Jakarta akan tenggelam: Sepuluh cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim

Ilustrasi penerbangan Hak atas foto Getty Images

Mantan wapres AS Al Gore memperingatkan bahwa Jakarta bisa tenggelam jika tak diambil langkah drastis terkait perubahan iklim. Tapi ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu mengatasi perubahan iklim itu.

Peringatan Al Gore disampaikan di paviliun Indonesia di sela-sela konferensi perubahan iklim PBB 2018 (COP24) yang berlangsung di Katowice, Polandia.

Sebelumnya, dalam sebuah laporan yang baru diterbitkan pada September 2018, ilmuwan perubahan iklim dunia mengeluarkan peringatan mereka yang paling keras: bahwa langkah yang kita lakukan sekarang tidak akan cukup untuk membatasi tingkat pemanasan dunia sampai 1,5 derajat Celsius. Kita harus melakukan lebih.

Perubahan iklim memang nyata terjadi, dan kita mulai melihat bagaimana dampaknya pada kita. Perubahan iklim meningkatkan peluang terjadinya banjir di Miami dan banyak tempat lain, mengancam hidup jutaan orang yang tinggal di sepanjang sungai Brahmaputra di timur laut India dan mengganggu sistem reproduksi tanaman serta hewan.

Jadi kita tak perlu lagi bertanya-tanya soal benar atau tidaknya perubahan iklim — atau apakah manusia yang menjadi penyebabnya. Kita harus bertanya, "apa yang bisa kita lakukan?"

Apa yang bisa Anda lakukan yang dampaknya paling besar? Berikut panduan kami.

1. Apa hal terpenting yang harus dilakukan manusia dalam beberapa tahun ke depan — dan apa artinya itu buat saya?

Hal terpenting? Membatasi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, karbon dan gas alam dan menggantikannya dengan energi terbarukan yang lebih bersih, sambil juga menghemat penggunaan energi.

"Kita harus mengurangi separuh emisi CO2 (45%) pada akhir dekade berikutnya," kata Kimberly Nicholas, salah satu associate profesor di bidang sains keberlanjutan di Lund University Centre for Sustainability Studies (LUCSUS), di Swedia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, hal pertama yang harus dilakukan adalah menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber energi terbarukan.

Untuk mencapai itu, kita harus mengambil banyak keputusan terkait aktivitas sehari-hari kita — seperti lebih sedikit mengemudi dan terbang, berganti ke penyedia sumber energi 'ramah lingkungan' dan mengubah apa yang kita makan dan beli.

Tentu saja, perubahan iklim tidak akan selesai hanya dengan keputusan kita saat membeli atau menggunakan mobil — banyak pakar yang menyatakan ini penting dan bisa mempengaruhi orang lain untuk mengubah kebiasaan mereka (saya akan jelaskan lagi nanti).

Perubahan kebiasaan lain juga dibutuhkan dan hanya bisa dilakukan dalam sistem yang luas dan lebih besar — seperti mengubah sistem subsidi kita untuk industri energi dan pangan, yang terus-terusan menguntungkan bahan bakar fosil, atau mengeluarkan aturan dan insentif baru untuk sektor pertanian, deforestasi, dan pengelolaan sampah.

Satu contoh dari pentingnya aturan ini terkait dengan pendingin. Sebuah kelompok advokasi yang terdiri dari peneliti, pengusaha dan LSM bernama Drawdown menemukan bahwa menghilangkan HFC (zat kimia yang digunakan di kulkas dan pendingin ruangan) adalah kebijakan nomor satu paling efektif untuk mengurangi emisi karbon.

Alasannya, zat ini akan menghangatkan atmosfer 9.000 kali lipat daripada CO2. Kabar baiknya, sudah ada kemajuan di sini, dan dua tahun lalu 170 negara sepakat untuk mulai menghapus HFC pada 2019.

Langkah ini penting karena kita membutuhkan "perubahan yang sangat besar dalam segala aspek kemasyarakatan untuk menangani perubahan iklim", menurut laporan IPCC.

"Semua orang harus terlibat," kata Debra Robert, salah satu ketua Panel Antar-pemerintah soal Perubahan Iklim (IPCC), kelompok yang diberi tugas untuk menyusun laporan tersebut.

