Bagaimana GIF berjaya di internet

GIPHY Hak atas foto GIPHY

GIF atau graphics interchange format yang populer dalam percakapan modern di internet, ternyata sudah berusia 30 tahun ini. Arwa Haider menelusuri bagaimana format ini mendadak populer.

Di era informasi yang serba 24/7, dengan adanya tekanan untuk tampil beda, dan harapan umum bahwa kita harus bereaksi secepat dan seempati mungkin terhadap berita terbaru - kita pada akhirnya melakukannya dengan GIF.

GIF telah menjadi perlengkapan media modern yang ada di mana-mana, dalam berbagai bentuk, entah itu logo merek yang norak, atau kartu elektronik yang meriah.

Lebih dari itu, kini datang era baru yaitu 'GIF reaksi': klip bergerak yang diputar berulang, yang diunggah untuk mengungkap emosi tertentu.

GIF ini mungkin menampilkan bintang film, musik, kartun, atau kucing - dan mereka mewujudkan berbagai ekspresi yang telah menjadi perhatian sehari-hari di media sosial, seperti 'eye roll', 'facepalm', 'mic drop'. Ini adalah melodrama kecil yang ampuh. GIF juga terkesan sangat milennial - jadi mungkin cukup mengejutkan bahwa GIF benar-benar berusia 30 tahun ini.

Kembali ke Juni 1987, GIF awalnya diluncurkan oleh tim CompuServe yang dipimpin oleh penulis piranti lunak Steve Wilhite. Format ini menggunakan teknik kompresi tanpa kehilangan data Lempel-Ziv-Welch, yang berarti ukuran file (dan tentu saja visual warna-warni di dalamnya) bisa dikurangi tanpa membuat kualitasnya turun.

Ini nyatanya mendorong perubahan di era koneksi modem yang sangat lamban; desain web awal banyak menggunakan GIF, termasuk untuk grafis 'under construction' yang amat jenaka.

Perang teknologi berlangsung bertahun-tahun, termasuk tantangan dari format PNG (portable network graphics) di tahun 1990-an. Tetapi seiring dengan budaya digital yang berkembang, dan perangkat teknologi yang semakin bisa dibawa ke mana-mana, kemungkinan personalisasi GIF semakin populer juga.

Hak atas foto GIPHY

Jejaring sosial atau forum diskusi seperti Tumblr dan Reddit, dan juga Imgur, memiliki peran kunci mempopulerkan GIF. Pada 2010, 'GIF' terpilih oleh Oxford Dictionaries' USA sebagai 'Kata Tahun Ini'.

Jika Anda mengunggah sebuah GIF, kemungkinan besar Anda menggunakan Giphy. Perusahaan berbasis di New York ini awalnya dibangun sebagai mesin pencari di tahun 2013 oleh Alex Chung dan Jace Cooke.

Kini Giphy adalah perusahaan dengan 70 karyawan, dengan website, apps, dan platform yang terintegrasi dengan Twitter, Facebook dan Whatsapp. Saat ini, nilai perusahaan Giphy ditaksir sekitar US$300 juta dan dikabarkan memiliki 200 juta pengguna aktif harian pada Juli 2017.

"Ini bukan tentang perkembangan teknologi; ini tentang adaptasi manusia," kata Dr Sarah Thornton, sosiolog budaya berbasis di San Francisco dan penulis buku Seven Days in The Art World dan 33 Artists in 3 Acts.

"Desain berbasis pengalaman-pengguna telah menjadi jantung utama perusahaan teknologi. User interface (antarmuka pengguna) adalah kunci; harus hanya beberapa sapuan jari saja."

Dalam medium di mana kata-kata menjadi sangat terbatas, dampak emosional dari GIF menjadi lebih mengena.

"Dia itu lingua franca (atau bahasa penghubung)," kata Thornton. "Mereka tidak ditentukan oleh batas-batas linguistik, dan begitu sederhana sehingga anak-anak dapat memahaminya."

