OK Computer, album yang merefleksi era ini, dua puluh tahun setelahnya

Radiohead Hak atas foto Wikipedia

Di antara judul yang dikabarkanakan menjadi album ketiga mereka, OK Computer, adalah Ones and Zeroes, dan yang kurang masuk akal, Your Home May Be at Risk if You Do Not Keep Up Repayments.

Pilihan yang lebih tepat, jika Blur tidak sampai di sana lebih dulu, pasti judul Modern Life is Rubbish jadi salah satu pilihan juga. Blur mengartikan "Rubbish" sebagai kata benda, bukan kata sifat: kekacauan, sisa-sisa, sampah.

Gagasan akan terlalu banyak informasi adalah sebuah trofi penting di tahun 90an, mulai dari tur konser TV Zoo U2 sampai novel Infinite Jest milik David Foster Wallace.

Album OK Computer menyalurkan sensorik yang berlebih dalam karya rock arketipe mutakhir: progresif, relevan, mendalam dan benar-benar populer.

"Banyak di album ini tentang kebisingan di latar belakang dan semuanya bergerak terlalu cepat dan tidak mampu mengikuti," Thom Yorke menjelaskan pada saat itu.

Karena ingin beralih dari introspeksi The Bends, dia berkata, dia merasa bahwa "dunia luar menjadi semua yang ada".

OK Computer secara rutin digambarkan sebagai 'dystopian' tapi itu tak sepenuhnya benar. Dystopia adalah mimpi buruk masa depan dan hampir tidak ada OK yang tidak benar di tahun 1997.

Pesawat terkadang macet. Begitu juga mobil. Kantung udara bisa menyelamatkan hidup Anda. Orang bekerja dengan pekerjaan yang perlahan membunuh mereka. Ambisi membuat Anda terlihat sangat jelek. Diakui, alien tidak benar-benar membuat film di bumi untuk menghibur orang-orang di rumah tapi yang lainnya adalah bayangan yang akurat, jika tak suram, adalah tentang bagaimana kita hidup saat itu.

OK Computer juga merefleksikan bagaimana Radiohead hidup saat itu. Secara khusus, ini mendokumentasikan bagaimana Yorke melihat dunia selama tahun-tahun ketika Radiohead berkeliling dunia untuk tur album The Bends, maka dari itu lagu-lagu di album ini sering merujuk pada moda transportasi.

Gitaris Jonny Greenwood mengatakan bahwa Let Down adalah "tentang perasaan yang Anda dapatkan saat Anda dalam perjalanan tapi Anda tidak mengendalikannya - Anda hanya melewati ribuan tempat dan ribuan orang dan Anda benar-benar dihapus darinya."

Mungkin berada di sebuah band tur adalah, bagi Yorke, sebuah sinekdok untuk kondisi modern: disorientasi, keterasingan, tanpa akar, kelelahan, kurangnya kontrol, gangguan sesekali, gerak konstan.

Dengan latar belakang identitas dirinya sendiri, dia menghindari perangkap yang membosankan untuk mengeluh tentang kesuksesan (paling tidak sampai pada tur dokumenter tur 1998 yang sesak, Meeting People is Easy) dan membuat sensasi itu universal.

Berbicara tentang inspirasi liriknya, Yorke menyebut lirik yang dibuat John Lennon dalam lagu A Day in the Life dan kemampuan Elvis Costello untuk menjadi "sangat emosional tanpa bersifat pribadi". Keduanya terbukti dalam tekad Yorke, seperti kata Christopher Isherwood, "sebuah kamera". OK Computer cenderung lebih ke reportase ketimbang komentar.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Gitaris Jonny Greenwood mendiskripsikan lagu Let Down seperti berda di persinggahan; selalu ada refererensi moda transportasi di album ini

"Barang-barang yang berarti apa saja datang dalam bentuk apa yang saya sebut Polaroids di kepala saya," katanya pada Vox.

"Dunia luar langsung mejadi sangat terang dan kuat, seperti terbakar, dan saya itulah saya menulis lagu-lagu."

Perjalanan Yorke dari otobiografi membawanya untuk menghuni suara lain, kehidupan lainnya. Gambaran yang dia tulis terwujud dalam bentuk mimpi, mantra, lagu pengantar tidur, litani, kutukan, omelan dan serangan panik.

Sumbu pusat komputer OK adalah kontras antara kebisingan dan ketenangan, kecepatan dan stabilitas - sebuah ambiguitas yang digambarkan oleh karya seni Stanley Donwood yang setengah mengaburkan, yang merupakan usaha yang berhasil sebagian untuk menghapus kekacauan itu. "Please could you stop the noise? (Tolong bisakah Anda menghentikan kebisingan ini?)" Yorke memohon pada awal Android Paranoid, lagu paling padat album ini. "Hey man, slow down. (Hei manusia, pelan-pelan)," dia memperingatkan The Tourist, lagu yang paling jinak. Orang-orang yang dia temui memekik seperti babi dan berdengung seperti lemari es. Dia tegang, tegang. Tapi perdamaian dan stasis bukanlah obat.

