Bunk'Art 1: Bunker nuklir Perang Dingin yang menjadi objek wisata 'horor' di Albania

Hak atas foto Stephen Dowling

Dari jalan, tempat itu tersembunyi. Sebuah terowongan panjang, diukir di sisi bukit, adalah satu-satunya jalan masuk. Ini bukan di tempat dimana Anda bisa iseng mengembara - ini adalah pintu masuk ke pangkalan militer.

Terowongan ini, hampir dua kali panjang lapangan sepak bola, lebih dingin daripada udara di luar. Di sana-sini, ada genangan air di lantai. Sebuah dengungan harmonis semakin keras dan keras saat Anda mencapai pusat terowongan. Di belakang penjaga berdiri di pintu masuk terowongan terdapat siluet melawan cahaya terang, seukuran tentara mainan.

Secara keseluruhan, Anda harus berjalan hampir 200 meter untuk mencapai tempat parkir yang tidak mencolok di bagian akhir. Bangunan terkesan resmi bewarna abu-abu tampak di atas. Ini adalah Bunk'Art 1, dan beberapa menit berjalan di jalan di samping mengarah ke salah satu tempat persembunyian paling rahasia Perang Dingin.

Artemisa Muco mengatakan, tempat terbaik untuk berada di Tirana adalah saat musim panas ketika merkuri mencapai 40 ° C.

Muco bekerja sebagai salah satu pemandu di Bunk'Art 1. Lulusan sejarah budaya berusia 24 tahun ini menghabiskan hari-harinya di tempat yang begitu rahasia sehingga hanya dikenal sebagai 'Fasilitas 0774', sebuah moniker tanpa emosi untuk struktur yang dibangun untuk bertahan hidup di hari kiamat.

Enver Hoxha adalah penguasa Albania selama empat dekade. Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga pertengahan 1980-an, ia memerintah negara di Stalinis yang memenuhi kebutuhannya sendiri, mengubah Albania menjadi negara merdera modern.

Kesetiannya terhadap Marxisme- Leninisme memungkinkan sedikit deviasi. Albania memutuskan hubungan dengan Yugoslavia pada tahun 1948, Uni Soviet pada 1961 dan Cina pada tahun 1979, semuanya karena dianggap melalaikan tugas sosialis.

Bunker Hak atas foto Stephen Dowling
Image caption Diperkriakan ada lebih adri 300 ruang di komplek rahasia ini.

Dengan semangat Stalinis ini muncullah paranoia. Hoxha, mantan partisan yang telah bertempur melawan Jerman di Perang Dunia II, percaya bahwa musuh dari Timur dan Barat berencana untuk menyerang negara pegunungan kecil ini.

Dia memerintahkan program besar pembangunan bunker, yang akan memungkinkan warga Albania untuk memerangi perang gerilya dari jaringan besar kotak-kotak beton. Dan sementara pertempuran berkecamuk, Hoxha, bersama dengan sisa elit yang berkuasa, akan mengoordinasikan perlawanan dari bunker ini.

Fasilitas 0774 adalah hasil dari paranoia tunggal Hoxha. Dibangun antara tahun 1972 dan 1978, komplek memiliki lebih dari 300 kamar yang tersebar di lima tingkat bawah tanah, sebagian besar berada jauh di dalam kaki pegunungan Mali I Dajtit di sebelah timur ibukota Albania.

Ini adalah kenang-kenangan yang tidak berjendela dan klaustrofobik dari Perang Dingin di salah satu sudut yang paling diabaikan.

Jika Barat - atau Timur - menyerbu, Fasilitas 0774 akan menjadi tempat yang ramai. Seluruh pertahanan negara akan diatur dari sini. Akan ada sebanyak 300 orang di dalamnya, termasuk staf umum negara.

"Akan ada cukup makanan, air dan bahan bakar di sini bagi mereka untuk tinggal di dalam selama satu tahun penuh," kata Muco.

