Kisah tragis di balik pencurian biola legendaris berharga miliaran rupiah

Myn Kim
Image caption Karier musik Min Kym melonjak setelah ia membeli biola buatan Antonio Stradivari, namun terjun bebas saat biola itu dicuri.

Min Kym merupakan penggesek biola bertalenta yang tengah berada di puncak karier ketika instrumen miliknya dicuri. Clemency Burton-Hill menjelaskan yang berikutnya terjadi pada pemain biola keturunan Korea Selatan itu.

Pada 2013, saya mendapatkan kesempatan langka seumur hidup: membuat film tentang Antonio Stradivari alias Stradivarius, pembuat biola yang paling sering dibicarakan sepanjang sejarah.

Saya dapat menyentuh dan menguji beberapa instrumen musik paling berharga yang pernah diciptakan.

Saya pun berkesempatan berbincang dengan sejumlah pakar musik dalam upaya memecahkan teka-teki paling mendasar tentang kejeniusannya.

Namun dalam suatu ketika saya lupa, saya sebenarnya diizinkan memainkan biola terkenal yang dibuat Stradivarius pada awal kariernya, sekitar tahun 1666, Serdet, yang masih awet hingga sekrang.

Mungkin ini terdengar dramatis, namun tiba-tiba saya memahami alasan Stradivarius disebut Stradivarius. Saya tahu, memainkan biola itu setiap hari di sepanjang hidup saya pun tidak akan cukup.

Sungguh pedih bahwa saya harus meletakkan biola itu kembali ke kotak penyimpanannya usai kamera selesai merekam video.

Seperti banyak pemain biola, saya tidak akan pernah berkesempatan memiliki 'Strad' saya sendiri dan hal ini sudah dipahami orang-orang yang berkecimpung di permainan biola.

Saya bahkan dapat disebut beruntung dapat menyentuh salah satu biola buatan Stradivarius. Namun Min Kym tidak termasuk kebanyakan pemain biola yang memiliki jarak cukup jauh dengan Stradivarius.

Kym adalah pemusik unik yang pada umur 7 tahun menjadi pemain biola pertama yang diterima di Sekolah Musik Purcell yang terkenal di London.

Empat tahun setelah itu, ia memenangkan penghargaan prestisius, yaitu Kompetisi Internasional Mozart.

Kym berada di jalur yang benar untuk menjadi salah satu solois klasik terbaik sepanjang masa. Yang ia butuhkan hanyalah biola yang tepat.

Image caption Wartawan BBC, Clemency Burton-Hill, harus menggunakan sarung tangan ketika memegang biola Strad.

Setelah mencari bertahun-tahun, pada usia 21 tahun Kym secara tak terduga dihadapkan pada sebuah biola yang dijual. Buatan 1696, biola itu membutuhkan perbaikan besar yang bisa memakan ongkos sekitar Rp80 juta per tahun.

Namun Kym saat itu sadar, dia tidak punya pilihan lain kecuali memiliki biola itu. Dan akhirnya, Kym memang menemukan 'kekasih jiwa' seumur hidupnya.

"Saya menyadari itu segera setelah hembusan nafas pertama," tulis Kym dalam memoarnya yang mendalam, berjudul Gone: A Life Unstrung.

"Seolah-olah 300 tahun lalu Stradivarius menyentuhkan tangannya di atas balok kayu, lalu membentuk biola ini khusus untuk saya.

"Perasaan itu seperti jatuh cinta pada pandangan pertama," tuturnya.

Kym menggadaikan unit rumah susun miliknya untuk membeli biola itu seharga $580ribu atau sekitar Rp7,7 miliar. Meski nominal itu terdengar begitu tinggi, faktanya angka itu terhitung murah untuk biola buatan Stradivarius.

Biola tersebut sesungguhnya harus ditebus setidaknya dengan uang sebesar $1,5 juta atau sekitar Rp19 miliar. Alat musik itu sangat berharga sehingga nilai jualnya terus meningkat.

Hak atas foto Rischgitz/Getty Images
Image caption Antonio Stradivari, sang pembuat biola dari Cremona, dilukis sekitar tahun 1700.

Kym tentu sangat beruntung. Satu dekade setelah itu, keyakinan Kym bahwa ia telah menuntaskan penantian seumur hidup untuk menemukan biola yang cocok akhirnya terbukti.