No Surprises adalah lagu pengantar tidur yang terdengar mencurigakan seperti catatan bunuh diri dan seluk beluk bersuara komputer Fitter Happier membuat slogan dan bromida swadaya tentang kehidupan yang seimbang menyerupai hukuman penjara.

Hak atas foto Peter Macdiarmid/Getty Images
Image caption Thom Yorke menyusun Fitter Happier dalam keadaan "histeria dan panik yang luar biasa"

Terhambat oleh kemandegan dalam menulis, Yorke mengurangi daftar tulisannya. Dia . lalu memasukkannya ke dalam sebuah mesin sampai suaranya terdengar benar-benar netral.

Adapun kemungkinan pelarian fisik, kita tahu dimana Romeo dan Juliet berakhir lewat lagu Exit Music (for a Film) dan penculikan oleh UFO yang baik hati di Subterranian Homesick Alien - fantasi religius akan era kejayaan serial X-Files - berakhir dengan kemungkinan menjadi kafir dan berada di rumah sakit jiwa.

'Prihatin tapi tak berdaya'

Salah satu solusinya yang tentunya tersedia adalah politik. Dalam bukunya Capitalist Realism, kritikus Mark FIsher membahas "pengertian luas bahwa kapitalisme bukan hanya sistem politik dan ekonomi yang layak, tapi juga bahwa sekarang tidak mungkin membayangkan alternatif yang koheren untuk itu". Bahkan sulit untuk membayangkan sebuah bentuk dari pelarian. Bermacam narator dalam lirik Yorke mewakili apa yang oleh Fisher disebut "penonton-konsumen, berjalan susah payah melalui reruntuhan dan relik".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hal-hal yang ditulis Thom Yorke dalam lirik ini termanifestasi ke dalam mimpi-mimpi, nina bobo, kutukan, racauan dan serangan panik

Cukup dengan mengangkat cermin hitam ke seluruh dunia, OK Computer memenuhi syarat sebagai politis namun pengaruhnya secara fundamental tidak berdaya: "Concerned but powerless (Prihatin tapi tak berdaya)," mengutip Fitter Happier. Tidak pernah ada seruan revolusioner yang terdengar tak berdaya seperti "Bring down the government/They don't speak for us" (Turunkan pemerintah / Mereka tidak berbicara untuk kita) di No Surprises.

Lirik yang lebih terang-terangan secara politis dalam Lucky dipotong karena terlalu banyak kata 'bollocks', sementara Electioneering, lagu kambing hitam dalam album ini, membuat studi soal Chomsky seperti ledakan keras: "Riot shields, voodoo economics/It's just business/Cattle prods and the IMF. (Perisai bahaya, ekonomi voodoo / hanya bisnis / produksi ternak IMF)"

Tidak ada prospek perubahan yang ditawarkan atau diprediksi. Tidak ada kejutan yang ditulis saat John Major menjadi perdana menteri dan kemudian beralih ke masa pemerintahan Tony Blair namun peralihan tersebut hanya menyisakan sedikit perubahan.

"Kami hidup di bawah sistem perbankan dunia dan media yang membuatnya hampir tidak relevan siapa yang berkuasa," kata Yorke.

Itu adalah sentimen disonan, meski tidak unik, di Inggris pada bulan Juni 1997, saat optimisme melambung tinggi di udara. Cukup sulit untuk menetapkan suasana hati tunggal ke era manapun. Pertengahan tahun 90an tidak semua tentang perasaan supersonik, segalanya menjadi semakin baik dan sepak bola pulang ke rumah.

Band Tricky merilis album Pre-Millennium Tension; Bahkan beberapa album Britpop memiliki subtipe kegelisahan dan kerapuhan. Namun, ini adalah waktu yang relatif damai, sejahtera, dan optimis, ketika budaya pop Inggris yang booming dan bangkitnya Pekerja Baru tercermin dan disempurnakan satu sama lain untuk menempa narasi kemajuan yang menggoda. OK Computer membunyikan lonceng kematian untuk optimisme itu - memang suara terakhirnya adalah berpadu yang mungkin berarti waktu itu sudah habis.

OK Computer adalah bagian dari bayangan sejarah tahun 90-an. Pada tahun 1989, ketika orang lain merayakan jatuhnya Tembok Berlin, Leonard Cohen mulai menulis nubuat yang sangat suram bahwa dia akhirnya membaptis 'The Future'; judul karyanya adalah If You Could See What's Coming Next. OK Computer memainkan peran yang sama seriusnya pada tahun 1997 dengan Yorke, seperti Cohen, sebagai orang yang depresif.

Sejarah, sayangnya, telah membuktikan bahwa orang-orang yang depresif ini benar.

