Demi keseimbangan hidup, maukah Anda berbagi pekerjaan dengan orang lain?

pekerjaan Hak atas foto Getty Images

Saran dari mereka yang berbagi pekerjaan selama 23 tahun untuk menyelesaikan tujuh pekerjaan, dari berbagi satu kenaikan jabatan sampai mendapatkan sebuah gelar kehormatan.

Cerita ini diangkat dari sebuah episode program Woman's Hour yang dibawakan oleh Jenni Murray dan diproduseri Helen Fitzhenry. Untuk mendengarkan episode Woman's Hour lainnya dari BBC Radio 4, klik di sini. Diadaptasi oleh Sarah Keating.

Jika Anda belum sadar, kita sedang memasuki paradigma kerja yang baru. Entah itu bekerja dari rumah, kerja paruh waktu, atau pekerjaan dengan waktu fleksibel. Yang jelas pekerjaan biasa dengan jam kerja normal, dari pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore, belakangan semakin kurang populer.

'Berbagi pekerjaan' menjadi format kerja yang juga menjadi bagian dari peralihan paradigma kerja tersebut. Bahkan, majalah Forbes baru-baru ini menyebutnya sebagai "revolusi dunia kerja terbaru".

Konsep 'berbagi pekerjaan' - di mana sejumlah orang akan menyelesaikan suatu pekerjaan atau proyek bersama-sama - telah ada sejak berpuluh tahun lalu. Akan tetapi di Inggris, hanya 0,4 persen populasi yang melakukannya. Meski sebagian besar manajer terbuka terhadap gagasan bekerja secara fleksibel, termasuk dengan berbagi-pekerjaan, mereka sulit memahami bagaimana praktiknya di lapangan.

Maggy Pigott dan Judith Killick sudah berbagi pekerjaan selama 23 tahun untuk menyelesaikan tujuh pekerjaan, berbagi kenaikan jabatan dan bahkan mendapat gelar kehormatan.

Kedua perempuan ini menginginkan pekerjaan yang lebih fleksibel ketimbang karir di bidang hukum yang sempat mereka jalani. Maka itu, mereka memutuskan untuk (secara terpisah) beralih ke pekerjaan pelayanan sipil di kantor pidana banding.

"Saya tahu bahwa jika saya punya anak, saya ingin bekerja paruh-waktu," ujar Pigott. Killick juga "ingin menyeimbangkan urusan anak dan keluarga, jadi kami punya motivasi yang sama persis dan saya rasa itu penting."

Mereka masing-masing digaji untuk tiga hari. Pigott bekerja dari Senin sampai Rabu, sementara Killick bekerja dari Rabu hingga Jumat, di mana satu hari kerja mereka saling beririsan.

"Irisan di hari Rabu itu sangat penting," kata Killick. "Bukan saja untuk memberitahu pekerjaan apa yang sedang dijalankan, tetapi juga untuk mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dibagi dua." Hal ini termasuk urusan yang berhubungan dengan karyawan maupun strategi tugas mereka.

"Anda juga perlu mengomunikasikan dengan orang-orang di sekitar Anda bagaimana sistem berbagi-pekerjaan ini berfungsi. Bagaimana sistem ini melayani mereka yang Anda layani," tambah Killick, baik bagi para hakim maupun para klien. "Mereka perlu memahami bagaimana sistem ini berfungsi bagi mereka."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Berbagi-pekerjaan dapat berhasil bila rekan Anda memiliki keahlian yang berbeda sekaligus saling melengkapi

Mencari rekan yang saling melengkapi juga penting. "Bagaimana pun, itu mungkin hal paling sulit untuk didapatkan," imbuh Killick.

"Maggy dan saya bertemu ketika bekerja dalam sebuah departemen yang sama dan, kebetulan, kami tengah melalui tahapan hidup yang sama, baru melahirkan dan ingin melakukan hal ini."

