Momen-momen memikat yang sempat tertangkap kamera

Hak atas foto Orlando Suero

Karya-karya terbaik fotografer Orlando Suero saat memotret politisi dan selebriti paling terkenal di abad-20, seperti JFK dan Brigitte Bardot yang menyamar jadi Charlie Chaplin.

Karier fotografi Orlando Suero bermula saat dia remaja dan tak berhenti hingga usia 80-an. Buku barunya, Orlando/Photography, mengumpulkan sekitar 200 foto aktor-aktor terkenal, politisi, musisi dan selebriti lainnya di masa kejayaan mereka, mulai dari tahun 1950 hingga 1980-an. Sebagian foto ini belum pernah dipublikasikan selama 50 tahun.

Editor buku itu, putra Orlando Jim dan teman mereka, produser film Rod Hamilton, menyisir kotak-kotak negatif dan transparansi yang dikirim oleh biro foto Orlando yang dulu.

Mereka memindai hampir 10.000 negatif foto untuk memilih foto-foto yang bisa Anda lihat di bawah ini. Proses ini sangat emosional. Pada hari penerbit seni Hatje Cantz memastikan bahwa buku itu akan diterbitkan, Orlando kena stroke. Ketika mendengar bahwa bukunya telah dicetak, Orlando yang kini berusia 93 tahun pun meneteskan air mata.

Tony Randall dan Zamba, 1965 (foto di atas)

Gambar pembuka dalam buku Orlando/Fotografi adalah aktor Tony Randall yang dengan tenang membacakan buku untuk Zamba si singa. Ini hanya satu dari lebih dari 100 foto yang Tony dan Zamba yang dipotret Suero di tempat tidur di lokasi syuting film Fluffy, sebuah komedi tentang seorang profesor psikologi yang mencoba membuktikan bahwa seekor singa dapat dijinakkan. Suero mulai mengerjakan set film ketika tinggal di New York, sebelum pindah ke Hollywood untuk kemajuan kariernya di dunia hiburan.

fotografi, orlando suero, suero, hollywood Hak atas foto Orlando Suero

Janet Leigh dengan Tony Curtis, Olimpiade Musim Dingin, 1960

Janet Leigh memerankan peran filmnya yang paling terkenal pada tahun 1960, Psycho. Tahun itu dia juga tampil bersama suaminya, aktor Tony Curtis, di "People, Hopes, Medals", sebuah film dokumenter tentang Olimpiade Musim Dingin di Squaw Valley, California.

Suero berteman baik dengan Curtis dan Leigh, dan telah memotret mereka beberapa kali sebelum Olimpiade, ketika dia mengikuti mereka di sekitar Olympics Village. Suero unggul dalam menangkap momen yang tak dibuat-buat seperti ini, ketika Leigh menyalakan sebatang rokok untuk Curtis di dalam toko pakaian.

Suero menjelaskan dalam buku itu bahwa "kunci dari foto yang bagus adalah hubungan yang baik dengan objek foto. Saya merasa bahwa jika tidak ada hubungan baik, maka tidak akan ada gambar ".

fotografi, orlando suero, suero, hollywood Hak atas foto Orlando Suero

Jacqueline dan John F Kennedy, 1954

Karier Suero dimulai dengan foto-foto wajah segar keluarga Kennedy. Awalnya, pemilik agensinya skeptis dengan kemampuan fotografer muda itu.

Suero menghabiskan lima hari di musim semi untuk lebih dari 20 sesi foto yang mendokumentasikan detail kecil kehidupan domestik keluarga Kennedy di Georgetown, termasuk ketika mereka menatap foto pernikahan mereka dan ketika Kennedy bersaudara berolahraga. Hasilnya, foto-foto Suero tentang pasangan pengantin baru ini pun jadi karya klasik.

Jackie kemudian akan menulis dengan penuh penghargaan kepada Suero: "Foto-foto ini adalah satu-satunya foto di mana saya tidak terlihat seperti sedang main film horor. Jika saya menyadari betapa hebatnya Anda sebagai fotografer... Saya tidak akan pernah menjadi subjek yang gugup. Orlando yang malang! "Jack juga belum terlalu "sadar kamera'. Dia membiarkan Suero memotretnya saat memakai kacamata, yang kemudian dia hindari.

fotografi, orlando suero, suero, hollywood Hak atas foto Orlando Suero

John F, John, Jr, dan Jacqueline Kennedy, 1960

Foto JFK yang menggendong John, Jr adalah salah satu dari banyak foto yang diambil Suero menjelang pemilihan presiden. Suero bukan satu-satunya fotografer yang melakukannya, tentu saja, beberapa wartawan dan seorang fotografer dapat dilihat di latar belakang. Suero sendiri menyebut foto-foto Kennedynya sebagai "jejak kaki di atas pasir". "Kamera menyukai Kennedy," katanya. "Tidak ada lensa yang dibuat untuk kamera yang tidak menyukai Kennedy."

fotografi, orlando suero, suero, hollywood Hak atas foto Orlando Suero

Eartha Kitt, sekitar tahun 1958

Gambaran artis Eartha Kitt yang sedang termenung, difoto dalam format film medium, menangkap sisi Suero yang kadang-kadang suram. Suero bertugas di Korps Marinir selama Perang Dunia II, saat dia menukar kameranya dengan senjata pada usia 18 tahun.

