Apakah laki-laki dan perempuan suka film komedi yang sama?

CLUELESS Hak atas foto PARAMOUNT

BBC Culture telah menyurvei 253 kritikus film untuk memilih film komedi terbaik versi mereka. Lalu apakah laki-laki dan perempuan menyukai film komedi yang sama? Berikut investigasi Miriam Quick.

Perempuan suka film komedi romantis. Sementara laki-laki senang menonton film yang membuatnya terbahak-bahak karena lelucon kasar.

Perempuan suka plesetan yang tidak vulgar, sementara lelaki sebaliknya. 'Film cewek' untuk perempuan. 'Film cowok', ya tentunya, untuk laki-laki.

Itulah berbagai stereotipe yang kerap tertanam di pikiran tentang film komedi dan siapa yang menontonnya.

Namun, stereotipe itu ternyata didukung hasil penelitian oleh sejumlah pengamat psikologi.

Penelitian di Amerika memperlihatkan bahwa mahasiswi cenderung lebih menyukai film komedi romantis, sementara para mahasiswa lebih senang komedi gelap. Alasannya karena sejumlah alasan budaya yang kompleks dan cara pemasaran film yang cenderung bernuansa gender: bahkan anak-anak pun bisa tahu mana judul film yang ditujukan untuk penonton laki-laki atau perempuan.

Hak atas foto Columbia Pictures
Image caption Mayoritas kritikus laki-laki maupun perempuan memasukkan Some Like It Hot, Dr Strangelove dan Annie Hall dalam lima besar pilihan mereka.

Selain itu, ada temuan menarik yang menyebut otak laki-laki dan perempuan, agak berbeda dalam merespon lelucon - contohnya, perempuan merasa lelucon yang disampaikan film-film kartun lebih mengena. Hal ini berbeda dengan yang dirasakan lelaki. Meskipun begitu, di sisi lain peneliti juga menyebut bahwa apa yang didefinisikan sebagai 'otak laki-laki' dan 'otak perempuan' itu sebenarnya tidak ada.

Lalu bagaimana dengan pendapat kritikus film profesional? Apakah kritikus film laki-laki punya selera humor yang sama dengan perempuan? Dari 253 kritikus film yang BBC Culture survei, sebanyak 118 di antaranya adalah perempuan, dan 135 laki-laki, inilah sedikit gambarannya.

Dan inilah lima film komedi yang populer di masing-masing gender.

Lima besar film komedi terbaik, kritikus perempuan

1. Some Like It Hot (Billy Wilder, 1959) (1)

2. Dr Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (Stanley Kubrick, 1964) (2)

3. Annie Hall (Woody Allen, 1977) (3)

4. Life of Brian (Terry Jones, 1979) (6)

5. Duck Soup (Leo McCarey, 1933) (5)

Lima besar film komedi terbaik, kritikus laki-laki

1. Some Like It Hot (Billy Wilder, 1959) (1)

2. Dr Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (Stanley Kubrick, 1964) (2)

3. Groundhog Day (Harold Ramis, 1993) (4)

4. Annie Hall (Woody Allen, 1977) (3)

5. Playtime (Jacques Tati, 1967) (8)

Kedua daftar tersebut mirip. Yang berada di posisi pertama dan kedua adalah dua film yang sama - Some Like It Hot dan Dr Strangelove - dan tidak sampai di sana dari 100 film yang dipilih, sebanyak 96 di antaranya sama-sama dipilih kritikus laki-laki dan perempuan. Bisa disebut nyaris tidak ada perbedaan. Bedanya hanya 2%!

Hak atas foto Columbia
Image caption Film komedi romantis When Harry Met Sally dipilih tiga kali lebih banyak oleh kritikus perempuan dibanding laki-laki.

Jadi, di sini bisa kita simpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gender dan pilihan film komedi.

'Efek film Clueless'

Namun, ada hal menarik. Sebanyak 14 film tampak dipilih karena ada keterkaitan dengan gender.

Hasil olah data memperlihatkan bahwa sembilan film cenderung lebih populer di mata kritikus laki-laki, sementara lima film di sisi perempuan. Meskipun begitu, peluang keterpilihan film-film ini hanya satu dari 20.

Film komedi yang cenderung populer di mata kritikus perempuan

1. Clueless (Amy Heckerling, 1995)

2. When Harry Met Sally... (Rob Reiner, 1989)

3. What We Do in the Shadows (Jemaine Clement and Taika Waititi, 2014)

4. The Great Dictator (Charlie Chaplin, 1940)

5. Mean Girls (Mark Waters, 2004)

Film komedi yang cenderung populer di mata kritikus laki-laki

1. The Nutty Professor (Jerry Lewis, 1963)

2. Playtime (Jacques Tati, 1967)

3. Animal House (John Landis, 1978)

4. Groundhog Day (Harold Ramis, 1993)

5. Sherlock Jr (Buster Keaton, 1924)

6. Sons of the Desert (William A. Seiter, 1933)

7. Monty Python and the Holy Grail (Terry Gilliam and Terry Jones, 1975)

8. Raising Arizona (Joel and Ethan Coen, 1987)

9. The General (Clyde Bruckman and Buster Keaton, 1926)

Beberapa film ini jelas sekali terasa seperti 'film cewek' atau 'film cowok', dengan latar belakang situasi gender yang sangat tradisional.

Animal House mengikuti kisah sejumlah lelaki muda slengean, sementara Clueless dan Mean Girls soal klik para siswi di SMA.

Film lainnya ditulis dengan sudut pandang gender tertentu: The Nutty Professor soal ilmuan yang menjadi idola perempuan setelah mengonsumsi sebuah ramuan. Sementara Sons of the Desert berbicara tentang Laurel dan Hardy yang berusaha menipu istri mereka. Kedua film ini tidak dipilih sama sekali oleh kritikus perempuan.

Sementara, film When Harry Met Sally dipilih kritikus perempuan tiga kali lebih banyak dibandingkan laki-laki. Film lainnya dalam daftar di atas, lebih sulit lagi untuk ditelaah.

Mengapa kritikus perempuan memilih What We Do in the Shadows, sebuah mockumentary dari Selandia Baru tentang vampir lelaki yang berbagi tempat tinggal?

Hak atas foto Madmen Ent
Image caption Sulit dijelaskan mengapa kritikus film perempuan memilih What We Do in the Shadows, yang semua pemerannya lelaki.

Namun, film yang mungkin bisa disebut 'layak' dipilih karena ada keterkaitan gender adalah Clueless. Film komedi karya Amy Heckerling merupakan adaptasi bebas dari novel Emma karya Jane Austen (novelis perempuan). Clueless adalah satu dari hanya empat film di dalam daftar 100 film komedi terbaik, yang disutradarai seorang perempuan. Kritikus film perempuan mungkin saja cenderung memilih karena alasan ini.

Hak atas foto PARAMOUNT
Image caption Cluesless adalah satu dari empat film di daftar, yang disutradarai seorang perempuan.

Tapi kita juga tidak boleh kehilangan gambar besarnya.

Peneliti di Jerman baru-baru ini menemukan bahwa alasan latar belakang gender terkait film yang ditonton, memang ada. Laki-laki cenderung memilih film eksen dan horor. Sementara perempuan, memilih film romantis.

Namun, orang-orang sudah terlalu lama dan berlebihan meyakini ini. Itulah stereotipe. Padahal fakta sebenarnya, perbedaan ketertarikan itu amatlah tipis.

Anda bisa menyimak versi Bahasa Inggris dari artikel ini dengan judul Do men and women find different films funny? di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait