Sepuluh film pilihan untuk bulan Mei

Rocketman Hak atas foto PAramount Pictures

Dari film biopik soal Sir Elton John sampai film drama kostum Vietnam — Nicholas Barber mendaftar film-film yang tak boleh dilewatkan bulan ini.

Hak atas foto Warner Bros

Pokémon Detective Pikachu

Video gamenya pertama muncul pada 1996, dan sejak itu Pokémon telah berkembang menjadi waralaba multimedia yang mencakup game, kartun, dan banyak lagi.

Namun fenomena ini sepertinya baru saja dimulai: saat trailer dari film live-action Pokémon pertama ini diluncurkan pada November, dalam 24 jam, trailer tersebut sudah ditonton lebih dari 100 juta kali.

Film yang disutradarai oleh Rob Letterman (Shark Tale) ini adalah komedi tentang makhluk berbulu warna kuning mirip tupai (dan disuarakan oleh Ryan Reynolds) yang bekerja sama dengan Tim Goodman (Justice Smith), anak laki-laki dari seorang detektif swasta yang hilang.

Jujur saja, sebagian orang masih terheran-heran, tapi mengingat bahwa film ini merupakan parodi noir yang memasangkan orang sungguhan dengan karakter animasi, film ini bisa menjadi semacam Who Framed Roger Rabbitversi abad ke-21.

Hak atas foto Argot Pictures

The Silence of Others

Setelah meninggalnya Jenderal Francisco Franco, parlemen Spanyol memberikan amnesti untuk semua orang yang terlibat dalam aksi premanisme diktator tersebut dan meloloskan El Pacto del Olvido — 'pakta untuk melupakan' — atas nama persatuan nasional dan kemajuan.

Tapi tak semua orang di Spanyol mau untuk melupakan, apalagi memaafkan.

Dokumenter kuat buatan Almudena Carracedo dan Robert Bahar dan dengan produser eksekutif Pedro dan Agustín Almodóvar mengisahkan tiga orang yang mengampanyekan upaya untuk menuntut proses hukum bagi algojo-algojo Franco.

"Film ini berjalan dengan kekuatan yang sama seperti thriller politik klasik karya Costa-Gavras atau Francesco Rosi," tulis Allan Hunter di Screen International.

"The Silence of Others muncul sebagai penghormatan yang menyentuh untuk kemenangan kecil bagi orang-orang yang pantang menyerah."

Hak atas foto Universal Pictures

The Hustle

Pada 1988, Dirty Rotten Scoundrels yang dibintangi oleh Michael Caine dan Steve Martin sebagai dua orang cerdik — seorang pria Inggris kelas atas dan rival/muridnya yang berisik — yang menipu seorang pewaris kaya di Riviera.

Tiga dekade kemudian, film itu (yang dibuat ulang dari Bedtime Story pada 1964) mendapat versi perempuannya. Sekarang Anne Hathaway berperan sebagai perempuan Inggris dan Rebel Wilson menjadi pewaris kaya yang cerewet dan miliarder teknologi seperti Mark Zuckerberg.

The Hustle terlihat menjanjikan, terutama karena sutradaranya adalah Chris Addison, bintang The Thick of It asal Inggris, yang kemudian membuat beberapa episode Veep.

Hak atas foto Sony Pictures Entertainment

Brightburn

Sebagian besar dari kita mengetahui mitos asal Superman: seorang bayi alien yang jatuh mendarat di Bumi — tepatnya di kawasan Midwest Amerika — dan dibesarkan dengan baik oleh pasangan suami istri yang tak punya anak.

Pertanyaan yang disampaikan oleh Brightburn adalah: bagaimana jika kisah ini tak berakhir baik? Bagaimana jika anak laki-laki yang dibesarkan tidak menjadi baik dan lembut, tapi tak stabil dan pembenci? Dan bagaimana mendisiplinkan anak nakal dengan kekuatan hebat dan kecepatan luar biasa?

Diproduksi oleh James Gunn, sutradara Guardians of the Galaxy, dan ditulis oleh saudara dan sepupu Gunn, Brightburn dibintangi oleh Elizabeth Banks dan David Denman sebagai orang tua angkat yang merasa mereka berada di film superhero, tapi sebenarnya ada di film horor yang mematahkan hati.

Hak atas foto Film Movement

The Third Wife

Film peraih penghargaan di festival Toronto dan San Sebastián ini adalah debut Ash Mayfair yang menampilkan drama kostum berlatar Vietnam abad ke-19.

Film ini mengisahkan tokoh remaja protagonis bernama May (Nguyen Phuong Tra My) yang dinikahkan dengan tuan tanah kaya (Le Vu Long), meski si tuan tanah sudah punya dua istri.

Walau kehidupannya damai dan tenang, May kemudian menyadari bahwa dia harus segera punya anak laki-laki jika ingin suaminya tetap baik padanya.

Menurut Jessica Kiang di Variety, film Mayfair yang "seperti lukisan" dan "autentik" adalah "debut yang unik dan mendapat kesegarannya bukan dari minimnya pengalaman, tapi dari keseimbangan antara kelembutan dan kemampuan untuk menahan diri yang biasanya butuh beberapa dekade untuk bisa dikuasai oleh para sutradara".

