Sepuluh perupa perempuan yang wajib Anda kenal

pelukis perempuan

Untuk menghormati sejarawan senirupa terkemuka, Linda Nochlin yang meninggal akhir Oktober lalu, kami menyusun daftar 10 perupa dari seluruh dunia, yang harus berada di radar Anda.

"Di bidang sejarah seni rupa," tulis akademisi Linda Nochlin pada tahun 1971, "sudut pandang pria kulit putih Barat, yang secara tidak sadar diterima sebagai sudut pandang sejarawan seni, mungkin -dan memang- terbukti tidak memadai. Tidak hanya untuk alasan moral dan etika, atau karena bersifat elitis. Tapi murni karena karena alasan intelektual."

Esai yang ditulis Nochlin - Mengapa Belum Ada Perempuan Perupa yang Hebat? - mengubah sejarah seni rupa, jadi tak lagi seperti yang diyakini sebelumnya.

Kekuatan pendorong karir akademisnya adalah untuk mengakhiri pengaburan perempuan dalam seni rupa sebagai pencipta dan kritikus.

Dalam semangat karya dan perjuangannya, kami mengumpulkan sejumlah perupa perempuan dari seluruh dunia yang harus mendapat perhatian lebih.


Amrita Sher-Gil (1913 - 1941)

Three Girls karya Amrita Sher-Gil, 1935 Hak atas foto Getty Images
Image caption Three Girls karya Amrita Sher-Gil, 1935

Seorang seniman berdarah India dan Hungaria, karya-karya Sher-Gil baru populer di India dan Eropa saat dia meninggal pada usia begitu muda, 28 tahun.

Karya-karyanya sekarang termasuk yang paling mahal di lelang karya seniman perempuan India. Ia juga dipandang sebagai pelopor seni rupa modern dan gerakan avant-garde India.

Fede Galizia (c1574 - c1630)

Judith with the Head of Holofernes by Fede Galizia, 1596 Hak atas foto commons.wikimedia.org
Image caption Judith with the Head of Holofernes (Yudith dan kepala Holofernes) karya Fede Galizia, 1596

Sementara sesama perupa Renaisans, Artemisia Gentileschi menikmati bangkitnya minat baru dan meluas atas karya dan kisah hidupnya, nama Fede Galizia masih kurang dikenal di luar lingkaran seni rupa Italia. Dia mempelopori genre still-life, tapi juga sangat piawai dalam seni lukis potret, serta mrupakan pelukis miniatur yang sangat jempolan.

Menariknya (dan juga sebagaimana Gentileschi) dia melukis gambaran Yudith yang memenggal kepala Holofernes, sebuah peristiwa yang diambil dari Alkitab. Banyak yang berpendapat bahwa wajah Yudith di sini sebenarnya adalah potret diri Galizia.

Uemura Shōen (1875 - 1949)

Yang guifei karya Uemura Shōen Hak atas foto Shohaku Art Museum,
Image caption Yang Guifei karya Uemura Shōen

Sejarah seni penuh dan jenuh oleh gambar perempuan cantik yang dilukis oleh para perupa pria, namun seniman Jepang Uermura Shōen mengubah cara pandang pria itu ke atas kepalanya pada abad ke-19 dengan karya-karya gaya bijin-ga yang masyhur; studi tentang perempuan yang terbuat dari cetakan woodblock.

Henriette Browne (1829 - 1901)

Fellah nord-africaine Hak atas foto Oldham Art Gallery
Image caption Fellah nord-africaine, atau Seorang Fellah Afrika Utara karya Henriette Browne, 1867.

Istri seorang diplomat, pelukis Orientalis Prancis Henriette Browne (nama aslinya: Sophie de Bouteiller) menggunakan kesempatan perjalanan dinas suaminya untuk melihat dunia bagi dirinya sendiri.

Ia melukis berbagai subjek dari Suriah hingga Maroko. Browne tidak bisa menggunakan nama sebenarnya waktu itu karena di masa itu dianggap tidak pantas bagi seorang perempuan dari kalangan tinggi untuk menjadi seniman profesional.

Elizabeth Catlett (1915 - 2012)

Elizabeth Catlett Hak atas foto Vince Bucci/Getty Images for NAACP
Image caption Elizabeth Catlett, saat penganugerahan NAACP Image Awards ke 40, di Shrine Auditorium Los Angeles, California, 12 Februari 2009

Catlett adalah seorang seniman Seni Rupa Modern yang sangat dipengaruhi oleh tradisi artistik Afrika dan Meksiko. Dia menggunakan gaya ini untuk membantunya menggambarkan pengalamannya sebagai orang Afrika-Amerika di abad ke-20. Dia adalah cucu dari seorang budak yang dibebaskan.

Ia mengatakan bahwa tujuan dari karya seninya adalah untuk "menghadirkan orang kulit hitam dengan keindahan dan martabat mereka untuk diri kami sendiri bagi orang lain untuk memahami dan menikmatinya."

Elizabeth Catlett di depan lukisannya, Keisha M, saat penganugerahan Image Awrads Key of Life Award, tahun 2009 Hak atas foto Vince Bucci/Getty Images
Image caption Elizabeth Catlett di depan lukisannya, Keisha M, saat penganugerahan Image Awrads Key of Life Award, tahun 2009

Luisa Roldán (1652 - 1706)

St Ginés de la Jara by Luisa Roldán, c1692 Hak atas foto Getty Images
Image caption St Ginés de la Jara karya Luisa Roldán, c1692

Perempuan pematung pertama yang terdokumentasikan di Spanyol, 'La Roldana' adalah perupa Counter-Reformation yang sukses. Kliennya antara lain Raja Carlos II.

Luisa Roldan adalah putri seorang pematung dan juga menikahi seorang pematung. Namun karya-karyanya dianggap lebih unggul, menurut penulis seni terbesar saat itu, Antonio Palomino.

Patung karyanya, berbahan kayu polikroma seperti Patung St Ginés de la Jara ini, adalah salah satu karya utama yang selalu diarak dalam prosesi-prosesi keagamaan.

Emily Kame Kngwarreye (1910 - 1996)

LONDON, ENGLAND - JUNE 04: Sotheby's employees adjust Emily Kame Kngwarreye's 'Wild Yam 2' part of the Aboriginal Art Preview at Sothebys on June 4, 2015 in London, England. The painting forms part of Sotheby's Aboriginal Art Sale which will take place in London on June 10, 2015. Hak atas foto Peter Macdiarmid/Getty Images
Image caption Wild Yam 2, karya Emily Kame Kngwarreye, saat Aboriginal Art Preview di Sothebys, London, 4 Juni 2015)

Emily Kame Kngwarreye adalah perupa yang merupakan seorang suku asli Australia. Ia langsung menjadi sensasi dunia seni rupa pada umur 80an tatkala memutuskan untuk menjadi seorang prupa profesional.

Karya-karyanya bergaya abstrak, ia mengisi bidang-bidang kanasnya dengan goresan dan sapuan kaya warna yang mencerminkanb pemandangan kampung halamannya di Northern Territory.

Emily Kame Kngwarreye Hak atas foto TORSTEN BLACKWOOD/AFP/Getty Images
Image caption Pecinta lukisan Vyvyan Hammond menyimak adikarya Emily Kame Kngwarreye, 'Penciptaan Bumi,' 1995, menjelang sebuah lelang lukisan seni rupa Aborigin di Sydney, 23 Mei 2007. Karya itu trjual dengan harga 1,56 juta dolar Australia, , atau sekitar Rp16 miliar.

Frances MacDonald (1873 - 1921)

Sleep by Frances Macdonald, 1910 Hak atas foto Wikimedia Commons
Image caption Sleep by Frances Macdonald, 1910

Dua perempuan bersaudara MacDonald - Frances dan Margaret - adalah para perupa Skotlandia yang melukis dalam gaya Glasgow, 'Glasgow Style' selama tahun 1890an; gambar-gambar dengan sosok halus dan memanjang yang memberi dampak signifikan pada gerakan Art Nouveau dan mempengaruhi para pelukis seperti Gustav Klimt.

Frances kurang dikenal dibanding saudaranya karena suaminya, sesama peukis Herbert MacNair, menghancurkan banyak karyanya setelah Frances meninggal.

Edmonia Lewis (1844 - 1907)

The Death of Cleopara karya Edmonia Lewis, 1876. Hak atas foto Smithsonian American Art Museum
Image caption The Death of Cleopara karya Edmonia Lewis, 1876.

Edmonia Lewis adalah pematung yang sangat terkenal secara internasional, dan perempuan pertama keturunan Amerika Asli dan Afrika-Amerika yang mencapai status seperti itu.

Dia sangat terkenal terutama untuk keberhasilannya mengambil gaya neoklasik untuk menggambarkan pengalaman orang kulit hitam dan suku asli, sebagaimana ditunjukkan di sini dalam patung Cleopatra ini.

Anna Dorothea Therbusch (1721-1782)

Self-portrait with monocle by Anna Dorothea Therbusch, 1777 Hak atas foto Staatliche Museen zu Berlin
Image caption Selbstporträt mit dem Einglas, Potret diri dengan kaca mata tunggal. oleh Anna Dorothea Therbusch, 1777

Seorang perupa gaya Rococo dan pelukis potret, Anna Dorothea Therbusch hampir harus berhenti melukis sama sekali saat menikahi seorang pemilik penginapan yang ingin aar ia membantu sang suami mengelola restoran. Namun akhirnya dia trus melukis.

Dia antara lain melukis potret keluarga istana Prusia. Potret diri ini menunjukkan pengakuan terus terang kondisi matanya yang menderita rabun jauh.


Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di 10 female artists you should know about di laman BBC Culture

Topik terkait

Berita terkait