Seniman-seniman tersohor yang tutup usia di tahun 2017

Burung-burung Hak atas foto EITAN ABRAMOVICH / GETTY

Mulai penyanyi pop, perancang top hingga bintang film terkenal, BBC Culture kali ini mengulas kehadiran dan karya-karyaseniman yang telah tutup usia pada tahun 2017.

Emmanuelle Riva Hak atas foto Getty Images

Emmanuelle Riva

Betapa melimpahnya capaian karir Emmanuelle Riva sehingga begitu mudahnya melupakan bahwa peran yang dimainkannya sebenarnya cukup sedikit.

Terjun ke dunia akting karena melihat iklan sekolah drama yang dibacanya di surat kabar Prancis, Riva kemudian mendapatkan peran utama dalam film Hiroshima, Mon Amour (1959) yang menjadi pionir kelahiran gelombang baru sinema Prancis, La Nouvelle Vague.

Ramai dengan adu nalar, dikemas bak buku harian berisi gairah, melankoli dan memori, film yang dibintanginya itu memporak-porandakan bentuk sinematik yang umum kala itu, sebagaimana dilakukan pula oleh film-film seperti The 400 Blows (1959) atau Breathless (1960).

Tidak melulu di dunia akting, penjelajahan seni Riva juga mengambil banyak bentuk: saat terlibat dalam film Hiroshima, Mon Amour, misalnya, dia membuat foto-foto dari sudut-sudut kota Hiroshima yang hancur akibat bom atom- kelak karya fotografinya itu dipamerkan.

Tetapi sosok Riva paling dikenal karena sikapnya dalam dunia akting. Tidak seperti aktor seangkatannya, sebutlah Marlon Brando atau James Dean dengan kepribadian yang dominan, perempuan kelahiran 1927 ini dikenal dalam kemampuannya menyelami para toikoh yang diperankannya serta menerjemahkan visi sang sutradara - selama karirnya dia telah bekerja sama dengan sutradara auteur seperti Jean-Pierre Melville, Georges Franju, Marco Bellocchio dan Michael Haneke.

Totalitasnya dalam dunia akting membuat Riva, yang saat itu sudah berusia 85 tahun, masuk nominasi Oscar 2013 dalam film Amour yang disutradari Michael Haneke. (Penghargaan Oscar itu akhirnya diraih Jennifer Lawrence, namun adakah yang tidak menganggap bahwa seharusnya Oscar dimenangkan Riva?). Riva tutup usia karena kanker pada 27 Januari saat berusia 89 tahun.

Roger Moore Hak atas foto Chris Jackson/Getty

Sir Roger Moore

Apakah Roger Moore merupakan pemeran James Bond terbaik? Ini masih menjadi perdebatan.

Tetapi bagaimana pria kelahiran 1927 ini bisa menyaingi Sean Connery, yang menciptakan inkarnasi sosok agen 007 di layar lebar? Kejeniusan Moore justru terletak pada pilihannya untuk tidak berusaha meniru Connery.

Tokoh Bond yang dia perankan bukanlah gaya atau tipikal Connery - dia membuat agen rahasia itu benar-benar berbeda.

Tentu saja, tak seorang pun dapat menyangkal bahwa Moore merupakan tokoh Bond yang paling menyenangkan.

Bagaimanapun, berdasarkan pengakuannya sendiri, rentang pemeranannya terbatas - dia sering berseloroh bahwa yang cuma bisa dilakukannya hanyalah melengkungkan alisnya sesuai permintaan.

Tetapi jika bakatnya biasa-biasa saja, bagaimana dengan kemampuannya untuk terus berakting, termasuk pembuatan ulang film seri televisi untuk sosok non-Bond yang identik dengannya, The Saint (1962-1969), pada tahun 2017, setelah hampir 70 tahun?

Moore seperti mewujudkan tokohnya, dengan suara sehalus beludru dan cita rasa gaya pribadi yang membuatnya tampak sebagai orang yang baru menang besar di kasino- dan memberi tip secara diam-diam.

Ketika usianya memasuki 87 tahun, Moore bahkan masuk ke dalam daftar 50 pria Inggris dengan gaya berpakaian terbaik versi majalah GQ.

Saya mengangkat gelas khayalan berisi Bollinger 73 yang dingin untuk menghormati Anda, sir.