Karier yang dijalani Kym melonjak, dia tampil hampir di berbagai penjuru dunia dan meraih pujian secara global, serta mendapatkan kontrak pembuatan album dengan label rekaman papan atas.

Kym kala itu juga tengah merampungkan tahap akhir perilisan album yang berisi gubahan Johannes Brahms, berjudul Violin Concerto.

Lebih dari seluruh pencapaian itu, setelah membeli biola itu, Kym merasa telah menemukan jiwanya.

Namun kemudian sebuah tragedi menimpanya. Pada suatu petang yang dilanda hujan di bulan November, biola Stradivariusnya digondol pencuri ulung di restoran Pret a Manger, di kawasan Stasiun Euston, London.

Kym menuturkan, kejadian itu seperti membuat waktu dan hidupnya berhenti. Kym lantas kerap dilarikan ke klinik depresi dan dia hampir tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya.

Kym hampir tak bisa melakukan apapun. Dia tidak membuat karya musik apapun. Dia tidak tertarik memiliki biola lain, termasuk biola buatan Stradivarius lainnya.

Biola Stasiun Euston

Bagi sebagian besar dari kita, hal ini terdengar aneh bahkan absurd. Kym tidak hanya bermasalah dengan karier, tapi juga ketergantungannya terhadap sebalok kayu dan senar.

Merujuk sebuah perpisahan, orang-orang sering menyebut hal yang tipikal bahwa 'terdapat banyak ikan di laut'.

Secara berulang-ulang usai pencurian itu, Kym mendengar beragam ungkapan 'anda akan mengatasi kehilangan itu'.

Sebuah pemasok biola bahkan berusaha secara halus menawarkan solusi praktis kepada Kym, "biola anda bukanlah satu-satunya biola di dunia."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Biola berusia sekitar 300 tahun memuat nama pembuatnya, Antonio Stradivari alias Stradivarius. Biola ini dipamerkan tahun 2000 di New York, Amerika Serikat.

Namun salah satu hal terkuat dalam memoar Kym yang unik dan menggugah adalah pemahamannya terhadap hubungan personal antara musikus klasik dengan instrumen.

Tidak sedikit instrumen milik musikus klasik yang tetap awet hingga berabad-abad, berusia lebih lama dan membawa gema pengampunya serta menyimpan rahasia masa lalu.

Kym menunjukkan pola hubungan itu secara tepat, meski sisi misterius biola dari abad ke-17 itu menghalanginya menyadari ekspresi dan personalitas kekinian, selain yang pernah dimunculkan biola iti 300 tahun silam.

Secara singkat, bagi Kym, biola itu adalah segala-galanya. "Jika yang dicuri adalah anak saya, apakah publik berharap saya menerima kehadiran anak orang lain sebagai penggantinya?" tutur Kym.

Setiap biola ciptaan Stradivarius diberi julukan atau kode nama berdasarkan pemilik sebelumnya, seperti 'Ole Bull', 'ex-Captain Saville' atau 'Gibson, ex-Huberman' yang saat ini dimiliki Joshua Bell.

Hak atas foto Penguin Random House
Image caption Myn Kim menulis memoar tentang biola legendaris miliknya untuk memulihkan diri setelah kehilangan Strad yang menunjang karier musiknya.

Sungguh memilukan, kini biola yang pernah dipunyai Kym mendapat julukan 'Euston Strad' alias biola Strad dari Stasiun Euston.

Dalam rangkaian peristiwa yang pantas untuk dikisahkan ulang, biola yang dicuri itu akhirnya ditemukan tiga tahun setelahnya, diiringi penjatuhan hukuman untuk sang maling.

Namun dalam perputaran kisah yang dramatis dan tidak menyenangkan, Kym tetap tidak dapat memiliki kembali biola tersebut.

Bagi Kym, menulis memoar merupakan cara melupakan kisah pilu itu. Melalui kata-kata, Kym menemukan ulang kepribadian serta tujuan hidupnya.

Kym bahkan telah menjajaki hubungan dengan biola baru dan ia telah merekam satu album sebagai pendamping memoarnya.

Sekelompok orang yang mencuri biola Stradivarius itu mungkin telah merusak hidup Kym, namun Kym tidak membiarkan mereka mencuri semangatnya.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris, dalam judul The tragic tale of a prodigy stolen violindiBBC Culture.

Berita terkait