Bagaimana Ric Ocasek and The Cars membentuk bentuk irama musik pop

Ric Ocasek anggota band The Cars tutup usia pada hari Minggu, 15 September 2019, di usia 75 tahun. Untuk menandai kepulangannya, kami mengenang bagaimana band itu menghasilkan salah satu album terbaik sepanjang masa.

The Cars Hak atas foto The Cars in 1978

Seharusnya album itu dapat menjadi album pembuka yang sempurna, tetapi ternyata tidak.

Intro-nya merupakan penjelasan kamus dari kesederhanaan — riff gitar nada kedelapan dengan gitar kedua yang tiba-tiba meledak seperti nyala api pada nada ketujuh. Hal itu sangat menular.

Tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-BLAM-tchk!

Tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-BLAM-tchk!

Tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-BLAM-tchk!

Tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-BLAM-tchk!

Ketika sampai pada kord kelima, twist-nya sangat sederhana. Kali ini, ada dua kali kresendo, di kord ketujuh dan kedelapan.

Tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-BLAM-BLAM!

Tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-tchk-BLAM-BLAM!

Dengan lagu Just What I Needed, The Cars muncul dengan salah satu intro lagu rock terhebat sepanjang masa, dengan menggunakan keterampilan dasar dan sederhana dalam bermain gitar, seperti yang dapat Anda peroleh dari beberapa pelajaran gitar pertama Anda.

Intro itu merupakan puncak dari tekanan dan rasa lega — bas dan drum mengalun ketika penyanyi Ben Orr menawarkan salah satu lagu pembuka yang paling pas untuk menghormati lagu utama:

"Saya tidak keberatan jika Anda datang kemari/dan membuang-buang waktu saya."

Tepat ketika Anda berpikir refrainnya akan segera meledak, tiba-tiba Anda terhubung dengan pra refrain, menyala dengan suara keyboard yang mendayu-dayu.

Ketika akhirnya refrain itu mulai, dampaknya – bunyi cabikan gitar yang keras seperti marah, suara latar yang terdengar mulus, saling bersahutan dalam harmoni yang berkilauan – semuanya semakin luar biasa.

The Cars Hak atas foto The Cars

Bahwa lagu tersebut tidak memulai proses kemunculan pertamanya di tahun 1978, bukanlah tuduhan bahwa mereka mampu mengurutkan album sebagai bukti seberapa luar biasa bagusnya album-album mereka selanjutnya.

Faktanya, debut The Cars begitu penuh dengan hits sehingga sebuah lagu yang diperebutkan band-band pop rock tidak akan muncul hingga sepertiga album.

"Kami biasa bercanda bahwa album pertama seharusnya disebut The Cars Greatest hits," kata gitaris Elliot Easton kemudian dalam sebuah kompilasi band Just What I Needed: The Cars Anthology.

Jalan panjang menuju sukses

Suara band - yang menyatukan kekuatan pop, new wave dan rock klasik - berhasil terdengar seperti musik pop di masa lalu dan musik pop di masa depan, dan segera saja mendapatkan banyak pengikut.

Tetapi apa yang kelihatannya seperti kesuksesan dalam semalam sebenarnya berlangsung lebih dari 10 tahun dan beberapa band dalam pembuatannya.

Anggota The Cars bukanlah sekumpulan remaja-remaja nakal. Vokalis Ric Ocasek berusia 33 tahun ketika band ini rekaman pertama.

Dia bertemu dengan basis Benjamin Orr di Ohio pada pertengahan 1960 ketika keduanya bermain di band-band lokal.

Persahabatan mereka bertahan meski suatu karir menyewa band-band secara bersama-sama di mid-west sebelum keduanya pindah ke Boston di awal 1970an.

The Cars bukanlah kesuksesan pertama pasangan itu. Pada tahun 1973 mereka mengeluarkan album folk-rock dengan nama Milkwood (bersama gitaris Jas Goodkind). Tetapi gagal masuk tangga lagu.

Band mereka berikutnya, Richard And The Rabbits juga sangat singkat, tetapi itu membawa mereka ke Greg Hawke, yang kemudian membawa sengatan synthesizer khas mereka ke lagu-lagu power-pop The Cars.

Ketika Ocasek dan Orr mulai main bersama, duet dengan alat musik akustik di kedai kopi di Cambridge, beberapa lagu utama mulai mempunyai bentuk.

Band lain yang usianya pendek jatuh bangun - Cap n Swing. Elliot Easton yang lulusan Berklee Music School, menjadi salah satu pendiri The Cars.

Potongan terakhir adalah David Robinson, pemain drum legenda lokal, The Modern Lovers, menjadi lebih terkenal karena lagu kebangsaan mereka Roadrunner.

Sampai di tahap ini, Orr dan Ocasek menulis dan menulis dan menulis. Mereka telah memiliki cukup banyak lagu yang sudah diuji di jalanan untuk merekam demo yang mereka mainkan di radio lokal di Boston.

Dua dari demo itu - Just What I Needed dan My Best Friend's Girl - berada di tiga urutan pertama dalam album debut tersebut.

The Cars Hak atas foto Getty Images
Image caption The Cars di tahun 1978

Pemutaran di Boston itu menarik minat perusahaan-perusahaan rekaman yang ingin menandatangani kontrak dengan band-band yang mengusung New Wave.

Akhirnya The Cars menandatangani kontrak dengan Elektra, di waktu yang sama dengan artis lokal Jackson Browne dan The Eagles, yang lagu-lagunya memenuhi radio di Amerika Serikat.

Band ini pindah ke London untuk album mereka dengan produser Roy Thomas Baker, yang pernah memproduseri Queen dalam perjalanan mereka menuju sukses.

"Dengan The Cars, Anda mendapatkan band dengan bagian ritme yang jarang dan penyanyi yang unik dalam Ric Ocasek, tetapi ketika harmoni masuk, akan ada dinding suara," kata Baker kepada majalah Mix pada 1999.

"Mereka datang di saat ketika radio butuh sesuatu yang segar."

Karya Baker

Album The Cars dibuka dengan Good Times Roll. Suara gitarnya berdengung dan kasar, suara Ocasek hilang dalam eter di belakangnya.

Terdengar jarang dan bersih. Tetapi kemudian muncul senjata rahasia Baker.

"Ketika harmoni vokal masuk, ada begitu banyak vokal di sana seperti yang ada dalam rekaman Queen," kata Baker kepada majalah Mix.

"Satu-satunya perbedaan adalah masuk dan kemudian hilang. Good Times Roll adalah yang klasik untuk itu.

Ketika mereka menyanyikan kata-kata itu, terdengar keras dan kemudian hilang, dan semua kembali terpisah-pisah lagi. Saya dapat menempatkan vokal-vokal besar pada latar belakang punk yang jarang, seperti menciptakan pop post-punk."

Bill Janovitz, penyanyi utama di band rock Buffalo Tom di Boston dan seorang penulis lagu, benar-benar merasa terikat.

"Album ini keluar ketika saya berusia 12 atau 13 tahun. Saat itu merupakan waktu yang tepat mendengarkan, dan lagu itu ada di radio manapun." katanya pada BBC Music.

"Saya masih di New York saat itu, tetapi ketika saya pindah ke daerah Boston beberapa tahun kemudian, The Cars itu dewa, kawan," katanya.

"Saya tahu tidak ada yang berani menghina rekaman ini. Malah sejujurnya, menurut saya semua orang menyukainya. Setidaknya setiap orang yang saya tahu. Kalau mereka tidak suka, saya tidak suka mereka."

Ric Ocasek Hak atas foto Getty Images
Image caption Ric Ocasek

Janovitz percaya itu adalah rekaman rock klasik yang tidak memalukan, terlepas dari kemilau synth New Wave.

"Ini jelas terjadi pada tahun 80an. Tetapi ini adalah rekaman yang amat sangat analog," kata Janovitz.

"Tube (katub) ampli, gitar tua, drum besar, vokal yang saling tumpuk dari Ro Thomas Baker, semua menjadikan Suicide-and-Roxy-Music-and-Beat-puisi-yang disampaikan sebagai bubblegum pop."

Menjalankan warisan

The Cars bubar pada 1988, setelah sebelumnya menjadi bintang utama di MTV berkat lagu favorit pada 1984, You Might Think dan video komputer grafisnya.

Ocasek segera mulai bersolo karir, tetapi juga menjadi produser yang laris. Dia adalah sosok di balik layar dua album pertama Weezer di awal tahun 90an, begitu juga dengan debut Nada Surf pada 1996 dan beberapa album No Doubt di tahun 2000, Rock Steady.

Pada 1999, kelompok band terkenal di Swedia, The Wannadies merekam album Yeah dengan Ocasek.

Vokalis Pär Wiksten telah mengenal musik The Cars sebelumnya, tetapi mulai mempelajari lebih jauh lagi begitu Ocasek setuju untuk membuat album.

"Kami berlatih dengan Ric di London, sebelum berangkat ke New York untuk rekaman. Jelas sekali dia terkenal di London, tetapi ketika kami sampai di NYC - wow!" katanya kepada BBC Music.

"Orang-orang membunyikan klakson, berteriak dari seberang jalan, bersorak! The Cars dan Ric benar-benar luar biasa di Amerika!"

Menurut Wiksten, sesi-sesi itu memiliki beberapa kesamaan yang tidak biasa secara kebetulan dengan album yang menentukan karir The Cars.

"Ketika saya dan Christina (teman satu band dan istri) mulai bermain dengan harmonis, terutama pada judul lagu Yeah, Ric akan meninggalkan ruangan.

'Saya tidak pernah ikut campur ketika kita rekaman dengan Ro Thomas Baker juga. Kamu lakukan apa yang ingin lakukan,' katanya.

"Dan ketika kami beberapa kali melapisi vokal pendukung, asisten Ric, Haig, bergegas mendapati Ric: 'Itu kedengaran seperti Queen!' Ric menjawab dengan senyum lembut: "Iya. Keren!"

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari artikel ini, How Ric Ocasek and The Cars shaped the sound of pop di laman BBC Culture.

Topik terkait