Bunker dibangun dengan penuh kerahasiaan. Di satu dinding adalah gambar Hoxha mengunjungi pada hari peresmiannya, salah satu dari hanya beberapa malam yang dia habiskan di sini sebelum kematiannya pada tahun 1985.

Meskipun demikian, ia memiliki tempat tinggalnya sendiri, lengkap dengan tempat tidur mewah, kantor sekretaris, dan kamar mandi dilengkapi dengan shower bertenaga diesel. Kamar-kamar pribadi didekorasi dengan apa yang tampak seperti semacam kayu gelap.

"Ini papan serat," kata Muco. "Semua kamar lainnya, seperti perdana menteri, terbuat dari kayu. Ini adalah satu-satunya ruangan yang dilakukan dengan cara ini. "

Albania bertransisi dari pemerintahan satu partai menjadi pemilihan parlemen pada tahun 1991, tetapi sisa dekade ini ditandai oleh kekacauan - pada tahun 1997, pemerintah negara itu runtuh setelah kegagalan skema keuangan Ponzi, yang telah menelan banyak kekayaan negara.

Sekitar 2.000 orang tewas dan banyak pangkalan militer dijarah dalam kekacauan yang diakibatkannya. Fasilitas 0774 adalah salah satunya.

Bunk'Art 1 Hak atas foto Stephen Dowling
Image caption Bunker dibangun dalam kerahasiaan lengkap

Kompleks bunker terakhir digunakan oleh militer Albania untuk latihan pada tahun 1999, dan kemudian jatuh ke dalam keruntuhan. Baru pada tahun 2014 dibuka kembali berkat upaya jurnalis Italia Carlo Bollino, yang ingin membawa peninggalan dari masa lalu Albania yang terisolasi ini menjadi sorotan.

"Saya memutuskan untuk membuka Bunk'Art 1 pada tahun 2014, ketika Kementerian Kebudayaan meluncurkan seruan untuk ide-ide untuk merayakan 70 tahun kemerdekaan Albania," katanya kepada BBC Future setelah kunjungan kami.

"Sampai saat itu masih belum ada tempat di mana turis atau bahkan orang Albania bisa mengetahui rahasia periode komunis."

Dia mengatakan dia memiliki reaksi yang kuat pada kunjungan pertamanya. "Aku merasakan sensasi menjelajahi tempat gelap misterius yang menyampaikan rasa kesejarahan."

Ketika fasilitas dibuka pada tahun 2014 selama sebulan, itu menyebabkan kehebohan - sekitar 70.000 orang Albania berkunjung.

"Orang-orang Albania hanya tahu ada bunker ini yang kita tidak tahu selama bertahun-tahun," kata Muco.

"Seperti yang anda lihat ada rumah di sekitar sini, bahkan orang-orang di sini di sekitar daerah ini ketika mereka datang ke sini mereka seperti , 'Wow'. Sangat mengesankan bagi mereka untuk melihat ada bangunan seperti itu di dalam gunung. "

Bollino telah mencoba untuk membangun bukan hanya sebuah museum - melestarikan tempat ini seolah-olah itu adalah kapsul waktu - tetapi untuk menambahkan sesuatu yang lain. Beberapa kamar telah diubah menjadi instalasi seni, masing-masing menampilkan aspek yang berbeda dari masa lalu bernuansa komunis dari negara itu, atau mengesampingkan lingkungan bunker yang bising.

Kamar-kamar yang telah direnovasi di kompleks labirin ini telah diisi dengan perabotan dan perlengkapan pada saat itu. Tim sekarang telah selesai merenovasi lebih dari 100 kamar bunker. Sebagian besar dari sisa kompleks tetap tidak direnovasi, atau hanya terlarang - karena terdapat pangkalan militer di deka lokasi itu, dan fasilitas tersebut secara resmi tetap menjadi bagian dari Kementerian Pertahanan Albania.

Bunk'Art 1 Hak atas foto Stephen Dowling
Image caption Sang kurator memenuhi ruangan dengan bermacam peralatan yang digunakan pada masa itu.

