Benda-benda nyata yang mengilhami Harry Potter

Harry Potter Hak atas foto David S. Holloway/Getty

Sebuah pameran di British Library di London mengumpulkan benda-benda ajaib dari seluruh dunia untuk menyingkap lebih dalam lagi JK Rowling dan dunia Harry Potter-nya.

Jika masa kecil (atau bisa juga, masa dewasa) Anda adalah dunia di seputar Avada Kedavra dan Marauder's Maps, maka barang-barang aneh bin ajaib yang dipamerkan di pameran Harry Potter: A History of Magic di British Library tidak boleh dilewatkan.

BBC Culture menyimak lima di antara alat-alat sihir paling menakjubkan, yang memapar beragam warisan benda-benda mitologis yang menginspirasi JK Rowling untuk membuat serial Harry Potter.

Burung phoenix

phoenix Hak atas foto British Library
Image caption Seekor phoenix muncul dari abu pada abad ke 13

Unicorn, naga dan centaurus sering muncul di dunia Harry Potter, dan kendati JK Rowling sendiri tidak menciptakan sendiri mahluk-mahluk ajaib ini, dia jelas memberikan nafas baru kepada mitos-mitos purba tersebut.

Dia menampilkan imajinasi lain pada phoenix, seekor burung dari mitologi Yunani, dalam buku Potter keduanya, The Chamber of Secrets.

Burung merah seukuran angsa dengan paruh dan cakar emas, yang selintas tampak sedikit mirip dengan kalkun Natal ketika tiba saatnya 'Hari pembakaran' - hari tatkala burung itu punah dan lahir kembali sebagai bayi phoenix yang baru, dari abunya.

Apa yang betul-betul diciptakan JK Rowling adalah anggapan bahwa bulu-bulu phoenix dapat menjadi bagian penting dari tongkat sihir, seperti milik Harry dan Lord Voldemort.

Air mata phoenix juga dapat menyembuhkan luka, seperti yang dilakukan Fawkes, burung milik Profesor Dumbledore, terhadap Harry ketika dia terluka oleh Basilisk di buku kedua.

Meski sangat sulit dijinakkan, burung-burung itu dapat menjadi hewan peliharaan yang sangat setia; ketika Profesor Dumbledore terbunuh di seri berikutnya, Fawkes menyanyikan 'Phoenix Lament' - Ratapan Phoenix, lagu duka yang begitu menyayat hati, sehingga seakan lagu itu datang dari dalam sanubari si pendengar itu sendiri.

Sebuah naskah buku dari abad ke 13 ini menunjukkan bahwa seekor phoenix muncul dari abunya sendiri; membuktikan bahwa pendahulu JK Rowling juga memiliki imajinasi yang sama persis.

Batu bezoar

bezoar Hak atas foto The Board of the Trustees of the Science Museum
Image caption Kata 'bezoar' berasal dari bahasa Persia 'pād-zahr', yang berarti penangkal

Di tahun pertamanya di kelas Ramuan, Harry belajar sebuah pelajaran penting tentang bezoar yang sederhana dari Profesor Snape: "bezoar adalah sebuah batu yang diambil dari perut kambing, dan dapat menyelamatkanmu dari banyak racun."

Batu itu tentu saja pernah menolong salah satu tokoh dalam Harry Potter - siapa lagi kalau bukan Ronald Weasley - dalam buku Half-Blood Prince setelah dia keracunan minuman Mead yang sebenarnya diperuntukkan sebagai kado untuk Profesor Dumbledore.

Kata 'bezoar' berasal dari bahasa Persia 'pād-zahr' yang berarti penangkal. Bezoar merupakan makanan yang tidak tercerna yang biasanya ditemukan di dalam perut hewan, seperti kambing, dan sejak masa pendudukan Spanyol oleh bangsa Moor, dipercaya sebagai penangkal racun. Emas di sekitar bezoar itu menunjukkan betapa berharganya benda itu.

Nisan Nicolas Flamel

Nisan Nicolas Flamel Hak atas foto Paris, Musée de Cluny – Musee National du Moyen Ag
Image caption Nisan Nicolas Flamel

Nicolas Flamel adalah pencipta Batu Filosof, yang terkenal dalam buku pertama Harry Potter; penemuannya atas cairan keabadian membuatnya hidup sampai berusia 665 tahun - hanya dikalahkan oleh istrinya, Perenelle, yang hidup selama 668 tahun, yang hidup tenang dan damai bersamanya di Devon.

Yah, setidaknya sampai batu itu dihancurkan di akhir cerita dalam buku pertama, dan dia bersama istrinya wafat.

Namun Nicolas Flamel adalah manusia nyata, dan ini adalah nisannya. Dia seorang juru tulis dan penjual naskah asal Prancis di Abad Pertengahan, entah bagaimana dia membangun reputasi sebagai ahli kimia dan penemu Batu Filosof, yang dapat mengubah besi menjadi emas dan menciptakan kehidupan abadi.

"Jika Anda berusaha keras mencari dengan tekun di Google, akan tampak bahwa banyak orang mengira dia masih hidup di suatu tempat di India," kata Alex Lock, salah satu kurator pameran.

Tanaman Mandrak

mandrak Hak atas foto British Library Board
Image caption Sebatang tanaman Mandrak ditarik oleh seekor anjing, di Giovanni Cadamosto, Herbal.

Harry dan teman-temannya pertama kali bertemu dengan mandrak di tahun kedua kelas Herbology. Akar Mandrak itu dipanen karena kemampuannya memulihkan korban sihir yang membatu - karena mantra sihir hitam yang melumpuhkan.

Tetapi mandrake-mandrake itu bukan sekedar akar tua; mereka adalah mahluk-mahluk kecil yang jeritannya dapat menjadi tak terperi ketika mencapai usia dewasa. Itulah sebabnya penyihir-penyihir muda belajar memilih mandrak ketika masih merupakan bibit.

Akar mandrak sangat penting dalam cerita rakyat sejak jaman kuno, tampaknya karena akar-akar tersebut terkadang tampak seperti manusia biasa yang sangat keriput.

Untuk mencerabutnya dari tanah, orang biasanya mengikatkan sekor tali yang dihubungkan dengan seekor anjing yang kemudian menariknya, karena mereka takut pada jeritan mematikan itu, seperti yang digambarkan dalam Herbal, sebuah ensiklopedia tentang tanaman yang menjelaskan manfaat-manfaat pengobatan dan rahasia lainnya.

Mandrak juga sangat dikenal karena dambak halusinasi dan narkotikanya.

Bola kristal

bola kristal Hak atas foto Museum of Witchcraft, Boscastle
Image caption Bola kristal kecil berwarna hitam, digunakan oleh penyihir Paignton 'Smelly Nelly'

Harry Potter bukanlah penggemar bola-bola kristal - dia baru berjumpa bola-bola kristal di tahun ketiga dalam kelas Ramalan, dibawakan oleh guru yang nyentrik Profesor Sybill Trelawney.

Dalam pelajaran ini, para penyihir muda belajar bagaimana membaca masa depan, tetapi semua yang dilihat oleh Harry dan Ron hanyalah kabut putih yang berputar-putar.

Dalam buku The Order of the Phoenix, Harry terus menerus gagal untuk memperkirakan apapun saat menjalani ujian para penyihir.

Selain memiliki bola kristal a la Harry Potter, British Library saat ini mengoleksi bola kristal yang agak unik - bola kecil dan gelap milik Smelly Nelly, seorang penyihir Inggris yang menggunakan parfum berlapis-lapis karena percaya bahwa bau-bau itu akan menarik mahluk-mahluk halus yang dapat membantunya dalam membuat ramalan.

Menurut seorang peneliti dari tahun 1960-an, "kristal kecil berwarna hitam ini sangat menarik karena kristal bulan. Yakni, digunakan di malam hari, untuk melihat bayangan bulan pada permukaannya. Para penyihir kemudian mengamati cerminan bulan tersebut dan mendapatkan kemampuan meramal."


Anda bisa membaca versi Bahasa Inggris dari artikel ini dengan judul The real-life objects that inspired Harry Potter di BBC Culture.

Berita terkait