Mengapa tenggiling disebut sebagai binatang mamalia yang paling banyak diperdagangkan?

Tenggiling
Keterangan gambar,

'The pangolin pit' adalah foto yang mendapat Penghargaan Foto-jurnalistik Margasatwa pada 2016 untuk kategori Fotografer Margasatwa Tahun Ini.

PERINGATAN: Artikel ini berisikan foto-foto yang menyedihkan.

Tenggiling adalah binatang mamalia yang paling sering diperdagangkan. Kini, akhirnya hewan tersebut mendapat perlindungan. Seorang fotografer menangkap keadaan buruknya dalam beberapa foto di bawah ini.

Tenggiling dikatakan sebagai binatang mamalia yang paling sering diperdagangkan di dunia. Kedelapan spesiesnya adalah sasaran sumber daging dan digunakan dalam obat-obatan tradisional Cina. Pada rapat CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam Punah) di Afrika Selatan pada September 2016, hewan ini telah menerima perlindungan ekstra terhadap perdagangan illegal.

Seorang fotografer margasatwa, Paul Hilton, ingin menangkap kondisi buruk satwa tersebut. Dia telah memenangkan kompetisi Fotografer Margasatwa Tahun Ini dalam kategori foto jurnalistik dalam foto-fotonya yang bertajuk "The Pangolin Pit."

Foto di atas memperlihatkan sekitar 4.000 ekor tenggiling yang mati dan dibekukan, dengan berat total lima ton. Penyitaan ini diyakini sebagai kasus penyitaan hewan tersebut yang terbesar selama ini.

Selain tenggiling yang mati, juga ada 96 ekor yang masih hidup, dibiarkan hidup karena ukuran mereka. Pemberian pakan secara paksa dapat membuat ukuran tubuh mereka lebih besar dan lebih bernilai bagi para pemburu gelap.

Tenggiling yang mati kemudian dibakar, sedangkan yang masih hidup dilepas ke hutan setempat.

"Kejahatan margasatwa adalah bisnis besar," kata Hilton. "Ini hanya akan berhenti ketika permintaan berhenti."

Foto-foto lainnya dapat Anda lihat berikut ini.

Keterangan gambar,

Pemburu gelap tenggiling di Kalimantan beroperasi pada malam hari.

Keterangan gambar,

Kulit bersisik tenggiling digunakan sebagai obat-obatan tradisional Cina.

Keterangan gambar,

Pedagang Cina memamerkan tenggilingnya di depan restoran di Myanmar.

Keterangan gambar,

Seorang pemburu gelap menguliti tenggiling setelah dimasukkan ke dalam air mendidih. Daging dan kulitnya kemudian dijual di pasar gelap.

Keterangan gambar,

Pelestari lingkungan hidup dan margasatwa memegang anak tenggiling di Sumatera dalam perjalanan menuju tempat untuk dilepaskan.

Keterangan gambar,

Anakan tenggiling dan induknya beraktivitas setelah dilepaskan ke alam liar. Hampir 100 tenggiling hidup disita dalam perjalanannya ke Cina, yang tadinya akan dijadikan makanan.

Keterangan gambar,

Polisi Indonesia melihat tumpukan salah satu hasil sitaan tenggiling-tenggiling terbesar.

Keterangan gambar,

Salah satu tenggiling sitaan terbesar, sebanyak 4.000 tenggiling beku dibakar di Sumatera.

Keterangan gambar,

'The pangolin pit' adalah foto yang mendapat Penghargaan Foto-jurnalistik Margasatwa pada 2016 untuk kategori Fotografer Margasatwa Tahun Ini.

Anda bisa membaca ceritanya dalam versi bahasa Inggris Pangolins are the world's most trafficked mammal dan berbagai artikel tentang alam di BBC Earth.