Lima mitos tentang kebakaran hutan

Wildfires Hak atas foto Getty Images

Kebakaran hutan saat ini mengamuk di California, dengan ribuan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka dan puluhan warga meninggal dunia.

Awal tahun ini, serangkaian kebakaran hutan di pantai Yunani menewaskan 99 orang. Kemudian pada Juli 2018, asap dari kebakaran di Rusia mencapai hingga Amerika Utara.

Sejumlah orang mungkin menganggap rangkaian kejadian itu biasa saja. Tetapi ketika kebakaran berlipat ganda di seluruh dunia, muncul pula pertanyaan dan kesalahpahaman tentangnya.

Berikut adalah lima mitos umum tentang kebakaran hutan - beberapa di antaranya dapat merusak keberhasilan kita dalam memeranginya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Setidaknya 74 orang tewas dalam kebakaran hutan yang terjadi di Athena, Yunani, pada Juli lalu

Mitos # 1: Penebangan hutan secara teratur dapat mencegah kebakaran hutan

Asumsi umum adalah bahwa penebangan, atau mencabut beberapa pohon, akan mencegah kebakaran. Kenyataannya, banyak ahli kehutanan mengatakan penebangan tidak efektif.

Ini karena sisa-sisa pohon yang tersisa setelah penebangan, seperti tunggul dan ranting, menjadi bahan bakar super untuk api - yang bahkan lebih kering (dan lebih mudah terbakar) tanpa adanya kanopi hutan.

Ada banyak dalil sains yang mendukung klaim ini. Sebagai contoh, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa tingkat keparahan bakar cenderung lebih tinggi di daerah dengan tingkat manajemen yang lebih tinggi.

Para ahli yang bekerja di bidang konservasi api juga telah mematahkan argumen bahwa penebangan melindungi spesies yang terancam punah dari kebakaran hutan, sebuah argumen umum yang mendukung pemindahan pohon.

Bahkan, tampaknya hewan-hewan seperti burung hantu bertutul yang ikonik masih mendapat manfaat dari hutan yang terbakar habis dan bahwa pencabutan pepohonan bisa menyakiti mereka.

Penebangan setelah kebakaran adalah kontraproduktif dan dapat menyebabkan lebih banyak kebakaran.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seekor burung hantu tengah menanti seiring kebakaran hutan di California semakin mendekat

Praktik yang berbeda adalah membersihkan seluruh area hutan, pendekatan umum yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran untuk mencegah api menyebar.

Mitos # 2: Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk melindungi properti Anda

Kebakaran hutan sangat kuat dan mengancam, tetapi rumah tangga dapat mengurangi risiko mereka dengan mengambil tindakan antisipasi di rumah.

Bangunan itu sendiri harus menjadi perhatian pertama. Rumah-rumah dengan atap tahan api memiliki peluang lebih besar untuk selamat dari kobaran api. Pemilik juga harus menghapus bahan yang mudah terbakar dari sekitar struktur, termasuk daun di talang dan garis atap.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kebakaran hutan California menerjang rumah-rumah di Malibu.

Keluarga dapat menciptakan 'zona pertahanan' antara rumah mereka dan hutan belantara sekitarnya . Ini berarti membersihkan segala sesuatu yang bisa terbakar, seperti sikat, daun kering dan tumpukan kayu dalam jarak 30 kaki (9 m) dari bangunan tempat tinggal.

Ketika jaraknya 30-100 kaki (9-30m) dari rumah, pohon harus memiliki jarak yang besar antara kanopi - 12 kaki (3,6 m) ruang antara puncak yang berada antara 30-60 kaki (9-18m) dari rumah, dan 6 kaki (1,8 m) ruang untuk puncak yang berjarak 60 kaki (18 m).

Ini mengganggu jalan api dan memperlambat langkahnya.

Mitos # 3: Kebakaran hutan adalah fenomena alam yang tak terelakkan

Kebakaran hutan adalah fenomena alam, tapi tingkat dan intensitas yang terjadi saat ini bukan- dan salah satu efek dari perubahan iklim.

Kami melihat lebih sedikit kebakaran antara 1930 dan 1980, suatu periode yang bertepatan dengan kondisi yang lebih dingin dan lembab.

