Mr Jones: Kisah fotografer yang menginspirasi novel Animal Farm

Mr Jones Hak atas foto Mr Jones

Sebuah film baru yang diputar di Festival Film Berlin mengisahkan tentang Gareth Jones, seorang report yang membongkar kejahatan Stalin, dibungkam, dan kemudian menjadi inspirasi novel Animal Farm karya George Orwell.

Istilah 'fake news' tidak berawal dari era Trump. Mr Jones, film berlatar 1933, mengisahkan tentang wartawan Welsh yang mengungkap Holodomor, kelaparan yang disebabkan oleh kebijakan pertanian Stalin yang kemudian menewaskan 10 juta orang.

Jones dituduh sebagai pembohong oleh mereka yang berkepentingan untuk membungkam peristiwa ini — namun kemudian dia menjadi inspirasi Animal Farm karya George Orwell. Beberapa kutipan terkenal Orwell, "Semua hewan adalah sama tapi beberapa ada yang lebih setara dengan yang lain" — membumbui film ini.

James Norton dari serial McMafia tampil bagus sebagai Gareth Jones, sosok yang menjauhi alkohol, lulusan Cambridge asal Barry, Wales selatan, yang bisa bahasa Rusia.

Jones adalah seorang reporter yang beruntung — dia menjadi terkenal karena kebetulan berada di satu pesawat dengan Adolf Hitler, dan bisa mendapat wawancara eksklusif.

Dalam film yang disutradarai oleh Agnieszka Holland asal Polandia, Jones pergi ke Moskow dan berusaha untuk mewawancarai Stalin, tapi dia mengikuti insting wartawannya untuk menyelinap ke Ukraina, dan wartawan dilarang masuk ke sana.

"Di mana-mana ada keluhan bahwa tak ada roti. Kami sekarat," Jones melaporkan pengalamannya yang mengejutkan setelah melihat kelaparan yang terjadi.

Meski film ini adalah produksi Polandia, tiga pemain utama di Mr Jones cukup 'ramah' Hollywood, James Norton, Vanessa Kirby sebagai reporter Ada Brooks dan Peter Sarsgaard sebagai Walter Duranty, editor New York Times cabang Moskow kelahiran Inggris, yang memuntahkan kebencian dan pengucapan huruf hidup dengan begitu jelas di setiap dialognya.

Dengan durasi 141 menit, Agnieszka Holland — nomine Oscar untuk Europa Europa pada 1990 dan kredit terbarunya termasuk beberapa episode The Wire — membawa plot Mr Jones dalam tempo yang lambat.

Kecuali saat dia mempercepat kereta dan sepeda yang membawa berita terbaru Jones, atau saat sosok hitam Jones berlari melewati palet putih salju Ukraina. Seperti dia tengah memasuki film horor — dan mungkin memang benar.

Jika Gareth Jones mewakili sisi terbaik jurnalisme, Walter Duranty mewakili sisi terburuknya — namun Sarsgaard memainkannya dengan sangat baik, dia tampil sebagai sosok yang lebih menarik dibanding keduanya.

Duranty menuduh Jones berbohong tentang laporan kesaksian matanya, meski sejarah meyakini bahwa si pemenang Penghargaan Pulitzer ini tahu tentang tingkat keparahan kelaparan yang terjadi.

Duranty dituduh dekat dengan pemerintah Soviet; yang lain menyatakan bahwa dia berada di bawah tekanan. Ambiguitas moral dari orang-orang yang memiliki kekuasaan diwakili lewat warna abu-abu di latar film, dari lumpur es di London yang penuh dengan kesuraman dan dikuasai pria-pria tua yang berbisik-bisik di pojokan gelap, sampai blok-blok perumahan khas Soviet di Moskow. kesengsaraan.

Lampu-lampu hanya menyala pada pesta burlesque avant-garde di mana Jones merasa sangat tidak nyaman — mungkin karena Peter Sarsgaard yang telanjang yang menerimanya, atau karena kevulgaran itu simbolis dengan apa yang terjadi ketika wartawan mencoba melupakan siapa yang membayar mereka.

Gareth Jones terlihat begitu polos sampai-sampai dia tak pernah benar-benar muncul sebagai karakter tiga dimensi, dan para penonton tak perlu tanda-tanda atau sindiran dari film ini untuk tahu bahwa film ini sekarang relevan.

Penekanan dari Jones, yang diperankan oleh Norton, bahwa reporter harus mencari fakta "dan tidak berpihak" ditertawakan oleh pers di Berlin. Tapi pembantahan akan kelaparan yang dilaporkan Jones membuat kita bertanya-tanya akan seperti apa Twitter jika laporan Jones keluar sekarang, dan akan diperdebatkan tanpa akhir.

Holland juga menunjukkan bahwa ada dorongan untuk percaya pada Stalin; banyak intelektual yang menginginkan dia untuk menjadi berbeda dengan Hitler dan tidak percaya bahwa kebijakannya bisa menghasilkan kengerian seperti itu.

"Maka tak ada harapan," kata George Orwell dengan kesimpulan sedih di akhir film, saat dia menerima bahwa laporan Jones adalah kenyataan. Tapi ketika ada banyak Gareth Jones-Gareth Jones lain di dunia, bersepeda untuk membawa kebenaran ke dunia, harapan pasti masih ada.

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris di Berlin Film Festival review: Mr Jones di laman BBC Culture

Topik terkait

Berita terkait