Tapi, menurut Pigott, rekan berbagi pekerjaan tidak perlu benar-benar serupa. "Judith dan saya benar-benar berbeda. Jika Anda cukup berbeda dan dapat melengkapi satu sama lain, itu bagus, karena Anda dapat bekerja sesuai kekuatan Anda dan bisa saling membantu dan membimbing pada aspek-aspek yang mungkin dikuasai dengan lebih baik oleh rekan Anda."

"Tapi saya rasa Anda harus punya cara berpikir yang sama agar berhasil," tambahnya. "Tidak akan berhasil jika salah satu di antara kami gila kerja, sementara yang satunya tidak. Anda juga, tentunya, harus punya cara berpikir yang sama menyangkut kepemimpinan dan tata kelola, karena Anda tidak mau rekan Anda menindas Anda."

Rasa percaya pada rekan berbagi kerja menjadi poin yang mereka tekankan.

"Saya harus merasa bahwa ketika saya libur selepas hari Rabu, saya menyerahkan pekerjaan kepada Judith tanpa rasa khawatir, saya bisa pulang untuk fokus pada anak-anak, atau di masa mendatang fokus pada Ibu saya atau hal lainnya," tutur Pigott.

Ia menambahkan, "apapun yang Judith lakukan, saya bisa tenang, dan bahkan jika saya tidak 100 persen senang, saya merasa cukup senang."

Selain itu, Killick mengatakan bahwa kebiasaan memeriksa apa yang sudah dikerjakan rekan Anda harus dihindari bagaimana pun caranya. "Jangan mengungkit-ungkit yang lama, selalu maju ke depan."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Membagi pekerjaan membutuhkan waktu dan tenaga

Membagi pekerjaan membutuhkan waktu dan tenaga. "Banyak persiapan yang perlu dilakukan karena masalah terbesar yang mungkin Anda temui adalah orang lain tidak bisa membayangkan bagaimana sistem ini akan berfungsi dengan baik," ungkap Killick.

"Orang sulit membayangkan, maka itu lakukan banyak persiapan tentang bagaimana Anda akan membagi pekerjaan itu, sehingga Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul."

Meski sistem berbagi pekerjaan masih belum banyak dimanfaatkan, ada hasrat besar yang timbul di masyarakat untuk memiliki pekerjaan dengan jadwal di luar pola tradisional.

Penelitian konsultan menunjukkan, meskipun 87% masyarakat Inggris lebih memilih pekerjaan yang bersifat fleksibel, ketersediaan pekerjaan tersebut masih sangat kurang, yakni hanya 11%. Hampir separuhnya adalah jenis pekerjaan paruh-waktu.

Para pria juga ingin bekerja secara fleksibel, tapi kemungkinan mereka diterima bekerja pada pekerjaan-pekerjaan itu lebih kecil dibanding wanita, yang menghadapi diskriminasi nyata, yang menyebut mereka punya tanggung jawab lebih besar dalam mengurus rumah dan keluarga dibanding pria.

Menurut Maggy Pigott, yang telah melatih para manajer level menengah untuk membantu mereka membuang rasa enggan terhadap gagasan berbagi-pekerjaan, "jika Anda belum pernah melihat sistem berbagi-pekerjaan ini berjalan, Anda akan selalu memiliki banyak alasan untuk mengatakan bahwa sistem itu tidak akan berhasil… sekalinya Anda melihat sistem ini diterapkan dan melihatnya benar-benar berjalan dengan mulus, maka rasa takut tak beralasan itu akan hilang."

Salah satu contohnya adalah ketika Killick dan Pigott bersama-sama mendaftar untuk mendapat kenaikan jabatan menjadi pegawai negeri sipil senior. "Kami yang pertama melakukannya," ujar Killick, "dan saya ingat saat mendapat telepon dari departemen SDM yang menanyakan, 'menurutmu, bagaimana sebaiknya kami mewawancarai kalian?'"

