Menyibak kehidupan tersembunyi Frida Kahlo: Kerapuhan fisik dan kekuatan batin yang menyatu

Sebuah pameran di London menampilkan ribuan gaun dan barang-barangmilik seniman Frida Kahlo beserta lukisan termasyhurnya.

Frida Kahlo Hak atas foto Nickolas Muray/Victoria and Albert Museum

"Saya melukis potret diri karena saya sering kesepian, karena sayalah yang lebih mengenali diri saya sendiri," kata seniman Meksiko, Frida Kahlo.

Dan karena status kultus Kahlo yang ikonik sangat bergantung pada lukisan potret dirinya, maka semuanya tidak terlepas dari kemampuannya menangkap dan menafsirkan ciri khas identitas visualnya.

Kenyataannya, masih banyak pertanyaan di seputar sosok Kahlo ketika digelar pameran terbaru tentang dirinya dan karya-karyanya: apakah potret diri Kahlo yang unik itu lebih mendominasi ketimbang mitos dan pesonanya sebagai seniman? Dan apa yang dapat dia katakan tentang kehidupannya dan sikap berkeseniannya?

Yang menakjubkan, sampai tahun 2004, busana milik Kahlo dan barang-barang pribadinya tersimpan rapi di rumah sekaligus studio Blue House, di Coyoacán di luar Mexico City, yang dihuni bersama suaminya yang juga seniman, Diego Rivera.

Setelah kematian Kahlo, Rivera menyimpan sekitar 6.000 foto, 300 barang pribadi dan busana istrinya, ditambah 12.000 dokumen, di salah-satu ruangan rumah tersebut.

Ketika keberadaan 'harta karun' milik Kahlo itu terungkap, membutuhkan kira-kira empat tahun bagi sejarawan untuk mendata dan membuat daftarnya, sebelum akhirnya benda-benda berharga itu untuk pertama kalinya dipamerkan di Museum Victoria and Albert, London.

Frida Kahlo Hak atas foto Nickolas Muray/Victoria and Albert Museum
Image caption Frida Kahlo, 1939.

Dalam pameran bertajuk Frida Kahlo: Making Her Self Up, sejumlah gaun milik Kahlo beserta barang pribadinya ditampilkan di samping beberapa lukisannya, yang menunjukkan adanya semacam keintiman di antara keduanya.

Sosok Kahlo ditampilkan layaknya seniman pertunjukan, yang memperlihatkan bahwa semua yang menyangkut dirinya atau identitasnya merupakan perpanjangan dari karya seninya.

Gaun flamboyan ala Meksiko dan hiasan kepala - yang dipenuhi bunga - miliknya termasuk pula yang dipamerkan. Demikian pula kaki palsu - yang dipenuhi lukisan - serta korset miliknya yang dia gunakan untuk membantu kekhususan tubuhnya - akibat polio - sekaligus menyamarkannya.

Banyak orang kemudian memahami bahwa kehadiran benda-benda itu tidak terlepas pula dari insiden kecelakaan yang menimpa Frida Kahlo saat masih belia.

Kehadiran benda-benda seperti obat-obatan dan alat penopang tulang belakangnya ikut pula membantu pengunjung untuk memahami latar belakang karya-karya dan perjalanan hidupnya.

Di ruang pameran, ada pula korset miliknya yang dipenuhi lukisan tentang pengembaraannya di dunia religiusitas dan pengaruh ajaran komunis terkait pilihannya untuk aborsi.

Frida Kahlo Hak atas foto DANIEL LEAL-OLIVAS/AFP
Image caption Pimpinan kurator pameran, Circe Henestrosa mengatakan bahwa pameran ini mengkhususkan pada identitas Kahlo "di seputar politik, etnis, dan kekhususan pada tubuhnya."

Pimpinan kurator pameran, Circe Henestrosa mengatakan kepada BBC Culture bahwa pameran ini mengkhususkan pada identitas Kahlo "di seputar politik, etnis, dan kekhususan tubuhnya."

"Pameran ini bertujuan untuk memberi latar belakang pribadi, politik dan budaya untuk menampilkan sosok Kahlo yang lebih utuh," katanya.

Kahlo mengalami kecelakaan yang nyaris fatal pada usia 18 tahun, yang membuatnya tidak bisa bergerak secara leluasa, tambahnya.

"Banyak orang akan memahami bahwa kecelakaan yang dialaminya ikut mengilhami karya-karya termasyurnya yang disimpan di studio Blue House, dan kehadiran alat penopang tulang belakangnya dan obat-obatan di pameran ini akan membantu pengunjung untuk makin memahaminya," papar Henestrosa.

