Ketika penyelam dikejutkan oleh ubur-ubur raksasa

ubur-ubur raksasa, penyelam, lautan Hak atas foto Dan Abbott

Dua penyelam secara tak terduga menemukan ubur-ubur di Cornwall, Inggris, dan fotonya menjadi viral. Kelly Grovier melihat lagi bagaimana makhluk-makhluk di laut dalam masih mengejutkan kita semua.

Ubur-ubur bagai mewakili keindahan laut yang seperti dunia lain. Berenang dengan gerakan seperti pebalet yang aneh di air, parasut ubur-ubur yang seperti alien itu tampak kebal terhadap semua hukum gerakan saat melayang dan meluncur.

Orang hanya bisa membayangkan betapa terkejutnya sepasang penyelam di laut lepas pantai Cornwall di Inggris pekan ini. Mereka sedang mengamati daun-daun rumput laut yang licin, ketika tiba-tiba mengambang berhadap-hadapan dengan medusa laut bertentakel yang berukuran raksasa.

Kedua penyelam, Dan Abbott dan Lizzie Daly, sedang merekam seri pengalaman akuatik untuk proyek penggalangan dana media sosial, Wild Ocean Week, ketika pertemuan tak terduga itu terjadi.

Hak atas foto Dan Abbott

Sebuah foto (diambil oleh Abbott) yang memotret Daly berenang bersama ubur-ubur raksasa, dengan cepat menjadi viral. Yang sangat mengejutkan tentang gambar ini bukan hanya besarnya ukuran sang makhluk laut, tetapi benturan dunia yang ditangkap dengan tajam oleh foto itu.

Benturan wujud antara Daly yang mengenakan setelan selam dan snorkeling, bertopeng karet dan bersirip artifisial, bersanding dengan keindahan yang rapuh dan keanggunan sejati binatang laut yang hening, menekankan seberapa dekat, namun jauhnya keberadaan kita dari mereka yang berbagi dunia dengan kita.

Namun, bahkan dalam bentuk yang paling aneh dan paling asing dari pengalaman kita pun, kita mampu melihat kemiripan satu sama lain.

"Ubur-ubur, jika Anda mengamatinya cukup lama," kata penulis Ali Benjamin dalam pembuka novel anak-anak yang ditulisnya, The Thing About Jellyfish, "mulai terlihat seperti detak jantung... Itu denyut nadi mereka, cara mereka berkontraksi dengan cepat, lalu melepaskan. Seperti hati hantu, hati yang tembus pandang, hingga ke dunia lain, tempat persembunyian segala sesuatu yang pernah hilang."

Si pengubah bentuk yang cerdik (beberapa dikenal berubah bentuk untuk membodohi pemangsa), ubur-ubur seperti lampu lava hidup atau tes Rorschach. Cara kita memandang mereka menjelaskan lebih banyak tentang siapa diri kita daripada tentang siapa mereka. Mereka adalah seni abstrak samudera.

Hak atas foto Wikimedia

Foto Abbott, yang menarik kita ke dalam misterinya, mengingatkan pada kekuatan lukisan karya JM W Turner, Sunrise with Sea Monsters. Lukisan ini tidak diketahui oleh para cendekiawan sampai setengah abad setelah kematian Turner tahun 1851. Gambarnya tak sengaja ditemukan di ruang bawah tanah Galeri Nasional London pada tahun 1906.

Lukisan cat minyak besar di atas kanvas memancarkan getaran merah muda keemasan dan pantulan cahaya lembut yang sama dengan ubur-ubur jumbo yang ditemui Daly dan Abbas.

Mengantisipasi seni non-figuratif abad berikutnya, lukisan Turner yang belum selesai menantang para pengamat untuk memastikan apa tepatnya, yang mereka pikir sudah mereka lihat, berjuang untuk mengambil bentuk di tengah begitu banyak cahaya.

Kritik tetap terpecah atas apakah fajar yang bergolak yang digambarkan oleh seniman itu hidup dengan naga mitos, dengan ikan biasa, atau dengan apa pun selain ombak sloshing yang dirancang untuk membangkitkan imajinasi.

Atau mungkin, seperti ubur-ubur itu sendiri, lukisan Turner adalah cermin hidup di mana kita memahami siapa dan bagaimana kita melintasi dunia: gembira atau takut, hilang atau ditemukan, terancam atau bebas.

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di Surprised by a giant jellyfish di laman BBC Culture

Topik terkait

Berita terkait