Hak atas foto Getty Images
Image caption 'Manfaat sistem berbagi-pekerjaan bagi perusahaan dan karyawan sangatlah besar'

Karena sama-sama tidak punya pengalaman dalam hal itu, Killick lantas memberi jawaban spontan. Ia menyarankan departemen SDM untuk mewawancarainya dan Pigott secara terpisah untuk menilai apakah mereka layak, tapi di sisi lain juga menilai mereka sebagai kesatuan untuk menilai keserasian mereka. Dan hal itu pun menjadi pola wawancara kerja karyawan yang berbagi pekerjaan.

Tapi karena departemen SDM, dalam kasus ini, harus melakukan tiga wawancara kerja untuk kandidat-kandidat yang sama, apakah hal itu layak dilakukan?

Seperti yang dialami Pigott dan Killick, manfaat sistem berbagi pekerjaan bagi perusahaan dan karyawan sangatlah besar.

"Kini kami tahu bahwa sistem berbagi-pekerjaan itu lebih produktif," ungkap Killick. Penelitian menunjukkan bahwa sistem berbagi-pekerjaan pada level senior dapat meningkatkan produktivitas hingga 30%.

"Kami tidak merasa bekerja dua kali lipat tapi saya jelas merasa bahwa lingkup pekerjaan kami semakin luas seiring waktu karena ada dua kepala di sini. Anda dapat dua 'otak' untuk satu posisi."

Pigott berkata bahwa setelah mereka memulai sistem berbagi pekerjaan, orang-orang mulai menganggap hal itu normal. Dan normalisasi itu menjadi kunci kesuksesannya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption 'Dengan berbagi-pekerjaan, Anda tetap bisa memiliki pekerjaan arus utama dan bergengsi, dan itu adalah suatu keuntungan yang luar biasa."

"Idealnya, Anda perlu tenaga khusus di departemen SDM yang sengaja mencari orang-orang yang ingin berbagi pekerjaan dan mendorong mereka untuk datang dan menilai kalau-kalau hal itu bisa dilakukan dengan baik," kata Killick.

Iklan lowongan pekerjaan yang menyebut kriteria posisi dengan sistem berbagi-pekerjaan juga dapat membantu menghapus asumsi umum tentang satu karyawan untuk satu pekerjaan.

Killick dan Pigott kini sudah pensiun. Keduanya menerima gelar kehormatan dari Ratu Inggris dalam bentuk CBE (Commander of the Most Excellent Order of the British Empire).

Dan jika Anda masih memandang skeptis gagasan bahwa dua kepala lebih baik dari pada satu dalam dunia kerja, Anda perlu tahu ini: kedua perempuan itu digantikan oleh dua pekerja tetap (full-time) saat mereka meninggalkan posisi mereka.

Pigott sangat bersyukur telah memiliki karir yang memuaskan, yang tidak mungkin terjadi bila ia tidak membagi pekerjaannya.

"Dengan bekerja paruh-waktu, kesempatan untuk naik jabatan lebih kecil. Dengan berbagi-pekerjaan, Anda tetap bisa memiliki pekerjaan arus utama dan bergengsi, dan itu adalah suatu keuntungan yang luar biasa," ungkapnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Normalisasi sistem berbagi-pekerjaan menjadi kunci kesuksesan sistem tersebut

Akan tetapi, Killick mengakui adanya beban tanggung jawab yang mereka rasakan untuk menjamin sistem tersebut berhasil.

"Kami tidak ingin orang-orang di sekitar kami merasa dipersulit karena kami berbagi pekerjaan. Untuk itu kami merasa bahwa kami harus berusaha lebih keras."

Keduanya juga menyempatkan waktu untuk menyerbarluaskan sistem dan jejaring inkonvensional yang mereka kembangkan dengan orang-orang yang tertarik pada sistem berbagi-pekerjaan.

Seperti yang dikatakan Pigott, "Di dunia yang segalanya serba tersedia 24/7, memiliki pekerjaan yang dibagi dengan orang lain di mana Anda jadi punya waktu kosong untuk melakukan hal lain adalah sesuatu yang luar biasa dan memberi Anda keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi."

Versi bahasa Inggris dari artikel ini, Could you share your job with someone?, ada di laman BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait