Mengapa kucing sering dianggap cuek dan tidak ramah?

kucing Hak atas foto Getty Images

Kucing adalah satu-satunya hewan asosial yang berhasil dijinakkan oleh manusia. Kita sering kecewa karena bergaul dengan kucing tidak semudah bergaul dengan anjing. Tapi, apakah itu terjadi karena kita tidak mengerti isyarat kucing?

Anjing, secara biologis, tampaknya tidak mampu menyembunyikan suasana hati mereka - ketika tubuh mereka bergerak-gerak, hidung mereka mengendus, ekor mengibas, itu adalah tanda mereka menunjukkan rasa puas, gelisah, atau semata-mata, gembira tanpa alasan.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Upaya menyelamatkan kucing liar Skotlandia 'yang paling langka di dunia'

Anjing bukanlah hewan yang pintar menyembunyikan perasaan mereka karena manusia dapat membaca isyarat mereka dengan sangat mudah.

Namun, kucing juga memiliki bahasa tubuh yang canggih - suasana hati mereka ditandai melalui ekor yang berkedut, bulu yang acak-acakan, dan posisi telinga dan kumis.

Dengkuran kucing, biasanya, tapi tidak selalu, menandakan keramahan atau kepuasan.

Itu adalah metode yang bisa diandalkan untuk melihat apakah kucing sedang bisa diajak bermain atau sebaiknya ditinggalkan seorang diri.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kucing juga memiliki bahasa tubuh yang canggih - suasana hati mereka ditandai melalui ekor yang berkedut, bulu yang acak-acakan, dan posisi telinga dan kumis.

Meskipun kucing telah menjadi binatang peliharaan manusia selama ribuan tahun, kucing masih menerima citra yang buruk.

Kemandirian kucing, yang dilihat banyak orang sebagai bonus, dilihat orang lain sebagai sikap cuek atau egois.

Banyak yang menganggap kucing hanya benar-benar menunjukkan kasih sayang ketika mangkuk makanan mereka kosong.

Pemilik kucing akan mengklaim ini semua omong kosong, tentu saja, dan ikatan mereka dengan kucing mereka sama kuatnya dengan pemilik anjing mana pun.

Tetapi mengapa citra kucing yang penyendiri dan tidak ramah ini tetap ada? Dan apakah hal ini benar?

Paling tidak, citra kucing sebagai "hewan yang mandiri" tidak merusak popularitas hewan itu.

Diperkirakan ada sebanyak 10 juta kucing peliharaan di Inggris saja.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Meskipun kucing telah menjadi binatang peliharaan manusia selama ribuan tahun, kucing masih menerima citra yang buruk.

Sekitar 25% rumah tangga diyakini memiliki setidaknya satu kucing saat penelitian dilakukan pada 2012.

Bagaimana citra kucing terbentuk mungkin berawal dari proses mereka dijinakkan di zaman dahulu.

Proses itu jauh lebih bertahap daripada anjing - dan kucing disebut berada dalam posisi yang 'memegang kendali'.

Kucing peliharaan pertama kali mulai muncul di desa-desa Neolitik di Timur Tengah sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Mereka tidak bergantung pada manusia untuk makanan - karena mereka didorong untuk mencari makan sendiri, menjaga tanaman dan toko dari tikus, dan hama lainnya.

Hubungan manusia dengan kucing, sejak awal, lebih berjarak dari anjing, yang membantu manusia berburu dan mengandalkan manusia untuk mendapat makanan.

Kucing yang saat ini dapat meringkuk di sofa atau memelototi Anda dari atas rak buku, mencerminkan nalurinya nenek moyang mereka - yang menunjukkan keinginan berburu, berpatroli, menjaga suatu tempat dari kucing lainnya; mereka jauh lebih dekat dengan diri mereka di masa lalu daripada anjing.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Menjinakkan kucing hanya menghilangkan sisi liar mereka yang sesungguhnya.

Menjinakkan kucing hanya menghilangkan sisi liar mereka yang sesungguhnya.