Hak atas foto PAramount Pictures

Rocketman

Taron Egerton mendapat peran utama dalam biopik bernuansa fiksi mengenai Sir Elton John. Pemilihan Taron Egerton sebagai Sir Elton lebih cocok daripada dua aktor lain yang sebelumnya dipilih untuk peran tersebut, Justin Timberlake dan Tom Hardy.

Egerton tak hanya mirip dengan musisi bernama asli Reginald Dwight tersebut, tapi dia pernah tampil di Kingsman: The Golden Circle bersama Sir Elton sungguhan.

Pemilihan yang lebih penting adalah sutradara film Dexter Fletcher. Fletcher-lah yang dibawa untuk menyelesaikan Bohemian Rhapsody setelah Bryan Singer dipecat, sehingga para produser berharap bahwa musikal baru tentang ikon rock-stadion Inggris yang gemerlap ini akan sama besarnya seperti Rhapsody.

Hak atas foto Disney

Aladdin

Sebuah dunia yang baru? Belum tentu. Aladdin adalah versi live-action yang digarap ulang dari film kartun Disney keluaran 1992 dan disutradarai oleh Guy Ritchie.

Kemungkinan Anda tahu plot dan lagu-lagunya sebelum menonton film ini. Tak berarti bahwa prospek box-office film ini akan suram, toh versi live-action dari Beauty and the Beast keluaran Disney yang hampir identik dengan versi kartun aslinya menjadi film terlaku kedua pada 2017.

Selain itu, ada elemen baru dari versi Aladdin baru, termasuk pemerannya yang hampir semuanya non-kulit putih, termasuk Mena Massoud sebagai Aladdin dan Naomi Scott (yang akan membintangi Charlie's Angels versi baru) sebagai Putri Jasmine.

Pertanyaan besarnya, akankah jin yang diperankan oleh Will Smith akan seajaib seperti yang diperankan oleh Robin Williams?

Hak atas foto Twentieth Century Fox

Tolkien

Pewaris hak cipta JRR Tolkien tak terlalu senang dengan biopik akan penulis fantasi hebat ini: Kerabat Tolkien mengumumkan bahwa mereka tak "menyetujui…atau merekomendasikannya".

Tapi alasan ini tak seharusnya mengurangi antusiasme para penggemar The Hobbit dan The Lord of the Rings — atau penggemar Nicholas Hoult dan Lily Collins.

Hoult memerankan John Ronald Reuel yang yatim piatu saat bersekolah di Birmingham, saat mengajar di Oxford University dan saat berperang di Battle of the Somme. Collins memerankan Edith, sesama anak yatim piatu. Wali Reuel melarang dia bertemu dengan Edith.

Apapun yang dibayangkan oleh keluarga sang penulis, Richard Trenholm dari CNET memuji Tolkien sebagai "kisah yang hidup tentang persahabatan", dan menjanjikan bahwa "para penggemar akan menikmati melihat referensi dan inspirasi akan buku-buku Middle-earth, tapi kisah sebenarnya adalah tentang satu generasi yang terluka oleh perang."

Hak atas foto Annapurna Pictures

Booksmart

Apakah Booksmart adalah jawaban feminis dari Superbad? Film yang dibintangi oleh Beanie Feldstein, adik perempuan Jonah Hill, dan ceritanya berfokus pada dua sahabat kutu buku yang berharap bisa berpesta liar semalam sebelum mereka lulus dari SMA dan pergi kuliah, jawabannya mungkin iya.

Terlepas dari perbandingan itu, Booksmart adalah sebuah film yang sangat bagus. Film ini disutradarai oleh Olivia Wilde, dan saat pertama diputar di festival SXSW pada Maret lalu, film ini disebut sebagai salah satu transisi paling halus dari aktor menjadi sutradara yang pernah terjadi baru-baru ini.

Yolanda Machado di The Wrap menulis bahwa Wilde telah "menciptakan sebuah film yang pintar, inklusif, modern dan revolusioner untuk remaja sekarang, salah satu komedi coming-of-age yang sempurna yang pernah saya lihat".

Hak atas foto Universal Pictures

Ma

Kesuksesan Get Out yang memecah rekor membuka pintu untuk film menegangkan bermuatan ras dan politik di Amerika — dan keduanya dirilis pada bulan Mei.

Salah satunya adalah The Intruder, yang mengisahkan pasangan kulit hitam membeli rumah yang tenang di pinggiran California dan diganggu oleh mantan pemiliknya yang berkulit putih (Dennis Quaid).

Satunya lagi adalah Ma, yang dirilis oleh Blumhouse, rumah produksi yang sama yang merilis Get Out. Octavia Spencer berperan sebagai Sue Ann, seorang perempuan kesepian yang mengundang beberapa remaja setempat yang menggunakan rubanahnya sebagai lokasi pesta, tapi Sue Ann mungkin punya motif lain.

Film ini juga dibintangi oleh Juliette Lewis dan Luke Evans, dan disutradarai oleh Tate Taylor (The Girl on The Train, The Help).

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris di Ten films to watch this May di laman BBC Culture

Topik terkait

Berita terkait