Sepuluh buku pilihan di bulan Oktober: Novel terbaru Murakami hingga buku perihal komunitas Utopia

Sepuluh buku pilihan Oktober Hak atas foto BBC Culture

Dari kisah akan komunitas utopia sampai thriller terorisme siber, berikut beberapa ide bacaan untuk bulan ini.

Hak atas foto Harper Collins

Barbara Kingsolver, Unsheltered

Kingsolver menempatkan novel kesembilannya yang menarik untuk diikuti di Vineland, New Jersey, yang merupakan sebuah komunitas utopia pada abad 19.

Antara satu bab dan bab lainnya, dia berganti-ganti narator antara para penghuni rumah bata yang sama dalam satu abad. Seorang wartawan era Trump, Willa Knox, menghadapi rumah yang lapuk, dana yang menipis dan tragedi keluarga, anak perempuan tirinya bunuh diri setelah melahirkan seorang anak laki-laki.

Pada 1880an, Thatcher Greenwood, seorang guru sains, mendapati bahwa pernikahannya menjadi sulit saat dihadapkan pada struktur rumah itu yang goyah.

Greenwood yang terjebak antara konflik keras antara Kreasionisme dan Darwinisme kemudian mendapat dukungan dari tetangganya seorang ilmuwan, Mary Treat. Willa menemukan hubungan antara rumahnya dengan Thatcher dan Treat, dan berharap bahwa badan pelestarian sejarah akan memberinya dana untuk melakukan perbaikan.

Penggambaran Kingsolver akan interaksi keluarga antar-generasi yang rumit dari dua zaman ini penuh nuansa dan meyakinkan.

Hak atas foto Houghton Mifflin Harcourt

Golnaz Hashemzadeh Bonde, What We Owe

"Kita selalu diberi pinjaman waktu…kita seharusnya mati saat revolusi," kata Nahid saat dia menerima vonis diagnosis mematikan kanker ovarium stadium empat.

Dia mengingat hari-harinya di universitas di Iran 30 tahun sebelumnya, saat saudarinya, Noora, menghilang dalam penangkapan yang dilakukan polisi untuk membubarkan demonstrasi, dan akan banyak orang lain yang meninggal.

Noora meninggalkan keluarganya untuk mengikuti suaminya, Masood, ke pengasingan, meski suaminya itu terus-terusan memukulinya tanpa ampun. Lalu dia juga hilang. "Semuanya menghilang," kata Bonde.

Saat Nahid menjalani perawatan, dia berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan anak perempuannya, Aram. Lalu Aram mengatakan bahwa dia hamil anak perempuan. Nahid kemudian terdiam dan membayangkan anaknya bisa lahir di suatu tempat di mana dia bisa merasa aman.

Bonde mengakhiri kisah sedih ini dengan sekilas harapan. Buku ini diterjemahkan dari bahasa Swedia oleh Elizabeth Clark Wessel.

Hak atas foto University of Iowa Press

Kirstin Allio, Buddhism for Western Children

Daniel berusia 10 tahun saat orangtuanya memindahkan dia dan saudarinya, Violet, dari Halifax ke Maine, dan mereka menjadi pengikut Avadhoot Master King Ivanovich.

Ritual dalam kultus keagamaan ini termasuk sering membayar amal, berpuasa, dan bekerja dalam jam yang panjang untuk membangun komunitas. Guru dalam kelompok ini punya banyak istri dan suka menerima penghormatan yang diberikan dalam ceramahnya yang mendekati supernatural.

Dalam masa remajanya, Daniel kemudian mendapat peran khusus. Dia mendapat nama baru, Jubal, dan diberi pekerjaan untuk merekam kesaksian dari para pengikut, dan memberinya akses akan rahasia-rahasia dari kelompok inti kultus ini.

Informasi itu cukup untuk membuatnya menolak sang guru dan kabur ke Santa Fe, di mana dia bekerja dengan seorang terapis untuk memulihkan keinginannya.

Novel Allio yang inventif ini mengeksplorasi pemahaman yang kadang destruktif yang menarik para pengikut untuk menyerahkan diri pada pemimpin yang berkuasa dan manipulatif.