GIF memiliki cakupan multi-generasi yang luar biasa dengan tema-tema mereka (yang kemungkinan besar menampilkan klip-klip jadul Brando atau Monroe sebagai Beyonce, atau meme rasa 1980-an).

Keponakan saya yang berusia empat tahun mungkin belum bisa menulis surat pada neneknya yang berusia 60 tahun, tapi mereka bisa bertukar pesan dengan GIF.

Justin Garbett, Editor Senior di bagian 'GIF Reaksi' di Giphy, menjelaskan pekerjaannya sebagai 'pekerjaan impian generasi milennial', tetapi juga menguraikan daya tarik yang luas dari GIF.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Emoji jempol bisa hanya diartikan satu hal, tapi GIF jempol punya banyak arti.

"GIF menambah humor dalam percakapan kita, tetapi mereka juga bisa menjadi dialek yang unik di antara dua orang yang spesifik," kata Garbett. "

"Emoji dan teks mengkomunikasikan hal-hal yang sangat spesifik; dengan GIF Anda bisa menambah 'warna' dalam arti. Emoji 'jempol ke atas' pesannya cukup jelas, tapi GIF 'jempol ke atas' bisa menggambarkan perasaan senang, sarkastik, meyakinkan, atau bahkan ragu-ragu."

"Anda bisa menggunakan gambar aktor, referensi budaya pop, hewan lucu, apa pun. Kosakata Anda tak terbatas, dan Anda bisa menyampaikan banyak dengan sedikit tenaga. GIF juga bisa menjadi pesan yang berdiri sendiri, dan disertakan di mana saja: di pesan teks, unggahan media sosial, blog, dan lainnya."

GIF yang sempurna

Wartawan dan novelis Inggris Justin Myers, aka The Guyliner, adalah seorang penulis terkenal dan tajam yang mendapat reputasi bagus atas penggunaan GIF kreatif - terutama dalam kolom kencan online.

Myers mengakui bahwa memilih GIF yang tepat bisa menambah lama pengerjaan tulisan panjang; Dia juga mengungkap alasan mengapa GIF sukses menangkap imajinasi populer kita:

"Ini tentang ikut bergabung dan menghibur," kata Myers.

"Tidak semua orang punya kepercayaan diri untuk mengeluarkan kelakar. GIF membuka peluang itu karena semua orang bisa menjadi bagian dalam percakapan, atau mengalihkannya pada hal lain. Kecuali jika itu dipakai berlebihan, terutama dari GIF baru yang jadi viral."

"Tetap saja, GIF menyampaikan langsung apa yang ingin kita katakan, sehingga jadi sangat menggugah. Lebih mudah untuk membuat orang lain mengerti kita, jika kita menggunakan GIF yang mewakili diri kita - meskipun itu menampilkan gambar orang lain. Hampir mustahil untuk salah membaca GIF. Nada sinis dalam cuitan mungkin bisa disalahartikan, tetapi Anda tak perlu mesin pemecah teka-teki untuk mengartikan GIF Lucille Bluth dari Arrested Development yang memutarkan bola matanya."

Hak atas foto GPIPHY

Namun ekspresi instan ini bukan tidak diiringi oleh kerumitan.

Pada Agustus 2017, Teen Vogue menerbitkan tulisan op-ed online, We Need To Talk About Digital Blackface In Reaction GIFs (Kita harus membicarakan GIF-reaksi digital wajah kulit hitam).

Di dalamnya, penulis Lauren Michele Jackson mempertanyakan penggunaan gambar orang kulit hitam dalam GIF yang dianggap keliru.

Utamanya ketika diunggah oleh pengguna yang bukan orang kulit hitam untuk menguatkan karikatur rasis.

Ini jelas argumen yang penting; media arus utama dalam praktiknya cenderung menyisihkan budaya kulit hitam saat mengadaptasi gaya dan bahasa slang mereka.

Dan tentu, komunikasi dengan GIF punya berbagai lapisan juga; GIF-reaksi memang sengaja dilebih-lebihkan, sering menggunakan wajah populer untuk menunjukan emosi universal, atau mengungkapkan nuansa tersembunyi.

Fitur GIF-terpopuler yang ada di tiap mesin pencari bisa menyulitkan - tetapi GIF ini bekerja dengan baik ketika digunakan dengan empati dan terhubung dengan siapa diri kita.

Myers mengakui bahwa "GIF yang baik adalah GIF yang baik", meskipun ia juga reflektif: "Mungkin GIF tampak sebagai reaksi yang berlebihan, tapi sama seperti semua bentuk komunikasi, penggunaan GIF juga memiliki tanggung jawab," katanya.

"Apakah Anda memperkuat stereotip, menyisihkan seseorang atau mengungkapkan prasangka tidak menyenangkan? Itu semua harus dipikirkan."

Hak atas foto GIPHY

Seperti bentuk populis apapun, GIF juga sering dianggap sebagai 'ungkapan sepele'.

Ketika Myers baru saja memperkenalkan GIF sebagai fitur online untuk The Guardian, responsnya beragam. "Kami berpikir GIF sudah menjadi arus utama, tetapi nyatanya perlu waktu yang lama untuk mencapainya," katanya.

Tanggapan dari dunia seni juga ambivalen, meskipun GIF-seni secara teknis sudah ada sejak 1987; Galeri Tate Britain dengan berkelakar menggunakan GIF untuk 'menghidupkan' koleksi tahun 1840-an, dan sejumlah seniman kontemporer yang menggunakan GIF di antaranya Eric Yahnker berbasis di LA, yang karyanya tahun 2017, The Long Goodbye, memuji-muji pernyataan 'mic drop' Obama yang terkenal.

"Ada ketegangan antara digital dan analog," kata Thornton.

"Art (seni) dengan huruf 'A' adalah pengalaman fisik. Salah satu alasan mengapa museum seni populer adalah pengalaman fisik; Anda melihat hal-hal dalam sebuah galeri yang memiliki tekstur dan skala, itu mendalam, Anda secara fisik berinteraksi dengan mereka. GIF dan JPEG dapat membantu penjualan seni, tetapi orang benar-benar ingin melihat hal yang utuh."

Ada banyak alasan mengapa GIF menjadi viral - Barnett menyoroti keunggulannya: seperti kedekatan, ketepatan waktu dan orisinalitas, serta mendobrak 'dinding keempat' ("itu terasa seperti sebuah tindakan diarahkan tepat ke audiens").

Tapi pada akhirnya kualitas 'kejadulannya' yang mengingatkan kita pada film-film bisu, atau bahkan perangkat animasi tua zoetrope, yang memastikan GIF bisa bertahan.

"Mereka menjawab dahaga kita untuk bernostalgia, dan untuk memamerkan pengetahuan kita tentang budaya pop," kata Myers.

Hak atas foto GIPHY

"Pesan mereka dapat dibawa menjadi kekinian, terutama sekarang sangat mudah untuk menyesuaikan GIF. Salah satu GIF favorit saya menampilkan Joan Collins yang berperan sebagai Alexis dalam Dynasty yang membuka kertas dan melambai-lambai penuh kemenangan. Dialog yang menyertainya sebetulnya, "Saya punya dokumen untuk membuktikan itu"; Tapi Anda akan sering melihat itu diproduksi ulang dengan sangat modern 'Saya punya bukti kuitansinya'."

GIF mencerminkan "atomisasi dari budaya informasi," menurut Thornton.

"Semua orang saat ini multi-tasking, melompat dari percakapan satu ke yang lain dengan perangkat yang berbeda," katanya. "GIF memiliki kecepatan yang cocok dalam periode yang hingar bingar itu."

Dalam hitungan detik, visual ini dapat meninggalkan kesan abadi - dan berbicara banyak tentang kita juga.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul How the gif won the internet atau artikel lain di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait