Apa benar susu bisa memperkuat tulang?

Susu Hak atas foto ullstein bild Dtl./Getty Images

Selama beberapa generasi, kita telah diberitahu bahwa susu membantu membentuk tulang yang kuat. Tetapi apakah sains mendukung hal ini?

Berapa banyak dari kita yang dianjurkan untuk sering minum susu saat anak-anak karena minuman itu dipercaya dapat membentuk tulang yang kuat?

Ide itu memang masuk akal. Susu mengandung kalsium. Kalsium diketahui memang dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang.

Tetapi menunjukkan keterkaitan antara konsumsi susu dan struktur tulang yang kuat lebih sulit daripada kedengarannya.

Studi yang ideal harus dilakukan dengan mengambil sampel dua kelompok orang dan secara acak menugaskan setiap anggota di susatu kelompok untuk minum banyak susu setiap harinya selama beberapa dekade.

Sedangkan kelompok lain diminta meminum "plasebo susu" atau cairan lain yang seakan-akan memiliki kandungan susu.

Jelas, hal ini terlalu sulit dilakukan dalam praktik.

Yang bisa kita lakukan adalah menanyai ribuan orang, dan menanyakan pada mereka berapa banyak susu yang telah mereka minum selama bertahun-tahun, dan kemudian mengikuti mereka selama setidaknya satu dekade.

Lalu, kita bisa melihat apakah orang yang secara teratur minum susu memiliki kemungkinan lebih kecil menderita patah tulang di kemudian hari.

Hak atas foto Antonistock/Getty Images
Image caption Menunjukkan keterkaitan antara konsumsi susu dan struktur tulang yang kuat lebih sulit daripada kedengarannya.

Penelitian semacam itulah yang diterbitkan pada tahun 1997 oleh Universitas Harvard. Sejumlah 77 ribu perawat perempuan dipantau selama 10 tahun.

Hasilnya, para peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan terkait jumlah kasus patah lengan atau pinggul antara mereka yang minum satu gelas susu seminggu atau kurang dan mereka yang minum dua gelas atau lebih.

Ketika tim melakukan penelitian serupa terhadap 330 ribu tenaga kesehatan pria, lagi-lagi susu tampaknya tidak membuat perbedaan mencolok terkait kasus patah tulang.

Uji acak terkendali telah dilakukan, di mana pola makan orang yang diteliti sengaja diperkaya dengan kalsium, kadang-kadang melalui susu.

Pada tahun 2015, sebuah tim di Selandia Baru meninjau, menggabungkan dan menganalisis ulang 15 studi dengan metode itu.

Mereka menemukan fakta, selama dua tahun ada peningkatan kepadatan mineral tulang. Tetapi setelahnya, perkembangan itu berhenti.

Alternatif lain adalah mengonsumsi suplemen kalsium.

Menyusul kekhawatiran risiko efek samping jangka panjang dari konsumsi suplemen, tim yang sama di Selandia Baru menggabungkan data dari 51 uji acak terkendali untuk menilai apakah manfaatnya melebihi risiko.

Sekali lagi, para peneliti menemukan bahwa peningkatan kekuatan tulang berhenti setelah satu atau dua tahun. Suplemen kalsium pun hanya bisa memperlambat - tentu lebih baik daripada menghentikan - hilangnya kepadatan mineral tulang di usia tua.

Mereka menyimpulkan bahwa ini zat itu mungkin hanya berpengaruh sangat kecil dalam mencegah patahnya tulang.

Hak atas foto tashka2000/Getty Images
Image caption Para peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan terkait jumlah patah lengan atau pinggul antara mereka yang minum satu gelas susu seminggu atau kurang dan mereka yang minum dua gelas atau lebih.

Setelah beberapa negara memeriksa data yang sama, mereka sampai pada kesimpulan yang sangat berbeda terkait asupan kalsium harian yang direkomendasikan.

Amerika Serikat, misalnya, merekomendasikan asupan kalsium hampir dua kali lipat dari India dan Inggris. Di AS, setiap orang disarankan untuk minum tiga gelas bervolume 227 mililiter per hari.

Yang lebih membingungkan, pada tahun 2014 hasil dua penelitian besar di Swedia, yang diangkat menjadi berita utama di berbagai media, menyebut bahwa minum lebih dari tiga gelas susu sehari - jumlah yang lebih besar dibandingkan yang diminum kebanyakan orang - tidak berdampak pada tulang Anda dan bahkan mungkin membahayakan Anda.

Untuk penelitian itu, para peneliti di Universitas Uppsala dan Institut Karolinska memberikan kuesioner kepada orang-orang untuk menanyakan tentang konsumsi susu mereka pada tahun 1987 dan 1997.

Tingkat kematian diperiksa pada tahun 2010. Banyak orang kemudian terkejut mendengar fakta bahwa minum segelas susu setiap hari tampaknya berdampak pada tulang-tulang yang lebih mudah patah dan dengan kematian dini.

Tetapi sebelum kita membuang susu yang kita miliki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Dalam studi di Swedia itu, peserta diminta untuk memperkirakan konsumsi susu mereka selama tahun-tahun sebelumnya, di mana hal tersebut bukan tugas yang mudah.

Sulit untuk mengetahui berapa banyak susu yang anda konsumsi bersama sereal, teh, atau di dalam masakan.

Hak atas foto Jurgute/Getty Images
Image caption Orang-orang terkejut mendengar fakta bahwa minum segelas susu setiap hari tampaknya terkait dengan tulang-tulang yang lebih mudah patah dan dengan kematian dini.

Studi ini juga memunculkan masalah antara korelasi dan hubungan sebab-akibat.

Mungkin para perempuan yang tahu mereka menderita osteoporosis, sengaja minum lebih banyak susu dengan harapan tulang mereka menjadi lebih kuat.

Studi ini tidak menunjukkan bahwa minum susu pasti menyebabkan patah tulang.

Yang lebih rumit, tim Swedia menemukan bahwa konsumsi keju dan yoghurt berkaitan dengan tingkat patah tulang yang lebih rendah.

Para peneliti sendiri menegaskan bahwa penelitian mereka perlu direplikasi sebelum penelitian itu dapat digunakan untuk memberikan saran diet.

Yang lain mengatakan bahwa masyarakat harus berhati-hati dalam mengubah konsumsi mereka berdasarkan hasil penelitian itu.

Jadi, sampai kita tahu lebih banyak soal ini, bukti-bukti yang ada saat ini menunjukkan bahwa Anda masih boleh untuk terus minum susu jika Anda menyukainya.

Susu mungkin memang memiliki manfaat untuk kesehatan tulang, meskipun manfaatnya lebih sedikit dari yang Anda harapkan.

Penting juga menjaga tulang Anda tetap kuat melalui metode lain seperti berolahraga dan mendapatkan cukup vitamin D dari makanan Anda, juga dari sinar matahari atau (tergantung di mana di dunia tempat Anda tinggal) dari suplemen sepanjang musim dingin.

Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel Should we drink milk to strengthen bones di BBC Future.

Berita terkait