Bagaimana adegan terakhir film Bonnie and Clyde mengubah Hollywood

Bonnie and Clyde Hak atas foto Warner Brothers
Image caption Film Bonnie and Clyde besutan Arthur Penn mendorong terciptanya sistem penilaian film AS yang lebih liberal

Pasangan penjahat yang sedang dalam pelarian, berkendara di jalan raya pada suatu musim panas. Mereka tersenyum dan bercumbu, sambil menggigit buah pir hijau yang ranum.

Ketika mereka melihat seseorang sedang sendirian di pinggir jalan, si pengemudi meminggirkan mobilnya dan menawarkan bantuan. Ketika ia keluar dari mobil, segerombolan burung beterbangan dari pepohonan di seberang jalan. Apa yang membuat burung-burung ini ketakutan?

Jawabannya tiba beberapa saat kemudian: ini jebakan. Semburan tembakan, dari polisi yang bersembunyi dari balik semak-semak tiba-tiba menyergap kekasih ini, melemparkan keduanya ke sekeliling seperti boneka kain. Tak terhitung peluru yang tembus ke badan, tungkai dan wajah mereka. Pengambilan gambar jarak dekat memperlihatkan peluru menembus pipi si pria, peluru yang lain menembus dahinya.

Akhirnya tembakan senjata berhenti. Bandit laki-laki terbaring mati di tanah. Sementara mayat perempuan itu menggantung keluar dari mobil, yang sekarang terlihat seperti keju Swiss di atas roda. Polisi yang membawa senjata keluar dari semak-semak. Potongan film menjadi hitam. Kredit penutup film muncul.

Ini adalah final sensasional dari film drama yang dibuat pada 1967, Bonnie and Clyde: urutan sekuen tegangan tinggi dalam adegan terakhir adalah yang paling terkenal -dan paling mengejutkan dalam sejarah film. Permainan dua aktor yang memerankan kedua karakter dengan sangat apik, sulit dilupakan: Faye Dunaway sebagai Bonnie dan Warren Beaty- yang juga memproduseri film ini- sebagai Clyde.

Hak atas foto Warner Brother
Image caption Bonnie Parker menciptakan skandal dengan merokok cerutu

Pada saat itu film ini sangat kontroversial, dan masih sampai sekarang. Sebenarnya, sulit dipercaya Bonnie and Clyde sekarang berusia setengah abad, mengingat dampak dari adegan terakhir film ini (dan adegan lainnya) masih ada. Sutradaranya, Arthur Penn, sengaja membuat adegan yang memperlihatkan bagian otak Clyde berhamburan dari kepalanya untuk mengingatkan penonton tentang pembunuhan JFK, menyiratkan beberapa indikasi mentalitas kreatif dibalik film ini.

Film ini memiliki dampak besar pada perfilman dan budaya populer secara lebih luas. Bonnie and Clyde menulis ulang aturan tentang kekerasan di layar emas, membuka jalan bagi sistem klasifikasi film baru yang lebih liberal di AS, dan memperkenalkan panduan Asosiasi Perfilman Amerika setahun setelah film dirilis, yang masih berlaku sampai hari ini.

Tak terhitung film-film yang terinspirasi dari film ini. Akan sulit dibayangkan adegan Sonny Corloene yang dihujani peluru di The Godfather, misalnya, jika Bonnie dan Clyde tidak mengalami hal yang sama. Demikian juga Tomy Montana di Scarface yang disutradari Brian De Palma.

Hak atas foto Warner Brothers
Image caption Clyde Barrow dan Bonnie Parker sangat hati-hati dalam menciptakan citra mereka, sengaja meninggalkan foto mereka untuk polisi setelah mereka meninggalkan tempat persembunyian mereka.

Referensi yang berasal Bonnie and Clyde menyebar jauh dan luas dalam budaya populer. Mereka hadir dalam lagu dari Jay Z dan Beyoncé, Lulu Gainsbourg dan Scarlett Johansson serts Eminem. Pada 2011, terdapat satu produksi Broadway dan dua miniseri TV pada 2013, serta buku-buku yang tak terhitung jumlahnya, lukisan dan karya seni lain, - meskipun sulit untuk mengetahui apakah karya ini benar-benar dipengaruhi oleh film, atau terinspirasi oleh karakter kedua subyek.

Kehidupan nyata Bonnie dan Clyde juga menginspirasi beberapa film yang diproduksi sebelum versi Penn, seperti film noir Gun Crazy yang diproduksi 1950 dan The Bonnie Parker Story yang diproduksi pada 1958 -yang menampilkan penampilan Dorothy Provine. Namun tidak ada yang seperti film versi Penn.

Banjir darah

Sementara semua orang masih berbicara tentang dampak dari momen yang agak cabul dalam film Bonnie and Clyde -terutama pada adegan terakhir- pengaruh film meluas lebih jauh dari sekedar revolusi kekerasan dalam perfilman. Bonnie and Clyde mengguncang fondasi Hollywood, memainkan peran utama dan mengarahkan industri film AS menuju sejarah baru yang menarik.

Hak atas foto Warner Brothers
Image caption Sutradara Arthur Penn mengarahkan Warren Beaty yang berperan sebagai Clyde. Film Arthur Penn meneliti kesenjangan antara bagaimana Bonnie dan Clyde melihat diri mereka sendiri dan realitas

Diawali dengan kegagalan di box-office, Bonnie dan Clyde kembali dirilis menyusul respon yang antusias di Inggris. Seorang penulis, Peter Biskind menjelaskan dalam bukunya Easy Riders, Raging Bulls yang dirilis pada 1998: "Ini menjadi hit, lebih dari hit, ini fenomena."

Bonnie and Clyde kemudian menjadi fenomena di Amerika Serikat juga. Banyak kritikus saat itu memberikan respons yang berlawanan, tapi bukan tanpa pujian, dan menghasilkan 10 nominasi di Academy Awards.

Terinspirasi oleh karya pembuat film Prancis seperti François Truffaut dan Jean-Luc Godard, Bonnie dan Clyde memberi tanda pada kedatangan genre new wave di film Amerika yang terinspirasi Eropa, yang dipengaruhi oleh kepekaan kontemporer -dan sering kali sinis. Gerakan ini dijuluki oleh pers sebagai "New Hollywood."

Kita melihat beberapa dari kepekaan tersebut tercermin dalam sikap film terhadap bank. Bonnie and Clyde mengambil setting masa Depresi Besar tahun 1930an, latar belakang sebuah negara yang dilanda kemunduran ekonomi dimana ada beberapa penghormatan terhadap peraturan undang-undang, namun jelas tidak ada bagi bank-bank tersebut.

Dalam adegan awal yang penting, ikatan Bonnie dan Clyde dengan seorang pria yang rumahnya telah diambil alih. Bonnie menggambarkan ini sebagai "rasa malu yang menyedihkan".

Penulis skenario film tersebut, David Newman dan Robert Benton, menolak penggambaran karakter utama sebagai penjahat kelas kakap. Ini mungkin kenapa adegan terakhir film ini sangat berkesan: rasanya lebih seperti kekalahan, ketimbang pembunuhan dari seorang penjahat. Dalam beberapa adegan, Bonnie and Clyde tampak benar-benar kebingungan dengan orang yang ingin menyakiti mereka.

Energi dan politik seksual yang tidak biasa dari film ini juga berkontribusi pada kontroversinya. Sindiran itu terang-terangan sejak awal. Tak lama setelah dua karakter bertemu, Bonnie dengan secara terang-terangan mengeluarkan leher botol dari mulutnya, beberapa saat kemudian membalikkan revolver Clyde yang diposisikan di depan selangkangannya.

Naskah asli film ini bahkan memiliki ménage à trois urutan, yang akhirnya dihapus. Tidak ada adegan seks antara Bonnie dan Clyde, karena tidak mungkin: Clyde impoten. Dan dengan ini muncullah saran provokatif bahwa senjatanya, dalam arti tertentu, menggantikan penisnya.

Hak atas foto Warner Brothers
Image caption Penulis skenario David Newman dan Robert Benton, menolak penggambaran karakter utama sebagai penjahat kelas kakap.

Arthur Penn tidak pernah menyutradarai film lain yang terkenal seperti Bonnie and Clyde. Tapi melalui karya ikon yang satu ini ia berperan dalam menciptakan budaya dimana pembuat film AS bisa menjadi selebriti besar. Gerakan New Hollywood, membawa kebangkitan auteurism di Amerika - sebuah sistem yang memberi penghargaan kepada sutradara film sebagai penulis utama. Ini bergeser keluar dari tangan pemilik studio, yang telah lama mencengkeram industri ini.

Kekuatan itu akhirnya kembali kepada mereka, ketika blockbuster modern (dengan anggaran raksasa yang berpotensi melonjak) mulai mendominasi pada tahun 1980an. Gerakan baru ini dimulai dekade sebelumnya oleh Jaws dan Star Wars.

Tapi sebelum itu, New Hollywood mengantar jajaran direktur hebat. Daftar ini mencakup beberapa pembuat film terbaik dan paling berpengaruh di era modern, seperti Martin Scorsese, Stanley Kubrick, Francis Ford Coppola, Robert Altman, Steven Spielberg, George Lucas dan Brian De Palma. Setiap seniman ini, dan banyak lainnya, berutang sesuatu pada Bonnie and Clyde.

Anda dapat membaca artikel berjudul asli How Bonnie and Clyde's final scene changed the Hollywood ini dalam bahasa Inggris di BBC Culture.

Berita terkait