Chuck Berry Hak atas foto Francois Durand

Chuck Berry

Menyebut Chuck Berry sebagai pencipta musik rock 'n' roll seperti mengatakan George Washington merupakan penemu Amerika, tentu tidak akurat, sekalipun terasa benar.

Tetapi yang pasti Berry berada di antara para pendiri atau founding father genre musik rock 'n' roll. Roll over Beethoven adalah manifesto kemerdekaannya- sebuah album lagu yang dimaksudkan untuk mengenyahkan masa lalu, dan segala hirarki sosial, budaya dan estetikanya- yang sangat revolusioner pada masanya.

Dan lebih dari itu, sebenarnya Berry saat itu berhadapan dengan masalah rasisme yang masih merajalela.

Seperti diketahui, pada masa itu, setiap pemusik rock 'n' roll kulit putih -yang sudah menggunakan model gitar elektrik Stratocaster- semenjak 1955 hingga 1965 mencuri karya-karyanya. Misalnya saja, The Beatles memainkan lagu Rock and Roll Music.

The Beach Boys juga memainkan Rock and Roll Music, sekaligus mengambil intro gitar dari album Berry lainnya, Johnny B Goode untuk karya mereka sendiri Fun, Fun, Fun - Dan, ini tidak dimasalahkan, karena Berry sendiri mencurinya dari karya Louis Jordan, yaitu Ain't That Just Like a Woman.

Sampai hari ini, jika Anda ingin meramaikan sebuah pesta, putar saja Maybellene, Brown Eyed Handsome Man atau You Never Can Tell.

Hanya 12 bulan yang lalu, Anda masih dapat mendengar Berry, yang melakukan tur konser dan terus tampil di panggung, hingga kematiannya pada 18 Maret saat usianya memasuki 90 tahun, masih menyanyikan lagu-lagu tersebut secara live.

Karyanya memang abadi, tetapi apakah seseorang seperti Berry benar-benar meninggal dunia? Saya sepenuhnya percaya, seperti lirik lagunya yang legendaris Roll Over Beethoven: "The rockin" pneumonia atau paru-paru basah akhirnya mengalahkannya.

Dan kapan pun kita mendengar salah satu karyanya, Berry tetap memberi kita suntikan restoratif rhythm and blues (RnB) yang abadi.

Fats Domino Hak atas foto PATRICK KOVARIK/AFP

Fats Domino

Hanya Elvis Presley yang lebih terkenal ketimbang Fats Domino sepanjang 1955 hingga 1960. Domino, sang pianis dari New Orleans dan, seperti King dan Chuck Berry, merupakan pendiri aliasfounding father rock 'n' roll.

Kendatipun Domino lebih berakar pada jenis musik rhythm and blues, kritikus musik Robert Christgau mengambarkan gaya bermusik Domino: "Jika rock adalah musik dari lengkingan suara dan gitar, maka versi New Orleansnya adalah gabungan musik piano dan drum. Tentu saja, ini adalah musik rock, tetapi orang-orang lebih suka menyebutnya sebagai rolls."

Tepat sekali, Domino adalah roll dari rock-nya Berry. Dan mungkin saja lagu terkenal karya Domino, Blueberry Hill lebih menyerupai rengekan daripada tangisan sedu sedan.

Dan para pendengarnya sebelumnya sama-sekali tidak menganggap penting alunan musik ala Domino - album singlenya The Fat Man pada 1949 bisa dibilang merupakan rekaman rock'n roll pertama yang dijual sampai satu juta keping.

Dan dia tetap berlanjut, hingga merilis album studio terakhirnya pada 2006 lalu, menyusul berita bohong bahwa dia meninggal dunia saat badai Katrina meluluhlantakkan New Orleans - hasil rekaman terakhirnya, Alive and Kickin', digunakan untuk membantu Yayasan Tipitina, yang peduli terhadap nasib musisi New Orleans. Dia meninggal pada 24 Oktober dalam usia 89 tahun.

Tom Petty Hak atas foto Jerod Harris/Getty

Tom Petty

Tom Petty dianggap sebagai salah satu penulis lagu terkenal di Amerika Serikat. Setelah bertemu Elvis Presley ketika berusia 10 tahun, dia menjual mainan katapelnya demi membeli satu set rekaman Elvis, dan terinspirasi menjadi musisi saat usianya menginjak 13 tahun.

