Tips menjalin relasi baru untuk para introvert

Networking Hak atas foto Robert Alexander/Getty Images

Apakah keharusan menjalin relasi baru atau berjejaring dengan orang-orang yang hampir tidak Anda kenal membuat Anda takut? Jangan panik - ada dua tips penting yang membuat proses berjejaring mudah bagi semua orang.

Berjejaring terdengar seperti sesuatu yang mirip dengan kencan kilat dengan pertukaran kartu nama. Betapapun menyenangkannya lingkaran teman dan keluarga Anda, orang-orang yang sudah Anda kenal tidak selalu bisa membantu Anda menemukan pekerjaan baru yang lebih baik atau memberi informasi terkait peluang lain.

Jadi, kita harus tetap berhubungan dengan orang-orang di luar lingkaran teman-teman akrab kita.

Orang-orang ekstrovert mengatakan kepada saya bahwa mereka membenci keharusan berjejaring untuk membuat kontak profesional.

Konsep berjejaring ini bisa sangat menakutkan bagi para introvert.

Bagi mereka, menjadwalkan pertemuan-pertemuan dengan makan atau minum kopi tampaknya sangat menakutkan.

Tapi ada kabar baik. Ada upaya lain yang tidak terlalu melelahkan yang dapat Anda lakukan dengan dengan cara Anda sendiri - gaya yang saya sebut sebagai "sentuhan longgar." Ini benar-benar dapat mengubah cara Anda berpikir tentang cara membuat - dan memelihara - koneksi yang berharga.

Hak atas foto JUNG YEON-JE/Getty Images
Image caption Konsep berjejaring bisa sangat menakutkan bagi para introvert.

Berhubungan dengan kawan yang tidak terlalu akrab

Anda sudah mengenal lebih banyak orang daripada yang Anda pikirkan karena Anda memiliki banyak kawan yang bisa masuk kategori "relasi lemah".

Kategori ini mencakup orang-orang yang tidak begitu Anda kenal atau sering Anda hubungi. Anda pernah bertemu dengan mereka secara sepintas, atau mungkin telah bekerja bersama secara singkat.

Atau Anda pernah mengikuti kelas atau menghadiri konferensi bersama. Mereka adalah teman dari teman Anda, mantan kolega, atau teman sekolah Anda. Anda biasanya tidak berhubungan dengan mereka - tetapi pengaruhnya terhadap jaringan Anda bisa jadi sangat besar.

Kembali ke tahun 1970-an, sebuah studi sosiologi terkenal menyebut bahwa orang-orang yang memiliki koneksi tidak langsung atau kuat dengan kita cenderung memiliki lingkaran sosial yang berbeda dengan kita sehingga "memiliki akses ke informasi yang berbeda dari yang biasanya kita terima."

Jadi, jika kita mencari ide-ide baru, petunjuk, atau jaringan yang baru, peluang kita untuk menemukannya akan meningkat jika kita menjangkau orang-orang di luar lingkungan pertemanan kita yang biasa.

Ini adalah sebuah contoh.

Hak atas foto China News Service/Getty Images
Image caption Tak hanya para introvert, kadang orang-orang ekstrovert juga merasa enggan untuk menjalin relasi baru.

Bertahun-tahun yang lalu, saya bekerja di sebuah agensi kreatif kecil dengan lingkungan pertemanan yang hangat.

Tahun lalu, saya bertemu lagi dengan seorang desainer yang saya kenal dari kantor itu. Meskipun kami tidak begitu dekat, rasa kolegialitas lama muncul kembali saat dia mengatakan bahwa dia sedang mencari karyawan baru.

Dia mengatakan kepada saya bahwa dia membenci kegiatan berjejaring dan tidak tahu harus melakukan apa.

Saya memberi tahu dia bahwa dia tidak harus memulai dari awal, dan menyebutkan beberapa nama dari kantor lama kami. Wajahnya bersinar: itu adalah nama-nama orang yang dia sukai. Dia tidak keberatan mengirim pesan kepada orang-orang itu untuk kembali berhubungan.

Ketika saya melihatnya beberapa bulan kemudian, dia memiliki proyek baru yang sedang berlangsung dengan beberapa mantan rekan kerja saya dulu. Dia menemukan jalan melalui "relasi lemahnya".

