Apa saja 10 film yang wajib ditonton di bulan November?

Hak atas foto Pixar

Mulai dari film terbaru Pixar hingga kisah pendewasaan yang dialami seorang remaja gay di perkampungan Eropa, inilah sepuluh film yang layak Anda tonton di bulan November.

Call Me By Your Name

Film adaptasi dari novel André Aciman ini dipuji-puji kritikus dan bahkan telah meraih reputasi sebagai salah satu film terbaik tahun ini. Aktor muda 21 tahun, Timothée Chalamet berperan sebagai seorang remaja Italia yang jatuh hati pada seorang pria akademisi (Armie Hammer).

Ketika ditayangkan untuk pertama kali di Festival Film Sundance, kritikus film BBC, Sam Adams memberi Call Me By Your Name lima bintang. Adams menyanjung akting memukau Chalamet dan Hammer, sinematografi 'hangat'-nya, musik Sufjan Stevens yang pas, dan naskah yang sangat dalam karya Walter Fasano, James Ivory dan sang sutradara, Luca Guadagnino.

Guadagnino selama ini dikenal dengan film-filmnya yang menonjolkan sensualitas yang cerdas, tidak murahan, seperti lewat film I Am Love dan A Bigger Splash. Call Me By Your Name akan semakin memperkuat reputasinya itu. Tidak bisa dipungkiri, Call Me By Your Name akan menjadi kandidat utama peraih Oscar tahun depan.

Thor: Ragnarok

Thor hingga sekarang masih dianggap sebagai superhero Marvel yang paling terlupakan.

Meskipun tidak sedikit yang suka film pertamanya, tetapi Chris Hemsworth yang berperan sebagai Thor, kalah pamor dibandingkan musuhnya, Loki, yang diperankan Tom Hiddleston. Film keduanya, Thor: The Dark World, menghadirkan Thor yang terlalu serius. Film tersebut diklaim sebagai film terjelek yang pernah dibuat Studio Marvel.

Maka untuk menghadirkan suasana baru, Marvel mendapuk sutradara komedi asal Selandia Baru, Taiki Waititi.

Waititi sebelumnya menyutradarai film komedi vampir yang benar-benar segar, What We Do in the Shadows, dan film yang menjadi favorit di Festival Film Sundance, The Hunt for the Wilderpeople.

Thor pun ditampilkan sebagai karakter yang lebih manusiawi dan kocak. Alhasil, Thor: Ragnarok yang sudah tayang di Indonesia sejak 25 Oktober lalu, disebut sebagai film Thor terbaik, dan film Marvel paling lucu yang pernah dibuat.

Murder on the Orient Express

Setiap karakter detektif fiksi punya kisah yang paling diingat orang.

Misalnya Sherlock Holmes, dengan novel The Hound of the Baskervilles-nya. Sementara untuk penulis misteri legendaris, Agatha Christie, kisah detektif Hercule Poirot dalam Murder on the Orient Express-lah yang paling ikonik.

Kisah ini menuturkan tentang kasus pembunuhan seorang pengusaha kaya raya di kereta api yang sedang melaju di negara-negara Balkan. Sutradara Sidney Lumet pernah memfilmkannya pada 1974, dengan deretan pemain memukau, mulai dari Sean Connery, Ingrid Bergman, hingga Albert Finney sebagai Hercule Poirot.

Di film terbarunya, aktor Kenneth Branagh akan memerankan detektif Belgia itu, sekaligus sebagai sutradara, dengan deretan pemain kelas A, sebut saja Johnny Depp, Daisy Ridley, Michelle Pfeiffer, Penelope Cruz dan Dame Judi Dench.

Apakah ada misteri baru yang ingin diungkapkan Branagh lewat film ini? Mungkin saja. Murder on the Orient Express akan tayang akhir November ini.

Coco

Hak atas foto Pixar

Pixar telah dikenal sebagai studio film yang selalu berusaha mendobrak kualitas yang pernah mereka buat sendiri, membawa penonton ke dunia yang benar-benar berbeda.

Film Coco, yang disutradarai oleh orang di balik suksesnya Toy Story 3, Lee Unkrich, berkisah dengan latar belakang festival kematian, Dia de los Muertos di Meksiko.

Coco menceritakan seorang bocah, Miguel, yang menggemari seorang gitaris legendaris, Ernesto de la Cruz. Miguel ingin belajar agar bisa bermain gitar sebagus Cruz. Miguel pun melakukan perjalanan transformatif untuk bertemu dengan idolanya yang sudah lama wafat itu, dan mempelajari berbagai makna hidup, kreativitas dan orijinalitas.

Kita tentunya akan bertanya-tanya, apakah Coco akan menyamai kualitas film mahakarya Pixar tahun 2015 lalu, Inside Out. Yang jelas film ini secara visual akan memanjakan mata. Coco akan tayang di Indonesia pada 22 November mendatang.

Thelma

Sutradara Norwegia, Joachim Trier, telah membuat dua film drama ambisius tentang bagaimana orang hidup di zaman sekarang.

Filmya, Reprise dan Oslo, August 31 masuk dalam daftar-daftar 10 film terbaik para kritikus. Namun, sekarang Trier beralih ke genre yang berbeda: horor.

Thelma berkisah tentang seorang perempuan muda yang jatuh cinta pada seorang perempuan saat dia pindah ke Oslo. Perempuan ini pun terjebak dalam serangkaian teror berbau supranatural.

Berbicara saat pemutaran Oslo, August 31, di New York, Trier pernah menyatakan bahwa Norwegia adalah "daerah pinggirnya Eropa". Dan kita tahun dari film-film seperti Halloween dan Poltergeist, daerah pinggiran bisa jadi sangat mengerikan sebagai setting film horor.

Namun, Trier dikenal sebagai sutradara yang kerap menyajikan kedalaman emosi para karakternya. Sehingga, meskipun Thelma disebut sebagai film horor supranatural, tak mengagetkan jika film ini ternyata lebih menjurus ke horor psikologis, seperti Cat People atau Carrie.

1945

Bagaimana rasanya menjadi korban Holocaust yang akhirnya bisa kembali pulang ke rumah setelah perang dunia kedua?

Selain kebingungan mencari tahu nasib keluarga, seorang lelaki Yahudi ortodoks dan putranya, juga harus bertemu dengan tetangga-tetangga mereka yang non-Yahudi, yang tidak tahu kemalangan yang telah menimpa mereka.

Drama film ini bertambah ketika muncul pikiran bahwa para tetangga mereka, mungkin saja dulu pernah bekerja sama dengan Nazi. Mereka pun curiga bahwa si lelaki Yahudi akan balas dendam.

Variety menyebut, film karya sutradara Hungaria, Ferenc Torok ini sebagai "film yang segar dan cerdas dalam memgangkat isu yang sangat sulit, tetapi berhasil memvisualkannya dengan subtil dan dalam." Film hitam putih ini telah ditayangkan di Amerika mulai 1 November lalu.

Trophy

Tentu banyak orang yang tidak suka dengan perburuan liar, tapi ada juga yang tidak peduli.

Sutradara Shaul Schwarz dan Christine Clusiau mencoba mengangkat area abu-abu terkait kasus ini. Dipenuhi gambar-gambar mengerikan hewan ditembak mati dan dikuliti, bahkan ada rekaman badak hidup yang culanya digergaji, Trophy jelas memperlihatkan derita yang dialami hewan-hewan yang diburu di Afrika.

Namun, film ini juga menuturkan bahwa walaubagaimana pun, perburuan akan tetap terjadi. Film ini lebih jauh lagi menceritakan hubungan unik antara perburuan liar dan upaya konservasi binatang.

Kritikus Nick Schanger dari Variety menyatakan "bahwa Trophy mengemukakan banyak pertanyaan menantang, yang jawabannya tidak mudah didapatkan. Penonton akan merasa bahwa kita sebagai manusia hanya bisa menyelamatkan kehidupan kita dengan membunuh makhluk lain.." Trophy ditayangkan di Inggris mulai 17 November.

Paddington 2

Tahun depan adalah perayaan 60 tahun lahirnya si beruang yang pandai bicara, Paddington.

Untuk memperingati ini, Paul King, yang menyutradari film pertama Paddington yang dipuji-puji kritikus dan laris secara komersial, kembali menyutradarai sekuelnya.

Film ini dibutuhkan karena belakangan film-film anak-anak pun dibuat gelap dan penuh kekerasan. Film komedi keluarga ringan, seperti Paddington terasa seperti oase.

Plot Paddington 2 sebenarnya sederhana. Paddington yang sudah mulai nyaman tinggal bersama keluarga Brown (Hugh Bonneville dan Sally Hawkins), ingin menghadiahi tantenya sebuah buku. Namun, dia baru sadar bahwa uangnya tidak cukup.

Dia pun berusaha mencari berbagai pekerjaan. Ketika uangnya terkumpul, buku yang hendak dibeli ternyata dicuri orang. Paddington pun mulai menguak misteri pencarian buku yang dicuri itu. Paddington 2 akan ditayangkan di Indonesia, 30 November mendatang.

Good Time

Belakangan, duo pemain film jelek tapi laris, Twilight, Kristen Stewart dan Robert Pattinson telah mentransformasi diri mereka.

Keduanya kerap bermain di film arthouse. Terakhir, Pattinson mencat putih rambutnya, dan menjadi perampok sebuah bank di kota New York bersama adiknya. Namun, aksi itu malah membuat adiknya (Ben Safdie) yang mengalami gangguan mental ditangkap polisi.

Dia pun berusaha menggunakan uang yang dirampoknya untuk membebaskan sang adik. Upaya itu berujung dengan terjadinya berbagai hal yang tidak sesuai rencana.

Selain berperan sebagai adik karakter Pattinson, Safdie juga menyutradarai film ini bersama kakaknya, Josh Safdie. Good Time ikut berkompetisi dalam meraih penghargaan tertinggi di ajang Festival Film Cannes, Palm D'or.

The Killing of a Sacred Deer

Belum ada sutradara setelah Michael Haneke yang mampu mengobrak-abrik konvensi sosial segila sutradara Yunani, Yorgos Lanthimos.

Filmnya, The Lobster, membuat publik film Cannes ternganga dua tahun lalu. Film itu berkisah tentang masyarakat yang mengubah orang dewasa menjadi binatang, kalau mereka gagal mendapat pasangan hidup dalam 45 hari.

Nah, sekarang lewat The Killing of a Sacred Deer, Lanthimos menceritakan kisah thriller rumah tangga yang berpusat pada kehidupan seorang ahli bedah (Colim Farrell) dan istrinya (Nicole Kidman), yang berteman dengan seorang bocah yatim bernama Martin.

Bocah ini perlahan membuka rahasia kelam keluarga itu sekaligus menguak trauma kelam masa lalu mereka.

Film ini seakan memberi tahu kita bahwa sebuah keluarga yang tenang kadang dibangun oleh banyak kepalsuan dan kebohongan.


Anda bisa membaca versi Bahasa Inggris dari artikel ini di BBC Culture dengan judul Ten films to watch in November.

Topik terkait

Berita terkait