Frida Kahlo Hak atas foto Victoria and Albert Museum
Image caption Banyak benda-benda miliknya - termasuk penopang kaki dan korset - yang dia hiasi dengan lukisan.

Dengan menjelajahi kehidupan pribadi sang seniman, terkuaklah banyak hal baru bahwa gaya kepribadian Kahlo sebagian dipengaruhi oleh keterbatasan fisiknya.

"Pakaian menjadi bagian dari baju zirahnya, membelokkan, menyembunyikan dan mengalihkan perhatian dari luka-luka yang dideritanya," kata Henestros.

"Kahlo berulangkali dioperasi di Meksiko dan Amerika Serikat serta harus mengenakan korset penopang tulang belakangnya yang terbuat dari kulit dan semen putih."

Menurutnya, gaya berpakaian tradisional pribumi yang dia kenakan memungkinkannya untuk menyembunyikan benda-benda itu di bawah rok panjang dan blusnya.

Frida Kahlo Hak atas foto Modern Art International Foundation
Image caption Benda-benda yang ditampilkan dalam pameran ini, antara lain lukisan, termasuk lukisan karyanya yang berjudul: Potret Diri dan Perbatasan Meksiko-AS.

"Saya pikir kekuatan gaya Kahlo menyatu dengan mitos seputar dirinya seperti halnya lukisan-lukisannya. Ini adalah konstruksi identitas dirinya melalui latar belakang etnisnya, cacat fisiknya, keyakinan politiknya dan pilihan seninya," kata Henestrosa, yang juga pernah mengkurasi pameran karya-karya sang seniman di Museum Frida Kahlo pada 2012.

Ketika Kahlo mengadopsi gaun Tehuana tradisional, menurut Henestrosa, dia ingin menunjukkan dirinya secara mencolok sebagai orang Meksiko. Dan patut diketahui, gaun Tehuana diciptakan oleh masyarakat Tehuantepec Isthmus, yang dikenal sebagai masyarakat matriarkal di wilayah tenggara Meksiko.

"Frida telah memahami kekuatan pakaian sejak usia sangat dini," jelas sang kurator. "Akibat menderita polio pada usia enam tahun, kaki kanannya mengecil dan lebih pendek, yang membuatnya memilih mengenakan rok panjang."

"Dia mulai mengenakan tiga hingga empat kaus kaki untuk kakinya yang lebih kecil dan juga mengenakan sepatu bertumit tinggi agar terlihat seimbang. Ini menunjukkan bagaimana dia memadukan antara kondisi tubuhnya dan pakaiannya sejak usia belia," papar Henestrosa.

Dengan melukis potret dirinya sendiri dengan gaun tradisional Meksiko, Kahlo berurusan dengan hidupnya, pandangan politiknya, perjuangan demi kesehatannya, kecelakaan yang dialaminya, serta pernikahannya yang bergejolak."

Frida Kahlo Hak atas foto Nickolas Muray/Victoria and Albert Museum

"Nilai penting pengungkapan harta karun yang lama tersembunyi dalam pameran kali ini, menurut perancang pameran, Tom Scutt kepada BBC Culture: "Adanya spirit tentang ruang dan waktu yang membuat pameran ini menjadi unik," katanya.

"Keputusan membuka kembali salah-satu ruangan di rumah Blue House milik Kahlo yang berisi benda-benda peninggalannya dan berujung pada pameran ini telah mendorong orang-orang untuk mengunjungi pameran ini. Karena itulah, tidak terbantahkan lagi, pameran ini menjadi seperti bermuatan magis dan membius."

'Dualitas, refleksi, pengulangan'

Pameran ini juga mengeksplorasi masa kanak-kanak Kahlo, termasuk menampilkan album foto-foto arsitektur hasil bidikan ayahnya, Guillermo Kahlo, yang asal Jerman.

Ditampilkan pula foto-foto awal dan sejumlah lukisan-lukisan Kahlo dan Rivera dengan lingkaran teman-temannya yang tersohor, sebutlah salah-satunya adalah Leon Trotsky.

Kebanggaan Kahlo terhadap kebudayaan Meksiko setelah Revolusi Meksiko (1910-20) juga mengilhami benda-benda miliknya yang selama ini tidak diketahui khalayak luas - ketertarikan dan kegairahannya pada seni, kerajinan dan tradisi masyarakat asli Meksiko.

Pada periode 1920-an dan 30-an yang dikenal sebagai era 'Pencerahan Meksiko', di mana negeri itu menjadi daya tarik bagi kaum seniman, penulis, fotografer, dan pembuat film dari seluruh dunia.

Foto-foto karya Edward Weston dan Tina Modotti yang diambil pada tahun 1920an juga dapat disaksikan pengunjung dalam pameran ini.

Frida Kahlo Hak atas foto AFP
Image caption Ada pula replandor, hiasan kepala tradisional yang dikenakan kaum perempuan Isthmus di Meksiko, yang disandingkan dengan foto Kahlo saat mengenakan hiasan kepala itu.

Di sana juga dipamerkan beberapa ex voto koleksi Kahlo dan Rivera. Lukisan-lukisan berukuran kecil di atas lempengan besi tipis yang biasanya bertema orang-orang kudus ini banyak mempengaruhi karya-karya seni Kahlo.

Berbagai kain yang dipamerkan termasuk rebozos (selendang tradisional Meksiko), huipil (kain bordiran mirip rompi), enaguas dan holanesa, rok panjang, dan permata - termasuk seuntai berlian Kolombia dan aneka kerajinan perak modern.

Ada pula replandor, hiasan kepala tradisional yang dikenakan kaum perempuan Isthmus di Meksiko, yang disandingkan dengan foto Kahlo saat mengenakan hiasan kepala itu.

Ditampilkan pula lipstik merah merk Revlon dan pensil celak yang digunakan sang seniman selama hidupnya - anda tentu akan teringat alis tebal dan nyaris tersambung serta menjadi penanda ciri khasnya yang terkenal.

Semua ini ditampilkan dalam pameran ini agar benda-benda itu dapat berbicara sendiri, kata Tom Scutt, pimpinan perancang pameran:

"Kami berharap melalui kehadiran benda-benda itu, pengunjung dapat merasakan pengalaman langsung tentang ide-ide tersembunyi yang mempengaruhi jalan hidup Kahlo yang sejati alias bukan palsu (pastiche). Sehingga apa yang terjadi di Meksiko pada 1940an dapat dirasakan pada 2018 di London."

Frida Kahlo Hak atas foto Victoria and Albert Museum

"Kehidupan Frida penuh dengan dualitas dan ide-ide yang kompleks dan berlawanan, sebuah gagasan melihat diri sendiri di depan cermin untuk melukis potret diri, dan karena itulah yang menjadi pusat (dari pameran ini)," kata Tom Scutt.

"Ini adalah dualitas, refleksi, pengulangan yang kami coba perluas dalam pameran, sekaligus memberikan semacam perasaan dualitas kepada pengunjung. Saya juga tertarik menyuguhkan cara pandang melihat dunia dari sudut yang berbeda.

"Makanya, di dekat pintu masuk pameran, kami pasang foto Frida yang tengah bercermin di atas empat poster dengan latar tempat tidurnya," jelasnya lebih lanjut.

"Saya benar-benar menikmati cara pandang distortif dalam melihat dunia, di mana gambarnya penuh ledakan dan riakan, dalam artian ini lebih luas ketimbang soal karya seni dan kecacatan semata.

Frida Kahlo Hak atas foto Victoria and Albert Museum
Image caption "Kehidupan Frida penuh dengan dualitas dan ide-ide yang kompleks dan berlawanan, sebuah gagasan melihat diri sendiri di depan cermin untuk melukis potret diri, dan karena itulah yang menjadi pusat (dari pameran ini)," kata Tom Scutt, perancang pameran.

"Saya sangat tertarik dengan pengalaman yang, entah bagaimana, mencerminkan gagasan yang berbeda tentang dunia, di mana gaungya mampu mampu memancarkan cahaya dari dalam.

"Kami mengambil inspirasi dari teras di taman di kediaman Kahlo dan melihat banyak di piramid-piramid peninggalan peradaban Maya dan arsitektur sebelum Columbus menjejakkan kakinya di benua Amerika untuk melacak persilangan ide-ide ini.

"Dengan cara ini kami mencoba memadukan pengalaman yang sangat pribadi melalui mata Frida, dengan kepekaan luar biasa dalam melihat dunia di sekitarnya," papar Tom Scutt.

'Kami banyak belajar dari Frida'

Matt Thornley dari Gibson Thornley Architects, yang merancang pameran ini bersama Scutt, mengatakan bahwa "kompleksitas" Kahlo merupakan pusat segalanya.

