Akankah kita berhenti bicara dan hanya saling mengirim pesan teks?

Hak atas foto PA Wire/Ben Birchall

Karena anak-anak muda lebih suka mengirim pesan teks alias chat daripada menelepon, apakah percakapan lisan terancam punah?

Ucapkan ini dengan keras: zomg wtfffffff q k4gt bgT !!!! 1111 lololol

Baiklah, oke, Anda tidak bisa. Namun dalam struktur percakapan sehari-hari, bahasa gaul internet seperti itu lebih mengungkapkan ucapan daripada teks. Dia punya aturannya sendiri, yang kadang tidak masuk akal jika diucapkan. Ini adalah pengganti bahasa verbal.

Mungkinkah itu menggantikan bahasa lisan?

Pertanyaan itu mungkin terdengar seperti munculnya kereta sebelum kuda. Bicara adalah apa yang kita pelajari paling awal (kecuali bagi yang tidak dapat berbicara atau mendengar).

Sepanjang sejarah, banyak orang tidak pernah belajar menulis, dan banyak budaya tidak memiliki sistem penulisan, tetapi mereka semua memiliki bahasa lisan. Bahasa tertulis diciptakan untuk mencatat bahasa lisan.

Itu bukan berarti bahasa tertulis hanyalah bentuk kata-kata yang beku. Selama berabad-abad, bahasa tulis punya fitur-fitur seperti tanda seru dan miring untuk menyampaikan tanpa pengucapan, seperti nada, tetapi juga telah berevolusi untuk menyampaikan hal-hal yang tidak dimiliki oleh ucapan.

Sebut saja jejak-jejak etimologis yang dibawa oleh pengejaan kita, struktur pemikiran yang disampaikan oleh paragraf, estetika aksara dan elemen desain lainnya.

Beberapa ciri bahasa tertulis muncul lagi di ucapan, seperti mengatakan "garis miring" dalam frasa seperti "teman serumah/pacar saya,". Ucapan dan teks telah tumbuh terpisah dan berevolusi menjadi berbagai jenis, semua untuk tujuan yang berbeda.

Dalam beberapa bahasa, seperti bahasa Arab, bentuk tulisan dan lisan standar telah sangat berkembang ke arah yang berbeda sehingga dialeknya berbeda.

wtf Hak atas foto Getty Images
Image caption WTF adalah singkatan dari internet yang kemudian dipakai dalam percakapan lisan.

Tetapi teks internet adalah sesuatu yang baru. Saat kita menulis cuitan atau mengirim pesan teks, kita menggabungkan sarana teks visual dengan bicara langsung.

Hal ini sama seperti bahasa keseharian, dan menulis bahasa keseharian-misalnya teks percakapan internet dalam bahasa Arab cenderung menulis bahasa lisan yang mereka gunakan, daripada bahasa Arab tertulis standar. Tapi itu masih teks.

Bahasa Inggris di percakapan internet bermula pada tahun 1990-an. Grup chat Usenet terkadang berinteraksi secara langsung dan terkadang merespon beberapa jam, hari atau lebih lama lagi, setelah posting asli.

IRC (Internet Relay Chat) dan pesan instan menggunakan teks dan meninggalkan pesan, tetapi terutama dimaksudkan untuk pesan langsung atau sesaat setelahnya.

Karena ini adalah konteks baru dan gaya baru, orang-orang bermain-main untuk menemukan potensi dan berinovasi.

Contoh awal dan mencolok adalah pertunjukan Hamnet, versi satir dari Hamlet-nya Shakespeare yang dilakukan pada tahun 1993, seluruhnya di IRC.

Berikut adalah contoh yang dikutip oleh Brenda Danet di Cyperpl@y:

Ooops, Ophelia datang [20]

** << Action >> **: _Enter Ophelia [21]

Ini punyamu [22]

Bukan milikku, sayang. Hehehehehe ;-D [23]

Simbol ;-D menjadi salah satu hal pertama yang muncul dalam komunikasi komputer untuk meniru ucapan: representasi ekspresi wajah dan gerakan fisik lainnya - emotikon dan, yang lebih baru, emoji.

omg Hak atas foto Getty Images
Image caption OMG juga adalah contoh teks yang berubah menjadi sebuah kata di percakapan lisan.

Emotikon dan emoji mewakili aspek komunikasi langsung, tetapi mereka tidak selalu dipakai dengan cara yang sama.

Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan utamanya bukan untuk menunjukkan emosi pembicara, tetapi untuk memuluskan hubungan interpersonal dan untuk menyampaikan maksud lain, seperti ironi.

Itu bukan soal bagaimana perasaan pengirim, tapi bagaimana pengirim ingin membuat penerima merasa.