Kembali ke dunia fotografi setelah dia dipulangkan, memberinya sedikit ketenangan jauh dari PTSD-nya. Dia merefleksikan dalam buku: "Bagi saya, pekerjaan saya adalah pelarian dari perang. Saya sebut pelarian karena ketika pulang dari medan perang, perang tidak berakhir. Perang akan tetap bersama Anda seumur hidup… maka secara garis besar, fotografi adalah pelipur lara saya."

Putri Kitt, Kitt Shapiro, mendukung Orlando/Fotografi, karena dia bisa mengerti keinginan Jim Suero untuk menciptakan penghormatan kepada orang tuanya.

fotografi, orlando suero, suero, hollywood Hak atas foto Orlando Suero

Rudolf Nureyev dan Shirley MacLaine, 1965

Foto ini mejepret saat ketika penari balet Rudolf Nureyev dan aktris Shirley MacLaine berada di pesta yang digelar untuk Nureyev dan ballerina Margot Fonteyn.

MacLaine dan Nureyev difoto saat menari dengan iringan band dengan gaya tarian yang berumur jauh lebih pendek daripada balet, yang dikenal sebagai The Frug.

Pesta itu diadakan di rumah perancang kostum Malibu, Jean Louis, dengan daftar peserta yang wah, termasuk Marlon Brando, Cary Grant, dan Lauren Bacall.

Suero terkenal karena foto hitam putih seperti ini. Dia menjelaskan dalam buku: "Ada ketelanjangan tertentu dalam hitam dan putih. Warna itu memunculkan estetika dan emosi subjek dengan cara yang tidak bisa diungkapkan oleh warna."

fotografi, orlando suero, suero, hollywood Hak atas foto Orlando Suero

Brigitte Bardot, 1965

Suero awalnya kecewa pada set film komedi "Viva Maria!". Dia mengharapkan pemotretan eksklusif dengan bintang film Brigitte Bardot, tetapi sudah ada banyak fotografer lain yang ada di tempat kejadian.

Suero, yang lebih pendek dari Bardot dan para fotografer lainnya, berdiri di depan mereka tanpa mengambil gambar. Bardot memperhatikan itu dan bertanya tentang Suero, interaksi yang memicu serangkaian foto lucu seperti fantasi tempat tidur pantai ini. Keisengan ini juga muncul dalam wawancara antara Jim dan Orlando Suero di awal buku Orlando/Fotografer. Sang ayah memberi tahu putranya: "Saya tahu kamu selalu menyelinap di kamar gelap saya dan mencari foto telanjang, jangan kira saya tidak tahu!"

fotografi, orlando suero, suero, hollywood Hak atas foto Orlando Suero

Brigitte Bardot sebagai Charlie Chaplin, 1965

Foto ini adalah variasi konyol menyegarkan daripada gambar seksi Bardot yang biasa. Saat mengobrol dengan Suero, Bardot mengungkapkan bahwa dia tidak terlalu mengerti tentang Charlie Chaplin.

Suero mengusulkan untuk memotret Bardot sebagai sang legenda komedi itu, yang akan membantu Bardot untuk lebih terhubung dengan Chaplin.

Satu-satunya waktu yang tersedia untuk pemotretan pantai ini adalah pagi-pagi sekali, dan Bardot jelas bukan orang yang suka bangun pagi hari.

Namun, kegembiraan terlihat jelas di foto ini dan foto di mana Suero bersanding dengan kamera di samping Bardot-Chaplin. Suero selalu menganggap dirinya sebagai orang yang mengikuti naluri daripada fotografer teknis.

Dia menceritakan dalam buku: "Ketika saya mengingat kembali, saya menyadari bahwa kesuksesan saya didasarkan pada perasaan saya pada fotografi. Maksud saya, saya tidak pernah menjadi orang teknis. Tentu saja saya tahu aspek teknis, itu harus, tetapi ketika menyangkut peralatan, pencahayaan, ini atau itu, ujungnya selalu ke bagaimana rasanya, apa yang dikatakan insting saya. Saya menganggapnya berpikir dengan mata saya."


Anda bisa membaca versi asli tulisan ini di BBC Culture dengan judul Fascinating moments captured on film.

Topik terkait

Berita terkait