Tetap berhubungan

Saya berharap dia akan memupuk kebiasaan mempertahankan apa yang saya sebut "sentuhan longgar" dengan mantan rekan kerjanya. Jika lain kali dia memiliki pertanyaan, dia seharusnya tidak akan sungkan menghubungi beberapa orang yang bersedia membantunya.

Dalam bukunya yang baru-baru ini, Friend of a Friend, profesor bisnis David Burkus membantah gagasan yang menyebut bahwa orang yang sudah Anda kenal adalah orang yang paling cocok untuk membantu Anda.

Hal itu mungkin terdengar tidak begitu menakutkan bagi orang-orang yang pemalu - tetapi itu bisa menyabotase upaya mereka dalam berjejaring. Saya pikir ada jalan keluarnya.

Burkus mengatakan, "Ketika kita mengalami kemunduran karier...kita cenderung hanya memberi tahu sekelompok teman dekat yang mungkin dapat atau tidak dapat membantu kita...Sebaliknya, kita harus pergi ke "ikatan kita yang lemah" dan menceritakan apa yang kita alami pada mereka dan melihat peluang apa yang mereka miliki.

Hak atas foto Chesnot/Getty Images
Image caption Kita dapat mempertahankan hubungan dengan orang-orang yang masuk dalam kategori 'jaringan lemah' melalui sosial media.

Lebih baik lagi jika kita memulai praktik reguler untuk kembali terlibat dengan "relasi kita yang lemah dan tidak aktif."

Dengan kata lain, Anda tidak harus menjadi kupu-kupu sosial. Ini adalah tentang cara mempertahankan hubungan dengan cara-cara yang tidak terlalu membebani.

Begitulah cara saya tetap terhubung dengan sejumlah orang yang saya kenal selama bertahun-tahun. Jika kita sudah berhubungan melalui layanan seperti Twitter atau LinkedIn, Instagram, atau bahkan Slack, saya dapat menggunakan fitur pesan pribadi pada platform itu untuk menyampaikan berita yang saya tahu akan menarik bagi mereka, atau saya mungkin berbagi video, kartun, atau salam singkat seperti "Bagaimana kabar Anda? Apa kabar terbaru Anda?"

Ini bukan bisnis satu arah: Saya juga senang menerima pesan cepat seperti itu. Hal-hal semacam itu menawarkan koneksi sesaat, dan umumnya tidak memerlukan banyak respons atau tindak lanjut.

Hak atas foto Horacio Villalobos/Getty Images
Image caption Bukankah lebih baik mempertahankan relasi secara berkala dari pada meminta seorang kenalan yang nyaris tidak akrab dengan Anda untuk bertatap muka di Starbucks?

Tetapi jika Anda memang perlu mendapatkan saran atau panduan, orang-orang inilah yang akan merespons, karena Anda telah membangun persahabatan dengan tetap berhubungan dengan mereka. Dan bukankah itu lebih baik dari pada meminta seorang kenalan yang nyaris tidak akrab dengan Anda untuk bertatap muka di Starbucks?

Berbicara minat yang sama juga bisa dilakukan.

Sebagai contoh, mantan kolega saya, Erika, adalah seorang konsultan di bidang kepuasan pelanggan yang sibuk. Dia dan saya sama-sama menyukai anjing.

Kami terhubung di Slack dan di Twitter, dan setiap beberapa minggu salah satu dari kami mengirim gambar-gambar GIF yang lucu atau cerita terbaru tentang layanan pelanggan yang buruk.

Kadang-kadang percakapan kami juga diselingi informasi tentang lokakarya.

Baik Anda ekstrovert atau introvert, saat Anda berusaha menjangkau ikatan yang lemah, dan kemudian tetap berhubungan dengan mereka, ingatlah bahwa proses itu adalah proses yang organik.

Anda tidak membuat jaringan yang baik dalam waktu satu malam. Seperti halnya Anda merawat kebun, Anda memupuk hubungan itu dari waktu ke waktu.

Mengirim beberapa salam atau berbagi cerita ke beberapa koneksi adalah suatu tindakan bermanfaat dan berisiko rendah - bahkan untuk orang yang paling pemalu di suatu ruangan.

Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel iniNetworking for people who hate to networkdiBBC Capital.

Berita terkait