Kota di India yang menjadi surga masakan Jepang dan Korea

India Hak atas foto Getty Images
Image caption Kehadiran para pekerja industri otomotif mengubah lanskap kuliner kota Chennai.

Satu dekade silam, sebelum Amerika mengenal sushi, sebuah restoran di kota kecil kawasan pesisir selatan India, menyajikan sashimi berbahan dasar ikan tuna lokal.

Oase Jepang kecil yang bernama Akasaka ini berada di belakang bangunan tak mencolok di salah satu perempatan paling ramai, panas dan berisik di kota Chennai.

Ruangan privat dan teh barley buatan sendiri restoran itu sama sekali bertentangan dengan restoran lain di Chennai yang memekakkan telinga dengan kursi-kursi berdiri untuk masyarakat yang super sibuk, dan menu sarapan roti gurih yang dicelupkan ke sup lentil serba pedas.

Namun di 1996, saat restoran itu menjadi satu-satunya restoran yang berdiri sendiri, restoran itu menjadi sangat sukses.

"Terkadang ada barisan orang-orang mengular keluar gerbang gedung hingga jalan utama," kata Ran Takayama yang bekerja pada masa jaya restoran itu. "Restoran itu menjadi sangat terkenal karena kualitasnya."

Lima tahun sebelumnya, ketika Chennai masih merupakan sebuah kota kecil, India membuka diri terhadap investasi langsung dari luar negeri (FDI, Foreign Direct Investment).

Jayaram Jayalalithaa, menteri negara bagian Tamil Nadu kala itu, naik ke tampuk kekuasaan tatkala pemerintah menyetujui program itu dan secara aktif mendekati perusahaan otomotif.

Upaya Jayalalithaa tak sia-sia. Mitsubishi, Nissan, Hyundai, dan Yamaha membuka pabrik di pinggiran Chennai. Secara khusus, Hyundai secara khusus memengaruhi kota itu karena sekitar 3.000 pekerja asal Korea datang dan bekerja di sana.

Kini terdapat setidaknya 10 ribu ekspatriat di Chennai, mayoritas berasal dari negara Asia. Sekarang, pabrik-pabrik itu berada di Zona Ekonomi Khusus yang terletak tak jauh dari pusat kota.

Hak atas foto The India Today Group/Getty Images
Image caption Pabrik manufaktur milik Hyundai di Chennai telah mengekspor jutaan unit mobil keluar India.

'Selalu penuh'

Kawasan bernama Sriperumbudur itu berjarak 50 kilometer dari Chennai, sepanjang daerah yang kini dikenal sebagai Koridor Otomotif.

Berbagai tanda berbahasa Korea mulai berjamur di jalan tol berdebu. Ada toko serba ada khusus produk Korea, hotel-hotel Jepang, bahkan toko buku yang menjual komik manga -- semua ini merupakan surga berpendingin udara di tengah suhu panas ekstrem India tengah,

Ada juga Arirang, restoran Korea pertama di kota itu yang dibuka 20 tahun lalu. Jo Sanghyun, ekspatriat asal Korea yang kini memasuki usia 50-an tahun, menemukan kesuksesannya di India.

Jo pindah ke Chennai untuk menjadi karyawan sebuah perusahaan Korea pada 1990-an. Ia menetap di sana, salah satunya karena minatnya pada makanan.

Sejak meresmikan Arirang, Jo juga telah membuka beberapa restoran, termasuk kantin di pabrik Hyundai.

Masakan Korea a la Jo, termasuk babi bossam (babi rebus berbumbu aromatik) dan bebek bulgogi yang dipanggang dengan cita rasa manis-pedas, menyimpan banyak cita rasa dan tekstur.

Aneka makanan itu mengingatkan pada masakan India berupa sup tomat berempah bernama rasams dan kari merah ikan yang disenangi di India selatan.

Hak atas foto The India Today Group/Getty Images
Image caption Restoran masakan India bertebaran di seluruh Chennai, meski mulai tergeser warung khas Korea dan Jepang.

Seiring minat warga lokal terhadap masakan-masakan itu, Jo menjadi pioner kuliner di Chennai.

"InSeoul adalah salah satu restoran pertama saya yang memperkenalkan cita rasa Korea kepada masyarakat India," papar Jo. "Tempat makan itu berada di tengah kota dan selalu penuh. Banyak orang India datang ke sana."

Karena Tamil Nadu berkembang menjadi satu dari 10 pusat manufaktur mobil di dunia, efek gelombang kedatangan orang-orang Asia Timur juga terlihat di kota yang dianggap sebagai Detroit-nya India itu.

Soju, minuman beralkohol khas Korea, tersedia di toko-toko minuman keras, sementara kontes musik Korea (K-pop) makin populer di kalangan anak muda setempat.

Kuuraku, restoran Jepang berjejaring yang menawarkan ayam panggang (yakitori) baru saja membuka cabang pertama mereka di Chennai.

Sekitar 50 restoran kini menjual masakan Jepang dan Korea di Chennai. Mereka mempekerjakan setidaknya seribu penduduk lokal.

Hak atas foto AFP/ARUN SANKAR
Image caption Seorang warga Chennai membuat sheerkhorma, panganan manis terbuat dari bihun.

Produk khas Jepang cenderung dinikmati masyarakat kelas atas, namun ada banyak tumpang tindih: sejumlah orang Korea membuka restoran Jepang, tapi di beberapa lokasi, mereka menjual panganan Korea sekaligus Jepang.

Meski begitu masih ada ribuan restoran lokal di sekitar Chennai yang menjual panganan khas India. Ayam goreng pedas yang dikenal dengan istilah Chicken 65 membuat Chennai terpilih sebagai satu dari 10 kota teratas untuk wisata kuliner, versi National Geographic.

Bagaimanapun, Ameeta Agnihotri, seorang kritikus yang rajin menulis di koran ternama India dan surat kabar lokal, menyebut 'beragam panganan baru' itu menggenjot industri kuliner Chennai.

"Chennai adalah kota kecil di India, jadi orang selalu terkejut betapa baik kami mengetahui panganan tradisional Jepang dan Korea," ujarnya.

Masa depan perpaduan kuliner?

Restoran waralaba seperti McDonalds kesulitan bersaing dengan penyaji makanan cepat saji lokal yang menawarkan kue beras kukus dan panekuk.

Namun restoran Korea dan Jepang terus bertumbuh bersama warung panganan setempat. Mereka menjejakkan pertumbuhan pecinta makanan di India.

"Seiring kedatangan kembali para ekspatriat India dan populasi orang non-India, skema kuliner Chennai bertumbuh sangat cepat," kata Rati Shetty, warga lokal yang bekerja sebagai Chief Product Officer di perusahaan finansial miliknya sendiri.

"Sekarang ada jasa pengantaran tempura atau sushi ke meja kerja Anda di kantor dan bubble tea kini dijual hampir di setiap toko teh lokal."

"Hampir setiap orang memiliki pasta miso khas Jepang, kalau tidak kecap soya, di rumah mereka karena dijual di banyak toko Asia di kota ini."

"Ini adalah penanda kebutuhan logistik dan selera pasar serta masyarakat yang lebih terbuka dan berevolusi dalam konteks makanan atau kuliner," kata Rati.

Hak atas foto The India Today Group/GETTY IMAGES
Image caption Lanskap kota Chennai diwarnai bangunan era pemerintahan kolonial Inggris.

Bahkan kini ada isyarat bahwa cita rasa India Selatan/Asia timur berkembang: banyak restoran Jepang yang dimiliki dan dijalankan oleh penduduk setempat menyiasati makanan mereka agar mudah diterima lidah publik lokal. Hasilnya adalah semacam masakan campuran Jepang yang pedas.

Di sisi lain, terdapat lebih sedikit penyiasatan masakan Korea. Jo berkata, setidaknya ada 20 tempat makan khas Korea di Sriperumbudur yang hanya diketahui komunitas dari negaranya.

Alasannya, banyak ekspatriat pindah keluar Chennai setelah kawasan SEZ menyelaraskan diri dengan apartemen dan toko serba ada yang tumbuh di sekelilingnya.

Namun para pegawai restoran itu adalah warga India. Artinya, semakin banyak warga lokal yang memahami sajian khas Korea.

Hak atas foto New Seoul Hotels
Image caption Menu makanan Korea dan Jepang di New Seoul Hotels di kota Chennai.

Girish and L.T. Lepsa bertemu karena sama-sama bekerja di restoran Arirang milik Jo tahun 1998. Satu dekade bekerja di sana, dua sejawat itu memulai bisnis warung Korea mereka sendiri yang bernama New Seoul Hotel- restoran Korea pertama yang dimiliki warga India.

Girish awalnya bekerja sebagai pramusaji di Arirang, sementara Lepsa bertugas di dapur. Namun para pelaku bisnis yang datang ke New Seoul Hotels ternyata berasal dari kelas ekonomi yang beragam.

Setelah empat tahun berjalan, restoran itu sudah memiliki pelanggan loyal, termasuk yang berstatus warga asli India yang terus bertambah.

"Pelanggan asli India itu kini setidaknya 10% dan banyak dari mereka merupakan pebisnis," kata Girish.

"Mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang makanan Korea dan sepertinya mulai bersentuhan dengannya ketika bekerja dengan orang Korea," tambahnya.

Di sebuah negara di mana ketimpangan ekonomi sangat mencolok, penduduk lokal dengan berbagai latar belakang yang sama-sama menikmati kuliner Korea merupakan tanda dari betapa besar dampak para pembuat mobil di kota Chennai.

Anda dapat membaca artikel ini How carmakers brought new cuisine to Chennai dan artikel serupa lainnya di BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait