Kisah perempuan yang tidak bisa merasakan nostalgia

Ketidakmampuan 'melakukan perjalanan waktu secara mental' adalah kondisi ketika ingatan hanya bekerja pada peristiwa terbaru - yang menarik minat para peneliti - dan karena kebanyakan orang yang memilikinya mungkin tidak menyadarinya, kondisi ini mungkin lebih umum dari yang kita duga.

Susie McKinnon tidak bisa mengingat masa-masa ketika ia masih kecil atau mengingat masa lalunya. Ia hanya ingat sekarang saja, ketika dia berusia 60-an tahun, dan bahkan hanya peristiwa-peristiwa terakhir.

Dia juga tidak bisa mengingat acara spesial. Dia tahu dia pergi ke pernikahan keponakannya. Dia tahu suaminya pergi bersamanya. Tapi dia tidak bisa mengingat berada di sana.

Bahkan, ia memiliki sangat sedikit memori mengenai hidupnya - tetapi ia tidak mengalami amnesia.

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption "Dia memiliki sangat sedikit kenangan dari hidupnya - tetapi dia tidak memiliki amnesia."

Selama bertahun-tahun, McKinnon tidak tahu dia berbeda. Kita cenderung menganggap pikiran kita semua bekerja dengan cara yang sama.

Kita tidak sering membahas seperti apa rasanya memiliki ingatan. McKinnon berasumsi bahwa ketika orang-orang menceritakan kisah mendalam tentang masa lalu mereka, mereka hanya menyusun detail untuk menghibur orang.

Tapi kemudian seorang teman yang sedang belajar ilmu kedokteran bertanya apakah dia mau mencoba tes memori sebagai bagian dari studi temannya itu.

Disinilah saat keduanya menyadari bahwa memori otobiografi McKinnon itu kurang.

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption "Dia bisa mengingat bahwa suatu peristiwa telah terjadi; dia hanya tidak bisa mengingat bagaimana rasanya berada di sana"

McKinnon mencari tahu mengenai amnesia, tetapi kisah orang-orang yang kehilangan ingatan akibat sakit atau cedera otak tampaknya tidak sesuai dengan pengalamannya.

Dia bisa ingat bahwa suatu peristiwa telah terjadi; dia hanya tidak ingat bagaimana rasanya berada di sana.

Sekitar satu dekade yang lalu, setelah kakinya patah dan tak memiliki banyak kegiatan untuk mengisi waktunya, dia mulai membaca penelitian tentang melakukan perjalanan waktu secara mental dan membuat keputusan untuk menghubungi peneliti di bidang itu.

Dia merasa tegang pada hari dia mengirim email ke Brian Levine, seorang peneliti memori di Rotman Research Institute di Baycrest di Toronto.

Levine menyebutnya sebagai salah satu hari paling menarik dalam karirnya.

Hasil dari komunikasi mereka adalah identifikasi sebuah sindrom baru - Memori Otobiografi yang Sangat Defisien (Severely Deficient Autobiographical Memory).

Manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan perjalanan waktu secara mental, mundur dan maju dalam pikiran kita semaunya.

Coba pikirkan saat Anda kembali berada di kelas di sekolah dasar, atau bayangkan akhir pekan berikutnya Anda sedang duduk di atas handuk pantai sambil menonton lumba-lumba melintasi cakrawala.

Mungkin bukan hanya fakta akan situasi itu saja yang Anda bayangkan; Anda membayangkan pengalaman sebenarnya berada di sana. Inilah yang tidak dapat dilakukan oleh McKinnon.

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption "Manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan perjalanan waktu secara mental" - normalnya.

Seperti yang dikatakan Brian Levine kepada saya di All in the Mind di radio BBC, "Baginya, peristiwa masa lalu yang dialami seolah-olah sebagai orang ketiga, seolah-olah mereka bisa menjadi episode masa lalu orang lain."

Kita semua juga melakukan ini, melupakan sebagian besar hal yang terjadi pada kita, tetapi bagi McKinnon itu jauh lebih ekstrim.

Sindrom ini sangat berbeda dengan amnesia, yang biasanya terjadi setelah kejadian tertentu atau akibat cedera otak -- menyulitkan orang untuk menyimpan informasi baru untuk membuat kenangan baru.

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption 'Peristiwa sebelumnya dialami hampir seolah-olah sebagai pihak ketiga'

Orang dengan Memori Otobiografi yang Sangat Defisien atau SDAM dapat belajar dan menyimpan informasi baru -- tetapi informasi itu tidak memiliki kekayaan pengalaman kehidupan nyata.

Jika McKinnon dapat mengingat detail tentang suatu peristiwa, itu karena dia melihat foto atau sengaja mempelajari cerita tentang apa yang terjadi.

Dia tidak bisa membayangkan berada di sana atau apa yang dikenakannya atau dengan siapa dia.

Seperti yang dikatakannya kepada saya dalam All in the Mind, "Bisa saja ada orang lain yang menghadiri pernikahan keluarga dan bukan saya. Di dalam kepala saya, saya tidak punya bukti bahwa saya ada di sana. Itu tidak terasa seperti sesuatu yang saya lakukan."

