Film penguras air mata dan kisah cinta yang manis: Panduan lengkap menonton 21 film Studio Ghibli

Sebanyak 21 film yang dibuat Studio Ghibli yang legendaris kini bisa disaksikan dengan mudah melalui streaming. Ini panduan lengkap film mana yang sebaiknya Anda saksikan duluan, sesuai dengan suasana hati. Film yang menguras air mata, atau kisah cinta yang manis?

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Ponyo, kisah cinta aneh antara ikan dan manusia.

Untuk pertama kalinya, film animasi karya Studio Ghibli Jepang bisa disaksikan melalui layanan streaming. Netflix merilis 21 film secara bertahap 1 Februari. Ada dua jenis orang di dunia ini: mereka yang belum pernah mendengar tentang Studio Ghibli, dan mereka yang mencintai film-film Ghibli dengan sepenuh hati. Ghibli yang didirikan pada tahun 1985 oleh Hayao Miyazaki dan Isao Takahata.

Jika Anda pernah menonton salah satu filmnya, Anda pasti menontonnya di bioskop, melalui DVD, atau mungkin diputar di TV.

Dengan diputarnya animasi ini di Netflix, artinya film ini akan disaksikan oleh lebih banyak penonton baru.

Ghibli berarti 'angin gurun' di Libya, dipilih oleh Miyazaki untuk menandakan bahwa usahanya akan meledak melampaui industrinya.

Jepang, tentu saja, terkenal dengan film animasi, atau anime, tetapi Ghibli ada di levelnya sendiri. Keindahan gambarnya menjadi panduan bagi film-film lain yang dibuat setelahnya.

Kini mereka punya lebih dari 20 film yang semuanya sangat berbeda. Dari mana harus mulai?

Jika Anda ingin pemenang Oscar...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Spirited Away (2001)

Mulailah dengan Spirited Away (2001), yang memenangkan piala animasi terbaik di Academy Awards 2003, dan mewakili hampir seluruh etos Ghibli.

Film ini sering direkomendasikan kepada orang yang baru akan mulai menonton Ghibli. Ini film memukau tentang anak usia 10 tahun, Chihiro, yang sedang melakukan perjalanan dengan orang tuanya ke rumah barunya.

Ketika ayahnya mengambil jalan pintas, Chihiro tersesat sendirian di dunia roh. Dia harus mencari jalan di pemandangan seperti mimpi, dihuni oleh karakter yang semakin lama semakin aneh, untuk menyelamatkan orang tuanya.

Jika Anda ingin merasakan kebahagiaan sejati...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption My Neighbor Totoro (1988)

Maka Anda membutuhkan My Neighbor Totoro (1988) dalam hidup Anda. Tokoh film ini, roh kayu besar, berbulu dan menggemaskan, menjadi simbol Studio Ghibli, dan jutaan bonekanya laku dijual.

Bertempat di tahun 1950-an dengan latar belakang yang indah, film ini adalah kisah dua gadis muda dan ayah mereka yang pindah ke rumah baru. Mereka tinggal di rumah di pedesaan ini agar dekat dengan rumah sakit tempat ibu mereka memulihkan diri.

Di sana mereka bertemu Totoro dan teman-temannya, terutama Catbus yang luar biasa.

Plotnya sederhana, tetapi tidak masalah, karena film ini benar-benar luar biasa, untuk anak-anak yang lebih muda maupun orang dewasa.

Jika Anda ingin rakun yang bisa berubah bentuk...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Pom Poko (1994)

Siapa yang tidak ingin? Terutama ketika mereka melakukannya dengan komikal. Pom Poko (1994) adalah film yang tidak akan pernah Anda lihat sebelumnya, lihat saja.

Seperti banyak film Ghibli lainnya, film ini memiliki pesan lingkungan yang kuat. Sebuah suku rakun (yang penting dalam cerita rakyat Jepang) harus menyelesaikan perbedaan antara mereka sendiri untuk menghentikan pengembang perumahan meruntuhkan lereng bukit berhutan di mana mereka tinggal.