"Sebagian besar, itu hanya kesalahpahaman manusia tentang kucing," kata Karen Hiestand, dokter hewan dan wali dari International Cat Care.

"Anjing dan manusia sangat mirip dan telah hidup bersama sejak lama. Dengan kucing, ini jauh lebih baru. Kucing berasal dari nenek moyang yang penyendiri dan mereka bukan makhluk sosial."

Kucing liar kami, yang berjenis Felis lybica, cenderung menjalani kehidupan sendiri.

Ia hanya bertemu kucing lain ketika tiba saatnya untuk kawin.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kucing adalah satu-satunya hewan asosial yang dijinakkan manusia.

"Kucing adalah satu-satunya hewan asosial yang dijinakkan manusia. Hewan lain yang kita jinakkan memiliki ikatan sosial dengan anggota spesiesnya yang lain. "

Mengingat bahwa kucing adalah makhluk yang begitu menyendiri di antara hewan yang hidup dengan kita, tidak mengherankan bahwa kita salah mengartikannya.

"Karena mereka bisa menentukan nasib sendiri dan dapat menjaga diri mereka sendiri, kucing menjadi semakin populer," kata Hiestand.

"Tapi apakah gaya hidup kita cocok dengan mereka adalah pertanyaan lain. Manusia mengharapkan kucing menjadi seperti manusia dan seperti anjing. Tapi, mereka bukanlah makhluk seperti itu."

Penelitian tentang emosi dan kemampuan bersosialisasi kucing telah lama tertinggal dibandingkan anjing, tetapi dalam beberapa waktu terakhir penelitian tentang kucing telah berkembang pesat.

Sebagian besar masih dalam tahap awal, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa hubungan kucing dan manusia cukup rumit.

"Ini sangat bervariasi, hubungan itu bisa didorong oleh genetika, dan apa yang kucing alami dalam enam atau delapan minggu pertama. Jika mereka memiliki pengalaman positif di awal kehidupan mereka, mereka mungkin akan menyukai manusia dan ingin bergaul dengan kita. "

Hak atas foto Getty Images
Image caption Penelitian tentang emosi dan kemampuan bersosialisasi kucing telah lama tertinggal dibandingkan anjing.

Sama seperti anjing, kucing melakukan banyak komunikasi dengan tubuh mereka daripada melalui suara

Bahkan cara kucing berperilaku pun berbeda-beda.

Kucing liar sering bersembunyi atau melarikan diri dari manusia, perilaku yang mirip leluhur mereka.

Di tempat-tempat seperti Mediterania dan Jepang, "kucing yang bergerombol" tumbuh subur di desa-desa nelayan.

Mereka cukup ramah untuk membuat hati mereka pada penduduk setempat yang memberi mereka makan.

Di Istanbul, misalnya, kucing semi-liar diberi makan dan dirawat oleh penduduk setempat, dan telah menjadi bagian dari identitas kota, bahkan menjadi inspirasi untuk film dokumenter baru-baru ini.

Lalu ada kucing yang tinggal bersama kita, tetapi tingkah lakunya pun berbeda-beda; beberapa menjaga jarak, sementara yang lain menjalin hubungan akrab dengan manusia.

Jadi, jika kita menginginkan ikatan yang kuat dengan kucing kita, apa yang harus kita lakukan?

Sama seperti anjing, kucing melakukan banyak komunikasi dengan tubuh mereka daripada melalui suara.

"Saya pikir jauh lebih sulit bagi orang untuk membaca bahasa tubuh kucing dibandingkan dengan anjing," kata Kristyn Vitale, seorang peneliti yang mempelajari perilaku kucing.

Itu bukan kesalahan kucing.

Hak atas foto TORU YAMANAKA/AFP/Getty Images
Image caption Sama seperti anjing, kucing melakukan banyak komunikasi dengan tubuh mereka daripada melalui suara.

Salah satu fitur penting telah membuat anjing lebih sering disayang oleh manusia.

Sebuah studi dari Portsmouth University menemukan bahwa anjing telah belajar meniru ekspresi bayi, yang memicu keinginan manusia untuk memelihara anjing.