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption "Dia tidak dapat mengalami nostalgia untuk menghidupkan kembali saat-saat terbaik - ataupun rasa sakit yang terkait dengan hal-hal buruk juga'

Ini berarti McKinnon tidak dapat mengalami nostalgia untuk menghidupkan kembali saat-saat terbaik dalam hidupnya - tetapi sisi baiknya adalah dia tidak dapat mengingat rasa sakit yang terkait dengan hal-hal buruk juga.

Sesuatu yang sulit seperti kematian seorang anggota keluarga terasa sama kuatnya pada saat itu, tetapi perasaan itu segera memudar.

Dan itu bisa membuatnya menjadi orang yang lebih baik juga. Dia tidak menyimpan dendam, karena dia tidak dapat memunculkan emosi yang membuatnya merasa kesal pada awalnya.

Untuk penyebabnya, sejauh ini para peneliti tidak dapat menemukan penyakit atau cedera apa pun yang terkait dengan kondisi tersebut dan harus menyimpulkan bahwa orang-orang mungkin terlahir dengan penyakit tersebut.

Tapi Levine dan timnya sedang mempelajari kemungkinan hubungannya dengan kondisi lain.

McKinnon juga memiliki aphantasia, yang berarti dia tidak dapat membayangkan gambar. (Cari tahu lebih banyak tentang aphantasia dan orang-orang yang pikirannya 'buta').

Apakah ini mencegahnya untuk menyimpan ingatan yang kaya tentang peristiwa dalam pikiran, dibandingkan dengan orang lain?

Sulit untuk mengetahui dengan pasti. Riset mengenai memori selama puluhan tahun telah menunjukkan bahwa kita merekonstruksi sebuah acara di benak kita setiap kali kita mengingatnya - tetapi kita tidak tahu apakah kita semua melakukan hal ini dengan cara yang sama.

Beberapa orang mungkin melihat gambar atau video di mata pikiran; yang lain mungkin berpikir lebih dalam bentuk ide atau fakta abstrak.

Catherine Loveday, profesor ilmu saraf kognitif di University of Westminster, bertanya-tanya apakah ada ingatan pararel dengan ingatan kita di awal kehidupan kita.

Kita mampu menggambarkan peristiwa yang terjadi pada kita sebelum usia tiga tahun, karena kita mungkin telah banyak mendengar atau melihat foto tentang itu.

Tetapi kita merasa sulit untuk mengingat seperti apa rasanya pengalaman itu.

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption 'Biasanya kita dapat menggambarkan peristiwa yang terjadi pada kita sebelum berusia tiga tahun, tetapi sulit untuk mengingat kembali seperti apa rasanya pengalaman itu'

Saat ini prevalensi SDAM tidak diketahui, meskipun Levine dan timnya sedang berusaha mencari tahu dengan survei online.

Lima ribu orang telah mengambil bagian, dan banyak yang mengatakan mereka kira mereka memiliki kondisi ini.

Ini tentu saja merupakan sampel yang memilih sendiri, tetapi jumlahnya menunjukkan bahwa itu mungkin tidak jarang.

Tim Levine sedang menyelidiki gagasan bahwa memori otobiografi mungkin terletak pada sebuah spektrum.

SDAM mungkin terletak di salah satu ujungnya, sementara orang-orang dengan ingatan autobiografi yang sangat tinggi yang nyaris tidak melupakan apa pun, betapapun membosankannya, berada di sisi lain.

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption 'Memori autobiografi mungkin terletak pada sebuah spektrum'

Jadi apakah masalah jika Anda memiliki kondisi ini? Jika itu tidak memengaruhi cara Anda menjalani hidup Anda, mungkin tidak.

Bagi McKinnon, dia selalu hidup seperti ini - jadi menarik mengetahui bahwa itu adalah kondisi nyata yang mungkin telah bersamanya sepanjang hidupnya dan masuk akal tentang perbedaan yang kadang-kadang dia perhatikan antara dia dan orang lain. Dan dia sekarang mengerti bahwa orang lain tidak mengarang cerita.

"Saya tidak pernah memiliki cara lain. Jadi bagi saya itu bukan kerugian," katanya. "Karena saya tidak pernah benar-benar memiliki kemampuan itu, saya tidak bisa benar-benar merasakan hidup dengan kekurangan itu."

Hak atas foto BBC/Getty
Image caption "Saya tidak pernah memiliki cara lain. Jadi bagi saya itu bukan kerugian"

Dan McKinnon melihat keuntungan lain dari tidak bisa memikirkan masa lalu atau lamunan tentang masa depan: "Saya tahu bahwa banyak orang berusaha untuk bisa benar-benar berada di saat ini, tetapi itu mudah bagi saya karena itu satu-satunya cara saya otak beroperasi. Jadi saya benar-benar ada di saat kini di sepanjang waktu."

Artikel ini dapat Anda baca dalam versi bahasa Inggris pada BBC Future dengan judul Could you have this memory disorder?

Berita terkait