Ulasan film "Us": Kritik sosial dalam film horor menegangkan

review, film, film us, us Hak atas foto Blumhouse Productions

Jordan Peele menunjukkan bahwa ia adalah ahli horor dalam film terbarunya, "Us", yang "penuh dengan sentuhan visual dan referensi yang dimaksudkan untuk memikat penonton berulang kali," demikian menurut Caryn James.

Mereka dari kelas bawah akan datang untuk menghancurkan kita, dan kita memang pantas menerimanya. Itu adalah pesan sederhana yang menyeluruh dari film meta-horor terbaru karya sutradara Jordan Peele yang cerdas, "Us".

Kata "Us" (kita) itu dipakai untuk menggambarkan keluarga kelas menengah Amerika, keluarga Wilson yang beranggotakan empat orang, dan 'they' (mereka) adalah duplikatnya.

Kembaran yang kehilangan haknya itu hidup di suatu tempat misterius, terputus dari kehidupan masyarakat.

Ibu, ayah, dan dua anak yang "lain" ini muncul suatu malam di jalan masuk rumah keluarga Wilson dengan mengenakan setelan berwarna merah darah dan memegang gunting emas besar.

Makin besar makin baik, untuk memutilasi "kembaran" mereka.

Peperangan kelas tak pernah digambarkan dengan kepanikan yang menakutkan seperti itu.

Terlepas dari lapisan tema sosial, "Us" terasa berbeda dan kurang inventif daripada "Get Out", debut Peele yang luar biasa sebagai penulis dan sutradara.

Get Out adalah kritik pedas terhadap asumsi rasial dan stereotip yang disembunyikan dalam komik-horor.

Film "Us" membalikkan formula itu, dan muncul sebagai film yang cerdas, penuh struktur rumit, dengan pesan yang sederhana tetapi tidak mendalam.

Peele sangat ahli menciptakan horor. Dia bermain-main menggunakan cara klasik genre horor, sambil menyalurkan ketakutan mendasar manusia. Film ini dapat membuat Anda tertawa, sekaligus meringkuk ketakuan.

Hak atas foto Universal Pictures
Image caption Get Out adalah kritik pedas terhadap asumsi rasial dan stereotip yang disembunyikan dalam komik-horor. Film "Us" membalikkan formula itu.

Film ini dimulai dengan lambat, sambil Peele pelan-pelan memberi petunjuk tentang apa yang akan terjadi. "Us" penuh dengan sentuhan visual kecil dan referensi yang bertujuan untuk memikat pemirsa agar menonton berulang kali, agar bisa mengamatinya dengan lebih teliti.

Dalam adegan pembuka, dengan latar tahun 1986, kamera menyoroti iklan televisi yang menayangkan Hands Across America.

Ini adalah peristiwa nyata di mana orang-orang di seluruh negeri bergandengan tangan untuk mengumpulkan uang bagi mereka yang kelaparan dan tunawisma.

Siapa pun yang telah melihat trailer film ini akan langsung melihat kemiripan antara logo acara (deretan sosok merah yang dipotong dari kertas)- dan doppelgangers berpakaian merah.

Referensi lain lebih samar. Seorang pria tunawisma dengan rambut pirang yang rapi memegang tulisan Yeremia 11:11. Dia muncul beberapa kali, tetapi Peele membiarkan pemirsa mencari tahu sendiri referensi Alkitab dari tanda itu. (Artinya sangat mengerikan.)

Dia pertama kali dilihat di taman hiburan, ketika seorang gadis kecil berkeliaran di aula rumah kaca. Sebuah tanda di sana berbunyi: "Tantangan: Temukan Dirimu," dan itulah yang dia temukan. Adelaide kecil melihat sosok wujud liyannya, dan ketakutan sejak hari itu.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Film horor 'Get Out' puncaki tangga box office Amerika Utara

Ketika film itu melompat ke masa kini, Adelaide adalah Lupita Nyong'o, menikah dengan Gabe Wilson (Winston Duke). Perannya agak melegakan, sebagai orang polos yang menceritakan lelucon bapak-bapak yang tak lucu.

Putri remaja mereka, Zora (Shahadi Wright Joseph), selalu sibuk dengan ponselnya. Anak bungsu mereka, Jason (Evan Alex) mengenakan topeng di atas kepalanya. Mereka berada di rumah pantai keluarga, dekat dengan lokasi trauma masa kecil Adelaide.

Aksi memuncak ketika para duplikat yang disebut 'the tethered'menginvasi rumah. Masing-masing aktor memiliki peran ganda.

Peele telah mengarahkan mereka sedemikian rupa sehingga kita bisa melihat sedikit perbedaan, misalnya wajah para doppelganger yang tetap datar, tak peduli betapa kejamnya tindakan mereka. Ini lebih menakutkan daripada duplikat yang benar-benar serupa.

Film ini berpusat di sekitar Nyong'o, yang penampilannya sebagai duplikat sangat menakutkan. Suaranya parau dan tersendat-sendat, seolah-olah dia tidak berbicara selama bertahun-tahun, ketika dia dengan marah menceritakan sebuah kisah tentang seorang gadis yang "memiliki bayangan".

Gadis itu adalah seorang putri yang menemukan pangeran dan hidup bahagia, sementara bayangannya lapar dan hidup dalam kegelapan. Joseph dengan cemerlang menampilkan raut menyeramkan di wajahnya sebagai lawan jahat Zora. Seperti Nyong'o, duplikatnya bergerak cepat dan menerkam seperti binatang.

Keluarga itu berkelahi dengan para penyerbu dalam adegan-adegan yang diciptakan Peele dengan ketepatan tinggi. Mereka mencoba melarikan diri dengan perahu dan mobil.

Adelaide memukul "si liyan" dengan tongkat perapian - benda yang anehnya selalu ada di dekat tokoh film-film horor. Ada penikaman dengan gunting, seperti film Hitchcock.

Iringan musik melodramatik, yang mengiringi munculnya bahaya pada gaya film-film lama, menandakan bahwa "Us" adalah film yang berbeda. Bukan seperti ketika kita menonton film horor pada umumnya dan terdorong untuk berteriak, "Jangan pergi ke jalan gelap itu sendirian!". Trik ini sudah disiapkan Peele dengan sengaja.

Bahkan ketika adegan film jadi berantakan dan berdarah, film ini selalu jernih. Mulai dari pengambilan gambar mayat dengan sudut lebar hingga sudut yang sangat menegangkan ketika dilihat dari sudut pandang anggota keluarga yang terkepung.

Peele terus meningkatkan intensitas aksinya, hingga kemudian filmnya berubah menjadi spektakuler dan tak terduga. Ketika kita hampir memahami rahasia di balik pertemuan Adelaide di rumah kaca, film ini menjadi lebih imajinatif, hampir tidak nyata.

Musiknya berdentum dan modern, dan kita melihat Adelaide muda dan sosok gandanya di kelas balet. Adegan-adegan itu lebih mengingatkan kita pada film Black Swan dibanding film slasher.

Rangkaian adegan menjadi pengungkapan, bukti bahwa Peele bisa menciptakan film yang luar biasa dalam mode yang berbeda sama sekali.

Meskipun "Us" setia pada genre-nya, masalah sosial tetap ada sebagai isu kedua. Keluarga Wilson berkulit hitam, tetapi ras mereka tidak dianggap sebagai masalah.

Pengecualiannya adalah adegan di mana Gabe menghadapi sosok gandanya di jalan masuk ke rumah, dia sengaja mengubah cara bicaranya menjadi seperti preman, menggunakan sosok pria kulit hitam yang nampak mengancam sebagai taktik.

Itu pun, film tetap membiarkan penonton menyimpulkan sendiri komentar mereka soal stereotip rasial.

Peele sendiri telah berterus terang tentang bagaimana hubungan film ini dengan Amerika.

"Negara ini, dan caranya memandang dunia, kita punya rasa takut akan orang luar," katanya, menjelaskan tema filmnya.

"Tidak ada yang benar-benar ingin melihat kesalahan mereka sendiri, rasa bersalah mereka, iblis dalam diri mereka."

Pada akhirnya, Hands Across America, sebuah inisiatif yang bermaksud baik, telah dibelokkan menjadi simbol kejahatan.

Pelajaran paling mengerikan dari "Us": Anda mungkin saja menjadi saudara kembar jahatmu sendiri.

★★★★☆

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di Film review Us di laman BBC Culture

Berita terkait