Lantas dalam sebuah wawancara dia berkata: "Saat menonton konser Beatles di Ed Sullivan Show, dan dijejali ribuan penonton, saya menemukan jalan keluarnya. Ada cara untuk itu. Anda ajak teman-teman Anda dan Anda melakukannya sendiri. Anda lalu membuat musik."

Dia lalu membentuk Tom Petty and the Heartbreakers pada tahun 1976, dan melanjutkan bersolo karir, membuat rekaman yang sukses seperti I Won't Back Down, Free Fallin' dan Runnin' Down A Dream dalam solo album pertamanya Full Moon Fever yang dirilis pada 1989.

Di dalam album itu termasuk kontribusi dari beberapa anggota grup musik The Traveling Wilburys yang dipimpin George Harrison, seperti Bob Dylan, Roy Orbison dan Electric Light Orchestra (ELO) pimpinan Jeff Lynne.

Dia tampil dengan grup musik Heartbreakers sepekan sebelum kematiannya, sekaligus menutup hari jadi 40 tahun turnya di Hollywood Bowl - lagu terakhirnya adalah American Girl.

"American Girl hanyalah satu contoh dari karakter yang banyak saya tulis," katanya suatu kali. "Bocah kecil dari kota kecil yang tahu ada sesuatu yang luar biasa di luar sana." Tom Petty meninggal pada 2 Oktober 2017 di usia 66 tahun.

Vinod Khanna Hak atas foto NARINDER NANU/AFP

Vinod Khanna

Dikenal sebagai aktor penting dalam industri film Bollywood, kematian Vinod Khanna menimbulkan duka cita mendalam bagi para koleganya sesama aktor dan penggemarnya -diantaranya adalah Presiden India, Pranab Mukherjee- di media sosial.

Aktor India ini pertama kali muncul pada 1968, mulai berperan sebagai tokoh penjahat sebelum beralih berperan sebagai pahlawan.

Gebrakan pertamanya sebagai pahlawan dimulai pada 1971 dalam film Hum Tum Aur Woh, diikuti film Mere Apne yang disutradari oleh Gulzar.

Pada 1999, Khanna menerima penghargaan Filmfare Lifetime Achievement untuk menghargai dedikasinya terhadap perkembangan film Bollywood selama lebih dari tiga dekade, termasuk peran romantisnya dalam film Jurm and Chadni dan film komedi musik Amar Akbar Anthony.

Pria kelahiran 1946 ini kemudian terjun ke dunia politik pada 1997, bergabung dengan partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata dan menjadi anggota parlemen mewakili wilayah Gurdaspur, di bagian utara Punjab. Dia juga pernah menduduki kursi menteri muda urusan luar negeri dan menteri budaya dan pariwisata.

Tak hanya dikenal sebagai aktor dengan peran yang populer, Khanna tampil sebagai sosok antagonis sebagai pelaku pembunuhan dalam film thriller Shaque (1976).

Sepanjang 1982-1987, Khanna pernah meninggalkan dunia glamor dan menjalani peran sebagai guru spiritual. "Saya adalah orang yang selalu melakukan pencarian. Di dunia, saya bergelimang uang, kemewahan, tersohor, tapi saya bertanya-tanya buat apa itu semua?" Vinod Khanna wafat pada 27 April 2017 di usia 70 tahun.

Sir Howard Hodgkin Hak atas foto Getty Images

Sir Howard Hodgkin

Pelukis Inggris Sir Howard Hodgkin, kelahiran 1932, bisa disebut sebagai karakter yang penuh kontradiksi.

Dia mengaku sebagai orang tidak pernah diperhitungkan, namun selama karirnya dia telah dianugerahi penghargaan CBE (1976), gelar ksatria alias Knighthood (1992) dan ditunjuk sebagai salah-seorang komisaris galeri seni modern Tate serta Galeri Nasional.

Dia juga mewakili Inggris di Venice Biennale pada 1984 dan memenangkan Turner Prize pada tahun berikutnya.

Dia memutuskan untuk menjadi seniman pada usia lima tahun, tetapi dia mulai menggelar pameran tunggal pertamanya pada usia 30 tahun: dia suka mengolah lagi lukisan-lukisannya, membuat 10 atau lebih lukisan dalam setahun.

Meski dikenal dengan karya abstraknya dengan warna cerah, dia suka menyebut dirinya sebagai "pelukis figuratif yang menyandarkan pada situasi-situasi emosional."

Dipengaruhi oleh seniman Prancis, Edouard Vuillard, Hodgkin melahirkan karya-karya yang penuh warna-warni selama lebih dari 60 tahun hingga menjadi seniman yang "menempatkan lukisan layaknya puisi"

Pada saat kematiannya, Hodgkin sang pakar warna, berkomentar "Saya punya banyak cara untuk menjadikan warna kuning itu identik dengan melankoli."

Sir Howard Hodgkin meninggal dunia pada 9 Maret 2017 di usia 84 tahun.

Sir John Hurt Hak atas foto Vittorio Zunino Celotto/Getty

Sir John Hurt

Sir John Hurt sekali waktu berkata, "seperti yang dikatakan Beckett, 'tidak cukup untuk mati saja, seseorang harus dilupakan juga'."

David Lynch menyebutnya "aktor terhebat di dunia", dan dia memang salah satu aktor terbaik yang serba bisa dan dicintai di Inggris.

Lahir di kota Derbyshire pada 1940, dia memberontak melawan sistem pendidikan yang ketat, dengan mendaftar di sekolah seni, kemudian mendaftar ke The Royal Academy of Dramatic (RADA), dan untuk pertama kalinya tampil di Royal Shakespeare Theatre(RSC) di London.

Di dunia teater, dia pernah memerankan kisah Hamlet, Little Malcolm and His Struggle Against the Eunuchs dan Krapp's Last Tape.

Tetapi perannya sebagai sosok Quentin Crisp, seorang penulis Inggris, pendongeng dan ikon gay, dalam film televisi The Naked Servant (1975) benar-benar telah melambungkan karirnya.

Sosok Quentin Crisp kemudian dia perankan lagi pada 2009 dalam film An Englishman in New York. Crisp menyebut Hurt sebagai "wakil saya di Bumi."

Peran-perannya dalam film terus bergulir, diantaranya Alien (1979), di mana makhluk luar angkasa keluar dari perut Hurt - yang dianggap sebagai adegan film yang paling diingat - seperti yang dia lakoni pula dalam film Lynch's The Elephant Man dan Heaven's Gate (keduanya diproduksi pada 1980).

Pada tahun-tahun berikutnya dia tampil dalam film Tinker, Tailor, Solder, Spy, Harry Potter dan Hellboy, dan pada 2013 dia memerankan War Doctor dalam film Doctor Who.

Nada suara Hurt yang luar biasa lembut sering digunakan untuk menyuarakan suara tokoh dalam film animasi. Salah-satunya sebagai sosok Hazek dalam animasi anak-anak yang mengerikan, Watership Down (1978) dan sebagai Aragorn dalam versi animasi The Lord of the Rings.

Dengan reputasinya sebagai sosok pengacau di masa mudanya, Hurt telah menikah empat kali dan bertahan dengan istrinya yang terakhir, Anwen Rees-Myers dan dua anak laki-lakinya.

Ketika ditanya apakah dia pernah menyesali jalan hidupnya, Hurt berkata, "Seseorang pernah bertanya pada saya, 'Adakah hal yang kamu sesali?' dan saya menjawab, 'Semuanya!' Apapun yang kamu lakukan, selalu ada pilihan yang lebih baik." Dia meninggal pada 25 Januari 2017 di usia 77 tahun.

Glen Campbell Hak atas foto Gaye Gerard

Glen Campbell

Glen Travis Campbell lahir pada 1936 di Billstown Arkansas, Amerika Serikat, anak ketujuh dari 12 bersaudara.

Di masa mudanya, karena kagum pada gitaris jazzm Django Reinhardt, dia segera memilih alat musik itu dan meninggalkan rumah menuju Los Angeles, di mana dia menjadi gitaris kelompok musisi musiman yang dikenal sebagai Wrecking Crew.

Seorang teman anggota kelompok itu, Leon Russell menyebut Campbell sebagai "pemain gitar terbaik yang pernah saya dengar, hingga kini."

Dia mencatat terobosan besar pada 1964 sebagai pengganti Brian Wilson setelah penyanyi Beach Boy itu mengalami gangguan saraf. "Dia cocok menggantikan saya," kata Wilson.

Hit pertama Campbell adalah Universal Soldier, sebuah lagu karya Buffy Sainte-Marie, yang menyuarakan anti perang yang dinyanyikan ulang olehnya - dan lagu-lagu hits lainnya pada 1960an dan 1970an, diantaranya Gentle on My Mind, Wichita Lineman, By the Time I Get to Pheonix dan Rhinestone Cowboy yang sangat terkenal pada 1975.

Dia mencetak sejarah pada penghargaan Grammy 1967 dengan memenangkan empat penghargaan dalam kedua kategori, country dan pop, dan pada 1960an dia melebarkan sayap ke dunia seni lainnya, yaitu tampil dalam film True Grit (1969).

Setelah sukses menjadi bintang tamu film seri televisi The Smothers Brothers Comedy Hour (1968), Campbell menampilkan program televisinya sendiri, yaitu The Glen Campbell Goodtime Hour, yang menampilkan bintang country seperti Kenny Rogers dan John Cash.

Menikah empat kali, dia berjuang melawan penyalahgunaan obat dan alkohol, sempat sadar, tetapi kambuh lagi pada 2003 sebelum terlahir kembali sebagai orang Kristen.

Pada 2011 dia mengumumkan bahwa dirinya mengidap Alzheimer dan mengizinkan seorang stafnya untuk ikut dalam tur terakhirnya untuk film I'll Be Me, dan menjadi terkenal karena keadaannya tersebut.

Dia merilis album terakhirnya, Ghost on the Canvas dan ditemani oleh tiga dari delapan anaknya dalam tur perpisahan. Campbell menerima penghargaan Grammy Lifetime Achievement Award 2012. Dia meninggal pada 8 Agustus 2017 pada usia 81 tahun.

Sam Shepard Hak atas foto FRANCOIS GUILLOT/AFP

Sam Shepard

Aktor, penulis naskah dan dramawan Sam Shepard dianggap sebagai salah satu dari bintang utama dalam teater Amerika Serikat.

Pria kelahiran 1943 ini menciptakan visinya sendiri tentang Amerika dengan mendekonstruksi dan mempertanyakan segala yang mendasar (archetypes), mitos dan kepahlawanan.

Dia menulis sekitar 50 karya, termasuk yang berhasil meraih Pulitzer Prize, Buried Child (1978), True West (1980) dan Fool for Love (1985), menjadi dramawan kedua yang paling sering tampil setelah Tennessee Williams.

Seperti halnya Williams, Shepard unggul dalam memotret keluarga-keluarga bermasalah yang terperangkap dalam lokasi domestik. Penulis Ryan Gilbey kepada The Guardian menggambarkan Shepard "seperti Beckett yang tampil dengan pakaian koboi."

Shepard juga menulis dan membantu menulis beberapa skenario film, termasuk Zabriskie Point (1970) karya Antonioni dan Paris, Texas (1984) yang disutradarai Wim Wenders, yang memenangkan Palme d'Or 1984 di Cannes Film Festival.

Dia juga menulis prosa dan bermusik, berkolaborasi dengan Bob Dylan dalam tur musiknya Rolling Thunder Revue, dan menuliskan lagunya yang berjudul Brownsville Girl.

Dia pernah menjalin hubungan yang menghebohkan dengan Patti Smith dan hubungan singkat dengan Joni Mitchell. Namun, hubungan cintanya yang terpanjang dan paling dibicarakan adalah dengan artis Jessica Lange - hubungan mereka bertahan hampir 30 tahun dan mereka memiliki dua orang anak.

Memiliki penampilan mirip bintang film klasik, sebagai seorang aktor, penampilan perdana Shepard yang paling diingat adalah sebagai petani yang sekarat dalam film karya Terrence Malick (1978), Days of Heaven dan sebagai pilot Chuck Yeager dalam The Right Stuff (1983).

Pada tahun-tahun terakhirnya, Shepard membintangi film adaptasi karya Cormac McCarthy, All the Pretty Horses (2000), The Assassination of Jesse James karya Coward Robert Ford (2007), dan sebagai kepala keluarga dalam Bloodline yang diputar di Netflix (2015).

Film-film lainnya termasuk Steel Magnolias (1989), Black Hawk Down (2001) dan August: Osage County (2013). Dia meninggal dunia pada tanggal 27 Juli 2017 di usia 73 tahun.

Mary Tyler Moore Hak atas foto Mario Tama/Getty

Mary Tyler Moore

Mary Tyler Moore sering dipercaya untuk memerankan tokoh perempuan yang mampu mengubah cara pandang terhadap kaum perempuan dalam dunia hiburan.

Dia sangat dikenal dalam perannya dalam film seri komedi The Dick Van Dyke Show pada 1960an dan The Mary Tyler Moore Show, yang berlangsung dari 1970 hingga 1977, dan disebut sebagai salah satu dari 17 pertunjukan yang mengubah televisi oleh majalah Time.

Lebih maju pada masanya, dia menggabungkan isu kesetaraan pendapatan sampai infertilitas dan homoseksualitas menjadi plot komedi, sehingga film serinya itu meraih penghargaan Emmy untuk seri komedi yang bertahan selama tiga tahun.

Memerankan sosok perempuan single yang menjalani kehidupan modern, Moore membantu para aktor perempuan untuk keluar dari peran istri yang tradisional dan sederhana, dan menjadi karakter yang lebih berwarna, lucu dan sembrono.

MTM Enterprises, yang diciptakannya bersama suami keduanya Grant Tinker, memproduksi pertunjukan dan program-program lainnya termasuk Hill Street Blues dan Remington Steele.

Dalam film Ordinary People, penampilan Moore sebagai ibu yang nestapa karena kehilangan anak laki-lakinya dalam sebuah kecelakaan membuatnya mendapatkan Golden Globe dan Oscar.

Dalam memoarnya, After All, Moore mengaku bahwa hidupnya sendiri penuh dengan tragedi dan ketergantungan: adik perempuannya meninggal karena overdosis obat-obataan pada usia 21 tahun, dan anak satu-satunya, Richie, yang lahir dari perkawinan pertamanya dengan Richard Meeker, berusaha bangkit dari penyalahgunaan obat tetapi akhirnya bunuh diri pada usia 24 tahun.

Menderita diabetes tipe satu, Moore mengkampanyekan pengobatan yang lebih maju untuk penyakit ini, dan merupakan pendukung hak-hak binatang. Suaminya Robert Levine, seorang dokter berada di sampingnya saat kematiannya pada 25 Januari lalu, saat usinya memasuki 80 tahun.

Michael Bond Hak atas foto JOHN STILLWELL/AFP

Michael Bond

Pada bulan Juni, dunia kehilangan salah satu dari penulis yang paling dicintai anak-anak. Dialah Michael Bond, kelahiran 1926, yang menciptakan sosok Paddington Bear.

Buku pertamanya, A Bear Called Paddington, dipublikasikan pada 1958. Sebuah boneka beruang teddy yang dihadiahkan kepada istrinya menginspirasi bentuk karakter Bond yang paling terkenal, perilaku halus Paddington dan topi yang terinspirasi dari ayah Bond, seorang manajer kantor pos lokal.

Inspirasi dari kisah Paddington yang mengasyikkan - tentang seekor beruang yang mencari rumah - telah menempel di benak Bond sejak Perang Dunia Kedua.

"Saya teringat anak-anak yang dievakuasi dari London dengan sebuah label di sekeliling lehernya dan semua barang miliknya berada di dalam satu kopor, dan ini menjadi bagian dari Paddington juga," katanya.

"Paddington Bear juga pengungsi dengan sebuah label - 'Tolong bantu beruang ini. Terima kasih'."

Karir barunya sebagai kameramen di BBC membuatnya meninggalkan pekerjaan lamanya di Angkatan Udara Inggris dan Angkatan Darat Inggrisk. Tetapi Bond akhirnya lebih menekuni profesinya sebagai penulis.

Terbilang produktif dan buku-buku lainnya juga sukses di pasaran. Bond juga berkarya dalam film seri televisi seperti The Herbs, Olga da Polga dan Monsieur Pamplemousseousse, seorang pensiunan detektif yang menjadi kritikus restoran yang selalu ditemani anjing pelacaknya, Pommes Frittes.

Semua karya-karya Bond disisipi karakter-karakter menawan dan humornya yang khas, memberikan mereka daya tarik abadi.

Pada 2014, StudioCanal meliris film layar lebar Paddington, di mana Bond ikut berperan di dalamnya. Dia menyebut film ini "benar-benar menyenangkan". Sekuelnya yang dirilis tahun ini menduduki box office.

Lebih dari 150 buku berjudul Paddington telah diterbitkan, dan lebih dari 35 juta eksemplar terjual di seluruh dunia dalam lebih dari 40 bahasa.

Paddington's Finest Hour -surat-surat dari sang beruang kepada Bibi Lucy di Peru- diterbitkan pada bulan April tahun ini. Michael Bond wafat pada 27 Juni 2017 pada usia 91 tahun.

Azzedine Alaïa Hak atas foto FRANCOIS GUILLOT/AFP

Azzedine Alaïa

Perancang busana Azzedine Alaïa terkenal sebagai 'King of Cling' karena gaun-gaunnya yang indah dan penuh sentuhan seni dan pas di tubuh.

Dia adalah seorang master dalam seni memotong, dan karyanya seperti terpahat, pas di tubuh pemakainya seperti kulit kedua.

Seorang penyuka kemeja hitam yang karyanya tidak banyak dan tidak biasa, pria kelahiran 1940 ini menjadi tokoh terkemuka dalam dunia fashion selama karirnya yang panjang.

Dia lahir sebagai anak dari keluarga petani Tunisia, kemudian dia pergi untuk belajar menjadi pematung di ibu kota negara itu, Tunis.

Para biarawati mendidik adik kembar perempuannya Hafida untuk belajar menjahit, dan meneruskan keahliannya pada sang kakak sehingga dia dapat mendorong dirinya sendiri untuk maju.

Setelah pindah ke Paris dia segera mengemban amanat dari kota yang glamour tersebut, dan dia menciptakan gaun untuk Greta Garbo, keluarga Rothschild, dan para penari kabaret Crazy Horse yang terkenal.

Dia mendirikan rumah modenya sendiri pada1979, dan terus menjalin kerjasama dengan para perempuan yang berpengaruh dan berbakat, mendandani Grace Jones, Cindy Crawford dan Tina Turner.

Dia dicintai dan dihormati oleh rekan-rekannya, dan seorang figur ayah bagi supermodel Naomi Campbell, setelah membantunya pada hari-hari pertamanya sebagai model. Dia memanggilnya 'Papa'. Dia meninggal pada 18 November 2017 di usia 77 tahun, dan bertahan dengan pasangannya, pelukis Christoph von Weyhe.

Anita Pallenberg Hak atas foto Hulton Archive

Anita Pallenberg

Aktris berdarah Jerman-Italia, model dan artis, Anita Pallenberg terjun dalam dunia glamour pada tahun 1960an, dan dikenal sebagai salah satu sosialita terfavorit dan gadis pujaan anggota grup band Rolling Stones.

Dia pernah menjalin hubungan dengan Brian Jones dan kemudian dengan Keith Richards, ayah dari ketiga anaknya.

Lahir di Roma, dia dikeluarkan dari sekolah asrama saat remaja, dan membuka jalannya ke New York di mana dia menghabiskan waktu di Andy Warhol's Factory.

Lalu di Paris, dia mulai masuk dunia modeling dan terjun ke dunia akting. Dia muncul dalam lusinan film, termasuk Barbarella karya Roger Vadim, dan film Performance yang eksperimental.

Lebih dari seorang artis yang tersohor, Pallenberg juga memainkan peran dalam membentuk penampilan dan suara dari Stones, dan pernah berkata "Saya merasa seolah-olah anggota keenam Rolling Stones."

Dia juga menjadi penyanyi latar, bersama Marianne Faithful, untuk lagu klasik Stones yang berjudul Sympathy for Devil.

Setelah melalui perjuangan melawan kecanduan obat-obatan, pada kehidupan selanjutnya dia belajar menjalani sebagai perempuan dewasa, menyelesaikan kursus busananya di London. Dia muncul sebagai dirinya sendiri dalam film Absolutely Fabulous.. Pallenberg meninggal dunia pada 13 Juni 2017 pada usia 75 tahun.

Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel ini Arts and culture stars who died in 2017 di BBC Culture.

Berita terkait