Perubahan ini tampaknya adalah pengembangan otot yang mengangkat alis bagian dalam - dan itu bukan sesuatu yang ditemukan pada leluhur mereka, serigala.

"Mata anak anjing" adalah trik evolusi yang telah memperkuat ikatan antara anjing dan manusia.

Berita buruk untuk kucing? Mereka kekurangan otot ini.

Akibatnya, tatapan kucing bisa terlihat dingin dan tidak bersahabat, dan dua kucing yang saling menatap sering kali bisa menjadi awal dari baku hantam.

Tetapi tatapan yang berkedip lambat - yang mungkin diberikan kucing ke arah Anda dari sisi lain ruangan - adalah sesuatu yang sepenuhnya berbeda; itu cara mereka mengekspresikan cinta.

Hak atas foto Rob Goss
Image caption Tatapan kucing bisa terlihat dingin dan tidak bersahabat.

Bahkan ketika mereka memalingkan kepala ke satu sisi, itu tidak berarti meremehkan Anda, tetapi merupakan tanda mereka sedang santai.

Vitale menarik perhatian pada studinya di Oregon State University, di mana kucing dan anjing ditinggalkan di kamar oleh pemiliknya, dan pemiliknya tiba-tiba kembali beberapa waktu kemudian.

"Satu hal yang menarik adalah bahwa mayoritas kucing yang merasa aman dengan pemiliknya, ketika pemiliknya kembali, mereka menyapa mereka dan kucing itu kembali untuk menjelajahi ruangan. Anjing melakukan hal yang sama," kata Vitale.

"Harapan manusia terhadap hewan berdampak pada perilaku mereka," kata Vitale.

Dengan mencoba memaksa kucing untuk berperilaku lebih seperti anjing - yang menghujani kita dengan perhatian - kita tengah berusaha mendorong mereka menjauh dari perilaku alami mereka.

Hiestand mengatakan bahwa ketidakmampuan historis untuk melihat temperamen kucing yang berbeda dengan anjing adalah bagian dari masalahnya.

"Saya pergi ke sebuah konferensi pada tahun 2007 dan merasa seperti orang yang benar-benar idiot," katanya.

"Ada semua informasi dasar tentang kucing yang saya tidak tahu, seperti mereka mau air dan makanan mereka berada di tempat yang terpisah. Penelitian ini semuanya sangat baru, tetapi sekali Anda memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa apa yang Anda pikir tentang mereka ternyata salah, Anda mulai mempelajari hal-hal yang menarik. "

Lihat cara kucing menempel ke tubuh pemiliknya.

Dulu hal itu dianggap sebagai cara kucing menandai wilayahnya, seperti yang dilakukan kucing liar di pohon atau objek-objek lainnya di wilayah mereka.

Tetapi ketika mereka melakukannya pada orang-orang, itu biasanya merupakan pertanda rasa sayang- kucing memindahkan aroma mereka ke kulit Anda, dan pada saat yang sama mentransfer aroma Anda ke bulunya.

Inilah yang dilakukan kucing liar dengan kucing lain yang bersekutu dengannya.

Ini adalah cara kucing untuk menciptakan "aroma" yang membedakan teman dari musuh.

Pada akhirnya, kata Hiestand, satu hal yang penting - meski tampak terlalu santai, sebetulnya kucing cenderung ingin berteman.

"Mereka ingin letak air dan makanan mereka, pengaturan tidur mereka, dan nampan sampah mereka, berada di tempat yang tepat, dan ketika semuanya telah terasa nyaman, kucing dapat mulai menjelajahi ikatan sosial itu."

Jadi, ketika Anda pulang ke rumah dan menemukan seekor kucing diam-diam mengamati Anda dari sofa, atau menguap dengan malas saat mereka masuk ke lorong, jangan kecewa.

Dengan caranya sendiri yang tenang, kucing itu sedang memberi tahu Anda bahwa ia senang melihat Anda.

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di Why do we think cats are unfriendly di laman BBC Future

Berita terkait