Hak atas foto Knopf

Haruki Murakami, Killing Commendatore

Novel Murakami terbaru ini dinarasikan oleh seorang seniman yang, dalam prolog pembukaannya, dikunjungi seorang pria tanpa wajah yang ingin potretnya dilukis. Tapi wajahnya adalah "pusaran kabut yang bergerak pelan".

Seniman yang terpisah dari istrinya ini hidup dalam periode "kekacauan dan kebingungan" di pegunungan di luar Odawara, di bekas studio seniman Tomohiko Amada.

Dia bertemu dengan tetangga misterius yang tinggal di atas gunung di seberang lembah dan menjalin kisah cinta dengan dua mahasiswi seni.

Di loteng, dia menemukan lukisan Amada, Killing Commendatore - sebuah adaptasi dari adegan di opera Don Giovanni karya Mozart yang dilukis dengan gaya Jepang abad 7 - dan mengubah dunianya selamanya.

Ritme Murakami dalam menelusuri jejak dan momen perubahan evolusi sang seniman di sini cukup santai. Buku ini diterjemahkan oleh Philip Gabriel dan Ted Goossen.

Hak atas foto Penguin Random House

Frederick Forsyth, The Fox

Forsyth - pemenang tiga penghargaan Edgar dan satu Diamond Dagger, mantan mata-mata M16, pilot Royal Air Force dan wartawan - mengambil inspirasi dari dua peretas yang melakukan kasus terorisme siber, keduanya memiliki sindroma Asperger, untuk thriller terbarunya.

Mantan kepala Agen Rahasia Inggris, Adrian Weston, ditarik kembali untuk bertugas saat Pentagon, NSA, dan CIA diretoas. Sinyal kemudian berujung ke daerah pinggiran di London; dan tim intel bergerak untuk menangkap Luke Jennings, 17 tahun (kode: Fox), yang punya kemampuan khusus dan Asperger's.

Adrian menyarankan pada Perdana Menteri bahwa daripada dituntut, mereka seharusnya menggunakan kemampuan Luke untuk bekerja melawan musuh - Rusia, Iran, Korea Utara, contohnya.

The Fox adalah bacaan wajib bagi mereka yang mengikuti drama geopolitik di dunia hari ini.

Hak atas foto Dorothy: A Publishing Project

Cristina Rivera Garza, The Taiga Syndrome

"Seorang penerjemah. Seorang detektif. Pasangan yang sedang dikejar. Suara serigala di dekat mereka."

Seorang mantan detektif tanpa nama yang menarasikan novel noir spekulatif yang cemerlang karya penulis Meksiko Rivera Garza mengisahkan tentang "pasangan gila Taiga", dan keheranan akan sindroma yang membuat "penduduk Taiga menderita serangan kecemasan luar biasa dan melakukan upaya bunuh diri untuk menyelamatkan diri".

Pria yang menyewanya ingin mencari istrinya. Dan saat si detektif mencari jejak pasangan misterius itu sampai ke sebuah hotel di desa setelah mengikuti jejak di tanah yang tertutupi salju, dunia menjadi mengerikan dan tak dapat ditebak.

Detektif itu menemukan seorang bocah liar, serigala yang buas, penduduk desa dan penebang kayu.

Rivera Garza menghidupkan lagi Hansel dan Gretel sambil mengisahkan cerita yang luar biasa dan indah. Diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh Suzanne Jill Levine dan Aviva Kana.

Hak atas foto Graywolf

Alyson Hagy, Scribe

"Dunia yang ditinggalinya menjadi nyanyian pujian berupa gangguan," Hagy menulis di bagian awal novel keempatnya.

Dia kemudian menempatkan kita di waktu yang terhenti, setelah Perang Saudara dan setelah epidemik. Naratornya tinggal di pegunungan terpencil di Appalachia, di rumah yang dibangun oleh budak ayahnya, dan menghidupi dirinya dengan kemampuannya menulis surat.

Sebuah kelompok yang dikenal dengan nama Uninvited (tak diundang) tinggal di lahannya. Keseimbangan kini sedang rapuh.