Ahli bahasa David Crystal menulis dalam buku Bahasa dan Internet, bahwa emotikon sering menjadi "pertanda bagi penerima bahwa pengirim khawatir tentang efek kalimatnya".

Emotikon dapat melunakkan pesan yang membuat penerima terlihat buruk dan memperkuat agar penerima terlihat bagus.

Di sisi lain, ada banyak cara percakapan sehari-hari di internet bisa menyampaikan emosi penulis, atau setidaknya intensitasnya. Kunci utamanya adalah pengulangan.

Singkatan seperti wtf dapat dibuat empatik dengan mengulangi huruf terakhir -wtffffff- yang mengubah artinya secara harafiah; lol (biasanya penulis tidak benar-benar terbahak) menjadi lololol, yang sepenuhnya terpisah dari suara yang diwakilinya.

emoji Hak atas foto Getty Images

Bahkan ketika percakapan sehari-hari internet ditulis dalam bahasa biasa, penulisannya tetap berbeda dari suara sebenarnya; misalnya dalam percakapan kita mengucapkan "niiiiice" untuk efek, di internet Anda akan melihatnya ditulis dengan "niceeeee".

Evolusi atau de-evolusi?

Percakapan sehari-hari di internet adalah seperti cerita fiksi ilmiah di mana lidah orang dan pita suara telah digantikan oleh keyboard dan layar, dan mereka harus belajar bicara dengan potensi dan kendala anatomi baru mereka.

Kalau Anda tidak memiliki volume, nada, ritme, atau kecepatan, jadi apa yang Anda lakukan?

Ada yang mengabaikan tombol Shift dan tanda baca untuk menunjukkan ketertergesa-gesaan (sry tdk bs chat skrg, ada pr) atau santai (hae lg ap?). Ada yang membuat kesalahan tipografi untuk menunjukkan urgensi. Huruf kapital yang 'rusak' juga sering dipakai untuk menulis. Misalnya "q gAK m4U ngOMOng lGy".

Tapi itu semua bahasa, dan bahasa selalu merupakan kinerja yang merujuk kembali ke pertunjukan sebelumnya dan membantu menunjukkan apa yang Anda ketahui dan kelompok apa yang Anda miliki.

Penulisan dalam percakapan internet adalah idiom yang dipakain beberapa perangkat sosial tertentu-atau, sekarang, beberapa perangkat sosial yang berbeda.

Bahasa sehari-hari di internet adalah, seperti yang dikatakan oleh ahli bahasa Toronto, Sali Tagliamonte dan Derek Denis, "sebuah hybrid baru yang unik".

Bisa disamakan dengan fungsi Segway yang seharusnya dipakai untuk transportasi: bentuk komunikasi ini menyatukan dua mode berbeda dan merangkum yang paling berguna di tengah-tengah.

Tapi apakah itu akan menggantikan percakapan? Oh, ayolah, apa yang kamu bicarakan?

Ada banyak hal yang paling baik dilakukan dengan menggunakan mulut dan suara Anda, seperti juga banyak tempat yang paling mudah dicapai dengan berjalan kaki, tidak peduli mesin apa pun yang Anda miliki.

Di sisi lain, bentuk komunikasi ini memengaruhi bentuk bahasa lainnya, lisan dan tulisan, karena kita sering meminjam darinya dan merujuknya.

Beberapa gaya bahasa internet tidak bisa diucapkan, tetapi Anda dapat mendengar orang mengatakan "L O L" dan Anda dapat melihat emoji di iklan.

Apakah cara penulisan dalam percakapan internet akan terbawa dalam penulisan ketika anak-anak muda yang tadinya menggunakannya tumbuh dewasa? Penelitian menunjukkan itu tidak terjadi.

Mereka belajar cara menulis seperti orang dewasa ketika mereka harus, sama seperti kita semua: kita tidak menggunakan bahasa gaul yang kita pelajari saat anak-anak dalam laporan tahunan.

Dan kita telah memiliki singkatan seperti FYI jauh sebelum adanya internet, tetapi Anda tidak akan melihatnya di artikel surat kabar atau esai akademis.

Apa yang kita lihat ketika sebuah perantara menjadi dewasa adalah versi lebih formal dari percakapan internet sehari-hari.

Kesepakatan sudah mulai muncul untuk beberapa jenis percakapan formal di Twitter, seperti thread di Twitter. Tetapi itu hanya akan menjadi satu lagi variasi bahasa di antara banyak lainnya.

Kemungkinannya tidak terbatas, dan jika kita kelak menemukan telepati, bisa saja versi bahasa lain lagi yang akan muncul dari situ.


Anda bisa membaca versi asli tulisan ini di BBC Culture dengan judul Will we stop speaking and just text.

Berita terkait