Dalam bukunya The Age of Extremes, yang mempengaruhi OK Computer secara umum dan Climbing Up the Walls pada khususnya, sejarawan Eric Hobsbawm menulis: "Ketika orang-orang yang hidup di akhir abad 19an mengetuk jalan mereka melalui kabut globalisasi yang mengelilinginya, masuk ke dalam milenium ketiga, yang mereka tahu pasti bahwa era sejarah telah berakhir. Mereka sangat sedikit tahu. Cara tepat untuk menggambarkan OK Computer - mengetuk jalan melalui kabut global.

'Kegemaran sehari-hari'

Untuk semua keasyikannya yang suram, bagaimanapun, OK Computer bukanlah catatan yang menyedihkan. Musiknya lebih sering daripada tidak terlalu indah, meski kecantikannya sering membawa nada jahat. Rentang emosionalnya meluas sampai saat-saat kegembiraan sementara seperti kemenangan kembali dari kematian di lagu Lucky and Airbag.

Dan ada cukup banyak humor.

Band ini menggambarkan aspek Karma Police, Paranoid Android and Subterranean Homesick Alien sebagai lelucon - mengutip Douglas Adams dan menghukum Bob Dylan adalah salah satu cara untuk menusuk kegelapan.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Gitaris Jonny Greenwood dan Basis Colin Greenwood, keduanya kakak beradik

Rekaman ulang yang dirilis tahun ini termasuk rekaman studio pertama dari lagu favorit penggemar mereka, Lift, di mana Yorke, diselamatkan dari lift, mengatakan pada dirinya sendiri untuk "Lighten up, squirt (Cerialah, pecundang)". Seperti dalam Karma Police ("Phew, for a minute there I lost myself/Fiuh, semenit saja saya kehilangan diri saya sendiri"), hal itu menunjukkan bahwa Yorke tidak terlalu mengasyikkan karena pesimisme sendiri.

Yang terpenting, OK Computer memiliki fondasi belas kasih. Ketika pemain bass Colin Greenwood mengatakan bahwa hal itu "mendorong Anda untuk mencoba menemukan ruang Anda sendiri secara mental di dunia kontemporer," dia mungkin telah membuatnya terdengar sedikit terlalu mirip dengan aplikasi meditasi, tapi dia tidak salah.

Ini ada di sisi pendengar.

Berbicara dengan Pitchfork baru-baru ini, Jana Hunter dari band asal Baltimore, Lower Dens menyimpulkan banyak kecintaan fans untuk rekaman tersebut: "OK Computer menyampaikan rasa persahabatan untuk memahami dunia gila yang kami tinggali, dan saya sangat menginginkan pertemanan macam itu." Dalam solidaritas itu ada semacam penghiburan yang aneh.

Hak atas foto William B. Plowman/Getty Image
Image caption Lagu Electioneering menyuarakan studi Noam Chomsky

Dua puluh tahun lagi, ini masih merupakan teman yang berharga. Meski reputasinya, OK Computer bukanlah rekaman yang sangat hi-tech. Ini menyebutkan jalan raya dan jalur tram, tapi bukan ponsel, atau komputer.

Elektronika kurang menonjol dibanding gitar; Neil Young dan The Beatles tak sebesar Miles Davis dan DJ Shadow. Mungkin karena itulah hal-hal yang tidak ada saat diluncurkan, rasanya seperti bagian dari lanskapnya: smartphone, media sosial, Google, YouTube, pemasangan otomatis, mobil penggerak sendiri, pemindai full-body bandara, asisten suara AI, koleksi metadata, berita palsu, trolling, drone.

Tentu saja ada ekstremisme dalam hal merenungkan dampak teknologi pada manusia, dari para akselerator Silicon Valley hingga refuseniks neo-Luddite, namun untuk orang lain, ambiguitas adalah keadaan alami. Kita terus-menerus membiarkan teknologi membengkokkan bentuk kehidupan kita sambil bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah kita masuki.

Hasilnya adalah kegelisahan yang tidak jelas dan tidak terpecahkan. Kita harus lari agar tetap diam. Perasaan itu berada di jantung rekaman.

Meskipun kadang-kadang terjadi letusan drama ekstrem, OK Computer mengkhususkan diri dalam kesengsaraan sehari-hari. Ini merayap pada saya pada saat-saat dislokasi biasa: mengalami jetlag di travelator, bergulir tanpa berpikir melalui Twitter di kamar hotel jauh dari rumah, mengernyit ketika sebuah algoritma tahu lebih banyak tentang diri saya daripada seharusnya, mendengar suara yang yang direkam mengatakan bahwa ada item tak terduga di area kantong atau bahwa bahwa panggilan telpon saya sangat penting bagi mereka.

Rekaman kejam yang lebih eksplisit pasti akan tercatat dengan buruk - banyak yang punya - tapi Radiohead berkonsentrasi untuk membangkitkan suasana hati daripada menyampaikan pesan, dan keputusan itu membuatnya bisa bertahan lama dan terbukti di masa depan.

OK Computer memungkinkan kita melihat, dan merasakan, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Anda bisa menyimak juga artikel aslinya, The 20 year old black mirror dan artikel sejenis di BBC Culture.

Berita terkait