csikszentmihalyi melihat orang-orang dewasa di sekitarnya berjuang untuk membangun kembali kehidupan mereka dan kerap kehilangan tekad untuk berusaha.

Kondisi itu membuatnya berkutat dengan pertanyaan yang tidak memusingkan kebanyakan anak seusianya: apa yang membuat hidup layak dijalani?

Csikszentmihalyi pindah dari Hungaria ke Amerika Serikat untuk mempelajari psikologi dan mencari jawaban atas pertanyaan yang membuatnya terobsesi sejak kecil.

Ia bertanya-tanya soal hubungan antara kekayaan dengan kebahagiaan, dan data menunjukkan bahwa uang bukanlah jawabannya, melampaui ambang batas tertentu, peningkatan pendapatan hampir tidak mempengaruhi kesejahteraan.

Jadi, seperti yang ia ceritakan dengan penuh semangat dalam sebuah presentasi TED berjudul Rahasia Kebahagiaan (The Secret to Happiness), ia memutuskan untuk mengeksplorasi "di mana dalam kehidupan sehari-hari, dalam pengalaman normal kita, kita merasa benar-benar bahagia?".

Csikszentmihalyi berpikir bahwa para pekerja kreatif seperti seniman, pelukis, dan musisi mungkin mengetahui jawabannya.

Pasti ada alasan kenapa mereka bekerja keras dalam proyek-proyek yang mungkin tidak akan membuahkan ketenaran atau kekayaan. Adakah sesuatu dalam prosesnya yang membuat mereka merasa tercukupi? Apa yang membuat pengorbanan mereka berharga?

Seorang komposer bercerita kepada Csikszentmihalyi bagaimana, ketika pekerjaannya berjalan dengan baik, ia merasa sangat bahagia. Ia tak perlu berpikir, ia lupa waktu dan musiknya akan "mengalir begitu saja".

Csikszentmihalyi mendengar atlet, penyair, dan pemain catur menggambarkan fenomena yang sama. Sesuatu yang istimewa memang terjadi.

Csikszentmihalyi menyebut kondisi mirip keadaan tak sadarkan diri itu, saat seseorang tengah khusyuk dan berkonsentrasi penuh, dengan istilah flowatau tahap ketika seseorang merasa dan menunjukkan perfoma terbaik.

Penelitian itu dilakukan 40 tahun lalu. Sejak itu, Csikszentmihalyi bersama dengan rekan-rekannya di seluruh dunia telah mempelajari pendaki Himalaya, biksu Dominika, gembala Navajo, dan ribuan lainnya.

Untungnya bagi kita, para peneliti menemukan bahwa flow bukanlah ranah eksklusif para seniman. Faktanya, kita dapat mengalami flow kapan pun kita sepenuhnya terlibat dalam pekerjaan atau hobi atau hubungan kita.

Keadaan 'flow'

Sejumlah kondisi mencirikan keadaan flow.

"Ada fokus yang begitu menjadi intens, mengarah ke rasa bahagia amat sangat, rasa kejelasan. Anda tahu persis apa yang ingin Anda lakukan dari satu momen ke momen berikutnya."

"Anda mendapatkan umpan balik segera," kata Csikszentmihalyi dalam presentasi TED pada Februari 2004.

"Anda tahu bahwa apa yang perlu Anda lakukan mungkin untuk dilakukan, meskipun sulit, dan perasaan akan waktu menghilang, Anda lupa diri, Anda merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar."

"Dan begitu Anda sampai pada kondisi itu, apa yang Anda lakukan menjadi layak untuk dilakukan demi perbuatan itu sendiri. "

Beberapa orang juga menyebut keadaan hiperfokus ini dengan istilah being in the zone. Bagaimanapun Anda menyebutnya, ini tidak sekadar kondisi pikiran. Ia juga disertai perubahan fisiologis.

Dalam sebuah penelitian terhadap sejumlah pianis musik klasik Swedia pada 2010, para musikus yang memasuki kondisi flow menunjukkan pernafasan yang lebih dalam dan detak jantung yang lebih lambat. Bahkan otot-otot wajah yang memungkinkan kita untuk tersenyum menjadi aktif.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Anda bisa menjadi hiperproduktif dalam keadaan flow, tapi jangan lupa bahwa menyelesaikan suatu tugas besar butuh kerja keras di bagian yang sulit dan membosankan.

Manfaat berada dalam zone melampaui pengalaman itu sendiri. Flow dikaitkan dengan kesejahteraan subjektif, kepuasan dengan kehidupan dan kebahagiaan secara umum. Di tempat kerja, ini terkait dengan produktivitas, motivasi, dan loyalitas perusahaan.

Beberapa orang secara alami mudah mencapai flow terutama mereka yang mendapat nilai tinggi pada tes kepribadian dalam ketelitian dan keterbukaan akan pengalaman, dan rendah dalam neurotisisme. Tetapi jika Anda tidak mengalami flow setiap hari, adakah cara untuk memicunya?

Masuk ke dalam 'zone'

Pertama, Anda harus membuat kondisi optimal untuk mencapai kondisi flow.

"Hindari lingkungan yang bising dan potensi gangguan," saran Giovanni Moneta, seorang psikolog akademik di London Metropolitan University dan penulis Positive Psychology: A Critical Introduction.

Aktivitas yang kita lakukan juga berpengaruh. "Kita perlu terlibat dalam kegiatan yang bermakna bagi kita, yang di dalamnya kita menemukan tantangan, dan kita merasa bahwa kita punya keterampilan yang diperlukan untuk keluar sebagai pemenang."

Kita lebih cenderung mengakses kondisi flow saat terlibat dalam tugas yang sudah kita latih.

Bayangkan sesosok pemain sekat indah di arena atau penyanyi yang percaya diri di mikrofon. Tingkat kesulitan juga harus tepat — tidak begitu mudah sehingga Anda merasa bosan, tapi juga tidak terlalu sulit sehingga membuat Anda stres.

Tentu saja, itu bukan sesuatu yang selalu bisa kita kendalikan. Penulis Amerika Steven Kotler, yang menulis sebuah buku tentang puncak performa manusia, mengakui bahwa kendati banyak telah kita pelajari tentang korelasi biologis dan manfaat mentalnya, "flow masih merupakan suatu 'kecelakaan' yang tak disengaja.

Yang bisa kita lakukan adalah membuat Anda lebih rentan terhadap kecelakaan tersebut. "

Dan, seperti yang diperingatkan Moneta, flow bisa melelahkan. Pekerjaan yang terlibat dalam menyelesaikan suatu proyek besar membutuhkan jauh lebih banyak daripada satu periode flow.

Demi mencapai titik akhir, juga diperlukan kerja keras di bagian yang membosankan dan melalui bagian yang sulit dan tidak nyaman.

Perhatian penuh

Jika Anda kesulitan untuk mencapai flow – atau hanya kelelahan karena intensitasnya – Anda bisa mencoba kesadaran penuh atau mindfulness . Anggap saja inisebagai sepupu flow yang lebih mudah diakses.

"Konsepnya sangat mirip," kata Ellen Langer, seorang profesor psikologi di Harvard yang telah menulis beberapa buku tentang kesadaran penuh, kreativitas dan kepercayaan.

Hak atas foto Pierre Crom/Getty Images
Image caption Hampir semua aktivitas bisa dilakukan dalam keadaan sadar penuh — tidak perlu yoga atau meditasi.

"Perbedaan utamanya ialah bahwa mindfulness adalah keadaan pikiran yang tersedia untuk semua orang hampir setiap saat. Itu bukan hal yang luar biasa."

Kondisi kesadaran penuhmemberikan banyak manfaat yang sama dengan flow.

"Ketika orang-orang sepenuhnya menyadari apa yang mereka lakukan, tekanan darah mereka turun. Semua tanda fisiologis menunjukkan kesejahteraan yang lebih besar."

"Orang-orang melihat Anda sebagai orang yang karismatik. Anda lebih sehat, Anda lebih bahagia, hubungan Anda lebih baik. Hal-hal yang Anda hasilkan lebih baik."

"Kami meminta beberapa musisi simfoni tampil dalam keadaan sadar atau dalam keadaan khas mereka (tanpa sadar dan berlebihan)."

Kami memainkan karya-karya itu untuk pendengar yang tidak tahu apa-apa tentang penelitian ini. Hampir 90% lebih suka karya yang dimainkan secara sadar," kata Ellen Langer.

Hampir semua aktivitas dapat dilakukan dengan penuh perhatian juga — tidak perlu yoga atau meditasi.

"Cukup katakan pada diri sendiri, 'Apa lima hal baru tentang orang yang hidup bersama saya ini, atau dalam rute perjalanan pulang saya?'. Mencari hal-hal baru dalam sesuatu yang sudah akrab membuat kita menjadi penuh perhatian," ujar Langer.

"Jika Anda bicara dengan seseorang dan Anda pikir Anda tahu apa yang akan mereka katakan, berarti Anda tidak mendengarkan. Jika Anda mulai mengakui bahwa Anda tidak tahu, Anda menunjukkan sikap yang sangat berbeda. Semuanya menjadi lebih menarik."

Seseorang pernah bertanya kepada saya, setelah mengetahui bahwa saya adalah seorang penulis, apakah saya "sering mengalami flow". Ada stereotip bahwa penulis dan pekerja kreatif bisa dengan sengaja masuk ke dalam zone — bahwa kita duduk di laptop kita dan dunia mencair.

Saya telah berlatih untuk memasuki zone selama bertahun-tahun dengan memenuhi beberapa kriteria yang diajukan Moneta. Tetapi seingat saya, saya hanya pernah berhasil beberapa kali, sebagian besar waktu yang saya habiskan untuk menulis lebih merupakan kesibukan alih-alih kondisi trans.

Dengan proyek apa pun, ada begitu banyak variabel yang tidak dapat saya prediksi. Akankah sumber saya merespons? Apakah informasi yang saya cari ada? Akankah seseorang mengirimi saya pesan teks yang dimulai dengan 'OMG' untuk mengalihkan perhatian saya?

Ditambah lagi, gagasan menyusun skenario di mana tantangan melebihi keterampilan saya sebesar 4% (seperti yang direkomendasikan formula Kotler untuk mencapai flow) menurut saya tidak masuk akal.

Tapi konsep kesadaran penuh lebih mudah. Saya bisa meningkatkan fokus saya dengan meletakkan ponsel saya di laci; ketika sebuah tugas tampak terlalu berat, saya bisa berhenti sejenak dan mengambil napas.

Saya tidak bisa bilang bahwa itu membuat saya merasa transenden, tapi saya menjadi cukup tenang.

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris artikel ini di BBC Capital.

Berita terkait