2. Mengubah cara pengelolaan atau subsidi industri bukanlah sesuatu yang bisa saya lakukan.

Tapi Anda bisa mengubahnya. Setiap orang harus menggunakan hak mereka sebagai warga negara dan konsumen untuk menekan pemerintah dan perusahaan untuk membuat perubahan sistem yang dibutuhkan, kata Robert dan pakar lain

Satu cara lain, yang kini semakin sering digunakan oleh universitas, kelompok keagamaan di tingkat nasional, adalah 'mengalihkan' dana dari aktivitas yang mencemarkan — seperti menghindari saham di bahan bakar fosil atau bank yang berinvestasi di industri beremisi tinggi.

Dengan menghilangkan instrumen keuangan dalam industri bahan bakar fosil, organisasi bisa melakukan sesuatu terkait perubahan iklim sekaligus mengambil keuntungan ekonomi.

3. Selain itu, apa hal terbaik yang bisa saya lakukan sehari-hari?

Satu penelitian pada 2017 yang ditulis oleh Nicholas dari Lund University memberi peringkat pada 148 aksi individu terkait perubahan iklim berdasarkan seberapa besar dampak aksi tersebut.

Langkah paling efektif yang bisa dilakukan seseorang (selain dari tidak punya anak — tapi nanti akan saya jelaskan lebih lanjut) adalah tidak menggunakan mobil. Mobil lebih mencemari lingkungan daripada berbagai moda transportasi lain, seperti berjalan, bersepeda atau menggunakan kendaraan umum.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Berhenti menggunakan mobil adalah langkah efektif nomor satu yang bisa dilakukan seseorang menurut satu pemeringkatan.

Di negara-negara industri seperti negara-negara Eropa, berhenti menggunakan mobil bisa mengurangi 2,5 ton CO2 — atau sekitar seperempat dari sumbangan emisi tahunan (9,2 ton) per orang di negara berkembang menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

"Kita harus memilih kendaraan yang paling efisien dan, jika mungkin, langsung berganti ke kendaraan elektrik," kata Maria Virginia Vilarino, salah satu peneliti di bab mitigasi untuk laporan terbaru IPCC.

4. Tapi bukankah energi terbarukan lebih mahal?

Sebenarnya, energi terbarukan seperti tenaga angin dan tenaga surya menjadi semakin murah di seluruh dunia (walaupun biaya akhirnya tergantung pada kondisi lokal).

Laporan terbaru dari Badan Energi Terbarukan Internasional (Irena) menemukan bahwa beberapa dari energi terbarukan yang paling banyak digunakan, seperti tenaga surya, panas bumi, energi bio, tenaga air, dan tenaga angin, akan setara dengan atau lebih murah dari bahan bakar fosil pada 2020. Dan sebagian sudah lebih efektif biayanya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tenaga surya kini menjadi sumber listrik termurah bagi banyak rumah tangga di Amerika Latin, Asia dan Afrika.

Biaya untuk peralatan panel surya sudah turun 73% sejak 2010, dan tenaga surya menjadi sumber listrik termurah bagi banyak rumah tangga di Amerika Latin, Asia dan Afrika.

Di Inggris, harga listrik tenaga air dan surya cukup bersaing dengan harga gas dan pada 2025 akan menjadi sumber listrik termurah pada 2025.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa harga-harga ini tak menghitung biaya yang muncul saat memasukkan energi terbarukan ke sistem listrik — namun bukti terbaru menemukan bahwa biaya-biaya ini 'rendah' dan cukup bisa ditanggung oleh jaringan listrik.

5. Apakah mengubah pola makan bisa berdampak?

Ini juga salah satu langkah berpengaruh. Setelah bahan bakar fosil, industri makanan — terutama sektor daging dan susu — menjadi salah satu penyumbang penting ke perubahan iklim. Jika industri ternak adalah suatu negara, maka mereka akan jadi penyumbang emisi karbon ketiga terbesar dunia, setelah Cina dan AS.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Jika industri ternak adalah suatu negara, maka mereka akan jadi penyumbang emisi karbon ketiga terbesar dunia.