Kedatangan seorang asing yang memintanya untuk menulis surat — seorang pria yang dinilainya sebagai gulma manusia seperti dirinya sendiri, keras dan cepat mencari kawasannya sendiri — mungkin akan mengganggu keseimbangan itu.

Hagy yang besar di pegunungan Blue Ridge mengadaptasi cerita rakyat dan sejarah untuk menciptakan kisah yang menyeramkan dan menggambarkan dunia setelah kehancuran.

Hak atas foto Riverhead

Edward Carey, Little

Carey menciptakan karakter yang unik dan mengesankan dalam novel "Little".

Anne Marie Grosholz terlahir "berukuran di bawah rata-rata" pada 1761 di sebuah desa kecil di Alsace, dan akan menjadi seniman yang dikenal dengan nama Madame Tussaud. Dia menjadi yatim piatu pada usia enam tahun, dan kemudian berguru pada Curtius, seorang pemahat yang kemudian mengembangkan museum lilin yang spektakuler di Paris.

Marie kemudian menjadi seniman yang mampu menciptakan karya sendiri. Carey memberikan gambar ilustrasi di sepanjang buku dan membungkus narasinya dengan cara yang cerdas, membawa Marie ke Versailles untuk menjadi guru seni bagi Putri Elisabeth, kemudian kembali ke Paris untuk menjadi saksi keriuhan revolusi (di bawah tekanan, dia membuat kepala Louis XVI yang dipenggal dari lilin).

Lalu, saat publik merasa jijik dengan patung lilin Marat dan Robespierre, Curtius mengatakan pada Marie, "Ini hanya cermin. Itu yang kita lakukan...Mereka malu melihat apa yang ada dalam refleksi."

Hak atas foto Fig Tree

Claire Fuller, Bitter Orange

Pada 1969, Frances yang berusia 38 adalah seorang perempuan yang kesepian dan canggung. Dia baru saja mandiri lagi setelah merawat ibunya yang lanjut usia selama satu dekade terakhir.

Dia kemudian dipekerjakan untuk melakukan survey terhadap arsitektur taman di vila yang lama ditinggalkan di pedesaan Inggris oleh pemilik barunya. Vila bernama Lyntons itu "indah di permukaan... lapuk, membusuk, hampir rubuh."

Di sana, dia masuk dalam orbit Cara dan Peter, pasangan yang menarik yang tinggal satu lantai di bawahnya.

Mereka mengeksplorasi kawasan vila itu dan menikmati hidangan buatan Cara yang mewah.

Frances memata-matai mereka lewat lubang di lantai kamar mandinya. Sebuah kisah cinta segitiga yang aneh pun muncul, diwarnai dengan kemunculan hanti.

Fuller membawa ketegangan novel ini sampai akhir dengan menempatkan narasinya 20 tahun di masa depan, saat Frances yang sekarat mengalami "gelombang ingatan, saling bertumpukan dan menyatu".

Hak atas foto Simon and Schuster

David W Blight, Frederick Douglass: Prophet of Freedom

Lahir di Maryland dari ibu yang tak pernah dia lihat dan ayah yang tak dia kenal (kemungkinan, pria kulit putih pemilik ibunya), Douglass menjadi budak selama 20 tahun, sembilan tahun sebagai pelarian, seorang pembicara yang karismatik dan seorang penulis memoar.

Mungkin dia adalah sosok figur publik yang paling banyak melakukan perjalanan setelah Mark Twain. Di buku ini, Blight memperlihatkan kontradiksi dan evolusi dari kehidupan Douglass sebagai aktivis anti-perbudakan; hubungannya, dari Abraham Lincoln sampai Ida B Wells; dan keluarganya - dua istri, anak, dan cucu.

Blight mengutip sumber-sumber baru, termasuk koleksi pribadi yang memberi pemahaman lebih akan sepertiga terakhir kehidupan Douglass, dari Rekonstruksi sampai kematiannya pada 1895.

Inilah biografi yang superlatif akan "budak yang kemudian menjadi nabi yang liris akan kebebasan, hak alami dan persamaan manusia."

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini dalam Bahasa Inggris di Ten books to read in October di laman BBC Culture

Topik terkait

Berita terkait