Jika Anda ingin petualangan bubur kertas yang seru…

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Porco Rosso (1992)

Porco Rosso (1992) adalah film Ghibli yang penuh ketegangan, dengan cita rasa Eropa yang lebih kental terasa daripada cita rasa Jepangnya.

Secara harfiah Porco Rosso berarti babi merah, dan kini jadi nama ace Italia peninggalan Perang Dunia I yang dikutuk menjadi babi humanoid. Babi itu sekarang bekerja sebagai pemburu bayaran yang memerangi perompak langit di atas Laut Adriatik.

Film ini berisi kegembiraan, melodrama dan kisah cinta yang menyentuh, dan terasa seperti film Hollywood Golden Age terbaik yang pernah ada.

Jika Anda ingin fantasi dongeng...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Howl's Moving Castle (2004)

Deskripsi itu bahkan tidak menyentuh sisi Howl's Moving Castle (2004). Terinspirasi dari novel Diana Wynne Jones tahun 1986, film ini menampilkan pesan anti-perang yang kuat (tampaknya dipicu oleh penentangan Miyazaki terhadap invasi AS ke Irak tahun 2003)

Dua kerajaan yang bertikai di dunia fantasi yang bercitarasa Eropa saling berhadapan. Penyihir besar Howl terperangkap di tengah-tengah kastilnya yang berbahaya.

Perempuan muda pembuat topi, Sophie, dikutuk oleh Penyihir Limbah dan berubah menjadi seorang wanita tua yang terjebak dalam perjuangan Howl untuk menghindari kehancuran perang.

Benar-benar menawan dan meninggalkan kesan dalam.

Jika Anda ingin tahu pengorbanan perang yang sebenarnya...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Grave of the Fireflies (1988)

(Catatan: Film yang ini tidak akan ditayangkan di Netflix, tetapi kami pikir tetap harus disebut.)

Kuburan Kunang-kunang, terjemahan judulnya, tak mudah dilihat tetapi perlu.

Grave of the Firefliesadalah salah satu buatan Ghibli yang lebih awal, tahun 1988. Ceritanya tentang Seita dan adik perempuannya Setsuko, yang berjuang untuk bertahan hidup di Jepang selama hari-hari terakhir Perang Dunia Kedua.

Berbeda dengan manga Barefoot Gen yang lebih terkenal, komik dengan latar serupa, Grave of the Fireflies tidak fokus pada bom atom Jepang, seperti yang diharapkan penonton barat.

Film ini lebih fokus pada pemboman di kota-kota seperti Kobe. Tidak kalah mengerikan, bahkan mungkin lebih, karena ini adalah kisah yang kurang dikenal.

Ibu mereka tewas dalam serangan bom, ayah mereka berjuang di Angkatan Laut Jepang, anak-anak dipaksa untuk berjuang sendiri.

Peringatan: Film ini akan menguras air mata, dan akan meninggalkan kesan kuat.

Jika Anda ingin drama kontemporer...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Whisper of the Heart (1995)

Studio Ghibli melayani pengemarnya melalui beberapa film. Whisper of the Heart (1995) adalah cerita tentang seorang gadis kutu buku, Shizuku, yang menemukan bahwa semua buku yang dipinjamnya dari perpustakaan telah dibaca oleh anak yang sama, dan memutuskan untuk menemukannya.

Only Yesterday (1991) adalah film pelan (dengan beberapa adegan kilas balik yang agak menyebalkan) tentang seorang perempuan berusia 27 tahun yang mengenang kembali kehidupannya dan pilihan-pilihan yang dia buat.

From Up On Poppy Hill (2011) disutradarai oleh putra Miyazaki, Gorō, membingkai tema Ghibli yang berulang tentang kemajuan yang diperkirakan menyapu tradisi dua anak muda, yang berjuang memperjuangkan klub sekolah dari pembongkaran.