"Gambaran sosok Frida sangatlah kuat," katanya. "Fotografi potret dirinya penuh warna dan kehidupan, seperti halnya lukisannya. Pameran ini mengeksplorasi semua itu, tetapi juga menyorot kerapuhan fisik dan kekuatan batinnya. Kerumitan inilah yang membentuk sosok yang menarik dan abadi."

Frida Kahlo Hak atas foto Victoria and Albert Museum
Image caption Ditampilkan pula lipstik merah merk Revlon dan pensil celak yang digunakan sang seniman selama hidupnya - anda tentu akan teringat alis tebal dan nyaris tersambung serta menjadi penanda ciri khasnya yang terkenal.

Dan seperti sang artis itu sendiri, desain pameran adalah "secara inheren modern" kata Thornley.

"Kami menempatkan lukisan dan benda-benda miliknya untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan hidupnya.

"Pameran ini juga mengeksplorasi latar belakang Frida dan posisinya dalam konteks seni, budaya, dan politik yang lebih luas pada 1920-an dan 1930-an di Meksiko.

"Namun kami tidak ingin meniru gambaran yang terkait periodisasi waktu tersebut. Sebagai gantinya kami mengeksplorasi tema yang secara langsung terkait dengan hidupnya.

"Bagaimanapun kerja sama tim untuk menyelenggarakan pameran ini, memungkinkan kita untuk belajar lebih banyak tentang dirinya - kekuatannya dalam menghadapi kesulitan pribadi, keberaniannya dan juga selera humornya."

Frida Kahlo Hak atas foto Nickolas Muray/Victoria and Albert Museum
Image caption Individualisme, energi, dan modernitas Kahlo telah menjadikannya ikon yang tak terbantahkan. Tetapi apakah itu akan terus mempengaruhi generasi mendatang?

Individualisme, energi, dan modernitas Kahlo telah menjadikannya ikon yang tak terbantahkan. Tetapi apakah itu akan terus mempengaruhi generasi mendatang?

Pimpinan kurator pameran, Circe Henestros berpikir demikian: "Pasti," ujarnya. "Frida Kahlo adalah model seniman bohemian: unik, pemberontak dan kontradiktif, sosok seniman yang dikultuskan oleh para feminis, seniman, para perancang busana."

"Sebagai perempuan, seniman, dan sebuah ikon, Kahlo telah mendapatkan pujian yang langka, dan nyaris mendunia.

"Dalam masyarakat yang seringkali terobsesi untuk merobohkan dinding-dinding pribadi, Kahlo adalah perwujudan dari ethos du jour.

"Pilihan gaun yang dikenakannya mencerminkan kemampuan intuitifnya untuk menggunakan gambar visual yang berani di masa ketika pria mendominasi dunia seni.

Dan melalui seni dan pakaian, Frida Kahlo kemudian menyampaikan keyakinan politiknya pada saat yang sama ketika dia menangani cacatnya."

Frida Kahlo Hak atas foto Bettmann/Getty Images
Image caption "Dia adalah seorang seniman perempuan Meksiko, dengan kekurangan pada tubuhnya, mencari tempat sebagai artis perempuan di lingkungan yang didominasi laki-laki di Kota Meksiko," kata kurator pameran.

Dan satu hal pasti, pilihan dan hasratnya dalam menyelami feminisme dan melakukan perlawanan budaya, tetap relevan dan cocok dengan situasi zaman sekarang.

Seperti dikatakan Henestrosa: "Selama masa hidupnya, Kahlo terkadang dianggap sebagai 'eksotis' atau bergantung sosok lain yang melindunginya (patronised), 'orang lain' (othered), tetapi hari ini sikapnya yang melintasi ras dan etnis (intersectional), kompleksitas hidupnya, serta kemampuannya dalam mendefinisikan dirinya sendiri, lebih bisa dipahami dan terus menginspirasi.

"Jadi inilah pesan yang ingin kami sampaikan dalam pameran ini.

"Dia adalah seorang seniman perempuan Meksiko, dengan kekurangan pada tubuhnya, mencari tempat sebagai seniman perempuan di lingkungan yang didominasi kaum pria di kotanya.

"Bukankah kita sebagai perempuan harus terus berjuang? Seberapa relevan pemikiran dan sikap Frida Kahlo sehingga terus menginspirasi kita semua?"

Anda bisa membaca artikel aslinya dalam Bahasa Inggris dengan judul Unlocking the hidden life of Frida Kahlo di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait