Bagaimana wujud manusia dalam satu juta tahun mendatang?

cyborg Hak atas foto Donald Iain Smith/Getty
Image caption Akankah teknologi mempengaruhi evolusi kita?

Untuk memahami evolusi masa depan kita, kita perlu melihat ke masa lalu.

Akankah keturunan kita menjadi cyborg (organisme sibernetika) dengan implan mesin berteknologi tinggi, anggota badan yang dapat tumbuh kembali dan mata berkamera seperti dalam novel fiksi ilmiah?

Mungkinkah manusia berubah menjadi spesies hibrida makhluk biologis dan buatan? Atau bisakah kita menjadi lebih kecil atau lebih tinggi, lebih kurus atau lebih gemuk, atau bahkan tampil dengan fitur wajah dan warna kulit yang berbeda?

Tentu saja kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi untuk mempertimbangkan pertanyaannya, mari kita mundur satu juta tahun untuk melihat seperti apa wujud manusia saat itu.

Sebagai permulaan, Homo sapiens belum ada. Satu juta tahun yang lalu, mungkin ada beberapa spesies manusia yang berbeda, termasuk Homo heidelbergensis, yang memiliki kesamaan dengan Homo erectus dan manusia modern, tetapi anatomi yang lebih primitif dibandingkan Neanderthal yang muncul belakangan.

Selama 10.000 tahun terakhir, ada perubahan signifikan bagi manusia untuk beradaptasi.

Kehidupan berbasis pertanian sehingga berlimpahnya makanan telah menyebabkan masalah kesehatan, yang untuk menyembuhkannya manusia menggunakan ilmu pengetahuan, seperti mengobati diabetes dengan insulin.

Dari segi penampilan, manusia menjadi lebih gemuk dan, di beberapa area, lebih tinggi.

Mungkin, nantinya, kita bisa berevolusi menjadi lebih kecil sehingga tubuh kita membutuhkan lebih sedikit energi, kata Thomas Mailund, profesor bioinformatika di Aarhus University, Denmark. Tubuh seperti ini akan berguna di planet yang sangat padat.

Hidup bersama banyak orang adalah kondisi baru yang harus diadaptasi manusia. Kembali ke zaman saat kita masih menjadi pengumpul dan pemburu, ada beberapa interaksi yang harus dilewati setiap hari.

Mailund mengatakan bahwa kita dapat berevolusi dengan cara-cara yang membantu kita mengatasi hal ini. Mengingat nama-nama orang misalnya, bisa menjadi keterampilan yang jauh lebih penting.

Di sinilah teknologi masuk. "Implan di otak akan memungkinkan kita mengingat nama-nama orang," kata Thomas.

"Kita tahu gen apa yang terlibat dalam membangun otak sehingga dapat mengingat nama-nama orang. Kita mungkin saja mengubahnya. Kedengarannya lebih seperti fiksi ilmiah. Tapi kita bisa melakukannya sekarang."

"Kita dapat mengimplannya tetapi kita tidak tahu cara memasangnya untuk membuatnya berguna. Kita menuju ke sana tetapi itu sangat eksperimental," tutur Thomas.

Hak atas foto Daniel Haug/Getty
Image caption Akankah keturunan kita menjadi cyborg (organisme sibernetika)?

"Ini bukan pertanyaan biologis lagi, ini teknologi," katanya.

Saat ini, orang melakukan implan untuk memperbaiki elemen tubuh yang rusak, seperti alat pacu jantung atau implan pinggul. Mungkin di masa depan, implan akan digunakan untuk sekedar membuat orang lebih baik.

Seperti implan otak, kita barangkali akan memiliki produk teknologi yang terlihat pada penampilan kita, seperti mata buatan dengan kamera yang dapat membaca frekuensi warna dan visual yang berbeda.

Kita semua pernah mendengar tentang bayi rancangan. Para ilmuwan sudah memiliki teknologi untuk mengubah gen embrio meskipun kontroversial dan tidak ada yang yakin apa yang terjadi selanjutnya.

