Apakah kisah Odyssey adalah epos terhebat yang pernah diceritakan?

Oddysey Hak atas foto Getty Images

Odyssey karya Homeros memuncaki jajak pendapat 100 Cerita yang Membentuk Dunia. Natalie Haynes menelaah mengapa puisi epik ini bisa bertahan selama ribuan tahun.

Jika ada cerita yang dianggap sebagai dongeng terbesar yang pernah diceritakan, epos purba Odyssey karya Homeros memiliki klaim yang lebih baik daripada cerita-cerita lain.

Dua puluh empat buku panjangnya, lebih dari 12.000 baris heksameter ayat (bentuk puitis yang digunakan dalam epik Yunani dan epik Latin setelahnya) dan bercerita tentang petualangan para pahlawan Yunani yang licik dan rumit, Odysseus, setelah Perang Troya.

Odyssey telah dihargai sebagai titik puncak budaya selama ribuan tahun: di abad ke-5 SM, dramawan Aeschylus dari Athena membuat drama-drama tragedi yang menurutnya sebagai, "irisan dari perjamuan Homeros".

Penulis-penulis yang lain, dari Dante, James Joyce hingga Margaret Atwood telah mengambil inspirasi dari kisah petualangan ini.

Tapi petualangan Odysseus sendiri adalah urusan yang hampir duniawi, di tengah para dewa dan monster yang mengisi puisi itu. Karena ini bukan tentang berlayar untuk menemukan sesuatu yang menakjubkan dan baru (bulu emas, misalnya, atau tanah yang belum ditemukan).

Ini tentang seorang pria yang berusaha pulang pada akhir perang yang berlangsung selama 10 tahun.

Dan ini pasti alasan betapa puisi itu tetap sangat penting bagi budaya kita hari ini, sekitar 2700 tahun setelah epos itu disusun (pada abad ke-8 atau lebih mungkin abad ke-7 SM).

Ini adalah kisah yang secara bersamaan agung dan intim, luas dalam lingkup tetapi tetap memperhatikan detail terkecil (bunga-bunga yang tumbuh di luar gua Calypso, kelembutan bulu domba Cyclops).

Ini adalah sebuah kisah yang menanyakan pertanyaan tentang apa artinya menjadi seorang pria, terutama ketika ia telah dilucuti dari konteks yang telah didefinisikan sebelumnya: Odysseus adalah suami yang jauh dari istrinya, ayah yang merindukan putranya tumbuh besar, pejuang yang perangnya telah berakhir, raja yang jauh dari kerajaannya, pemimpin yang semua pasukannya mati, pezina pemuas hasrat para dewi, dan putra yang ibunya meninggal karena patah hati lantaran dia percaya bahwa dia telah mati.

Dia adalah seorang penjelajah, seorang bajak laut, seorang petualang, seorang pengungsi.

Hak atas foto Howard Timberlake

Kisah terhebat

Puisi itu juga mengharuskan para pembacanya mempertimbangkan sifat dasar sebuah penceritaan, karena kebohongan, sesuatu yang dibesar-besarkan dan kisah-kisah heboh saling bersaing satu sama lain dalam garis waktu yang terputus-putus.

Kisah Odysseus diceritakan dengan berbagai tingkat akurasi oleh dirinya sendiri, oleh para penyair yang menyanyikan sajak-sajak epik mereka seperti yang dilakukan Homer, dan bahkan oleh Odysseus yang menyamar sebagai penyair, mengarang kebohongan tentang pelayarannya untuk tujuannya sendiri.

Ketika Odysseus mendengarkan lagu yang dikumandangkan Siren, dalam Buku ke-12, dia adalah satu-satunya dari krunya yang mampu mendengarnya.

Anak buahnya semuanya menutup telinga dengan lilin lebah yang dilunakkan, karena nyanyian Siren sungguh mematikan dan memancing laki-laki ke kematian mereka.

Odysseus begitu berupaya untuk tidak melewatkan bagian apa pun dari petualangannya. Ia menyuruh anak buahnya mencambuknya ke tiang kapal sehingga ia dapat mendengar tanpa bergerak.

Dan para Siren juga tahu jalan menuju hatinya: mereka menyebutnya 'poluain' - banyak dipuji. Kita tidak ragu bahwa Odysseus adalah pahlawan dari banyak cerita dan kita beruntung bisa mengikutinya melalui serangkaian petualangan fantastis ini.

Epos Odyssey mencakup periode 10 tahun yang dibutuhkan Odysseus untuk kembali ke rumahnya, Ithaca, dari Troya. Tapi kepulangannya itu dimulai menjelang akhir tahun ke-10, ketika Odysseus menunggu di Ogygia, pulau tempat dia tinggal dengan peri Calypso selama tujuh tahun terakhir, menatap ke laut dan berharap dia bisa kembali ke rumah.

Tiga tahun pertama perjalanannya membawa Odysseus berkontak dengan makhluk pemakan manusia bermata satu, pecandu narkoba yang mengantuk, raksasa pembunuh, Siren yang mematikan, penyihir, serta Scylla dan Charybdis yang menakutkan.

Semua petualangan ini diceritakan dalam kilas balik. Kita juga harus mengikuti dua alur cerita lainnya, saat kita mengawasi Penelope (istri Odysseus yang lama menderita) dan menelusuri pengembaraan Telemachos berskala lebih kecil (putra mereka yang masih remaja).

Hak atas foto Hulton Archive
Image caption Perang Troya di awal Iliad, puisi epik karya Homeros yang tak lekang oleh waktu.

Mungkin petualangan Odysseus yang paling terkenal muncul di buku ke-9, ketika dia dan anak buahnya tiba di pulau Cyclopes.

Polyphemos - raksasa bermata satu dengan selera daging manusia - menjebak Odysseus dan anak buahnya di dalam guanya. Dia bertanya nama Odysseus, karena dia suka mengetahui siapa yang akan dia makan.

Odysseus mengatakan kepadanya bahwa itu adalah Outis - 'bukan siapa-siapa'. Odysseus membuat Polyphemos mabuk dan menyodok matanya dengan tongkat tajam. Ini untuk memastikan makhluk bermata satu ini akan terlalu lumpuh untuk memakan pahlawan kita.

Tapi nyatanya dia tidak begitu pincang sehingga dia tidak dapat memindahkan batu besar yang menutup pintu masuk ke gua--sehingga domba-dombanya bisa keluar keesokan harinya--memungkinkan Odysseus untuk melarikan diri.

Ketika Cyclops berteriak bahwa 'si bukan siapa-siapa' yang menyakitinya, sesama penduduk pulau mengabaikan suara itu. Jika tidak ada yang menyakitinya, jelas tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Sok terkenal

Adalah sifat Odysseus untuk berbohong: membangun identitas atau cerita latar belakang buatan adalah sesuatu yang dilakukannya dengan mudah dan frekuensi yang luar biasa di seluruh puisi.

Namun ketika ia berlayar menjauh dari raksasa buta itu, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak meneriakkan nama aslinya, sehingga Polyphemos tahu bahwa ia telah dikalahkan oleh Odysseus yang terkenal.

Tidak terpikirkan olehnya bahwa Polyphemos mungkin memiliki teman di tempat-tempat tinggi. Atau lebih tepatnya, tempat rendah: Polyphemos ternyata anak Poseidon, dewa laut.

Jika Anda membuat perjalanan pulang dengan kapal, Poseidon benar-benar dewa terakhir yang ingin anda musuhi (meskipun Odysseus memiliki dukungan hampir konstan dari penolong ilahinya sendiri, Athene).

Unsur-unsur fantastis Odyssey telah menjadikannya sumber inspirasi bagi para penulis di hampir setiap bidang. James Joyce menggunakannya sebagai inspirasi untuk bukunya, Ulysses (nama Latin untuk Odysseus).

Hak atas foto Bruno Vincent/Getty Images
Image caption Unsur-unsur fantastis Odyssey telah menjadikannya sumber inspirasi bagi para penulis di hampir setiap bidang, termasuk penulis James Joyce. untuk bukunya, Ulysses.

Margaret Atwood menulis The Penelopiad, yang mengkaji kekerasan Odysseus dari sudut pandang istrinya. Anak-anak pada tahun 1980-an menonton kartun fiksi ilmiah Franco-Jepang, yang disebut Ulysses 31, mengacu pada petualangan Ulysses dan Telemachus di ruang angkasa.

Anak kecil pada tahun 2018 mungkin bermain Super Mario Odyssey, di mana pahlawan tituler berusaha menyelamatkan Putri Peach dari perkawinan paksa dengan Bowser.

Persatuan seperti itulah yang ditakuti Penelope, karena ia menunda banyak pelamarnya di The Odyssey, berharap cinta sejatinya akan kembali sebelum ia terpaksa menikahi orang lain.

Mario melakukan perjalanan di kapal yang terbuat dari topi raksasa, yang tidak sepenuhnya seperti cerita Homer, tetapi kesejajaran lain pasti ada di sana.

Serial terbaru Prison Break jelas ditulis oleh penggemar Odyssey: Michael Schofield telah ditahan selama tujuh tahun di sebuah penjara bernama Ogygia (nama pulau Calypso dan durasi penjara yang sama, meskipun Odysseus memiliki waktu yang lebih baik daripada Schofield).

Dia bahkan mengadopsi nama lain Odysseus, Outis, dan sebelum seri selesai, dia bertempur dengan seorang agen bernama kode Poseidon, dan membutakan seorang pria bermata satu.

Sama halnya ketika Chihiro memperhatikan orang tuanya makan terlalu banyak dan berubah menjadi babi, dalam film klasik Spirited Away yang dibuat sutradara Miyakazi pada 2001, kita hanya bisa membayangkan Circe mengubah orang-orang Odysseus menjadi babi dengan cara yang sama.

Odyssey adalah sebuah epik yang mendalam, detail dan rumit sehingga setiap pembaca dapat menemukan sesuatu yang baru dalam puisinya dan setiap penulis dapat mengambil inspirasi dari ceritanya.

Dalam 2700 tahun lagi pun, kisah itu akan tetap abadi.


Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel ini,The greatest tale ever told, diBBC Culture

Berita terkait