Tetapi karena iklim telah menjadi lebih panas dan kering dalam empat dekade terakhir, jumlah kebakaran telah meningkat. Hanya dalam dua tahun antara 1980 dan 1999 kebakaran hutan membakar lebih dari 6 juta acre (2,4 juta hektar) hutan belantara AS.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemadam kebarakan berjuang keras memadamkan api di Kalifornia.

Namun antara tahun 2000 dan 2017, ada 10 tahun dengan lahan terbakar di atas ambang itu.

Secara global, lamanya musim kebakaran meningkat hampir 19% antara tahun 1978 dan 2013 .

Meskipun Anda tidak dapat menunjukkan perubahan iklim sebagai penyebab kebakaran tertentu, itu mempengaruhi faktor-faktor yang membantu memicu dan menyebarkan kebakaran, seperti kekeringan besar, suhu tinggi, kelembaban rendah, dan angin kencang.

Akibatnya, para ilmuwan mengatakan bahwa peningkatan kebakaran hutan di seluruh dunia, dari Siberia ke Portugal, terkait dengan perubahan iklim.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kebakaran hutan di Portugal menewaskan lebih dari 30 orang.

Mitos # 4: Semua kebakaran hutan buruk dan harus segera dipadamkan

Kebakaran telah memainkan peran penting dalam ekosistem selama ribuan tahun dan kehidupan telah berkembang setelah kebakaran terjadi:

Beberapa kumbang berkembang biak hanya di panas api, kerucut pinus bertunas dengan kebakaran periodik dan membersihkan ruang dari pohon yang terbakar memungkinkan untuk tanaman baru pada musim semi.

Bahkan, manfaat yang banyak orang sekarang harapkan untuk dicapai dengan penebangan atau pengelolaan hutan - pembukaan hutan lebat - secara alami dilakukan oleh kebakaran hutan.

Api secara berkala melalap cabang dan pohon yang lebih kecil, menyisihkan hutan yang jika tidak akan berfungsi sebagai bahan bakar.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebuah helikopter menyiram air ke api kebakaran hutan di Portugal pada Agustus 2018

Dengan memerangi kebakaran hutan tanpa henti selama berabad-abad yang lalu, kita telah mencegah 'pembersihan' ini: kurang dari 1% dari kebakaran AS dibiarkan terbakar.

Strategi ini bekerja lebih baik ketika ada lebih sedikit kebakaran hutan - tetapi dalam kondisi ekstrem kami saat ini, memompa lebih banyak uang untuk melawan kebakaran mungkin memiliki tingkat pengembalian yang berkurang.

Mitos # 5: Adalah mungkin untuk membasmi (atau mengendalikan) semua kebakaran hutan

Seperti yang telah kita lihat, perubahan iklim, di samping faktor-faktor lain seperti semakin meluasnya pemukiman manusia, diperkirakan akan meningkatkan kebakaran hutan, terutama di garis lintang menengah ke atas, dalam beberapa dekade mendatang.

Daerah tropis mungkin mengalami penurunan kebakaran, yang melegakan bagi negara-negara di dekat khatulistiwa. Tetapi bagian dunia lain harus berurusan dengan peningkatan jumlah kejadian.

Beberapa kebakaran, seperti kebakaran hutan California, terlalu cepat untuk ditangani. Evakuasi dan relokasi adalah satu-satunya tanggapan yang masuk akal.

Ini mengarah pada pertanyaan apakah komunitas seperti Paradise, yang hampir seluruhnya dihancurkan oleh api, harus tetap tinggal di tempat mereka - atau pindah ke tempat lain.

Beberapa ahli menyerukan untuk kembali ke pengetahuan tradisional untuk menghadapi api. Karena upaya-upaya memusnahkan api tampaknya tidak mencukupi - dan karena kebakaran kemungkinan hanya akan bertambah buruk - itulah pertanyaan yang harus dihadapi oleh para pembuat kebijakan.

-

Diego Arguedas Ortiz adalah reporter ilmu dan perubahan iklim untuk BBC Future. Dia adalah @arguedasortiz di Twitter.

-

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari artikel ini Five myths about wilfires di laman BBC Future

Topik terkait

Berita terkait