Jika Anda menginginkan adaptasi dari buku-buku favorit...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption When Marnie Was There (2014)

Selain Howl's Moving Castle, Ghibli telah mengadaptasi beberapa novel terkenal sebagai titik awal untuk film-filmnya. Salah satu film terbarunya, When Marnie Was There (2014), didasarkan pada novel Joan G Robinson tahun 1967. Ini adalah kisah yang menyentuh tentang seorang gadis berusia 12 tahun yang memulai persahabatan dengan Marnie yang misterius.

Buku The Borrowers Mary Norton (1952) menjadi inspirasi Ghibli di Arrietty (2010), yang mungkin tidak masuk daftar favorit semua orang, terutama karena sangat familiar.

Film Tales From Earthsea (2006) sedikit mengambil inspirasi dari novel Ursula K Le Guin, dan tidak sepenuhnya berhasil sebagai adaptasi, meskipun tetap punya penggemarnya sendiri.

Jika Anda ingin fantasi dengan pesan lingkungan yang kuat...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Princess Mononoke (1997)

Maka Princess Mononoke adalah pilihan tepat. Dirilis pada tahun 1997, ini adalah film paling sukses Ghibli hingga Spirited Away. Latarnya adalah Jepang feodal fanatik di mana seorang pangeran muda terjebak dalam konflik antara penghuni kota industri yang ingin menebangi hutan besar untuk menambang untuk besi, dan beragam roh yang tinggal di hutan terancam.

Film ini bisa dianggap sebagai pelengkap My Neighbor Totoro, tapi dengan lebih banyak pertempuran dan setan dan orang-orang yang agak tidak menyenangkan.

Jika Anda ingin kekuatan perempuan...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Kiki's Delivery Service (2003)

Hampir semua film Studio Ghibli menampilkan karakter perempuan yang kuat, tetapi Kiki's Delivery Service (2003) adalah kegembiraan saat merayakan para gadis mandiri.

Kiki si penyihir muda melompat ke atas sapunya segera setelah ia berusia 13 tahun. Dia pergi dengan Jiji, kucingnya yang suka mengobrol Jiji dan menawarkan layanan sihirnya kepada warga kota yang sibuk.

Beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana, tetapi itulah pesan film ini. Menyaksikan seorang gadis muda mendapatkan kebebasannya dan belajar dari kesalahannya, hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan yang dia butuhkan untuk menempa jalan hidupnya sendiri.

Jika Anda menginginkan sesuatu yang sedikit berbeda...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption The Tale of Princess Kaguya (2013)

Ya, semua film Ghibli berbeda. Tapi ada film yang menonjol karena sangat berbeda dari gaya studio yang biasanya.

The Tale of Princess Kaguya termasuk film yang agak baru, dirilis pada 2013 dan berdasarkan cerita rakyat Kisah si Pemotong Bambu.

Ini adalah film terakhir yang disutradarai oleh Takahata sebelum kematiannya pada tahun 2018. Film ini tentang pasangan miskin yang menemukan gadis kecil yang tumbuh di dalam rebung, bagai lukisan tua yang hidup kembali.

Ada pula My Neighbours The Yamadas (1999), sebuah kisah kecil menawan yang dimulai sebagai komedi keluarga. Makin lama, ceritanya masuk ke wilayah surealis, namun selalu hangat dan bahagia, lebih seperti komik strip animasi.

Jika Anda menginginkan kucing...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption The Cat Returns (2002)

Dan siapa yang tidak sih?

The Cat Returns (2002) adalah persembahan bagi para penggemar kucing. Film ini adalah fantasi mengharukan tentang seorang gadis muda yang dapat berbicara dengan kucing.

Setelah menyelamatkan kucing jalanan yang nyaris tertabrak truk, dia ditarik masuk ke dunia yang seringkali berbahaya di Kerajaan Kucing.

Ini eskapisme, dan ya, tidak ada yang salah dengan itu. Salah satu karakter adalah kucing necis bernama The Baron, patung yang hidup kembali. Dalam persilangan karakter Ghibli yang langka, patung Baron juga muncul di Whisper of the Heart.