Bollino mengakui itu merupakan tantangan besar. "Itu sulit dari sudut pandang logistik, karena tempatnya sangat basah dan setiap objek yang terkena selama beberapa hari diserang jamur.

"Tetapi kesulitan terbesar adalah budaya: memulihkan dokumen dan benda-benda dari masa lalu komunis sangat melelahkan, tetapi bahkan lebih sulit lagi adalah upaya untuk mengatasi prasangka terhadap sebuah tempat di mana saya ingin menceritakan periode yang mengerikan dalam sejarah manusia. Saya berjuang keras untuk menegaskan bahwa mengingat fakta-fakta periode komunis tidak berarti memiliki nostalgia untuk komunisme. "

Ada sentuhan sureal. Apa yang terlihat seperti keranjang sampah yang dihiasi bintang merah sebenarnya adalah pembersih udara, melepaskan oksigen untuk menggosok udara dari karbon dioksida.

Masker gas gaya Soviet yang khas - jenis yang disediakan oleh Albania yang saat itu bersahabat dengan Moskow - dipajang di koridor-koridor, mengingatkan pengunjung akan eskalasi mimpi buruk yang akan menyebabkan tempat ini menjadi rumah sementara bagi 300 orang.

Bunk'Art 1 Hak atas foto Stephen Dowling
Image caption Salah satu ruang didedikasikan untuk berlindung dari serangan nuklir.

Kompleks ini terbatas, tetapi tidak kecil. Pada pusatnya terdapat ruang pertemuan yang cukup besar untuk ratusan orang. Dari sini, Hoxha dan elit rezim akan membacakan pidato untuk mereka yang terkunci di dalam bungker tahan nuklir ini.

Sekarang telah menjadi ruang teater dan konser - ada bar kecil - yang sudah menjadi tuan rumah bagi konser rock dan jazz. Ada sentuhan ironi puitis; kedua genre musik itu dilarang di bawah kekuasaan Hoxha.

Konser-konser lain pun akan segera digelar di fasilitas ini, yang dengan cepat menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Albania. Bollino bilang dia punya rencana lain juga.

"Proyek saya berikutnya berkaitan dengan salah satu koridor selatan Bunk'Art 1, di mana saya ingin membuat pameran fotografi dengan adegan kehidupan sehari-hari, selalu mengacu pada periode komunis. Ini akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengunjung ke bagian lain dari negara yang kini telah menghilang.

"Pada bulan September saya akan mencoba bentuk teater imersif: Saya akan menghidupkan kembali karakter dari masa lalu di koridor Bunk'Art dan pengunjung dapat bertemu dan berinteraksi dengan mereka. Ini adalah langkah pertama menuju proyek yang jauh lebih ambisius terkait instalasi berdasarkan realitas virtual. "

Bunk'Art 1 Hak atas foto Stephen Dowling
Image caption Koridor bungker ini tedapat alat untuk pemurni udara yang menjaga agar udara tetap bersih

Sementara itu, Bunk'Art menjadi alasan untuk mengunjungi Tirana. Senada Murati, salah satu tim yang menjalankan kompleks itu, mengatakan mereka mulai menerima lebih banyak minat dari pengunjung dari Inggris dan Amerika Serikat, dan bahkan dari Selandia Baru.

Muco mengatakan bahwa Bunk'Art telah mencoba untuk tetap bersikap netral secara politik, tanpa menghindar dari fakta-fakta isolasi komunis Albania. Pemerintahan 40 tahun Hoxha diyakini telah menyebabkan hampir 5.500 orang dieksekusi dan lebih dari 25.000 orang dipenjara.

Warga Albania dapat ditembak jika mereka tertangkap sedang mencoba untuk mendaki pagar yang menyegel perbatasan negara.

"Saya pikir museum harus benar-benar sensitif," katanya. "Kami hadir di sini sisi terang dan sisi gelap komunisme, sehingga orang bisa memutuskan.

"Beberapa pengunjung, mereka datang dengan gambar Hoxha di saku mereka."

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari artikel ini, The nuclear bunker in 'Europe's North Korea' di BBC Future.

Berita terkait