Industri daging berperan dalam pemanasan global melalui tiga hal. Pertama, sendawa sapi saat memproses makanan memproduksi banyak metan, gas rumahkaca.

Yang kedua, kita memberi makan sapi dengan menggunakan sumber pangan lain, seperti jagung dan kedelai, yang membuat proses ini tidak efisien. Dan akhirnya, sapi juga membutuhkan banyak air, pupuk yang bisa melepas gas rumah kaca, dan lahan yang luas — sebagian diperoleh dari pembukaan hutan, satu lagi faktor penyumbang emisi karbon.

Anda tak perlu menjadi vegetarian atau vegan: cukup dengan mengurangi konsumsi daging dan menjadi 'flexitarian'. Dengan mengurangi separuh konsumsi protein hewani, Anda bisa mengurangi jejak karbon sampai 40%.

Pendekatan yang lebih besar bisa mencontoh langkah yang dilakukan perusahaan yang mengelola perkantoran bersama, WeWork, pada 2018, dengan melarang daging.

6. Seberapa berbahaya kebiasaan terbang saya untuk lingkungan?

Pesawat menggunakan bahan bakar fosil, dan kita belum menemukan alternatif dalam skala yang setara. Meski beberapa percobaan menggunakan tenaga surya untuk terbang dinilai sukses, kita masih cukup jauh dari penerbangan komersil menggunakan tenaga surya.

Sebuah penerbangan lintas benua bisa melepaskan sekitar 1,6 ton CO2, menurut penelitian Nicholas, hampir sama banyaknya seperti emisi tahunan satu orang di India.

Ini juga menyoroti ketimpangan dalam perubahan iklim: semua orang akan terdampak, tapi hanya sebagian kecil orang yang terbang, dan lebih sedikit lagi yang sering terbang.

Ada kelompok-kelompok ilmuwan dan masyarakat yang memutuskan untuk tidak terbang atau mengurangi frekuensi mereka terbang. Rapat virtual, berlibur di destinasi lokal atau menggunakan kereta daripada pesawat adalah beberapa cara yang bisa dilakukan.

Ingin tahu seberapa besar dampak perjalanan Anda pada perubahan iklim? Hitung emisi karbon Anda menggunakan kalkulator ini yang dibuat para peneliti di University of California, Berkeley.

7. Haruskah saya mengubah kebiasaan belanja saya?

Sepertinya iya. Apa pun yang kita beli punya jejak karbon, dari caranya diproduksi sampai bagaimana ini dipindahkan.

Contohnya, sektor pakaian mewakili sekitar 3% dari emisi CO2 dunia akibat banyaknya energi yang digunakan untuk memproduksinya. Industri fast fashion menyumbang pada angka ini setelah pakaian dibuang atau rusak dalam jangka pendek.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sektor pakaian mewakili sekitar 3% dari emisi CO2 dunia.

Transportasi internasional, termasuk pengiriman laut dan udara, juga berdampak. Belanjaan yang dikirim dari Chile dan Australia ke Eropa, selain juga sebaliknya, punya 'jarak makanan' yang panjang dan biasanya punya jejak karbon yang lebih besar daripada produk lokal.

Tapi ini tidak selalu, karena ada beberapa negara yang menanam tanaman pangan di luar musimnya menggunakan rumah kaca yang banyak menggunakan energi — jadi pendekatan terbaik adalah memakan pangan yang ditanam secara lokal dan sesuai musim.

Meski begitu, makan makanan vegetarian masih tetap lebih berdampak daripada membeli bahan makanan lokal.

8. Haruskah saya berpikir soal jumlah anak (atau untuk tidak memiliki anak)?

Penelitian Nicholas menyimpulkan bahwa lebih sedikit anak adalah cara terbaik untuk mengurangi dampak pada perubahan iklim, hampir 60 ton CO2 per tahunnya. Namun perhitungan ini masih diperdebatkan — dan memunculkan pertanyaan lain.

Yang pertama, apakah Anda bertanggungjawab untuk emisi iklim anak Anda, dan di mana bayi ini dilahirkan.

Jika Anda bertanggungjawab untuk emisi anak Anda, maka apakah orangtua Anda bertanggungjawab untuk emisi Anda? Dan jika Anda tak menanggung emisi anak, lalu bagaimana kita mempertimbangkan fakta bahwa semakin banyak orang akan ada semakin banyak emisi karbon?

Kita juga bisa bertanya, apakah memiliki anak adalah hak asasi yang tak patut diperdebatkan. Dan kita juga bisa bertanya apakah memiliki anak adalah hal buruk untuk perubahan iklim: ini berarti kita membutuhkan lebih banyak pemberi solusi di masa depan, bukannya semakin sedikit.

Pertanyaan ini sulit dan filosofis — dan kita tidak akan mencoba menjawabnya di sini.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Anak-anak bisa menghasilkan emisi karbon yang lebih banyak — tapi mereka juga bisa menjadi pemberi solusi lingkungan di masa depan.

Kita bisa memastikan bahwa setiap orang punya emisi karbon yang berbeda. Mesi rata-rata manusia melepakan sekitar 5 ton CO2 per tahun, setiap negara punya situasi yang berbeda: negara industri seperti AS dan Korea Selatan punya rata-rata yang lebih tinggi (16,5 ton dan 11,5 ton per orang) daripada negara berkembang seperti Pakistan dan Filipina (sekitar 1 ton).

Bahkan di satu negara yang sama saja, orang-orang yang lebih kaya memiliki emisi rata-rata yang lebih tinggi daripada orang dengan akses yang lebih terbatas ke barang dan jasa.

Jadi jika Anda mempertimbangkan faktor ini, ingat, ini bukan hanya soal berapa jumlah Anak anda — tapi juga soal lokasi (dan status) Anda.

9. Jika saya mengurangi konsumsi daging dan mengurangi frekuensi terbang — seberapa besar dampaknya?

Bukan hanya Anda. Peneliti sosial mendapati bahwa saat satu orang mengambil keputusan yang mempertimbangkan faktor lingkungan, maka orang lain akan melakukannya juga.

Contohnya:

- Pengunjung kafe di AS yang diberitahu bahwa sekitar 30% orang Amerika mulai mengurangi makan daging akan dua kali lebih mungkin memesan makan siang tanpa daging.

- Sebuah survey online menunjukkan bahwa separuh dari responden yang mengenal seseorang yang telah mengurangi frekuensi terbang karena perubahan iklim juga akan mengurangi frekuensi mereka terbang.

-Di California, rumah-rumah akan memasang panel surya di lingkungan kompleks yang sudah lebih dulu memasang panel surya.

- Pengurus warga akan lebih bisa (62%) meyakinkan orang untuk memasang panel surya jika mereka juga memasang panel surya di rumah mereka.

Para ilmuwan sosial meyakini ini karena kita terus-terusan mengevaluasi apa yang dilakukan oleh warga di sekitar kita dan kita menyesuaikan keyakinan serta tindakan kita. Saat orang melihat tetangganya mengambil langkah-langkah lingkungan, seperti menghemat energi, mereka menunjukkan kepedulian dan akan lebih tergerak untuk bertindak.

10. Tapi bagaimana jika saya tidak bisa tidak terbang, atau tidak mengemudi?

Jika Anda tak bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan di atas, mungkin Anda bisa mengurangi emisi karbon dengan mendukung proyek hijau yang terpercaya — ini bukan 'kartu bebas keluar penjara', tapi satu cara yang bisa digunakan untuk mengkompensasi penerbangan atau penggunaan mobil.

Konvensi Iklim PBB punya daftar proyek-proyek di seluruh dunia yang bisa Anda sumbang. Untuk mengetahui berapa banyak karbon yang harus Anda 'beli', ada kalkulator karbon yang bisa digunakan.

Terlepas dari apakah Anda petani kopi di Kolombia atau seorang pemilik rumah di California, perubahan iklim akan berdampak pada kehidupan Anda: langkah yang Anda ambil akan berpengaruh pada planet ini untuk beberapa dekade ke depan — baik maupun buruk.

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di Ten simple ways to act on climate change di laman BBC Future

Berita terkait