Namun di masa depan, Mailund mengemukakan, justru mungkin dianggap tidak etis untuk tidak mengubah gen tertentu. Dengan itu mungkin ada pilihan tentang fitur-fitur bayi, jadi mungkin manusia akan terlihat seperti apa yang diinginkan orang tua mereka.

"Seleksi itu akan masih ada, saat ini hanya seleksi buatan. Apa yang kita lakukan dengan anjing, akan kita lakukan dengan manusia," kata Mailun.

Semua ini hipotetis, tetapi dapatkah tren demografis memberi kita gambaran seperti apa wujud kita di masa depan?

"Memprediksi yang terjadi dalam satu juta tahun ke depan jelas spekulasi."

"Tapi memprediksi masa depan yang tak lama lagi terjadi tentu dapat dilakukan menggunakan bioinformatika dengan menggabungkan yang diketahui tentang variasi genetik saat ini dengan model perubahan demografis ke depan," kata Dr Jason A. Hodgson.

Hodgson merupakan dosen yang berkegiatan dalam gerakan Tantangan Besar dalam Ekosistem dan Lingkungan di Imperial College London.

Hak atas foto Donald Iain Smith/Getty
Image caption Akankah teknologi mempengaruhi evolusi kita?

Dengan memiliki sampel genetika genom lengkap dari manusia di seluruh dunia, ahli genetika kini lebih memahami variasi genetik dan bagaimana gen itu terstruktur dalam populasi manusia.

Kita tidak dapat memprediksi dengan pasti bagaimana variasi genetik akan berubah, tetapi para ilmuwan di bidang bioinformatika sedang mencari tren demografi yang akan memberikan kejelasan kepada kita.

Hodgson memprediksi daerah perkotaan dan pedesaan akan menjadi semakin terdiferensiasi.

"Semua migrasi berasal dari daerah pedesaan ke perkotaan sehingga ada peningkatan keragaman genetik di perkotaan dan penurunan di daerah pedesaan," katanya.

"Apa yang mungkin Anda lihat adalah proses pembedaan gen di sepanjang garis tempat tinggal orang."

Hak atas foto Ryan Deberardinis/EyeEm
Image caption Keragaman genetik akan meningkat di perkotaan dan berkurang di pedesaan.

Keragaman genetik akan muncul di seluruh dunia, tapi di Inggris, daerah pedesaan kurang beragam dan memiliki lebih banyak leluhur telah lama tinggal di kawasan itu.

Hal itu tak terjadi di perkotaan Inggris yang jumlah pendatangnya lebih tinggi.

Beberapa kelompok manusia akan menunjukkan tingkat mereproduksi yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Populasi di Afrika, misalnya, bakal berkembang pesat sehingga gen mereka melonjak pada frekuensi yang lebih tinggi dibanding populasi global.

Daerah dengan manusia berwarna kulit terang akan bereproduksi dalam kecepatan rendah. Oleh karena itu, prediksi Hodgson, warna kulit dari perspektif global akan menjadi lebih gelap.

"Warna kulit gelap hampir pasti meningkat pada skala global yang relatif terhadap warna kulit terang," katanya.

"Saya kira rata-rata manusia beberapa generasi dari sekarang akan memiliki warna kulit yang lebih gelap daripada sekarang."

Dan bagaimana dengan ruang angkasa? Jika manusia memang akhirnya menjajah Mars, bagaimana nantinya evolusi kita?

Dengan gravitasi rendah, otot-otot tubuh kita bisa berubah struktur. Barangkali kita akan memiliki lengan dan kaki yang lebih panjang.

Dalam iklim yang lebih dingin sejenis Zaman Es, dapatkah kita bahkan menjadi lebih montok, dengan rambut yang menutupi tubuh agar lebih hangat, seperti kerabat Neanderthal kita?

Kita tidak tahu, tetapi yang pasti, variasi genetik manusia meningkat. Di seluruh dunia ada sekitar dua mutasi baru untuk setiap satu dari 3,5 miliar pasangan dalam genom manusia setiap tahun, kata Hodgson.

Hal itu sangat menakjubkan - dan membuatnya tidak mungkin kalau kita akan terlihat sama dalam satu juta tahun.

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini diBBC Earthdengan judulWhat will humans look like in a million years?

Berita terkait