Jika Anda ingin menonton Ghibli secara kronologis...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Nausicaä of the Valley of the Wind

Anda harus mulai dengan Nausicaä of the Valley of the Wind, film yang dibuat dan dirilis Miyazaki pada tahun 1984. FIlm ini menjadi cikal bakal pembuatan Studio Ghibli.

Nausica berlatar masa depan pasca-apokaliptik dengan serangga-serangga perusak raksasa, dan menghadirkan beberapa tema khas Miyazaki, termasuk pesan ekologisnya. Ceritanya berfokus pada seorang perempuan muda yang berharap menemukan cara bagi manusia untuk hidup berdampingan dengan para makhluk serangga yang bermutasi di hutan.

Jika Anda ingin sepotong kenyataan...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption The Wind Rises (2013)

Satu-satunya film biografi yang nyaris seperti kenyataan adalah The Wind Rises. Film tahun 2013 ini menceritakan kisah hidup fiksi Jiro Horikoshi, perancang Mitsubishi Zero yang terkenal yang membentuk dasar kekuatan udara Jepang dalam Perang Dunia Kedua.

Ini menjadi film Ghibli, namun, ini bukan perayaan kehidupan enak. Horikoshi memimpikan pesawat terbang tetapi penglihatannya yang buruk tidak memungkinkannya. Dia pun menceburkan diri ke bidang teknik, dan hatinya hancur ketika desainnya digunakan untuk perang.

Ini adalah film terakhir Miyazaki sebelum masa pensiunnya yang singkat, samapi dia kembali lagi di tahun 2017 untuk menyutradarai film How Do You Live? yang kini belum dirilis.

Jika Anda ingin membuat anak-anak Anda meminta ikan mas...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Ponyo

Saksikan Ponyo yang sangat menawan dan bersemangat (2008). Ponyo adalah nama seekor ikan mas yang ditemukan oleh anak laki-laki bernama Sosuke.

Tapi pada kenyataannya, Ponyo adalah mahkluk yang bisa berubah bentuk, satu di antara banyak saudaranya yang tinggal di komunitas bawah air di lepas pantai Jepang.

Ayahnya mengira dia telah diculik, dan melancarkan serangan ke dunia manusia untuk mendapatkannya kembali. Ada adegan tsunami yang menegangkan dan perenungan akan sifat asli persahabatan. Sangat direkomendasikan.Jika Anda ingin robot steampunk besar...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Laputa: Castle In The Sky (1986)

Film pertama yang dibuat di bawah spanduk Studio Ghibli adalah Laputa: Castle In The Sky. Petualangan seru ini dirilis pada tahun 1986 dengan kota udara yang luas, bajak laut langit, kapal udara, dan dua pahlawan muda yang berusaha melindungi kristal ajaib. Tentunya ada robot steampunk tua besar.

Rupanya beberapa arsitektur dalam film ini terinspirasi oleh Wales, yang dikunjungi Miyazaki pada tahun 1984 ketika pemogokan penambang di negara itu sedang panas-panasnya.

Jika Anda ingin benar-benar menonton semuanya...

ghibli, animasi, jepang, studio ghibli Hak atas foto Ghibli
Image caption Ocean Waves (1993)

Ada dua film yang tidak benar-benar dianggap sebagai bagian dari kanon Studio Ghibli, namun pasti sepadan dengan waktu Anda. Terutama setelah selesai menonton film-film utama.

Ocean Waves (1993) dibuat untuk TV, dan merupakan cara Ghibli mencoba beberapa animator yang lebih muda, dengan tujuan membuat kisah romantis yang menarik perhatian kaum muda. Agak seperti sinetron di beberapa bagian, tetapi patut dilihat.

Dan di sisi yang lain, ada The Castle of Cagliostro, seorang penjahat pra-Ghibli yang dirilis tahun 1979, tetapi terkenal karena menjadi debut sutradara Miyazaki, dan tersedia dalam DVD.

Versi asli tulisan ini dapat dibaca di artikel berjudul Studio Ghibli an indispensable guide di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait